| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 1121 |
PENGARUH PELATIHAN ONLINE TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SMKN 2 RAMBAH DALAM MENGHADAPI KENAIKAN PANGKAT
Lihat AbstrakAbstract: This study investigates the impact of online training on improving teacher competency at SMKN 2 Rambah, Riau, with a specific focus on their preparedness for professional promotion. Employing a quantitative approach through a one-group pretest-posttest design, a sample of 30 teachers was selected from a population of 43 using simple random sampling. Data were collected via competency tests administered before and after the training intervention. Normality tests using the Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk methods confirmed that the data were normally distributed. Descriptive statistical analysis revealed a significant increase in the mean score from 60.90 (pre-test) to 78.67 (post-test). Furthermore, the Paired Sample t-Test confirmed a highly significant statistical difference between the two scores (t = -21.229; Sig. = 0.000). The calculation of effect size using Cohen’s d yielded a value of 3.92, indicating a very large effect of the online training on teacher competency enhancement. These findings underscore that online training serves as a highly effective and essential tool in promoting teacher professionalism and meeting promotion requirements in the digital era. Keyword: Online Training, Teacher Competency Improvement, One-Group Pretest-              Posttest Design Abstrak: Penelitian ini menguji pengaruh pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru di SMKN 2 Rambah, Riau, dengan fokus pada kesiapan menghadapi kenaikan pangkat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, 30 guru dari populasi 43 guru dipilih sebagai sampel secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi yang diberikan sebelum dan sesudah pelatihan. Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 60.90 pada pre-test menjadi 78.67 pada post-test. Uji Paired Sample t-Test mengkonfirmasi perbedaan yang sangat signifikan secara statistik antara kedua skor tersebut dengan t = -21.229 dav Sig. = 0.000). Lebih lanjut, perhitungan effect size menggunakan Cohen's d menghasilkan nilai 3.92, mengindikasikan efek yang sangat besar dari pelatihan online terhadap peningkatan kompetensi guru. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan online merupakan instrumen yang sangat efektif dan esensial dalam mendukung pengembangan profesionalisme guru dan memenuhi tuntutan kenaikan pangkat di era digital. Kata kunci: Pelatihan Online, Peningkatan Kompetensi Guru, one group pretest-posttest |
Deviana Deviana; Jufri Jufri |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5368-5376 [PDF] |
| 1122 |
EFEKTIFITAS MEDIA PEMBELAJARAN GAME MATH FOR KIDS TERHADAP KEMAMPUAN NUMERASI SISWA KELAS V SD NEGERI 013 RAMBAH
Lihat AbstrakAbstract:This study aims to examine the effectiveness of the Game Math for Kids learning media in improving the numeracy skills of fifth-grade students at SD Negeri 013 Rambah. The research employed an experimental method with a One Group Pretest-Posttest design involving 24 students as participants. The instrument used was a set of pretest and posttest assessments designed to measure students’ numeracy abilities before and after the treatment. Data analysis revealed an increase in the average score from 58.88 (pretest) to 74.04 (posttest). The paired sample t-test showed a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. The calculated N-Gain score was 0.369, which falls into the moderate effectiveness category. Furthermore, the effect size measured by Cohen’s d was 2.06, indicatinga very large effect. Therefore, the use of Game Math for Kids is proven to be effective in significantly and meaningfully enhancing elementary school students’ numeracy skills. Keyword:GameMathfor Kids, numeracyskills, learning media, N-Gain, Cohen’s d.  Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas media pembelajaran GameMathfor Kids terhadap peningkatan kemampuan numerasi siswa kelas V SD Negeri 013 Rambah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest, yang melibatkan 24 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan berupa tes pretest dan posttest yang dirancang untuk mengukur kemampuan numerasi siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rata-rata dari 58,88 pada pretest menjadi 74,04 pada posttest. Uji pairedsample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Nilai N-Gain yang diperoleh sebesar 0,369 menunjukkan kategori efektivitas sedang. Sementara itu, perhitungan effectsize dengan menggunakan Cohen’s d menghasilkan nilai sebesar 2,06 yang termasuk kategori efek sangat besar. Dengan demikian, penggunaan GameMathfor Kids terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar secara signifikan dan bermakna.  Kata kunci:GameMathfor Kids, kemampuan numerasi, media pembelajaran, N-Gain, Cohen’s d.   |
Amthorie Bangkit Pratama; Detri Amelia Chandra; Ari Aprilia Dwiana; Muslim Muslim |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5425-5432 [PDF] |
| 1123 |
PERBAIKAN PROSES PRODUKSI TIANG LAMPU MENGGUNAKAN METODE VALUE STREAM ANALYSIS TOOLS (VALSAT)
Lihat AbstrakAbstract:In the current modern era, the competitive situation of the manufacturing industry has increased and is very tight. The importance of production efficiency in a company is to increase revenue, which is the goal of every company by minimizing waste. One approach used to minimize waste is lean manufacturing. The study was conducted on a company that produces and markets products in the form of lamp posts on public roads and toll roads. The problem that often occurs in the manufacturing process of product items is that many production processes are not achieved according to the standard time set by the Company. In this study, a Lean Manufacturing analysis was carried out to improve the lamp post production process using the Value Stream Analysis Tools (Valsat) method. Based on this study, the type of waste waiting is the most dominant type of waste with a percentage of 19.55%. In second place is the type of waste overproduction with a cumulative percentage of 18.54% while waste motion is 17.32%. Based on the current state value stream mapping, the process cycle efficiency of the Hexagonal Lamp Post manufacturing process is 98%.  Keyword:Lean Manufacturing, Waste, Value Stream Analysis Tools, Process Cycle  Efficiency  Abstrak:Pada era modern saatinisituasipersainganindustri manufakturmengalamikenaikan dan sangat ketat.Pentingnyaefisiensiproduksidalamsebuahperusahaanadalahuntukmeningkatkanpendapatandimanahalinimerupakantujuansetiap perusahaandenganmemperkecilterjadinyawaste. Salah satupendekatan yang digunakanuntukmeminimalisirwasteadalahlean manufactring.Penilitiandilakukan pada perusahaan yang memproduksisertamemasarkanprodukberupatiang-tianglampu yang ada di jalanruasjalanumum dan jalantol. Permasalahan yang seringterjadi pada proses manufaktur item produkmasihbanyak proses produksi yang tidaktercapaidengansesuaiwaktustandar yang sudahditetapkan oleh Perusahaan. Dalam penelitianini, dilakukananalisisLeanManufacturinguntukperbaikan proses produksitianglampumenggunakanmetodeValueStreamAnalysisTools (Valsat). Berdasarkanpenelitiantersebutdiperolehjeniswaste waitingmerupakanjeniswaste yang paling mendominasidenganpersentasesebesar 19,55%. Pada urutankeduaterdapatjeniswaste overproductiondenganpersentasekumulatifsebesar 18,54% sedangkanwaste motionsebesar 17,32 %. Berdasarkancurrent state value stream mapping, process cycle eficiency proses pembuatanTiangLampu Hexagonal diperolehnilai 98 %.  Kata kunci:Lean Manufacturing, Waste, Value Stream Analysis Tools, Process Cycle  Efficiency |
Rahmi M. Sari; Syafiq Alhadi Yuman; Syafiq Alhadi Yuman; Aulia Ishak; Aulia Ishak; Indah Rizkya Tarigan; Indah Rizkya Tarigan |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5354-5359 [PDF] |
| 1124 |
IMPLIKASI KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 63/E/KPT/2020 TENTANG PERSYARATAN DAN PROSEDUR PERUBAHAN PERGURUAN TINGGI SWASTA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN AKADEMIK ATAS KEWENANGAN ORGAN BADAN PENYELENGGARA DALAM PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI SWASTA
Lihat AbstrakAbstract: The complexityoftheregulationandimplementationoftheauthorityoftheOrganizingBody in changingthe status ofPrivateHigherEducationInstitutions (PTS), especiallyregardingthevalidityandlegalityofdocumentsissuedbythe organ representingtheOrganizingBody. Althoughtheregulationshave set outtherequirementsandproceduresthroughvariousregulationssuch as Law Number 12 of 2012 andDecreeoftheDirector General ofHigherEducationNumber 63/E/KPT/2020, practices in thefieldshow a discrepancybetweenthe formal structure (de jure) andtheactualstructure (de facto) in legal entitiessuch as Foundations, Associations, andOrganizations, whichcancause legal andadministrativeproblems in theratificationofchangesto PTS bytherelevantauthorities. DecreeoftheDirector General ofHigherEducationNumber 63/E/KPT/2020 providesstrictlimitationsregardingtheauthorityoftheofficial organ oftheOrganizingBody in changingtheinstitutionalstructureof PTS, but in practicethereisstill a discrepancybetweenthe formal legal structureandimplementation in thefield, especially in theformofAssociationsorOrganizations. Thisdiscrepancy has thepotentialtocause legal problemsbecausetheadministrativeactionstakencanbeconsidered ultra viresorwithout a valid legal basis. Basedon Lawrence M. Friedman's legal systemtheory, thissituationreflectsthelessthan optimal synergybetween legal structure, legal substance, and legal culture in thegovernanceofprivatehighereducation in Indonesia. Keyword:Letter of Director General, Private Higher Education Institutions (PTS),  Foundations and Associations  Abstrak: Kompleksitaspengaturan dan pelaksanaankewenangan Badan Penyelenggaradalamperubahan status Perguruan Tinggi Swasta (PTS), khususnyaterkaitvaliditas dan legalitasdokumen yang dikeluarkan oleh organ yang mewakili Badan Penyelenggara. Meskipunperaturantelahmenetapkansyarat dan prosedurmelaluiberbagairegulasisepertiUndang-UndangNomor 12 Tahun 2012 dan Keputusan DirjenDiktiNomor 63/E/KPT/2020, praktik di lapanganmenunjukkanadanyaketidaksesuaianantarastruktur formal (de jure) dan strukturaktual (de facto) pada badan hukumseperti Yayasan, Perkumpulan, dan Persyarikatan, yang dapatmenimbulkanpersoalanhukum dan administratifdalampengesahanperubahan PTS oleh otoritasterkait. Keputusan DirekturJenderal Pendidikan Tinggi Nomor 63/E/KPT/2020 memberikanbatasantegasmengenaikewenangan organ resmi Badan Penyelenggaradalamperubahankelembagaan PTS, namundalampraktiknyamasihterdapatketidaksesuaianantarastrukturhukum formal dan pelaksanaan di lapangan, khususnya pada bentukPerkumpulanatauPersyarikatan. Ketidaksesuaianiniberpotensimenimbulkanpersoalanhukumkarenatindakanadministratif yang dilakukandapatdianggap ultra vires atautanpadasarhukum yang sah. Berdasarkanteorisistemhukum Lawrence M. Friedman, situasiinimencerminkankurangoptimalnyasinergiantarastrukturhukum, substansihukum, dan budayahukumdalam tata kelolapendidikantinggiswasta di Indonesia. Kata kunci: Surat Kepdirjen, Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Yayasan dan  Perkumpulan |
Anggina Putri Pane; Anggina Putri Pane |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5343-5349 [PDF] |
| 1125 |
SEGMENTASI PENYAKIT MATA KATARAK DENGAN METODE K-MEANS
Lihat AbstrakAbstract:Cataracts are.one.ofthe.mostcommon visual impairme.nts, e.spe.ciallyamongthe.e.lde.rly. In Indone.sia, the.numbe.rofcataractpatie.ntsisalarminglyhighandpose.s a se.riouspubliche.althconce.rn. Itise.stimate.dthataround 50% of global blindne.sscase.s are.cause.dbycataracts, with approximate.ly 90% ofpatie.ntsre.siding in de.ve.lopingcountrie.s, includingIndone.sia. AccordingtoNourkinan, Indone.sia has the. highe.st numbe.rofcataractcase.s in Southe.ast Asia, with approximate.ly 2 millionindividualsaffe.cte.dandanadditional 240,000 ne.wcase.se.ach ye.ar atriskofblindne.ss. Althoughcataracts are.typicallyassociate.dwithindividualsove.rthe.age.of 55, re.ce.nttre.ndsindicate. a growingnumbe.rofcase.samongyounge.rpe.ople.age.dbe.twe.e.n 35 and 40.In re.sponse.tothisissue., thisre.se.archaimstode.signanimage.se.gme.ntationsyste.mtode.te.ctcataractdise.ase.usingthe. K-Me.ansalgorithm. The.syste.mise.xpe.cte.dtose.rve. as ane.ducationaltoolforstude.ntsand le.arne.rs tobe.tte.runde.rstandhow digital image.analysiscanbe.use.dtoide.ntifycataractsymptoms. This study utilize.s a datase.t consistingof 330 re.tinalimage.s. Base.donte.stingusing a confusionmatrix, the.se.gme.ntationproce.ssachie.ve.danaccuracyrate.of 94.84%. To furthe.rimprove.the.syste.m’spe.rformance., incre.asingthe.numbe.roftraining data isre.comme.nde.dtoe.nhance.se.gme.ntationaccuracy.  Keyword:K-Me.ansCluste.ring, Se.gme.ntation, Cataract E.ye.Dise.ase.  Abstrak: Katarak me.rupakan salah satu gangguan pe.nglihatan yang umum te.rjadi, te.rutama pada individu lanjut usia. Di Indone.sia, jumlah pe.nde.rita katarak te.rgolong tinggi dan me.njadi masalah ke.se.hatan yang cukup se.rius. Dipe.rkirakan bahwa se.kitar 50% kasus ke.butaan di dunia dise.babkanole.h katarak, dan se.kitar 90% pe.nde.ritanyabe.rada di ne.gara-ne.garabe.rke.mbang, te.rmasukIndone.sia.Be.rdasarkanpe.rnyataanNourkinan, Indone.siame.ne.mpati posisi te.ratas di Asia Te.nggarade.ngan jumlah pe.nde.rita katarak me.ncapaise.kitar 2 juta orang, dan se.tiap tahunnya te.rdapatpe.nambahanse.kitar 240 ribu kasus baru yang be.risikome.ngalamike.butaan. Walaupun umumnya dide.ritaole.h masyarakat be.rusia di atas 55 tahun, kasus katarak juga mulai banyak dite.mukan pada usia yang le.bih muda, yakni antara 35 hingga 40 tahun. Maka dari itu, pe.nulisbe.rtujuanme.mbuatsiste.mse.gme.ntasipe.nyakit mata katarak de.nganme.nggunakanme.tode.K-Me.ansuntuk me.mbantu para mahasiswa dan pe.lajar untuk me.mahamile.bih dalam te.ntang bagaimana citra mata dapat dianalisis se.carate.knis untuk me.nge.nali indikasi pe.nyakit mata katarak. Datase.t yang digunakan pe.ne.litian ini be.rjumlah 330 datase.t, be.rdasarkanpe.ngujian yang te.lah dilakukan dalam me.nse.gme.ntasime.nggunakanconfussionmatrix tingkat ke.be.rhasilan 94.84%. Untuk me.maksimalkan hasil pe.ne.litian dibutuhkan pe.nambahan jumlah data latih untuk me.ningkatkan akurasi dari prose.sse.gme.ntasi.   Kata kunci: K-Me.ansCluste.ring, Se.gme.ntasi, Pe.nyakit Mata Katarak |
Ayu Mestika Nurdy; Yusuf Ramadhan Nasution; Suhardi Suhardi |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5336-5342 [PDF] |
| 1126 |
ANALISIS YURIDIS KONTRAK PENGADAAN BAHAN MAKANAN PASIEN DENGAN METODE PEMILIHAN PENYEDIA SECARA E-PURCHASING ANTARA RUMAH SAKIT “X†DENGAN CV “Yâ€
Lihat AbstrakAbstract: Implementationofpatientfoodprocurementcontractsusingthe e-purchasingmethodat Hospital X The main focusofthis study isonthree main aspects, namely legal compliance in theimplementationofcontracts, legal protectionforbothpartiesinvolved in thecontract, anddisputeresolutionmechanismsthatcanbetaken in theeventof a breachofcontract. The methodused in this study isnormative legal researchwith a descriptiveanalyticalapproach. This study examineshowlawsandregulations are applied in procurementcontractsthrough e-purchasing. The resultsofthe study The implementationofcontractsthroughthe e-purchasingmethodisconsideredverygood in termsof legal compliance. The partieshavefollowedallgovernmentprocurementprocedures in a transparentandaccountablemanner, sothatthecontractrunseffectivelyandefficiently. The existenceof a cleardisputeresolutionmechanism: The contract has anticipatedpotentialproblems in thefuture, such as breachofcontract. The mechanismsorstepsthatwillbetakentoresolvedisputesiftheyoccurhavebeenclearlyregulated, in accordancewiththecontentsofthecontractandapplicableregulations.  Keyword:E-Purchasing, Procurement Contracts, Legal Compliance, Dispute Resolution  Abstrak: Pelaksanaankontrakpengadaanbahanmakananpasienmenggunakanmetode e-purchasing di RumahSakit X Fokusutamapenelitian ini adalahpadatigaaspekutama, yaitukepatuhanhukumdalampelaksanaankontrak, perlindunganhukumbagikeduabelahpihak yang terlibatdalamkontrak, danmekanismepenyelesaiansengketa yang dapatditempuhjikaterjadiwanprestasi. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitianhukumnormatifdenganpendekatandeskriptifanalitis. Penelitianinimengkajibagaimanaperaturanperundang-undanganditerapkandalamkontrakpengadaanbarangmelaluie-purchasing. Hasil penelitianPelaksanaankontrakmelaluimetodee-purchasingdinilai sangat baikdarisegikepatuhanhukum. Para pihaktelahmengikutisemuaprosedurpengadaanbarang dan jasapemerintahdengantransparan dan akuntabel, sehinggakontrakberjalansecaraefektif dan efisien. Adanya MekanismePenyelesaianSengketa yang Jelas: Kontraktersebutsudahmengantisipasipotensimasalah di kemudianhari, sepertiwanprestasi (pelanggarankontrak). Telah diatursecarajelasmekanismeataulangkah-langkah yang akanditempuhuntukmenyelesaikanperselisihanjikahalituterjadi, sesuaidenganisikontrak dan peraturan yang berlaku.  Kata kunci: E-Purchasing,KontrakPengadaan, Kepatuhan Hukum, Penyelesaian Sengketa |
Boni Putra; Mahmul Siregar; Syarifah Lisa Andriati |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5329-5335 [PDF] |
| 1127 |
ANALISIS YURIDIS PENERBITAN SURAT PERINTAH PENGHENTIAN PENYIDIKAN (SP3) YANG DIKELUARKAN KEPOLISIAN DALAM KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK
Lihat AbstrakAbstract:The process is still carried out the same as other criminal cases, except that at each stage of the examination there is a companion who always accompanies child victims of sexual violence in each examination. Legal regulations related to the issuance of a letter of order to stop the investigation by the Indonesian National Police are regulated in Article 109 Paragraph 2 of the Criminal Procedure Code and Article 30 of Perkap Number 6 of 2019 concerning Investigation. Legal protection for victims of sexual harassment if a letter of order to stop the investigation is issued by the Indonesian National Police is always provided by the Medan Police, but there are a number of obstacles, both from the number of personnel which is still limited and Coordination with the Medan City PPA UPTD.  Keyword:Child, Sexual Harassment, Medan Police  Abstrak: Proses tetap dilakukan sama dengan perkara pidana lainnya, hanya saja dalam setiap tahapan pemeriksaan terdapat pendamping yang senantiasi selalu mendamping anak korban kekerasan seksual dalam setiap pemeriksaan. Pengaturanhukumterkaitpenerbitan surat perintahpenghentianpenyidikanolehKepolisian Republik Indonesia diatur di dalamPasal 109 Ayat 2 KUHAP danPasal 30 PerkapNomor 6 tahun 2019 TentangPenyidikan. Perlindunganhukumterhadapkorbantindakpidanapelecehanseksualapabiladiterbitkan surat perintahpenghentianpenyidikanolehKepolisian Republik Indonesia selaludiberikanolehPolrestabes Medan namun hal ini terdapatsejumlahkendalabaik dari jumlahpersonil yang masihterbatasdanKoordinasidengan UPTD PPA Kota Medan.  Kata kunci: Anak, PelecehanSeksual, Polrestabes Medan |
Chairunnazri Harahap; Edi Yunara; Marlina Marlina |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5508-5514 [PDF] |
| 1128 |
KEPASTIAN HUKUM PERIZINAN BERUSAHA UMKM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN UMKM DI KOTA MEDAN
Lihat AbstrakAbstract:MSMEsstillfacevariousobstacles, especially in termsofregulationsandlicensingwhich are oftenconfusingand not in syncbetweenlawsandtheirimplementingregulations. Changestotheprovisions in Law Number 6 of 2023 concerningJobCreation, such as articlesthat are open tomultipleinterpretations, make MSME actorsreluctanttotakecareofpermitsdueto legal uncertainty, complicatedprocesses, andconcernsabouttaxes. Therefore, itisnecessarytostrengthenthe legal umbrella, simplifythebureaucracy, andoptimizeempowermentfromthegovernmentsothatMSMEscandevelop, competehealthily, andbecomethe main pillars in supportingthenationaleconomy. Thesematerials were thenanalyzedqualitativelywith a descriptiveanalyticalapproach. Legal certainty in theempowermentanddevelopmentofMSMEsthroughbusinesslicensingbasedon Law Number 6 of 2023 concerningJobCreationand Law Number 20 of 2008 concerningMicro, Smalland Medium Enterprises isseenfromArticle 87 whichstatesthewordsexemptlicensingfeeswhileArticle 92 Paragraph 2, thisprovidesdifferentinterpretationsofwhethermicrobusinessesactuallygetfreefeesor not. Becausethephrase "can" in Article 92 Paragraph 2 canmeanyesorno, whilethephrase "freeinglicensingfees" in Article 87 meanscompletelyfreeing. The contradictionbetweenthesearticlescreates legal uncertaintyregardingtheexemptionoflicensingfeesandthereductionoflicensingfeesforMSMEs.  Keyword:Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), Licensing, Empowerment and Development  Abstrak: UMKM masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek regulasi dan perizinan yang seringkali membingungkan dan tidak sinkron antara undang-undang dan aturan pelaksananya. Perubahan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, seperti pasal yang multitafsir, membuat pelaku UMKM enggan mengurus perizinan karena ketidakpastian hukum, proses yang rumit, serta kekhawatiran terhadap pajak. Oleh karena itu, diperlukan penguatan payung hukum, penyederhanaan birokrasi, serta pemberdayaan yang lebih optimal dari pemerintah agar UMKM dapat berkembang, bersaing secara sehat, dan menjadi pilar utama dalam menopang perekonomian nasional. Bahan-bahan tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis Kepastianhukumdalampemberdayaan dan pengembangan UMKM melaluiperizinanberusahaberdasarkanUndang-UndangNomor 6 Tahun 2023 Tentang Cipta Kerja dan Undang-UndangNomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil Menengahdilihatdari Pasal 87 yang menyebutkan kata membebaskanbiayaperizinansedangkan Pasal 92 Ayat 2, halinimemberikanpenafsiran yang berbeda-bedaapakahsejatinya Usaha mikromendapatkanbebasbiayaatautidak. Karena frasa kata dapat pada Pasal 92 Ayat 2 bisaberartiyaatautidak, sedangkanfrasamembebaskanbiayaperizinandalam Pasal 87 berartisepenuhnyamembebaskan. Adanya kontradiksiantarpasalinimenimbulkanketidakpastianhukumterhadappembebasanbiayaperizinan dan keringananbiayaperizinanberusahapelaku UMKM. Kata kunci: Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Perizinan, Pemberdayaan dan  Pengembangan |
Chrismo H Sitorus; Mahmul Siregar; Joiverdia Arifiyanto |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5322-5328 [PDF] |
| 1129 |
OPTIMALISASI MANAJEMEN INDIKATOR PENGGUNAAN TEMPAT TIDUR MELALUI SISTEM INFORMASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PALEMBANG BARI
Lihat AbstrakAbstract:Regional General Hospital Palembang BARI has implementedtheRegulationoftheMinisterofHealthNumber 82 of 2013 concerningthe Hospital ManagementInformation System (SIMRS) known as SIMARS. In itsimplementation, theinformationsystem has not beenabletoprovideaccurateand real-timebedusageindicators. This study aimstooptimizethemanagementofbedusageindicatorsthroughtheinformationsystemat Palembang BARI Regional Hospital. The typeofqualitativeresearchusingthe FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) methodwasconducted in August 2024 - September 2024. Data collectionwascarriedoutthroughinterviews, observations, anddocumentreviewsaccordingtothestagesofthe FAST method, including: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Design andConstructionand Testing. Ofthe 3,366 manual SHRIs, thereis a differencebetween SHRI SIMARS of 427 or 12.69%, thehighest in theclass 3 generalcareroom, thisisbecausenurseshave not routinelyentered SHRI into SIMARS duetotheabsenceof a Standard OperatingProcedure (SOP) forfilling in SHRI in SIMARS. In accordancewiththe SHRI framework, an SOP forfilling in SIMARS isrequired, including 3 actorsconsistingof: Director, PMIK, Nurse. The Directorrequires real-timevisualizationofbedusageindicators in theformof BOR, AvLOS, TOI, BTO, and Barber Johnson graphs.  Keyword:Bed Indicators, Information System, FAST  Abstrak: Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI telah menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 tahun 2013 tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang dikenal dengan SIMARS. Pada pelaksanaannya sistem informasi tersebut belum mampu menyediakan indikator penggunaan tempat tidur secara akurat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan manajemen indikator penggunaan tempat tidur melalui sistem informasi di RSUD Palembang BARI. Jenis penelitian kualitatif menggunakan metode FAST (FrameworkfortheApplication System Thinking) dilakukan pada bulan Agustus 2024 -September 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan telaah dokumen sesuai dengan tahapan metode FAST, meliputi: Scopedefinition, Problem Analysis, RequirementAnalysis, Logical Design, DecisionAnalysis, Physical Desain dan Constructionand Testing. Dari 3.366 SHRI manual terdapat selisih antara SHRI SIMARS sebanyak 427 atau12,69% tertinggi pada ruang perawatan umum kelas 3 hal tersebut karena perawat belum melakukan entry SHRI ke dalam SIMARS secara rutin yang disebabkan belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengisian SHRI dalam SIMARS. Sesuai kerangka kerja SHRI maka diperlukan SOP pengisian dalam SIMARS meliputi 3 aktor terdiri dari: Direktur, PMIK, Perawat. Direktur membutuhkan visualisasi secara real time indikator penggunaan tempat tidur berupa BOR, AvLOS, TOI, BTO, dan grafik barber johnson.  Kata kunci: Indikator Tempat Tidur, Sistem Informasi, FAST    |
Desi Aryani; Hosizah Hosizah |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5315-5321 [PDF] |
| 1130 |
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR) DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI IKATAN KIMIA
Lihat AbstrakAbstract:The low level of students' understanding of chemical bonding is caused by the abstract nature of the material and the lack of use of interactive learning media that support concept visualization. In addition, teachers tend to still use conventional printed modules that are considered less interesting. To overcome these problems, this study aims to develop an e-module based on Augmented Reality (AR) technology with a Problem Based Learning (PBL) learning approach on chemical bonding material, as well as to measure the level of validity and student responses to the e-module. This study uses the Research and Development (R&D) method with a 4D development model that includes the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research subjects were 28 students of class X-2 of SMA Negeri 18 Medan in the 2024/2025 academic year. The instruments used included an interview questionnaire, a validation questionnaire from material and media experts, and a student response questionnaire. The validation results by material experts showed a validity level of 97.1%, while the validation results by media experts showed a validity level of 97.2%, both of which are in the very valid category. Meanwhile, the results of the student response questionnaire for the e-module showed an average score of 91%, which is categorized as very practical. This study demonstrates that the integration of AR technology into the e-module is effective in increasing learning engagement and student understanding of abstract concepts, as well as supporting independent and interactive problem-based learning. Keyword:E-Module, Augmented Reality (AR), Problem Based Learning (PBL), Chemical  Bonding, 4D Development Abstrak: Rendahnya pemahaman peserta didik terhadap materi ikatan kimia disebabkan oleh sifat materi yang abstrak serta kurangnya penggunaan media pembelajaran interaktif yang mendukung visualisasi konsep. Selain itu, guru cenderung masih menggunakan modul cetak konvensional yang dinilai kurang menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis teknologi AugmentedReality (AR) dengan pendekatan pembelajaran Problem BasedLearning (PBL) pada materi ikatan kimia, serta mengukur tingkat validitas dan respon peserta didik terhadap e-modul tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Researchand Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas X-2 SMA Negeri 18 Medan tahun ajaran 2024/2025. Instrumen yang digunakan meliputi angket wawancara, angket validasi ahli materi dan media, serta angket respon peserta didik. Hasil validasi oleh ahli materi menunjukkan tingkat validitas sebesar 97,1%, sedangkan hasil validasi oleh ahli media menunjukkan tingkat validitas sebesar 97,2%, keduanya masuk dalam kategori sangat valid. Sementara itu, hasil angket respon siswa terhadap e-modul menunjukkan nilai rata-rata 91%, yang termasuk kategori sangat praktis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi AR dalam e-modul efektif dalam meningkatkan daya tarik pembelajaran dan pemahaman peserta didik terhadap konsep abstrak, serta mendukung proses pembelajaran yang mandiri dan interaktif berbasis masalah. Kata kunci:E-Modul, Augmented Reality (AR), Problem Based Learning (PBL), Ikatan Kimia, Pengembangan 4D |
Dewi Graceani Simanjuntak; Jamalum Purba |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5308-5314 [PDF] |
| 1131 |
KEPASTIAN HUKUM PENENTUAN BATAS MINIMAL USIA DEWASA DALAM PENDIRIAN PERSEROAN PERSEKUTUAN MODAL DI INDONESIA
Lihat AbstrakAbstract: This study discusses legal certainty in determiningthe minimum age limit foradults in establishing a capitalpartnership in Indonesia. The ambiguityoftheregulationoftheageofadulthood in Law Number 40 of 2007 concerningLimitedLiabilityCompaniesanditsrevisionthrough Law Number 6 of 2023 concerningJobCreation has givenrisetodiverseinterpretationsamongnotariesand legal practitioners. This study uses a normative legal approachsupportedbyempirical data frominterviewswithnotaries in Medan and Binjai. The resultsofthe study showthattheabsenceof a clear minimum age limit givesrisetomultipleinterpretationsand has animpacton legal uncertainty in establishing a company. Therefore, harmonizationofregulationsandtheestablishmentofexplicitrules are neededtoensure legal certainty.  Keyword:Legal Certainty, Age of Adulthood, Company, Capital Partnership   Abstrak:Penelitianinimembahaskepastianhukumdalampenentuan batas minimal usiadewasadalampendirianperseroanpersekutuan modal di Indonesia. KetidakjelasanpengaturanusiadewasadalamUndang-UndangNomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan TerbatassertarevisinyamelaluiUndang-UndangNomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerjatelahmenimbulkankeragamanpenafsiran di kalangannotaris dan praktisihukum. Penelitianinimenggunakanpendekatanyuridisnormatifdengandukungan data empirisdariwawancaraterhadapnotaris di Medan dan Binjai. Hasil penelitianmenunjukkanbahwatidakadanya batas usia minimal yang tegasmenimbulkanmultitafsir dan berdampak pada ketidakpastianhukumdalampendirianperseroan. Oleh karenaitu, dibutuhkanharmonisasiregulasisertapenetapanaturan yang eksplisituntukmenjaminkepastianhukum.  Kata kunci: Kepastian Hukum, Usia Dewasa, Perseroan, Persekutuan Modal |
Faturrahman Aulia; Sunarmi Sunarmi; Detania Sukaraja |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5303-5307 [PDF] |
| 1132 |
WANPRESTASI YANG DILAKUKAN OLEH PENGECER KEPADA DISTRIBUTOR DALAM TRANSAKSI JUAL BELI PRODUK DENGAN SISTEM TERM OF PAYMENT
Lihat AbstrakAbstract:This study discusses breach of contract (wanprestasi) committed by retailers toward distributors in the context of product sales transactions using a term of payment system. The breach, specifically related to delayed or unfulfilled payments by the retailer, results in operational and cash flow problems for the distributor. This research adopts a normative juridical approach, utilizing literature review and document analysis as data collection techniques. The analysis reveals that the legal relationship between the retailer and the distributor in sales transactions under a term of payment system arises from a sales agreement mutually agreed upon by both parties. Dispute resolution options available to the distributor include both litigation and non-litigation legal efforts. In practice, when a breach of contract is committed by the retailer, distributors tend to prefer non-litigation dispute resolution. This preference is due to the lack of legal certainty regarding specific sanctions against breaching retailers, as well as considerations related to company image and the high costs associated with litigation.  Keyword:Breach of Contract, Dispute Resolution, Distributor–Retailer Relationship,  Term of Payment  Abstrak: Penelitian ini membahas wanprestasi yang dilakukan oleh pengecer kepada distributor dalam transaksi jual beli produk dengan sistem term ofpayment. Wanprestasi terkait pembayaran yang dilakukan pengecer yang bermula dari transaksi term ofpayment, mengakibatkan terjadinya permasalahan kegiatan operasional cashflow distributor. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan hukum Pengecer dan Distributor dalam transaksi jual beli dengan sistem term ofpayment timbul dengan adanya perjanjian jual beli barang yang disepakati kedua belah pihak. Penyelesaian sengketa dapat diupayakan distributor yaitu dengan menempuh upaya hukum litigasi maupun non litigasi. Dalam kasus wanprestasi yang dilakukan oleh pengecer biasanya distributor lebih mengutamakan penyelesaian sengketa non litigasi. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kepastian hukum sanksi yang secara khusus bagi pengecer yang melakukan wanprestasi dan pertimbangan imej perusahaan serta biaya yang dibutuhkan untuk upaya hukum secara litigasi.  Kata kunci: Distributor, Pengecer, Perjanjian, Wanprestasi   |
Gahfi Saelandra Batubara; Rosnidar Sembiring; Aflah Aflah |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5296-5302 [PDF] |
| 1133 |
PEMENUHAN HAK-HAK POLITIK PENYANDANG DISABILITAS OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) LABUHANBATU PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2020 : TINJAUAN TERHADAP UU NO.8 TAHUN 2016 TENTANG PENYANDANG DISABILITAS
Lihat AbstrakAbstract: According to a report on the KPU's role in implementing the Political Rights of Persons with Disabilities in the 2020 Regional Head Elections in Labuhanbatu, the organization did a great job of fulfilling its responsibilities, which included making sure that people with disabilities could fully and successfully participate in politics and the public on an equal basis with everyone else and promoting the rights of people with disabilities as outlined in Law No. 8 of 2016 concerning Persons with Disabilities.Due to barriers to government accessibility, a lack of confidence, and a lack of knowledge about their right to participate in and exercise their political voting rights in regional head elections, particularly in Labuhanbatu Regency, the number of people with disabilities who participated in the 2020 regional head elections in Labuhanbatu remained low. Limited budget funding, poor infrastructure, and inaccurate data on people with disabilities were the KPU's main challenges in handling participation in the regional head elections in Labuhanbatu.  Keyword:KPU, PoliticalRights, PersonswithDisabilities  Abstrak: Bahasa Indonesia: Menurutlaporantentangperan KPU dalammelaksanakan Hak PolitikPenyandangDisabilitasdalamPemilihanKepala Daerah Tahun 2020 di Labuhanbatu, organisasitersebuttelahmelakukanpekerjaan yang hebatdalammemenuhitanggungjawabnya, yang meliputimemastikanbahwapenyandangdisabilitasdapatberpartisipasisecarapenuh dan berhasildalampolitik dan publiksecarasetaradengan orang lain dan mempromosikanhak-hakpenyandangdisabilitassebagaimana yang digariskandalamUndang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentangPenyandangDisabilitas. Karena hambatanaksesibilitaspemerintah, kurangnyakepercayaan, dan kurangnyapengetahuantentanghakmerekauntukberpartisipasi dan menggunakanhaksuarapolitikmerekadalampemilihankepaladaerah, khususnya di KabupatenLabuhanbatu, jumlahpenyandangdisabilitas yang berpartisipasidalampemilihankepaladaerahtahun 2020 di Labuhanbatumasihrendah. Keterbatasan dana anggaran, infrastruktur yang buruk, dan data yang tidakakurattentangpenyandangdisabilitasmenjaditantanganutama KPU dalammenanganipartisipasidalampemilihankepaladaerah di Labuhanbatu.  Kata kunci: KPU, Hak Politik, Penyandang Disabilitas   |
Harun Amin Sinaga; Mirza Nasution |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5289-5295 [PDF] |
| 1134 |
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEABSAHAN SURAT PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Lihat AbstrakAbstract:A GMS canbeheldifmorethan 1/2 (half) ofthe total numberofshareswith voting rights are presentorrepresented in the GMS, unlessthelawand/orarticlesofassociationdetermine a largerquorum. If thequorumrequirement in the GMS summonsis not achieved, a second GMS summonscanbemade. If thequorumforthesecond GMS isalso not achieved, thecompanycanrequestthechairmanoftheDistrictCourttodeterminethequorumforthethird GMS. Thisthesisisentitled "Legal AnalysisoftheValidityoftheLetterofInvitationto a General MeetingofShareholders (Study ofDecisionNumber 2917 K/Pdt/2016)". The methodused in thisthesisisnormative legal researchandisdescriptiveanalytical in nature. This study uses a statuteapproachand a case study approach. The data sourceusessecondary data in theformofprimary, secondaryandtertiary legal materialsrelatedtotheproblemsstudiedandthe data willbeanalyzedusingthedeductiveconclusiondrawingmethod. The resultsofthe study provide a conclusionthatthevalidityofholding a GMS bythecommissionerbecausetheDirectors are absentis valid andthecompanycanrequestthechairmanoftheDistrictCourttodeterminethequorumforthethird GMS. The GMS isalwaysheld in accordancewith Law Number 40 of 2007 concerningLimitedLiabilityCompaniesandtheCompany'sarticlesofassociationbecauseifthequorumforthe GMS is not met, anapplicationfordeterminingthequorummustbesubmittedtotheChairmanoftheDistrictCourt.  Keyword:GMS, Board of Commissioners, Letter of Invitation  Abstrak: RUPS dapatdilangsungkanjikadalam RUPS lebihdari 1/2 (seperdua) bagiandarijumlahseluruhsahamdenganhaksuarahadirataudiwakili, kecualiundang-undang dan/atauanggarandasarmenentukanjumlahkuorum yang lebihbesar. Apabilasyaratkuorumdalampemanggilan RUPS tidaktercapai, pemanggilan RUPS keduabisadilakukan. Bila kuorum RUPS kedua juga tidaktercapai, makaperseroandapatmemohonkepadaketuaPengadilan Negeri agar ditetapkankuorumuntuk RUPS ketiga. Tesis iniberjudul “AnalisisYuridisTerhadapKeabsahan Surat PemanggilanRapat Umum Pemegang Saham (Studi PutusanNomor 2917 K/Pdt/2016)â€. Metode yang digunakandalamtesisiniadalahpenelitianyuridisnormatif dan bersifatdekriptifanalitis. Penelitianinimenggunakanpendekatanundang-undang (statuteapproach) dan pendekatankasus(case study).Sumber data menggunakan data sekunderberupabahanhukum primer, sekunder dan tersier yang berkaitandenganpermasalahan yang diteliti dan data akandianalisisdenganmetodepenarikankesimpulandeduktif. Hasil penelitianmemberikankesimpulankeabsahanpenyelenggaraan RUPS oleh komisariskarenaDireksiberhalanganadalahsah dan erseroandapatmemohonkepadaketuaPengadilan Negeri agar ditetapkankuorum RUPS ketiga. RUPS selaludiselenggarakansesuaidenganUndang-UndangNomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan anggarandasar Perseroan karenajikakourum RUPS tidakterpenuhi dan harusmengajukanpermohonanpenetapankourumkepadaKetuaPengadilan Negeri.  Kata kunci: RUPS, Dewan Komisaris, Surat Pemanggilan |
Jessica Imelda Putri Hutagalung; Mahmul Siregar; Robert Robert |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5282-5288 [PDF] |
| 1135 |
ANALISIS YURIDIS TERHADAP KEABSAHAN SURAT PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM
Lihat AbstrakAbstract:A GMS canbeheldifmorethan 1/2 (half) ofthe total numberofshareswith voting rights are presentorrepresented in the GMS, unlessthelawand/orarticlesofassociationdetermine a largerquorum. If thequorumrequirement in the GMS summonsis not achieved, a second GMS summonscanbemade. If thequorumforthesecond GMS isalso not achieved, thecompanycanrequestthechairmanoftheDistrictCourttodeterminethequorumforthethird GMS. Thisthesisisentitled "Legal AnalysisoftheValidityoftheLetterofInvitationto a General MeetingofShareholders (Study ofDecisionNumber 2917 K/Pdt/2016)". The methodused in thisthesisisnormative legal researchandisdescriptiveanalytical in nature. This study uses a statuteapproachand a case study approach. The data sourceusessecondary data in theformofprimary, secondaryandtertiary legal materialsrelatedtotheproblemsstudiedandthe data willbeanalyzedusingthedeductiveconclusiondrawingmethod. The resultsofthe study provide a conclusionthatthevalidityofholding a GMS bythecommissionerbecausetheDirectors are absentis valid andthecompanycanrequestthechairmanoftheDistrictCourttodeterminethequorumforthethird GMS. The GMS isalwaysheld in accordancewith Law Number 40 of 2007 concerningLimitedLiabilityCompaniesandtheCompany'sarticlesofassociationbecauseifthequorumforthe GMS is not met, anapplicationfordeterminingthequorummustbesubmittedtotheChairmanoftheDistrictCourt.  Keyword:GMS, Board of Commissioners, Letter of Invitation  Abstrak: RUPS dapatdilangsungkanjikadalam RUPS lebihdari 1/2 (seperdua) bagiandarijumlahseluruhsahamdenganhaksuarahadirataudiwakili, kecualiundang-undang dan/atauanggarandasarmenentukanjumlahkuorum yang lebihbesar. Apabilasyaratkuorumdalampemanggilan RUPS tidaktercapai, pemanggilan RUPS keduabisadilakukan. Bila kuorum RUPS kedua juga tidaktercapai, makaperseroandapatmemohonkepadaketuaPengadilan Negeri agar ditetapkankuorumuntuk RUPS ketiga. Tesis iniberjudul “AnalisisYuridisTerhadapKeabsahan Surat PemanggilanRapat Umum Pemegang Saham (Studi PutusanNomor 2917 K/Pdt/2016)â€. Metode yang digunakandalamtesisiniadalahpenelitianyuridisnormatif dan bersifatdekriptifanalitis. Penelitianinimenggunakanpendekatanundang-undang (statuteapproach) dan pendekatankasus(case study).Sumber data menggunakan data sekunderberupabahanhukum primer, sekunder dan tersier yang berkaitandenganpermasalahan yang diteliti dan data akandianalisisdenganmetodepenarikankesimpulandeduktif. Hasil penelitianmemberikankesimpulankeabsahanpenyelenggaraan RUPS oleh komisariskarenaDireksiberhalanganadalahsah dan erseroandapatmemohonkepadaketuaPengadilan Negeri agar ditetapkankuorum RUPS ketiga. RUPS selaludiselenggarakansesuaidenganUndang-UndangNomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan anggarandasar Perseroan karenajikakourum RUPS tidakterpenuhi dan harusmengajukanpermohonanpenetapankourumkepadaKetuaPengadilan Negeri.  Kata kunci: RUPS, Dewan Komisaris, Surat Pemanggilan |
Jessica Imelda Putri Hutagalung; Mahmul Siregar; Robert Robert |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5282-5288 [PDF] |
| 1136 |
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PELAKU PIDANA YANG MENYEBARLUASKAN KONTEN PORNOGRAFI DI MEDIA SOSIAL
Lihat AbstrakAbstract:Legal provisionsagainstthedistributionofpornographiccontent in Indonesia alreadyhave a fairlystrongandcomprehensive legal basis. AlthoughtheCriminal Code does not specificallyregulatepornography, articlesrelatedtomoralitycanbeused, and are strengthenedbytheexistenceofthe ITE Law andthePornography Law as specialregulations. The Pornography Law acts as lexspecialis, providingclearer legal certainty, whilethe ITE Law takesactionagainstdistribution via electronic media. In practice, as seen in DecisionNumber 111/Pid.sus/2020/PN.TRK, thejudgeconsidersthe legal aspects (basedonevidenceand legal provisions) and non-legal aspects (thedefendant'sattitudeandregret). HarmonizationbetweentheCriminal Code, the ITE Law, andthePornography Law isveryimportanttocreateefficientand non-overlappinglawenforcement. In addition, strongsynergybetweenlawenforcementagenciessuch as thepolice, prosecutors, andcourtsneedstobeimproved, sothattheapplicationofthelawisconsistentandfair. Law enforcementmustalsoprioritizetheaspectofbenefitthrougheducationandprevention, not justpunishment. Equallyimportant, attentiontovictims in pornographycasesmustbeincreased, consideringthatthepsychologicalandsocialimpactstheyexperience are oftenoverlooked. Therefore, a comprehensive, fair, andadaptive legal approachwillcreatebetterprotectionforthecommunityandincreasepublictrust in thejusticesystem.  Keyword:Law Enforcement, Spreading Pornographic Content, Social Media  Abstrak: Ketentuan hukum terhadap penyebaran konten pornografi di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang cukup kuat dan komprehensif. Meskipun KUHP belum mengatur secara khusus mengenai pornografi, pasal-pasal terkait kesusilaan dapat digunakan, dan diperkuat dengan keberadaan UU ITE dan UU Pornografi sebagai regulasi khusus. UU Pornografi berperan sebagai lexspecialis, memberikan kepastian hukum yang lebih jelas, sementara UU ITE menindak penyebaran melalui media elektronik. Dalam praktiknya, seperti terlihat pada Putusan Nomor 111/Pid.sus/2020/PN.TRK, hakim mempertimbangkan aspek yuridis (berdasarkan alat bukti dan ketentuan hukum) dan non yuridis (sikap dan penyesalan terdakwa).Harmonisasi antara KUHP, UU ITE, dan UU Pornografi sangat penting untuk menciptakan penegakan hukum yang efisien dan tidak tumpang tindih. Selain itu, sinergi yang kuat antar lembaga penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan perlu ditingkatkan, agar penerapan hukum berjalan konsisten dan adil. Penegakan hukum juga harus mengedepankan aspek kemanfaatan melalui edukasi dan pencegahan, bukan semata-mata hukuman. Tak kalah penting, perhatian terhadap korban dalam kasus pornografi harus ditingkatkan, mengingat dampak psikologis dan sosial yang mereka alami sering kali diabaikan. Oleh karena itu, pendekatan hukum yang menyeluruh, adil, dan adaptif akan menciptakan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem peradilan.  Kata kunci: Penegakan Hukum, Menyebarluaskan Konten Pornografi, Media Sosial |
Marolop Sakti Iman Zega |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5275-5281 [PDF] |
| 1137 |
HUBUNGAN HASIL BELAJAR MICROTEACHING DENGAN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA PLP PRODI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI
Lihat AbstrakAbstract: One of the strategic efforts in preparing professional teachers is through the implementation of learning programs that focus on teaching practice skills, such as microteaching and School Field Practice (PraktikLapanganPersekolahan or PLP). This study aims to determine the extent of the relationship between students' learning outcomes in the Microteaching course and their teaching ability during PLP at the Information Technology Education Study Program, Faculty of Education, Universitas Rokania. This research employs a quantitative approach with a correlational research design. Data were obtained through documentation of final grades in the Microteaching course and observations of students’ teaching performance during PLP. The results of the Pearson correlation analysis revealed an r value of 0.93, indicatinga very strong and positive relationship between the two variables. These findings suggest that students who achieve good results in Microteaching tend to demonstrate more optimal teaching abilities in the field. Therefore, this study emphasizes the critical role of Microteaching in preparing the pedagogical readiness and competence of future teachers. The findings also provide input for curriculum development to ensure that Microteaching learning becomes more applicable, contextual, and aligned with field needs. Keyword:Microteaching, TeachingAbility, PLP, Correlation, Information Technology  Education Abstrak:Salah satu upaya strategis dalam menyiapkan guru yang profesional adalah melalui penyelenggaraan program pembelajaran yang menitikberatkan pada keterampilan praktik mengajar, seperti microteaching dan Praktik Lapangan Persekolahan (PLP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara capaian pembelajaran mahasiswa pada mata kuliah Microteaching dengan kemampuan mengajarnya pada saat PLP di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Rokania. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Data diperoleh melalui dokumentasi nilai akhir mata kuliah Microteaching dan observasi kinerja mengajar mahasiswa pada saat PLP. Hasil analisis korelasi Pearson menunjukkan nilai r sebesar 0,93 yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang memperoleh hasil baik pada Microteaching cenderung menunjukkan kemampuan mengajar yang lebih optimal di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya peran Microteaching dalam mempersiapkan kesiapan dan kompetensi pedagogik calon guru. Temuan ini juga memberikan masukan bagi pengembangan kurikulum agar pembelajaran Microteaching menjadi lebih aplikatif, kontekstual, dan selaras dengan kebutuhan lapangan. Kata kunci:Microteaching, Teaching Ability, PLP, Correlation, Information Technology  Education |
Risman Saputra Hasibuan; Sri Wahyudi |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5266-5274 [PDF] |
| 1138 |
PENGARUH CITRA PERUSAHAAN DAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI SAN PRIMA SEJATI
Lihat AbstrakAbstract:Creating maximum customer satisfaction is one way to retain customers so that companies can survive in the face of competition. The purpose of this study is to test the influence of corporate image and service quality on customer satisfaction. This study uses a quantitative approach through the distribution of questionnaires. The technique used in sampling is using the census technique and the Likert scale as a measuring tool. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 100 Pharmacy respondents who had subscribed to PT. San Prima Sejati for at least one year and were located in Medan City. Data were analyzed using statistical testing using SPSS version 26.0. Data analysis techniques used quantitative analysis, including validation and reliability test analysis, correlation coefficient test, simple and multiple regression analysis, determination coefficient test, t test and f test. The results of the study showed. From the results of the analysis it was concluded that corporate image and service quality had a significant effect on customer satisfaction.  Keyword:Corporate Image; Service Quality; Customer Satisfaction  Abstrak: Menciptakankepuasanpelanggansecaramaksimalmerupakan salah satucaradalammempertahankanpelanggansehinggaperusahaandapatbertahandalammenghadapipersaingan. Tujuan penelitianiniuntukmengujiadanyapengaruhcitraperusahaan dan kualitaspelayananterhadapkepuasankonsumen. Penelitianinimenggunakanpendekatankuantitatifmelaluipenyebarankuesioner. Teknik yang digunakandalampengambilansampeladalahmenggunakantekniksensus dan skala Likert sebagaialatukurnya. Pengumpulan data dilakukandenganpenyebarankuesionerkepada100respondenApotekyang sudahberlangganan pada PT. San Prima Sejati minimal satutahun dan berwilayah di Kota Medan. Data dianalisismenggunakanpengujianstatistikmenggunakan SPSS versi 26.0.Teknik analisis data menggunakananalisiskuantitatif, meliputianalisis uji validasi dan reliabilitas, uji koefisienkorelasi, analisisregresisederhana dan berganda, uji koefisiendeterminasi, uji t dan uji f. Hasil penelitianmenunjukkan.Darihasilanalisisdisimpulkanbahwa citraperusahaan dan kualitaslayananberpengaruhsecarasignifikanterhadapkepuasanpelanggan.  Kata kunci: Citra Perusahaan;KualitasLayanan;KepuasanPelanggan  |
Muhammad Fakhrunniza |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5196-5201 [PDF] |
| 1139 |
ANALISIS YURIDIS MENGENAI HUKUMAN KEBIRI KIMIA KEPADA PELAKU YANG MELAKUKAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK (Studi Putusan Nomor. 859/Pid.Sus/2023/Pn.Bjm)
Lihat AbstrakAbstract:Handlingofsexualviolenceagainstchildren in thecriminallawsystemstilltendstohighlightthecrimefromtheperspectiveoftheperpetrator. Ofcourse, itis not balancediftheperspectiveofthechild as a victimisignored. The Indonesian government has imposedchemicalcastration as a breakthrough in minimizingtheincreasing level ofsexualviolenceagainstchildren. Basedontheprovisionsof Law Number. 17 of 2016 concerningtheprotectionofchildren in theimplementationofchemicalcastration, doctors are mandatedtocarryoutchemicalcastrationontheperpetrators. Thisraisesproblemsrelatedtoaspectsof human rightsandmedicalethics. ThiscanbeseenfromDecisionNumber. 859/Pid.Sus/2023/Pn.Bjmwhichsentencedthedefendanttoadditionalchemicalcastration. The resultsofthe study onDecisionNumber. 859/Pid.Sus/2023/Pn.Bjm. The judgestatedthatthedefendantwasproventohavecommittedsexualviolenceagainst a 13-year-old childvictim, thedefendant as aneducator. However, theadditionalpunishmentimposedonthedefendant in theformofchemicalcastrationisconsideredcontroversial, whichincreasesthepunishmentfortheperpetrator. The ambiguity in thetechnicalimplementation, thepotentialforchanges in theperpetrator'sconditionduringdetention, theunpreparednessoftheimplementinginstitution, andethicalconflictswithmedicalpersonnel. Thiscausestheriskof legal uncertaintyandpotential human rightsviolationsfortheperpetrator, whoserightsmuststillbeprotectedduringthe legal process in implementingsanctions. Withoutignoringtheprinciplesofjusticeandhumanity in implementingthechemicalcastrationpunishment.  Keyword:Sexual Violence, Children, Punishment, Chemical Castration  Abstrak: Penanganan kekerasan seksual terhadap anak dalam sistem hukum pidana masih cenderung menyoroti kejahatan dari sudut pandang pelaku. Tentu saja tidak seimbang jika sudut pandang terhadap anak sebagai korban diabaikan. Pemerintah Indonesia memberlakukan hukuman kebiri kimia sebagai trobosan dalam meminimalisir tingkat kejahatan kekerasan seksual terhadap anak yang semakin meningkat. Berdasarkan pengaturan Undang-Undang Nomor.17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dalam pelaksanaan hukuman kebiri kimia memberikan amanat dokter untuk melaksanakan hukuman kebiri kimia kepada pelaku. Menimbulkan problematika terkait aspek hak asasi manusia dan etika kedokteran. Dapat dilihat dari Putusan Nomor. 859/Pid.Sus/2023/Pn.Bjm yang menjatuhkan terdakwa hukuman tambahan kebiri kimia. Hasil penelitian terhadap Putusan Nomor. 859/Pid.Sus/2023/Pn.Bjm. Hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap anak korban 13 tahun, terdakwa sebagai tenaga pendidik. Namun hukuman tambahan yang dijatuhi kepada terdakwa berupa kebiri kimia dianggap kontroversi yang memperberat hukuman bagi pelaku.Ketidakjelasan dalam teknis pelaksanaan, potensi perubahan kondisi pelaku selama masa tahanan, ketidaksiapan institusi pelaksana, serta konflik etika dengan tenaga medis. Hal ini menyebabkan risiko ketidakpastian hukum dan potensi pelanggaran hak asasi manusia bagi pelaku, yang tetap harus dilindungi hak-haknya selama proses hukum dalam pelaksanaa sanksi. Tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan kemanusiaan dalam menerapkan hukuman kebiri kimia tersebut.  Kata kunci: Kekerasan Seksual, Anak, Hukuman, Kebiri Kimia |
Novita Sari Ayu Simanjuntak; Marlina Marlina; Yati Sharfina Desiandri |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5202-5209 [PDF] |
| 1140 |
PERTANGGUNGJAWABAN PENERIMA GADAI ATAS RUSAK ATAU HILANGNYA OBJEK GADAI (STUDI PADA PT. BUDI GADAI INDONESIA JALAN SETIA BUDI KOTA MEDAN
Lihat AbstrakAbstract:Privatepawnshops are growingrapidly in severalareasof Medan city, pawningis a formofcollateralagreement in whichthepawnbrokersubmitsgoods as collateralfordebttothepawnbroker. In theimplementationofpawningat PT. Budi Gadai Indonesia, sometimesduringthestorageofthecollateralobjectthere are thingsthatcausethecollateraltobedamagedorevenlost, forexampleduetonegligenceonthepartofthepawnbrokerorthecollateralisstoredfortoo long whichcausesthecollateraltobedamaged, orduetotheftor natural disasterswhichresult in thecollateralbeinglost. This study aimstoanalyzethe legal certaintyforthepawnbroker in theeventoflossordamagetothepawnobject, as well as toexaminetheformof legal protectionand legal responsibilityprovidedby PT. Budi Gadai Indonesia. This study is a qualitativenormative legal research. Data issourcedfromprimary, secondaryandtertiary legal materialscollectedusingliterature study anddocument study techniques.  Keyword:Liability, Pledged Object, Damage or Loss  Abstrak: Usahapegadaianswastaberkembangpesat di beberapakawasan kota Medan, gadaimerupakan salah satubentukperjanjianjaminankebendaan di mana pihakpemberigadaimenyerahkanbarangsebagaijaminanatas utang kepadapenerimagadai.Dalampelaksanaangadai di PT. BudiGadai Indonesia adakalanyaselamapenyimpananobjekjaminantersebutada hal-hal yang menyebabkanbarangjaminanrusakataubahkanbarangjaminanhilang, misalnya yang disebabkankelalaian dari pihakpegadaianataubarangjaminandisimpanterlalu lama yang menyebabkanbarangjaminanrusak, ataudisebabkankarenapencurianataubencanaalam yang mengakibatkanbarangjaminanhilang.Penelitianinibertujuanuntukmenganalisiskepastianhukumbagipemberigadaiapabilaterjadikehilanganataukerusakan pada objekgadai, sertamenelaahbentukperlindunganhukum dan tanggungjawabhukum yang di berikan oleh PT. Budi Gadai Indonesia. Penelitianinimerupakanpenelitianhukumyuridisnormatif yang bersifatkualitatif. Data bersumberdaribahanhukum primer, sekunder dan tertier yang dikumpulkandengantehnikstudipustaka dan studidokumen.   Kata kunci: Pertanggungjawaban, Objek Gadai, Kerusakan Atau Kehilangan |
Nurul Isnaeny; Dedi Harianto; Tri Murti Lubis |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5210-5216 [PDF] |
| 1141 |
KEJAKSAAN DALAM PELAKSANA PRINSIP DOMINUS LITIS PADA SISTEM PERADILAN PIDANA
Lihat AbstrakAbstract: In lawenforcementpractice, prosecutorsnolongeractivelyact as dominuslitis. In fact, bybeingactivelyinvolvedsincetheinvestigationstage in thepolice, prosecutorscaneasilyprepareindictmentsandcharges, thusencouragingtherevisionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The purposeofthis study istoanalyzetheimplementationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessandthe ideal conceptionoftheDominusLitisprinciple in the RUUHAP. The resultsofthe study statethattheDominusLitisprinciple in Law Number 8 of 1981 concerningCriminalProcedure Law is not regulatedatall, thereisnodirectinvolvementofprosecutors in caseexaminationssuch as examinationofsuspects, witnessesandotherevidencesothatthedominuslitisprincipleis not visible in theCriminalProcedure Code. Thisiswhatcausesthebackandforthofcaseexaminationsbecausethevisionofprosecutorsandinvestigators in examiningcriminalcasesbeinghandledis not aligned. The applicationoftheDominusLitisprinciple in thepre-prosecutionprocessconsistsof 2 obstacles, namely internal obstaclesandexternalobstacles.  Keyword:Prosecutor’s, Dominus Litis, RUUHAP  Abstrak: Dalam praktik penegakan hukum, jaksa tidak lagi bersifat dominuslitis secara aktif. Padahal, dengan terlibat aktif sejak tahap penyidikan di kepolisian, jaksa dapat dengan mudah menyusun surat dakwaan dan tuntutan, sehingga hal ini mendorong adanya revisi asas DominusLitis dalam RUUHAP. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan dan konsepsi ideal asas DominusLitis dalam RUUHAP. Hasil penelitian menyatakan bahwa Asas DominusLitis dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana sama sekali tidak diatur, tidak ada keterlibatan langsung Jaksa dalam pemeriksaan perkara seperti pemeriksaan tersangka, saksi dan alat bukti lainnya sehingga asas dominuslitis secara kasat mata tidak terlihat dalam KUHAP. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya bolak-balik pemeriksaan perkara karena visi Jaksa dan penyidik dalam memeriksa perkara pidana yang ditangani belum sejalan. Penerapan asas DominusLitis dalam proses prapenuntutan terdiri dari 2 hambatan, yaitu hambatan internal dan hambatan eksternal.   Kata kunci: Jaksa, DominusLitis, RUUHAP   |
Pristina Sari Ananda Tarigan; Wessy Trisna; Syarifah Lisa Andrianti |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 3 (2025) |
Hal: 5217-5223 [PDF] |