| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 2261 |
Evaluasi Program Kerja Mahasiswa Kampus Mengajar dengan Metode Goal Oriented
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to describe the evaluation of the Kampus Merdeka program using the Tyler program evaluation method: goal oriented. The research methods used are quantitative and qualitative, with a descriptive research design. The research was conducted at SD Negeri Banyumeneng 02 Demak Regency. The data collection technique was completed by filling out questionnaires, interviews, and documentation by resource persons, namely guest teachers, principals, and field supervisors (DPL). The results of the study showed that the results of questionnaires and interviews with sources at the time of formulation, when implemented, and reports on the implementation of the Teaching Campus class 2 student work program in terms of cultural aspects, curriculum aspects, and aspects of technology adaptation in learning obtained a significant increase from the three aspects of the study. The results showed that the suitability of the Teaching Campus class 2 student work program with the objectives of the Teaching Campus class 2 program was 87.547%. Based on the methods and stages of Tyler W.'s goal-oriented evaluation, the evaluation of the Teaching Campus class 2 student work program is based on the objectives of the Teaching Campus program. The implementation of the work program is guided by the program's objectives, producing outputs beneficial to schools and students so that the Teaching Campus program activities are worth continuing.Keywords: evaluation; Kampus Mengajar; work program.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan evaluasi program Kampus Merdeka dengan metode evaluasi program Tyler: Goal Oriented. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Banyumeneng 02 Kabupaten Demak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian angket, wawancara, dan dokumentasi yang diisi oleh narasumber yakni guru pamong, kepala sekolah, dan dosen pembimbing lapangan (DPL). Hasil penelitian diketahui hasil angket dan wawancara narasumber pada saat perumusan, saat dilaksanakan, dan laporan pelaksanaan program kerja mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 2 dalam segi aspek budaya, aspek kurikulum, dan aspek adaptasi teknologi dalam pembelajaran didapat kenaikan yang signifikan dari ketiga aspek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian program kerja mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 2 dengan tujuan program Kampus Mengajar angkatan 2 memperoleh 87,547%. Berdasarkan metode dan tahapan evaluasi goal-oriented Tyler W. dalam evaluasi program kerja mahasiswa Kampus Mengajar angkatan 2 sangat sesuai dengan tujuan program Kampus Mengajar. Penerapan program kerja yang sesuai dengan tujuan program, menghasilkan out put yang bermanfaat bagi sekolah dan juga peserta didik sehingga kegiatan program Kampus Mengajar layak diteruskan. Kata kunci: evaluasi; Kampus Mengajar; program Kerja |
Adila Destri Ramadhani (Universitas Negeri Semarang); Adila Destri Ramadhani; Trimurtini Trimurtini (Universitas Negeri Semarang); Panca Dewi Purwati (Universitas Negeri Semarang) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 10 No 2 (2023) |
Hal: 97 - 105 [PDF] |
| 2262 |
PENERAPAN NAÏVE BAYES UNTUK MENGETAHUI STATUS GIZI BALITA
Lihat AbstrakMeningkatnya populasi penduduk yang diiringi dengan semakin berkembangnya kemajuan teknologi merupakan salah satu upaya untuk menjaga derajat kesehatan dengan perbaikan gizi masyarakat, gizi yang seimbang dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dapat meningkatkan kecerdasan dan menjadikan pertumbuhan yang normal. Dalam praktik sehari-hari status gizi didapatkan melalui pengukuran antropometri di posyandu. Umumnya masyarakat menggunakan indeks BB/U atau berat badan dibanding usia untuk menentukan status gizi sehingga membutuhkan waktu yang lama dan perhitungan yang bisa terjadi kesalahan. Penelitian ini bertujuan untuk memudahkan penentuan status gizi balita menggunakan machine learning dengan algoritma naive bayes classification dengan 4 kali pengujian data. Dimana pengujian rasio yang menghasilkan nilai akurasi terbaik dalam 4 pengujian akurasi dengan rasio 90:10, 80:20, 70:30 dan 60:40 diantaranya rasio pertama 90:10, rasio kedua 80:20, dan rasio ketiga 70:30 pada Data training dan data testing. Hasil penelitian menunjukkan akurasi sebesar 100.0%. Maka Naive bayes Classification dikategorikan baik untuk pengujian status gizi balita. |
Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Ika Rahmanda Sitorus (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6 No 2 (2023) |
Hal: 565-570 [PDF] |
| 2263 |
PERBANDINGAN METODE SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN DALAM PEMILIHAN MEDIA PROMOSI TERBAIK BAGI PERGURUAN TINGGI SWASTA
Lihat AbstrakUntuk mendukung stabilitas dan peningkatan jumlah mahasiswa berbagai upaya dilakukan oleh perguruan tinggi swasta salah satunya melalui media promosi. Pada lokasi penelitian ini yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal mengalami penurunan jumlah animo calon mahasiswa baru, berbagai promosi dilakukan seperti melalui baliho dibeberapa kabupaten/kota, kunjungan langsung ke sekolah-sekolah, endorsement media sosial, radio, dan lainnya. Akan tetapi, geliat promosi yang selama ini dilakukan di STMIK Royal belum memperhatikan prioritas media promosi yang tepat berakibat pada besarnya biaya dan sumber daya yang ditimbulkan. Maka dari itu, tujuan penelitian ini yaitu melakukan kajian media promosi terbaik yang dapat membantu manajemen dalam menentukan prioritas media promosi yang tepat dan efisien melalui model sistem pendukung keputusan. Adapun metode sistem pendukung keputusan yang akan digunakan yaitu dengan perbandingan metode Multi-Attribute Utility Theory (MAUT) dan Multi Factor Evaluation Process (MFEP) dengan pendekatan metode BORDA sebagai solusi final. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media brosur menjadi media paling efektif untuk digunakan dalam promosi kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brosur menjadi pilihan utama dengan poin Borda tertinggi dan peringkat final teratas. Media sosial dan event juga cukup dihargai, menduduki peringkat kedua dan ketiga. Alternatif seperti spanduk dan baliho mendapat dukungan yang lebih rendah dan peringkat lebih rendah. |
Nuriadi Manurung (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Raja Tama Andri Agus (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); M Ardiansyah Sembiring (STMIK Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6 No 3 (2023) |
Hal: 868-874 [PDF] |
| 2264 |
OPTIMASI MODEL CLUSTERING DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN ASAHAN
Lihat AbstrakPeningkatan angka stunting di Kabupaten Asahan pada tahun 2022 mencapai 15,3%, belum memenuhi atas target nasional yang ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan wilayah rentan terhadap stunting menggunakan pendekatan teknologi data science yang lebih komprehensif. Namun, upaya tersebut belum dilakukan secara optimal sehingga program penanganan stunting belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan model clustering dalam pemetaan stunting di Kabupaten Asahan dengan menggunakan data dari berbagai puskesmas. Metode yang digunakan mencakup normalisasi data dengan Z-Score untuk mengurangi dampak outlier, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, dan inisialisasi pusat klaster menggunakan K-Means++. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah 3, dan evaluasi clustering menggunakan Davies-Bouldin Index (DBI) menghasilkan skor sebesar 0.589, yang menunjukkan performa model clustering yang baik. DBI yang lebih rendah mengindikasikan bahwa cluster yang terbentuk cukup kompak dan terpisah dengan baik, sehingga dapat membantu pemetaan wilayah untuk alokasi sumber daya yang lebih efisien dalam penanganan stunting di Kabupaten Asahan.Kata kunci: Stunting; K-Means++; Elbow Method; Z-Score, Davies-Bouldin Index.The increase in stunting rates in Asahan Regency in 2022 reached 153%, far above the national target set at 14% in 2024. To overcome this problem, local governments need to map areas vulnerable to stunting using a more comprehensive data science technology approach. However, these efforts have not been carried out optimally so that the stunting management program has not been effective. This research aims to optimize the clustering model in stunting mapping in Asahan Regency using data from various community health centers. The method used includes data normalization with Z-Score to reduce the impact of outliers, determining the optimal number of clusters using the Elbow method, and initializing cluster centers using K- Means++. The results of the analysis show that the optimal number of clusters is 3, and clustering evaluation using the Davies-Bouldin Index (DBI) produces a score of 0.589, which shows good clustering model performance. A lower DBI indicates that the clusters formed are quite compact and well separated, so they can help map areas for more efficient resource allocation in handling stunting in Asahan Regency. Keywords: Stunting; K-Means++; Elbow Method; Z-Score; Davies-Bouldin Index. |
Masitah Handayani (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2192-2197 [PDF] |
| 2265 |
INTEGRASI MODEL PEMBELAJARAN OSBORN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP
Lihat AbstrakModel pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting. Akan tetapi masih terdapat guru yang tidak memperhatikan hal ini sehingga mengakibatkan pembelajaran yang monoton dan menyebabkan siswa bosan dalam belajar serta dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar matematika siswa kelas VIII SMP dengan menerapkan model pembelajaran Osborn. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan terhadap tindakan (observing), dan refleksi terhadap tindakan (reflecting). Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Tamansiswa Sukadamai Kabupaten Asahan yang berjumlah 30 siswa. Dan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Osborn dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar dalam bentuk essay tes dan lembar observasi. Nilai rata-rata hasil observasi keaktifan siswa siklus I dan II sebesar 2,5 dan 3,8. Ketuntasan belajar tes awal diperoleh sebesar 23,33%. Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Osborn, terjadi peningkatan pada tes hasil belajar siswa siklus I dan II sebesar 63,33% dan 93,33%. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Osborn dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa. |
Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Istaufa Arib Sinaga (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6 No 2 (2023) |
Hal: 559-564 [PDF] |
| 2266 |
PENDETEKSI DETAK JANTUNG DAN SUHU TUBUH MANUSIA BERBASIS IoT
Lihat AbstrakDi jaman modern ini, perkembangan teknologi di dalam kehidupan sehari-hari dapat di rasakan oleh semua orang di dunia. Teknologi pun sudah berkembang ke bidang medis. Teknologi di bidang medis sekarang sudah dapat melakukan medical check up. Medical check up adalah tahap awal pemeriksaan pasien. Hasil dari medical check up dapat digunakan untuk mendiagnosa pasien. Medical check up yang paling wajib dilakukan salah satunya adalah pemeriksaan detak jantung dan suhu tubuh manusia. Untuk mengetahui kondisi ini, tidak perlu pergi ke Rumah Sakit untuk melakukan pengecekannnya. Biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pengecekan pun terbilang mahal untuk kalangan menengah kebawah. Ini disebabkan peralatan yang dibutuhkan untuk pengecekan mahal. Maka dari itu, dibutuhkan alat dengan harga yang terjangkau untuk dapat mengetahui kondisi jantung dan suhu tubuh manusia. Dari penjelasan di atas maka muncullah sebuah ide untuk membuat alat yang bisa berguna untuk membantu melakukan pengukuran dan monitoring detak jantung dan suhu tubuh manusia secara mudah dengan menggunakan pulse sensor dan sensor suhu MLX90614 Hasil hipotesa dari sebuah pengukuran menggunakan sensor yang di kontrol lewat sebuah mikrokontroler NodemCu, dan dapat di tampilkan di layar laptop. Dengan ada alat ini dapat membantu untuk mengetahui secara dini detak jantung dan suhu tubuh manusia tanpa harus mengunjungi rumah sakit atau konsultasi ke dokter. |
Jhonson Efendi Hutagalung (STMIK Royal Kisaran); Nuriadi Manurung (STMIK Royal Kisaran) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 69-74 [PDF] |
| 2267 |
IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR PADA SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT XANTHELASMA
Lihat AbstrakThe most typical type of xanthomas (a skin ailment) is called a xanthelasma. The complaints of Xanthelasma patients frequently take the shape of aesthetic problems; while these conditions may not always cause death, they can lower patients' levels of self-confidence, which can have a negative impact on their quality of life and make it more difficult for them to carry out their daily tasks. Despite having a tendency to expand, xanthelasma is not painful, does not inflame, and does not typically turn malignant. Extremely rarely, severe jaundice may affect eyelid function and result in drooping or drooping of the eyelid. On the basis of these issues, a system of experts is required that can quickly identify Xanthelasma and offer suitable care to patients. The approach of the certainty factor is used to construct expert systems. Factor of ConfidenceXanthelasma adalah bentuk xanthomas (kondisi kulit) yang paling umum. Istilah Xanthelasma berasal dari kata Yunani xanthos (kuning) dan elasma (cakram/datar). Keluhan penderita Xanthelasma seringkali berupa gangguan kosmetik, walaupun tidak sampai menyebabkan kematian, namun dapat menurunkan kepercayaan diri pasien penderita Xanthelasma sehingga mempengaruhi kualitas hidup sehingga menghambat pekerjaan sehari-hari penderita. Xanthelasma tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menyebabkan peradangan, dan tidak cenderung menjadi ganas, meskipun cenderung membesar. Dalam kasus yang sangat jarang, penyakit kuning yang besar dapat mengganggu fungsi kelopak mata dan menyebabkan kelopak mata terkulai atau terkulai.Berdasarkan masalah tersebut maka diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat dengan mudah digunakan untuk mendiagnosa Xanthelasma dan memberikan pengobatan yang tepat bagi penderita. Sistem pakar dibangun dengan menggunakan metode certainty factor. Certainty Factor menggunakan nilai untuk menyimpulkan tingkat keyakinan seorang ahli dalam sebuah data.Hasil dari penelitian ini adalah terciptanya sebuah aplikasi sistem pakar yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi xanthelasma berbasis web dengan menggunakan metode certainty factor, sehingga permasalahan dapat dianalisis. |
Yaniati Zalukhu (STMIK Triguna Dharma); Meri Sri Wahyuni (STMIK Triguna Dharma); Abu Hasan Al-Asy’asri (STMIK Triguna Dharma); Dedi Setiawan (STMIK Triguna Dharma) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 60-68 [PDF] |
| 2268 |
PENGGUNAAN SENSOR WATER LEVEL DAN SIRINE ALARM UNTUK MEMBACA KETINGGIAN AIR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ARDUINO NANO
Lihat AbstrakThe Silau River is one of the rivers that flows in Asahan. The Silau River flows on the outskirts of the city range which can be seen below the base of the titi, so it is clear that when the rainy season falls it results in a high volume of water, so that flooding can occur and this river continues to flow to the new Silo village, where the village has been 4 times experiencing flooding in four hamlets, where hamlet 1 is the first hamlet the water rises because it is near the coast, then if the water in hamlet 2 has reached 30 to 40 cm, then it is certain that the water in hamlet 1 has reached 1 meter. Therefore floods can occur at any time which can result in material losses and so on. So that researchers are interested in making a design for using water level sensors and sirens to detect water levels, where the working system of this tool will be when hamlet 1 starts to be flooded (sensor 1 designed by the tool has been passed by flood water), then the siren will turn on with a delay time x, so that people in hamlets 2,3 and 4 must be prepared to face flooding to minimize losses caused by flooding and if sensor 2 on the device design is flooded, then it indicates that the water in hamlet one has reached 1 meter, so residents in hamlets 1, 2, 3 and 4 It is mandatory to evacuate to anticipate casualtie |
Muhammad Amin (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Ricki Ananda (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 85-90 [PDF] |
| 2269 |
Penerapan Metode Composite Performance Index Pada Penerima Bantuan Langsung Tunai Di Kantor Desa Aek Bamban
Lihat Abstrakabstrak |
Zulfan Efendi (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Andrew Ramadhani (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Hari Jalsa Marpaung (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Febrian Arma Yudha |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 75-84 [PDF] |
| 2270 |
PEMANFAATAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN BAGI SISWA/I LKP BINTANG MULIA BATUBARA
Lihat AbstrakAbstract: LKP Bintang Mulia Batubara is an institution engaged in the field of education, especially in the field of computers. In general, Bintang Mulia Coal LKP students only study office applications such as Ms Office so that students' knowledge of computer technology is still limited. In accordance with technological developments there is still much that is not known by LKP Bintang Mulia students, one of which is the Decision Support System. The benefit of implementing a decision support system is to increase the ability of decision makers by providing better decision alternatives so that they can help to make decisions such as selecting the best student, so that an objective assessment is obtained. The purpose of this activity is to broaden students' insights so that they know the role of the system decision support. The results obtained from this dedication are that students know that there are many things that can be done by implementing a decision support system such as selecting outstanding students, choosing learning methods that students like. Keywords: education; computer; decision support system Abstrak: LKP Bintang Mulia Batubara adalah Lembaga yang bergerak di bidang Pendidikan, khususnya dibidang komputer. Pada umumnya siswa LKP bintang mulia batubara hanya mempelajari aplikasi perkantoran seperti Ms Office sehingga pengetahuan siswa/I mengenai teknologi komputer masih terbatas. Sesuai dengan perkembangan teknologi masih banyak yang belum diketahui oleh siswa LKP Bintang Mulia , salah satunya adalah Sistem Pendukung Keputusan. Manfaat dari penerapan sistem pendukung keputusan adalah untuk meningkatkan kemampuan pengambil keputusan dengan memberikan alternatif keputusan yang lebih baik sehingga dapat membantu untuk menetapkan sebuah keputusan seperti pemilihan siswa terbaik, sehingga didapat penilaian yang objektif.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan siswa agar mengenal peran sistem pendukung keputusan. Hasil yang didapat dari pengabdian ini adalah para siswa mengetahui bahwa banyak hal yang dapat dilakukan dengan menerapkan sistem pendukung keputusan seperti pemilihan siswa berprestasi, pemilihan metode pembelajaran yang disukai para siswa. Kata kunci: pendidikan; komputer; SPK |
Dahriansah Dahriansah (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Maulana Dwi Sena (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Ruri Azhari Dalimunthe (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3 No 1 (2023) |
Hal: 66 - 71 [PDF] |
| 2271 |
Implementasi Nilai-Nilai Multikultural Pada Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka
Lihat AbstrakAbstract: Multiculturalism is a belief that states that ethnic or cultural groups can coexist peacefully and respect each other. The purpose of implementing multicultural values in the Merdeka Student Exchange Program is to discover how the process of implementing activities describes and the factors that hinder the implementation of multicultural values. The method used is a qualitative case study, where the research takes data directly on ongoing activities through interviews, observation, and documentation, then conducts data processing activities from data relevant to the discussion. The results of this discussion are the implementation of multicultural values in the Independent Student Exchange program:(1) Multicultural values have been well implemented, as seen from democratic values, humanist values, and pluralist values; (2) Some activities illustrate implementing multicultural values in the independent student exchange program; (3) The factors that hinder the implementation of multicultural values are internal factors and external factors.Keywords: implementation; independent Student Exchange; multicultural value. Abstrak: Multikultural merupakan sebuah kepercayaan yang menyatakan bahwa sebuah kelompok-kelompok etnik atau budaya dapat hidup secara berdampingan secara damai dan saling menghormati satu sama lain. Tujuan implementasi nilai-nilai multikultural pada Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka untuk mengetahui bagaimana proses implementasi kegiatan yang menggambarkan dan faktor yang menghambat dari pengimplementasian nilai-nilai multikultural. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus, dimana proses penelitian yang mengambil data langsung pada kegiatan yang berlangsung melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian melakukan kegiatan mengolah data dari data yang relevan dengan pembahasan. Hasil dari pembahasan ini adalah implementasi nilai-nilai multikultural dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka: (1) Nilai-nilai multikultural telah terimplementasikan dengan baik terlihat dari nilai demokratis, nilai humanis, dan nilai pluralis; (2) Terdapat Kegiatan yang menggambarkan implementasi nilai-nilai multikultural dalam program pertukaran mahasiswa merdeka; (3) Adanya faktor yang menghambat dari pengimplementasian nilai-nilai multikultural adalah faktor internal dan faktor eksternal.Kata kunci: implementasi, nilai-nilai multikultural, pertukaran Mahasiswa Merdeka |
Ageng Budi Wibowo (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa); Ageng Budi Wibowo (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa); Dinar Sugiana Fitrayadi (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa); Ria Yuni Lestari (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 10 No 2 (2023) |
Hal: 89 - 96 [PDF] |
| 2272 |
PENERAPAN METODE MAUT PENILAIAN PEMILIHAN KARYAWAN PKWT
Lihat AbstrakDalam proses sistem pendukung keputusan menentukan Penilaian Pemilihan Karyawan PKWT Menggunakan Metode MAUT Pada PTPN masih saja terjadi kesalahan. Misalnya, menentukan penilaian calon karyawan PKWT yang layak atau tidaknya penilaian calon karyawan PKWT karena masih adanya kesalahan pada sistem yang sekarang ini. Namun, menentukan calon karyawan PKWT yang berhak dan tepat sesuai dengan kebutuhan pada PTPN bukan hal yang mudah. Banyaknya dalam menentukan penilaian calon karyawan PKWT yang memiliki dan memenuhi persyaratan membuat sulit dalam proses penentuannya. Oleh karena itu penelitian ini akan membahas sistem pendukung keputusan yang diharapkan dapat membantu PTPN dalam menentukan calon karyawan PKWT. Penerapan Penilaian Pemilihan Karyawan PKWT perusahaan pada PTPN, menormalisasi data, menghitung dan menjumlahkan nilai total utilitas , serta perangkingan untuk membuat rekomendasi mengenai penerimaan dana CSR perusahaan di PTPN IV, Hasil peringkat menyatakan bahwa terdapat lima alternatif terpilih yang menjadi calon karyawan PKWT di PTPN. Yaitu A10 (Manto), A07 (Misiyadi), A12 (Putra Sanjaya), A02 (Syawaludin Nasution), A05 (Tri Cahyono) Sebagai calon karyawan PKWT di PTPN. |
Raja Tama Andri Agus (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Rizky Ardiansyah (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 6 No 2 (2023) |
Hal: 553-558 [PDF] |
| 2273 |
IMPLEMENTASI METODE SERVQUAL UNTUK PENINGKATAN PELAYANAN PADA PABRIK ROTI CITRA
Lihat AbstrakAbstract: Citra Roti Factory is a business engaged in the manufacture and sale of bread. Sales data at the Citra Roti Factory fluctuated, namely sometimes sales increased and sometimes sales decreased. This is because the sales of bread at Citra bakery are also influenced by service. There are some customers who feel the quality of service is relatively low so that problem solving cannot be resolved optimally. The service period is relatively long so that the sales service process at the Citra bakery factory is slow, which is detrimental to customers. Human resources are still lacking so officers will find it difficult to provide services. To overcome these problems, a system was created to determine the quality of service provided to customers. The Service Quality method can be used as a measure of service quality. The results of this study are to determine the decision support system in the analysis of the service quality of selling bread that is applied at the Citra bakery factory. The application of the Service Quality method will speed up the decision-making process in analyzing the service level of bakery product sales at Citra bakery. Keywords: decision support system; service quality method; factory citra bread. Abstrak: Citra Roti Factory merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan roti. Data penjualan di Pabrik Citra Roti berfluktuasi yaitu terkadang penjualan meningkat dan terkadang penjualan menurun. Hal ini dikarenakan penjualan roti di toko roti Citra juga dipengaruhi oleh pelayanan. Ada sebagian pelanggan yang merasa kualitas pelayanan relatif rendah sehingga dalam penyelesaian masalah tidak dapat diselesaikan secara optimal. Masa pelayanan yang relatif lama sehingga proses pelayanan penjualan di pabrik roti Citra lambat sehingga merugikan pelanggan. Sumber daya manusia masih kurang sehingga petugas akan kesulitan dalam memberikan pelayanan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibuatlah suatu sistem untuk mengetahui kualitas pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Metode Service Quality dapat digunakan sebagai alat ukur kualitas layanan. Hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pendukung keputusan dalam analisis kualitas pelayanan penjualan roti yang diterapkan di pabrik roti Citra. Penerapan metode Service Quality akan mempercepat proses pengambilan keputusan dalam menganalisis tingkat pelayanan penjualan produk bakery di Citra bakery. Kata Kunci: sistem pendukung keputusan; metode service quality; toko roti citra. |
Novianti Syahfitri (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran); Nurwati Nurwati (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran); Santoso Santoso (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 54-59 [PDF] |
| 2274 |
PELATIHAN PEMBUATAN KONTEN PROMOSI DIGITAL BAGI UMKM
Lihat AbstrakThe rapid development of technology, the intense competition in the business world requires business actors to be able to keep up with the times. Content is currently very important in the business world to market products and services, so far many Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) people are not aware of technological developments, especially in content creation. digital promotion for UMKM, people often complain and feel tired of doing their business, because it is difficult for them to market their products, for example there are those who sell food that doesn't run out and many other problems are felt by the community, thus making people lose and feel tired of doing business, therefore we want to make training in creating digital promotional content for UMKM, to make it easier for people, especially UMKM, to market their business in the digital world. For example, discussing strategies for creating content on social media, for example on TikTok, Instagram and creating their Google business profiles, so that their marketing reach is far more developed than before. |
Raja Tama Andri Agus (STMIK Royal, Indonesia; Scopus ID: 57202804392); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3 No 1 (2023) |
Hal: 40 - 44 [PDF] |
| 2275 |
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Activity Book untuk Meningkatkan Kemandirian Mengurus Diri Sendiri
Lihat AbstrakAbstract: This research is motivated by the independence of kindergarten children aged 4-5 years who have not yet developed optimally. This research aims to determine the needs of kindergarten children aged 4-5 years regarding the development of activity book media to train independence in taking care of themselves. The approach used in this research is quantitative. The samples taken for this research were kindergarten children aged 4-5 years at TKIT Nurul Qomar Semarang using an observation sheet instrument. The observation data was then analyzed using percentage techniques. The research results show that more than 50% have not shown the development of independence to take care of themselves according to expectations. This means that many students still appear to be starting to develop, and there are even students who have not yet developed their independence in taking care of themselves. Thus, it is necessary to develop activity book media in the hope of developing and training the independence of kindergarten children aged 4-5 years in taking care of themselves. Keywords: Activity Book; independence; self. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemandirian anak TK usia 4-5 tahun yang belum berkembang dengan maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan anak TK usia 4-5 tahun mengenai pengembangan media activity book untuk melatih kemandirian mengurus diri sendiri. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel yang diambil untuk penelitian ini yaitu anak TK usia 4-5 tahun di TKIT Nurul Qomar Semarang dengan menggunakan instrumen lembar observasi. Data hasil observasi kemudian dianalisis menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 50% belum menunjukkan perkembangan kemandirian mengurus sendiri sesuai harapan. Artinya, sebagian besar anak didik masih terlihat mulai berkembang bahkan masih ada anak didik yang belum berkembang kemandiriannya dalam mengurus diri sendiri. Dengan demikian, diperlukan pengembangan media activity book dengan harapan dapat mengembangkan dan melatih kemandirian anak TK usia 4-5 tahun dalam mengurus dirinya sendirKata kunci: Activity Book; diri sendiri; kemandirian. |
asturiyah asturiyah (Universitas PGRI Semarang); asturiyah asturiyah (Universitas PGRI Semarang) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 10 No 2 (2023) |
Hal: 81 - 88 [PDF] |
| 2276 |
PENERAPAN ALGORITMA NAÏVE BAYES DALAM PENENTUAN KELAYAKAN PENERIMA BANTUAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Lihat AbstrakAbstract: The Family Hope Program (PKH) aims to improve living standards through education, health and social welfare services. However, the process of selecting beneficiaries is often considered not to be on target and a long process, so a decision-making system is needed in determining the eligibility of the right beneficiaries of the Family Hope Program. This study aims to determine the feasibility of beneficiaries of the Family Hope Program in Petatal Village, Batubara Regency using the Naïve Bayes method. The amount of data used in this research is 100 training data and 20 testing data with 8 criteria. The application of the Naïve Bayes method in this study obtained an accuracy rate of 100% and an error rate of 0% using Rapid Miner and the Confusion Matrix technique. Keywords: classification; family hope program; naïve bayes, PKH Abstrak: Program Keluarga Harapan (PKH) bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup melalui layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial. Akan tetapi, dalam proses pemilihan penerimanya seringkali dianggap tidak tepat sasaran dan proses yang lama, sehingga, diperlukan sistem pengambilan keputusan dalam menentukan kelayakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan penerima bantuan Program Keluarga Harapan di Desa Petatal, Kabupaten Batubara dengan menggunakan metode Naïve Bayes. Jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 data training dan 20 data testing dengan 8 kriteria. Penerapan metode Naïve Bayes dalam penelitian ini memperoleh tingkat akurasi sebesar 100% dan tingkat error 0% dengan menggunakan Rapid Miner dan teknik Confusion Matrix. Kata Kunci: klasifikasi; naïve bayes; PKH; program keluarga harapan |
Nurul Rahmadani (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Risnawati Risnawati (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Maulana Dwi Sena (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 40-48 [PDF] |
| 2277 |
APLIKASI PENDATAAN JEMAAT GEREJA HKBP BETHEL RESORT PERSIAPAN BETHEL RESORT PADANG BULAN BERBASIS WEB
Lihat AbstrakAbstract: The data collection process in an organization is needed to store data from every member who joins the organization. Usually, data collection is done by writing a registration form and later the organization will collect the form into an organized file. However, this raises a problem, namely the difficulty of finding member data, and the loss of the data form. To overcome this problem, a data collection application for the HKBP Tanjung Selamat Church Congregation was created. Using a web-based application makes it easier for the church to record its members and look up member data for data changes when members move domiciles or add family members. Keyword: organization; church; HKBP; data collection; web-based. Abstrak: Proses pendataan pada sebuah organisasi sangat diperlukan untuk menyimpan data dari setiap anggota yang mengikuti organisasi tersebut. Biasanya pendataan dilakukan dengan cara menulis formulir pendaftaran lalu nantinya pihak organisasi akan mengumpulkan formulir tersebut ke dalam sebuah berkas yang tersusun. Namun hal ini menimbulkan masalah yaitu sulitnya mencari data anggota, dan hilangnya formulir data tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dibuat sebuah aplikasi pendataan Jemaat Gereja HKBP Tanjung Selamat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan menggunakan ceramah, diskusi dan praktikum. Dengan menggunakan aplikasi berbasis web memudahkan pihak gereja untuk mendata anggotanya dan mencari data anggota untuk dilakukan perubahan data bila anggota pindah domisili maupun menambah anggota keluarga. Kata kunci: organisasi; gereja; HKBP; pendataan; berbasis web. |
Efori Bu’ulolo (Universitas Budi Darma); Rian Syahputra (Universitas Budi Darma) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3 No 1 (2023) |
Hal: 61 - 65 [PDF] |
| 2278 |
Analysis of The Impact of Using Audio-Visual Media on Student Learning Motivation
Lihat AbstrakLearning in the classroom must be carefully considered by the teacher, specifically how to create a conducive, enjoyable, active, interesting, and effective learning atmosphere aligned with the learning objectives. To achieve this goal, teachers are advised to utilize a variety of learning media, including audio-visual tools, to enhance student learning motivation. This study aims to analyze the impact of using audio-visual media on learning motivation, quantify the extent of the effect, and establish a linear regression equation. The linear regression equation is employed to determine the nature of the relationship between the use of audio-visual media and learning motivation, whether it is positive or vice versa. This research employs a quantitative approach through a survey method. The data collection technique involves using a questionnaire. Derived from the outcomes of this investigation, it is evident that there is a notable effect of audio-visual media usage on student learning motivation. This is substantiated by obtaining a significant value of 0.001 (<0.05) and further supported by the analysis of the t-score, which is 3.986 (>2.003). Consequently, there is a significant influence of audio-visual media usage on students' learning motivation. |
Ayu Puji Rahayu (STAI DARUL FALAH); Saepulloh Saepulloh (STAI DARUL FALAH); Egi Ginanjar (STAI DARUL FALAH) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 10 No 2 (2023) |
Hal: 72 - 80 [PDF] |
| 2279 |
Peningkatan Rasio Kompresi Algoritma RLE Untuk Kompresi Teks Dengan Menggunakan Algoritma BWT Dan Sequitur
Lihat AbstrakTo reduce the size can be done with compression techniques. Some of the compression techniques that are often used are Run Length Encoding. The RLE algorithm allows a significant size reduction by reducing the number of symbols in a row to a number of the number of symbols in a row. But for text compression the RLE algorithm still cannot be used because there are no symbols or letters that line up. To improve the results of text compression from the RLE algorithm, data changes can be used first, such as using the Burrows-Wheeler Transform algorithm and the Sequitur algorithm. The RLE algorithm cannot compress text because a row of text words is arranged randomly so that the word has a meaning, BWT and Sequitur managed to make changes to the sample text, but RLE still cannot execute it properly, so the RLE algorithm is not suitable for text compression. Keywords: compression; RLE; BWT; Sequitur; Comparison Abstrak: Untuk melakukan pengurangan ukuran bisa dilakukan dengan teknik kompresi. Beberapa teknik kompresi yang sering digunakan adalah Run Length Encoding. Algoritma RLE memungkinkan pengurangan ukuran yang signifikan dengan mempersingkat jumlah dari simbol yang berderet dengan angka dari jumlah simbol yang berderet tersebut. Namun untuk kompresi teks algoritma RLE masih belum bisa digunakan karena tidak ada simbol atau huruf yang berderet. Untuk meningkatkan hasil kompresi teks dari algoritma RLE dapat digunakan perubahan data terlebih dahulu, seperti menggunakan algoritma Burrows-Wheeler Transform dan algoritma Sequitur. Algoritma RLE tidak bisa untuk kompresi teks karena deretan dari suatu kata teks disusun secara acak sehingga kata tersebut memiliki suatu arti, BWT dan Sequitur berhasil melakukan perubahan pada teks sampel, namun RLE tetap tidak bisa mengeksekusinya dengan baik, sehingga algoritma RLE tidak cocok untuk kompresi teks. Kata kunci: kompresi; RLE; BWT; Sequitur; Perbandinga Kinerja |
Rian Syahputra (Universitas Budi Darma); Surya Darma Nasution (Universitas Budi Darma); Alwin Fau (Universitas Budi Darma) |
JURNAL TEKNISI Vol 3 No 2 (2023) |
Hal: 49-53 [PDF] |
| 2280 |
PENGEMBANGAN PENERAPAN DIVERSE LEARNERS DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 066050 MEDAN DENAI
Lihat AbstrakAbstract: The various conditions of students sometimes make it difficult for teachers to manage classes. The purpose of this community service is to explain the diversity of diverse learner's development in the learning styles of students at SDN 066050 Medan Denai. The method used in this study uses observation and field notes. The results obtained in this activity after direct observation can be seen in learning styles such as audio and visual learning styles and there are various intelligences. The difference can be seen from physical factors such as skin color, body posture and weight. Differences in learning styles can also be seen, such as audio-visual and kinesthetic learning styles. Keywords: diversity; diversity of differences; learning styles Abstrak: Beragamnya kondisi siswa terkadang menyulitkan guru dalam pengelolaan kelas. Adapun tujuan pengabdian masyarakat ini adalah menjelaskan keberagaman pengembangan diverse learner’s dalam Gaya pembelajaran siswa-siswi SDN 066050 Medan Denai. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan observasi dan field notes. Hasil yang didapatkan di dalam kegiatan ini setelah dilakukannya pengamatan secara langsung terlihat Gaya belajar seperti gaya belajar audio dan visual serta terdapat kecerdasan yang beragam. Perberdaan itu dapat dilihat dari factor fisik seperti warna kulit, postur tubuh dan berat badan. Perbedaan gaya belajar juga dapat dilihat seperti gaya belajar tipe audio-visual, dam juga kinesthetic. Kata kunci: diversity; keberagaman perbedaan; gaya belajar |
Dyan Wulan Sari HS (Universitas Katolik Sant Thomas); Reflina Sinaga (Universitas Katolik Sant Thomas) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 3 No 1 (2023) |
Hal: 51 - 56 [PDF] |