Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
1301 PEMANFAATAN AI DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN INOVASI MAHASISWA UNIVERSITAS MAHKOTA TRICOM UNGGUL
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to analyze the effect of the use of artificial intelligence (AI) in digital entrepreneurship learning on increasing student innovation. The background of this study is based on the rapid development of AI technology and its application in higher education, particularly in supporting student creativity and business idea development. This study uses a quantitative approach with the independent variable of AI Utilization and the dependent variable of Student Innovation. The research sample consisted of 60 students of Mahkota Tricom Unggul University selected through a purposive sampling technique. Data collection was conducted through a questionnaire and analyzed using SPSS version 25 with validity and reliability tests, as well as simple linear regression. The results showed that the research instrument was valid and reliable (Cronbach's Alpha X = 0.907; Y = 0.906). The regression results showed that the use of AI had a significant effect on student innovation with an R² value of 0.158 and a significance of p = 0.002. In conclusion, the use of AI has a positive contribution in encouraging student innovation, although some aspects still require a deeper practical approach. These findings can be the basis for the development of an adaptive and innovative technology-based entrepreneurship curriculum. Keywords: AI; entrepreneurship; digital; innovation; learning Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran kewirausahaan digital terhadap peningkatan inovasi mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan pesat teknologi AI dan penerapannya dalam pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung kreativitas dan pengembangan ide bisnis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan variabel independen Pemanfaatan AI dan variabel dependen Inovasi Mahasiswa. Sampel penelitian terdiri dari 60 mahasiswa Universitas Mahkota Tricom Unggul yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 dengan uji validitas, reliabilitas, serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel (Cronbach's Alpha X=0.907; Y=0.906). Hasil regresi menunjukkan bahwa pemanfaatan AI berpengaruh signifikan terhadap inovasi mahasiswa dengan nilai R² sebesar 0.158 dan signifikansi p=0.002. Kesimpulannya, pemanfaatan AI memberikan kontribusi positif dalam mendorong inovasi mahasiswa, meskipun sebagian aspek masih memerlukan pendekatan praktis yang lebih dalam. Temuan ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan kurikulum kewirausahaan berbasis teknologi yang adaptif dan inovatif. Kata kunci: AI; kewirausahaan; digital; inovasi; pembelajaran

Eka Martyna Theodora (Universitas Mahkota Tricom Unggul); Junerdi Nababan (Universitas Satya Terra Bhinneka); Kusnadi Kusnadi (Universitas Satya Terra Bhinneka); Petrus Gani (Universitas IBBI); Mipo Mipo (Universitas IBBI) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3624-3631
[PDF]
1302 ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI (SOCIAL NETWORK ANALYSIS) PROGRAM MBG INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: The Free Nutritious Meal (MBG) program, launched in early 2025, has sparked considerable controversy and a communication crisis. Between January 6 and May 1, 2025, the program operated amid increasing complaints, including 17 reported food poisoning incidents involving 1,602 victims across 10 provinces, delays in payments to MBG’s food provider partners, and sweeping cost-efficiency. These controversies have led to a crisis of public trust, which is observable through shifts in public opinion on X. This study aims to map the communication network surrounding the MBG discourse on X in Indonesia. The investigation focuses on user activity volume, top influencers, viral posts, inter-user communication networks, and sentiment analysis. The research applies a social network analysis method using X as the data source. The findings indicate that, between May 1 and May 31, 2025, 400 active X users disseminated information about the MBG program, resulting in 498 communication networks. The data analysis suggests that government actors were largely absent in addressing the communication breakdown, which itself became a major trigger of the crisis.                               Keywords: MBG, food poisoning, efficiency, X, communication crisis, Indonesia                                 Abstrak: Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang diluncurkan pada awal tahun 2025, telah memicu kontroversi dan krisis komunikasi yang cukup besar. Antara 6 Januari dan 1 Mei 2025, program ini beroperasi di tengah meningkatnya keluhan, termasuk 17 insiden keracunan makanan yang dilaporkan yang melibatkan 1.602 korban di 10 provinsi, keterlambatan pembayaran kepada mitra penyedia makanan MBG, dan efisiensi biaya yang meluas. Kontroversi ini telah menyebabkan krisis kepercayaan publik, yang dapat diamati melalui pergeseran opini publik tentang X. Studi ini bertujuan untuk memetakan jaringan komunikasi seputar wacana MBG tentang X di Indonesia. Investigasi ini berfokus pada volume aktivitas pengguna, influencer teratas, unggahan viral, jaringan komunikasi antarpengguna, dan analisis sentimen. Penelitian ini menerapkan metode analisis jaringan sosial dengan menggunakan X sebagai sumber data. Temuan menunjukkan bahwa, antara 1 Mei dan 31 Mei 2025, 400 pengguna X aktif menyebarkan informasi tentang program MBG, yang menghasilkan 498 jaringan komunikasi. Analisis data menunjukkan bahwa aktor pemerintah sebagian besar absen dalam mengatasi gangguan komunikasi, yang menjadi pemicu utama krisis. Kata kunci: MBG, keracunan makanan, efisiensi, X, krisis komunikasi, Indonesia

Rizky Fauziah (Universitas Medan Area) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3556-3561
[PDF]
1303 OPTIMALISASI CRM BERBASIS AI DALAM E-COMMERCE: ANALISIS PENGARUH TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN DENGAN PENDEKATAN SENTIMEN ANALISIS
Lihat Abstrak

The purpose of this study is to analyze the relationship between the application of AI in CRM and customer loyalty. The results of sentiment analysis through Web Scraping are used to strengthen the interpretation of the results, not as a mediator or can be called triangulation or enrichment data. The population of this study were active e-commerce customers with a sample of 384 respondents obtained through purposive sampling techniques. Data analysts used the SEM-PLS and NLP approaches for sentiment classification. The study's results indicate that AI-based CRM has a positive and significant impact on customer loyalty. This is indicated by the T-statistic value of 29,415 > 1.96. The conceptual model is also very good, as evidenced by the SRMR value of 0.054> 0.050 and the NFI value of 0.907. Sentiment analysis collected through social media X from 3,213 tweets with the keyword skincare resulted in 74% neutral opinions, 13.7%, and 12.3% negative. Furthermore, the classification results of 7 aspects of positive and negative opinions such as aftersales, delivery, experience, order, packaging, product, and unknown, from positive opinions the largest percentage is in the experience (customer experience) 43.2% while for negative opinions the largest percentage is also in the experience aspect of 45.8%. This data is important for business owners to make improvements and improvements to create customer satisfaction. 45.8% of bad customer experiences will, if not followed up, make customers switch to other stores.

Elly Rahayu (Universitas Royal); William Ramdhan (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 4 (2025)
Hal: 3618-3627
[PDF]
1304 APRIORI ALGORITMA DALAM MENENTUKAN POLA PRODUKSI DENGAN PENERAPAN COUPLING DAN COHESION
Lihat Abstrak

Abstract: Efficient production planning is key to increasing the profitability of manufacturing companies. One of the biggest challenges is understanding the relationships between products that are frequently produced together. This study proposes the application of the Apriori Algorithm to discover association patterns (association rules) from historical production data. The primary goal is to identify the most frequently co-occurring product itemsets, thereby aiding production schedule planning, inventory management, and bundling strategies. Uniquely, this study also introduces the application of software engineering concepts, namely Coupling and Cohesion, as metrics to evaluate the quality and strength of the association patterns discovered. Coupling is used to measure the strength of the dependencies between items in a pattern, while Cohesion is used to measure the close relationship of items within an itemset. Using hypothetical production transaction data, the algorithm successfully identified association rules with significant support, confidence, and lift values. The analysis using Coupling and Cohesion provides a new perspective in validating the business relevance of the formed rules, demonstrating that patterns with high coupling and high cohesion are the most stable and reliable production patterns. Keywords: Apriori Algorithm, Data Mining, Production Pattern, Association Rules,                 Coupling, Cohesion, Production Planning. Abstrak: Perencanaan produksi yang efisien merupakan kunci utama dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan manufaktur. Salah satu tantangan terbesar adalah memahami hubungan antar produk yang sering diproduksi bersamaan. Penelitian ini mengusulkan penerapan Algoritma Apriori untuk menemukan pola asosiasi (association rules) dari data historis produksi. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi itemset produk yang paling sering muncul bersamaan, sehingga dapat membantu dalam perencanaan jadwal produksi, manajemen inventaris, dan strategi bundling. Uniknya, penelitian ini juga memperkenalkan penerapan konsep rekayasa perangkat lunak, yaitu Coupling (keterkaitan) dan Cohesion (kepaduan), sebagai metrik untuk mengevaluasi kualitas dan kekuatan pola asosiasi yang ditemukan. Coupling digunakan untuk mengukur seberapa kuat ketergantungan antar item dalam suatu pola, sedangkan Cohesion digunakan untuk mengukur seberapa erat hubungan item di dalam sebuah itemset. Dengan menggunakan data transaksi produksi hipotetis, algoritma berhasil mengidentifikasi aturan asosiasi dengan nilai support, confidence, dan lift yang signifikan. Analisis menggunakan Coupling dan Cohesion memberikan perspektif baru dalam memvalidasi relevansi bisnis dari aturan yang terbentuk, menunjukkan bahwa pola dengan high coupling dan high cohesion adalah pola produksi yang paling stabil dan dapat diandalkan. Kata kunci: Algoritma Apriori, Data Mining, Pola Produksi, Aturan Asosiasi, Coupling, Cohesion, Perencanaan Produksi.

Didik Siswanto (Universitas Lancang Kuning); Lasri Nijal (Universitas Lancang Kuning); Bayu Febriadi (Universitas Lancang Kuning); Zamzami Zamzami (Universitas Lancang Kuning); Agusviyanda Agusviyanda (Universitas Lancang Kuning) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3551-3555
[PDF]
1305 ANALISIS KINERJA JARINGAN INTERNET SATELIT LOW EARTH ORBIT (LEO): STUDI KASUS STARLINK DALAM PENYEDIAAN AKSES DI WILAYAH TERPENCIL INDONESIA
Lihat Abstrak

Abstract: The uneven distribution of network infrastructure across Indonesia’s geographical regions, particularly in remote areas, poses a significant challenge to the advancement of national digital transformation. One such affected area is Asian Agri Plantation, Division 5, located in Labuhan Batu Selatan Regency, which continues to face limited access to reliable terrestrial network connectivity. This study aims to evaluate the performance of satellite-based internet services operating in Low Earth Orbit (LEO), using Starlink as an implementative case study. The evaluation focuses on key network performance parameters, including latency, throughput, jitter, and packet loss, measured through a series of on-site field tests. A quantitative methodology was employed, utilizing primary data collection from active Starlink users in the research location. The analysis results indicate that Starlink is capable of delivering competitive internet performance, with average latency below 50 ms, download throughput ranging between 80–125 Mbps, and jitter and packet loss maintained within acceptable thresholds for interactive and streaming services. These findings suggest that LEO satellite technology holds significant potential in expanding internet accessibility in Indonesia's 3T regions (Disadvantaged, Frontier, and Outermost), while also reinforcing the case for non-terrestrial solutions in national digital infrastructure development policies. This research is expected to provide meaningful contributions to the academic discourse on satellite networking and to serve as a reference for policymakers, academics, and service providers in designing connectivity strategies for geographically challenged regions. Keywords: Low Earth Orbit (LEO) Satellite Internet; Rural Connectivity; Starlink                  Performance Evaluation Abstrak: Distribusi infrastruktur jaringan yang tidak merata di berbagai wilayah geografis Indonesia, khususnya di daerah terpencil, menjadi tantangan signifikan bagi kemajuan transformasi digital nasional. Salah satu wilayah yang terdampak adalah Perkebunan Asian Agri, Afdelling 5, yang terletak di Kabupaten Labuhan Batu Selatan, yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap konektivitas jaringan terestrial yang andal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja layanan internet berbasis satelit yang beroperasi di orbit rendah (Low Earth Orbit/LEO), dengan menggunakan Starlink sebagai studi kasus implementatif. Evaluasi difokuskan pada parameter utama kinerja jaringan, meliputi latensi, throughput, jitter, dan kehilangan paket (packet loss), yang diukur melalui serangkaian pengujian langsung di lapangan. Metodologi yang digunakan bersifat kuantitatif, dengan pendekatan pengumpulan data primer secara langsung dari pengguna aktif layanan Starlink di lokasi penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Starlink mampu memberikan performa internet yang kompetitif, dengan rata-rata latensi di bawah 50 ms, kecepatan unduh (throughput) antara 80–125 Mbps, serta nilai jitter dan packet loss yang masih berada dalam batas toleransi untuk layanan data interaktif dan streaming. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi satelit LEO memiliki potensi besar dalam memperluas akses internet di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia, sekaligus memperkuat argumen untuk mengadopsi solusi non-terestrial dalam kebijakan pembangunan infrastruktur digital nasional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam pengembangan kajian ilmiah terkait jaringan satelit, serta menjadi referensi bagi para pengambil kebijakan, akademisi, dan penyedia layanan dalam merancang strategi konektivitas untuk wilayah dengan tantangan geografis tinggi. Kata kunci: Internet Satelit Orbit Rendah (LEO); Konektivitas Wilayah Terpencil; Evaluasi Kinerja Starlink

Hari Jalsa Marpaung (Universitas Royal); Andrew Ramadhani (Universitas Royal); Indra Romadona Harahap (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3544-3550
[PDF]
1306 PENGARUH STEP LENGTH DAN STRIDE LENGHT DALAM MENINGKATKAN KESEIMBANGAN BERJALAN PADA LANSIA DENGAN RESIKO JATUH STUDI KASUS : PRAKTEK FISIOTERAPI ASSYIFA PHYSIO HEALTH
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to evaluate the effect of physiotherapy interventions involving the optimization of step length and stride length on walking balance in the elderly with a risk of falling. A total of 10 elderly people at risk of falling followed a 4-week physiotherapy therapy program, which focused on improving leg muscle strength, flexibility, and walking techniques. Data were collected by measuring step length and stride length before and after the intervention, and using the Berg Balance Scale (BBS) to assess changes in walking balance. The results showed a significant increase in step length (from 55 cm to 62 cm, an increase of 12.7%), stride length (from 100 cm to 108 cm, an increase of 8%), and a Berg Balance Scale score  (from 42 to 48, an increase of 14.3%). Statistical tests using paired t-tests showed significant differences between pre and post-intervention data (p < 0.05), indicating that physiotherapy interventions targeting stride length can improve walking balance in the elderly. This study concludes that optimizing step length and stride length through physiotherapy can be an effective method in improving balance and reducing the risk of falls in the elderly. It is recommended for further research exploring other factors that contribute to walking balance in the elderly, as well as the development of more integrated and efficient intervention methods. Keywords: Step Length, Stride Length, Walking Balance, Elderly, Risk of Fall Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi fisioterapi yang melibatkan pengoptimalan step length (panjang langkah) dan stride length (panjang langkah ayun) terhadap keseimbangan berjalan pada lansia dengan risiko jatuh. Sebanyak 10 lansia yang berisiko jatuh mengikuti program terapi fisioterapi selama 4 minggu, yang difokuskan pada peningkatan kekuatan otot kaki, fleksibilitas, dan teknik berjalan. Data dikumpulkan dengan mengukur step length dan stride length sebelum dan setelah intervensi, serta menggunakan Berg Balance Scale (BBS) untuk menilai perubahan dalam keseimbangan berjalan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada step length (dari 55 cm menjadi 62 cm, peningkatan 12.7%), stride length (dari 100 cm menjadi 108 cm, peningkatan 8%), dan skor Berg Balance Scale (dari 42 menjadi 48, peningkatan 14.3%). Uji statistik menggunakan t-test berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara data pre dan post-intervensi (p < 0.05), yang mengindikasikan bahwa intervensi fisioterapi yang menargetkan panjang langkah dapat memperbaiki keseimbangan berjalan pada lansia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengoptimalan step length dan stride length melalui fisioterapi dapat menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan mengurangi risiko jatuh pada lansia. Disarankan untuk penelitian lebih lanjut yang mengeksplorasi faktor lain yang berkontribusi terhadap keseimbangan berjalan pada lansia, serta pengembangan metode intervensi yang lebih terintegrasi dan efisien. Kata kunci: Step Length, Stride Length, Keseimbangan Berjalan, Lansia, Risiko Jatuh Nilai

Surya Syahputra Berampu (STIKes Santa Elisabeth Medan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 2 (2025)
Hal: 3015-3022
[PDF]
1307 PERANCANGAN VIRTUAL REALITY TOUR GEDUNG-GEDUNG FAKULTAS DI KAMPUS BUKIT INDAH UNIVERSITAS MALIKUSSALEH BERBASIS WEBSITE
Lihat Abstrak

Kemajuan teknologi informasi mendorong transformasi di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi. Salah satu inovasi yang berkembang adalah pemanfaatan Virtual Reality (VR) untuk menciptakan pengalaman eksplorasi kampus secara digital. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi Virtual Reality Tour berbasis website untuk menampilkan visualisasi gedung-gedung fakultas di Kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh. Aplikasi ini memanfaatkan 3DVista untuk panorama 360°, serta framework Laravel dengan HTML, CSS, dan JavaScript untuk membangun antarmuka yang responsif. Pengembangan dilakukan menggunakan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang terdiri dari enam tahap. Evaluasi sistem melalui Blackbox Testing dan User Acceptance Testing (UAT) menunjukkan bahwa aplikasi berfungsi baik, mudah digunakan, dan menyenangkan. Hasil ini mendukung konsep smart campus serta berpotensi sebagai media promosi dan orientasi digital yang efektif.

Affan Syafiq Azzikri (Universitas Malikussaleh); ⁠Dahlan Abdullah (Universitas Malikussaleh); Munirul Ula (Universitas Malikussaleh) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 4695-4701
[PDF]
1308 SENTIMENT ANALYSIS OF PUBLIC COMMENTS ON THE FREE NUTRITIOUS MEAL PROGRAM USING A RULE-BASED APPROACH
Lihat Abstrak

Abstract: The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a government initiative aimed at improving children’s nutrition and reducing stunting in Indonesia. This study applies a rule-based sentiment analysis approach to evaluate public opinion on the program by analyzing YouTube comments. The dataset was processed through standard text preprocessing techniques, including case folding, stopword removal, and emoji filtering. Sentiment classification was performed using a keyword-based labeling system that categorized comments into positive, negative, and neutral classes. The classification results, visualized using a bar chart, revealed that neutral sentiment dominated the overall public discourse. This suggests that most users expressed uncertainty, factual observations, or non-judgmental questions about the program. Positive sentiment followed, reflecting public support and appreciation for the initiative’s goals. In contrast, negative sentiment accounted for the smallest portion, mainly expressing concerns about food safety and implementation. This study demonstrates that a simple and interpretable rule-based model, when combined with effective preprocessing, can serve as a practical and efficient tool for large-scale public sentiment monitoring. The visualization results provide initial insights for policymakers to improve communication strategies and address public concerns regarding the MBG program. Keywords: Sentiment Analysis; Public Opinion; Free Nutritious Meal Program (MBG); Stunting Reduction; Policy Evaluation. Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan gizi anak dan menurunkan angka stunting di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi opini publik terhadap program tersebut melalui analisis komentar di platform YouTube dengan pendekatan analisis sentimen berbasis aturan (rule-based). Data dianalisis melalui tahapan preprocessing teks, seperti case folding, penghapusan stopword, dan penyaringan emoji. Klasifikasi sentimen dilakukan menggunakan sistem pelabelan berbasis kata kunci yang membagi komentar ke dalam tiga kategori: positif, negatif, dan netral. Hasil klasifikasi yang divisualisasikan dalam grafik batang menunjukkan bahwa sentimen netral mendominasi komentar publik, mencerminkan ketidakpastian, pertanyaan, atau tanggapan informatif tanpa opini eksplisit. Sentimen positif berada di urutan kedua dan menunjukkan dukungan terhadap program, sementara sentimen negatif paling sedikit, umumnya berisi kekhawatiran terkait pelaksanaan dan keamanan pangan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan klasifikasi sederhana yang dipadukan dengan preprocessing yang efektif dapat menjadi alat yang efisien untuk memantau opini publik secara luas. Visualisasi hasil dapat menjadi dasar bagi pengambil kebijakan untuk menyusun strategi komunikasi yang lebih responsif terhadap persepsi masyarakat. Kata kunci: Analisis Sentimen; Opini Publik; Program Makanan Bergizi Gratis (MBG); Pengurangan Stunting; Evaluasi Kebijakan

Muhammad Iqbal (Universitas Royal); Mustika Fitri Larasati Sibuea (Universitas Royal); Indra Ramadona Harahap (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3705-3710
[PDF]
1309 STRATEGI DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN DALAM MENGELOLA STOK BERAS DI MEDAN
Lihat Abstrak

Abstract: Rice stock management is very important in maintaining food security. This article aims to formulate an optimal strategy for rice stock management carried out by the Food Security, Agriculture and Fisheries Agency in Medan City by integrating SWOT analysis through the IFAS (Internal Factor Analysis Summary) and EFAS (External Factor Analysis Summary) matrices. The study combines field research findings with relevant theories and references on rice stock management and food security in urban areas. The strategies derived from the SWOT analysis using the IFAS and EFAS matrices include strengthening the digital monitoring system, developing urban farming, fostering cross-sectoral collaboration, and improving evidence-based policies. Keywords: rice; EFAS; IFAS; strategy; SWOT. Abstrak: Pengelolaan stok beras merupakan hal yang sangat penting dalam menjaga keamanan pangan. Artikel ini bertujuan merumuskan strategi optimal pengelolaan stok beras yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan di Kota Medan dengan mengintegrasikan analisis SWOT melalui matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary). Kajian mengkombinasikan hasil penelitian lapangan dengan teori dan referensi yang relevan mengenai pengelolaan stok beras dan ketahanan pangan di daerah perkotaan. Strategi yang dihasilkan dari analisis  SWOT dengan menggunakan matriks IFAS dan EFAS adalag memperkuat sistem monitoring digital, pengembangan urban farming, kolaborasi lintas sektor, dan perbaikan kebijakan berbasis bukti. Kata kunci: beras; EFAS; IFAS; strategi; SWOT.

Yeni Rachmawati (Politeknik LP3I Medan); Asmaul Husna (Politeknik LP3I Medan); Eka Wulandari Surbakti (Politeknik LP3I Medan); Buhari Sibuea (Universitas Islam Sumatera Utara); Vityaloka Aulia (Universitas Islam Sumatera Utara) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3684-3688
[PDF]
1310 PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI STRATEGI PENGEM-BANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI DESA SILO BARU
Lihat Abstrak

Abstract: The development of digital technology has a huge influence on every aspect of life, including the business world. In the era of the digital economy, every business actor must be able to balance every change. The tight competition has resulted in many business actors being unable to survive. One of the current developments is implementing digital marketing or marketing products via the internet such as social media. he obstacle that is often faced is the lack of awareness of business actors, in this case MSMEs, regarding the benefits of social media, The obstacle that is often faced is the lack of awareness among business actors regarding the importance of the benefits of social media for the development of the business being run, so that it becomes an obstacle in business development, especially in the current digital era, loss of competitiveness, ineffective communication with customers and, more importantly, limited product The methods used are presentation, practice and discussion methods  promotion. hrough the Community Service Activities carried out by the Silo Baru Village community, especially MSME actors, they understand the importance of social media in reaching wider customers and can maintain and develop the businesses they run. Keywords: Utilization; Social Media; UMKM Abstrak: Perkembangan teknologi digital sangat berpengaruh pada setiap lini kehidupan termasuk dalam dunia usaha, di era ekonomi digital setiap pelaku usaha harus mampu menyeimbangi setiap perubahan. Ketatnya persaingan mengakibatkan banyaknya pelaku usaha yang tidak mampu untuk bertahan. Salah satu perkembangan sekarang adalah dengan menerapkan marketing digital atau memasarkan produk melalui internet seperti media sosial. Kendala yang sering dihadapi adalah Kurangnya kesadaran pelaku usaha Pentingya  manfaat media social tehadap pengembangan usaha yang dijalankan sehingga menjadi hambatan dalam perkembangan bisnis terutama di era digital saat ini. Beberapa hal yang sering dialami pelaku usaha karena minimnya pengetahuan tentang digital adalah hilangnya peluang pasar, kehilangan daya saing, tidak efektifnya komunikasi dengan pelanggan dan yang lebih penting terjadi keterbatasan promosi produk.Metode yang digunakan adalah metode persentasi, latihan dan diskusi. Melalui Kegiatan PkM yang dilakukan masyarakat Desa Silo Baru khususnya pelaku UMKM memahami pentingnya media social  dalam  menjangkau pelanggan yang lebih luas serta dapat mempertahankan dan mengembangkan usaha yang dijalankan. Kata kunci: Pemanfaatan; Media Sosial; UMKM 

Rohminatin Rohminatin (Universitas Royal); Wan Mariatul Kifti (Universitas Royal); Amalia Amalia (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 369 - 374
[PDF]
1311 IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK OPTIMALISASI PEMASARAN UMKM BUBUT KAYU KARYA
Lihat Abstrak

Abstract: Bubut Kayu Karya is a micro-enterprise engaged in woodcraft and chicken coop production. The main problems faced by the partner are limited digital marketing and poor business management. This community service program aims to improve partner capacity through digital marketing training and technology implementation. The method includes training in the use of business social media, creation of promotional content, development of product catalogs, simple financial recording, and the use of QRIS digital payments. The results show that the partner is able to manage business accounts, create digital catalogs, accept cashless transactions, and independently record financial reports. This program is expected to contribute to expanding market reach and increasing the competitiveness of UMKM through digital transformation.            Keywords: UMKM; wood lathe; training and mentoring; digital marketing; digital transformation.  Abstrak: UMKM Bubut Kayu Karya merupakan usaha mikro yang bergerak di bidang kerajinan kayu dan pembuatan kandang ayam. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan dalam pemasaran digital dan manajemen usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui pelatihan pemasaran digital dan pendampingan implementasi teknologi. Metode yang digunakan meliputi pelatihan penggunaan media sosial bisnis, pembuatan konten promosi digital, penyusunan katalog produk, serta penerapan pencatatan keuangan sederhana dan sistem pembayaran QRIS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mampu mengelola akun bisnis, membuat katalog digital, menerima transaksi non-tunai, dan mencatat laporan keuangan secara mandiri. Program ini diharapkan berkontribusi dalam memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan daya saing UMKM melalui transformasi digital. Kata kunci: UMKM; bubut kayu; pelatihan dan pendampingan; pemasaran digital; transformasi digital.   

Muhammad Amin (Universitas Royal); Hainur Rasyid (Universitas Royal); Nurhasanah Nurhasanah (Universitas Royal); Dzikri Mahardika (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 361 - 368
[PDF]
1312 TINJAUAN PERGERAKAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT MENGGUNAKAN SISTEM TRAFFIC LIGHT UNTUK MENDUKUNG KESELAMATAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
Lihat Abstrak

Abstract: Aviation safety is a crucial aspect of airport operations, especially in airside areas that are congested by Ground Support Equipment (GSE) vehicle activities. This study aims to analyze the effectiveness of monitoring GSE movements in zone 3 of the Sultan Hasanuddin International Airport Makassar airside and evaluate the potential for implementing a traffic light system as a solution to improve operational safety. Using descriptive qualitative methods, data was collected through direct observation, interviews with Apron Movement Control (AMC) personnel, and documentation studies. The findings show that surveillance that relies on CCTV and radio coordination has not been able to effectively prevent operational violations, especially in the zone 3 blind spot area. This condition is exacerbated by GSE congestion, limited AMC personnel, and low compliance with SOPs. The implementation of a traffic light system at critical service road points has proven to improve visibility, visually clarify operational instructions, reduce potential incidents due to jet blast, and ease the workload of AMC officers. The system also supports the implementation of the Safety management system (SMS) by providing technical controls that strengthen the safety culture in the airport environment. Therefore, the integration of traffic light systems as GSE traffic control aids is recommended to improve airside safety and operational efficiency. Keyword: Ground Support Equipment, Service Road, Aviation Safety, Apron Movement Control, Sultan Hasanuddin International Airport Makassar. Abstrak: Keselamatan penerbangan merupakan aspek krusial dalam operasional bandar udara, khususnya di area sisi udara yang padat oleh aktivitas kendaraan Ground Support Equipment (GSE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan pergerakan GSE di zona 3 sisi udara Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar serta mengevaluasi potensi penerapan sistem traffic light sebagai solusi peningkatan keselamatan operasional. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan personel Apron Movement Control (AMC), dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa pengawasan yang bergantung pada CCTV dan koordinasi radio belum mampu mencegah pelanggaran operasional secara efektif, terutama di area blind spot zona 3. Kondisi ini diperparah oleh kepadatan GSE, terbatasnya personel AMC, dan rendahnya kepatuhan terhadap SOP. Penerapan sistem traffic light di titik-titik kritis service road terbukti dapat meningkatkan visibilitas, memperjelas instruksi operasional secara visual, mengurangi potensi insiden akibat jet blast, serta meringankan beban kerja petugas AMC. Sistem ini juga mendukung penerapan Safety management system (SMS) dengan menyediakan kontrol teknis yang memperkuat budaya keselamatan di lingkungan bandar udara. Oleh karena itu, integrasi sistem traffic light sebagai alat bantu pengendali lalu lintas GSE direkomendasikan untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional di sisi udara.  Kata kunci: Ground Support Equipment, Service Road, Keselamatan Penerbangan, Apron Movement Control, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Alamsyah Pandu Yudhya Tama (Penerbangan Indonesia Curug); Nawang Kalbuana (Penerbangan Indonesia Curug); Irwan Faizal (Penerbangan Indonesia Curug) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3533-3543
[PDF]
1313 PEMANFAATAN FINTECH DALAM MENINGKATKAN AKSES PEMBIAYAAN BAGI UMKM BINAAN KOTA MEDAN
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to examine the influence of financial technology (fintech) utilization and financial literacy levels on access to financing among assisted Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Medan City. Employing a mixed-methods approach, data were collected through a survey of 330 respondents and in-depth interviews with selected MSME actors. Quantitative analysis was conducted using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS), while qualitative data were analyzed thematically. The results indicate that both fintech and financial literacy positively and significantly affect access to financing. The coefficient of determination shows that these two variables explain 42.4% of the variance in financing access. The qualitative findings highlight major adoption barriers, including limited digital infrastructure, low digital literacy, and concerns over data security. This study also employs the Technology Readiness Index (TRI) framework to assess the psychological readiness of MSMEs in adopting technology. The findings suggest several policy implications, including the need for continuous digital literacy training, enhanced data protection, and stronger collaboration between local governments and fintech providers to establish a more inclusive and sustainable digital financial ecosystem. This research is part of a five-year roadmap to support the gradual digital transformation of MSMEs in the Medan region. Keyword: Fintech; Financial Literacy; Financing Access; Financial Inclusion; Medan City Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan teknologi finansial (fintech) dan tingkat literasi keuangan terhadap akses pembiayaan yang diperoleh oleh UMKM binaan di Kota Medan. Menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods), data dikumpulkan melalui survei terhadap 330 responden dan wawancara mendalam dengan pelaku UMKM terpilih. Analisis kuantitatif dilakukan dengan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS), sementara data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik fintech maupun literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap akses pembiayaan. Koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 42,4% variasi dalam akses pembiayaan UMKM. Temuan kualitatif memperkuat bahwa keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital, dan kekhawatiran terhadap keamanan data masih menjadi hambatan utama dalam adopsi fintech. Penelitian ini juga mengadopsi kerangka Technology Readiness Index (TRI) untuk mengukur kesiapan psikologis UMKM dalam mengadopsi teknologi. Temuan ini memiliki implikasi kebijakan penting, yaitu perlunya pelatihan literasi digital yang berkelanjutan, penguatan perlindungan data, serta sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan fintech dalam membangun ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini merupakan bagian dari roadmap lima tahun dalam mendukung transformasi digital UMKM secara bertahap di wilayah Medan. Kata kunci: Fintech; Literasi Keuangan; Akses Pembiayaan; Inklusi Keuangan; Kota Medan

Irvan Rolyesh Situmorang (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya); Yonson Pane (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Eka Prasetya) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3522-3532
[PDF]
1314 PELATIHAN PEMASANGAN PANEL SURYA DAN IOT UNTUK MONITORING LISTRIK BUDIDAYA LELE
Lihat Abstrak

Abstract: The POKDAKAN Tani Makmur group, a freshwater fish farming group in Gerak Tani Village, has problems related to high electricity costs due to dependence on PLN which is used 24 hours a day for operational uses such as aerators, water pumps, lighting, and automatic feeding. To overcome this, this group plans to install a Solar Power Plant (PLTS) and develop an Internet of Things (IoT) application to monitor electricity consumption. PLTS will provide 24-hour electricity from solar energy, expected to reduce operational costs and save electricity costs. The IoT monitoring system will monitor voltage, current, power, energy (kWh), frequency, and power factor, and provide an estimate of electricity costs. This program involves lecturers and students in community service activities, including field surveys, observations, workshop training on PLTS technology and the creation of IoT applications. The goal is to increase harvest yields, provide technological understanding, and broaden the horizons of the POKDAKAN Tani Makmur group in the use of electricity and monitoring electrical loads through IoT. This solution aims to reduce operational costs and increase energy efficiency in catfish farming.            Keywords: POKDAKAN prosperous farmers; PLTS; internet of things; pzem sensor; solar charge controller. Abstrak: Kelompok POKDAKAN Tani Makmur, kelompok budidaya ikan air tawar di Desa gerak tani, masalah yang terjadi terkait dengan biaya listrik tinggi karena ketergantungan pada PLN yang digunakan selama 24 jam dalam sehari untuk penggunaaan operasional seperti aerator, pompa air, penerangan, dan pemberian pakan otomatis. Untuk mengatasi hal ini, kelompok ini berencana memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mengembangkan aplikasi Internet of Things (IoT) untuk memantau konsumsi listrik. PLTS akan menyediakan listrik 24 jam dari energi surya, diharapkan dapat mengurangi biaya operasional dan menghemat pengeluaran listrik. Sistem monitoring IoT akan memantau tegangan, arus, daya, energi (kWh), frekuensi, dan faktor daya, serta memberikan estimasi biaya listrik. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mencakup survei lapangan, observasi, pelatihan workshop tentang teknologi PLTS dan pembuatan aplikasi IoT. Tujuannya adalah meningkatkan hasil panen, memberikan pemahaman teknologi, dan memperluas wawasan kelompok POKDAKAN Tani Makmur dalam pemanfaatan listrik dan pemantauan beban listrik melalui IoT. Solusi ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi energi dalam budidaya ikan lele. Kata kunci: internet of things; POKDAKAN tani makmur; PLTS; sensor pzem; solar charge controller. 

Junaidi Junaidi (Universitas Royal); Andrew Ramadhani (Universitas Royal); Mustika Fitri Larasati (Universitas Royal); Yogi Abimanyu (Universitas Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 5 No 1 (2025)
Hal: 354 - 360
[PDF]
1315 RUMAH AMAN ANAK ASAHAN (RAAA) DALAM MENDUKUNG PEMERINTAH DAERAH DAN APARAT PENEGAK HUKUM UNTUK MELINDUNGI ANAK DARI KEKERASAN SEKSUAL
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this study was to examine how the Asahan Children's Safe House (RAAA) assists the local government and law enforcement in protecting children in Asahan Regency from sexual violence. In-depth interviews with RAAA administrators, social services officials, police officers from the Women and Children Protection Unit (UPA), psychosocial support officers, and direct observation of RAAA services were used to collect data using qualitative and descriptive approaches. The study findings indicate that RAAA is an important integrated service center and has successfully enhanced inter-agency collaboration while offering temporary protection, legal assistance, and psychological recovery for victims. Operational budget constraints, public stigma, lengthy legal procedures, and a lack of skilled human resources are some of the challenges faced by RAAA. Other challenges include an unintegrated data management system and a lack of supporting infrastructure. In conclusion, RAAA has had a substantial positive impact, but requires better coordination with the local government and community to overcome these challenges and ensure optimal and sustainable fulfillment of the rights of child victims of sexual violence. Keyword: Asahan Children's Safe House; Sexual Violence Against Children; Local Government; Law Enforcement Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Rumah Aman Anak Asahan (RAAA) membantu pemerintah daerah dan penegak hukum dalam melindungi anak-anak di Kabupaten Asahan dari kekerasan seksual. Wawancara mendalam dengan pengurus RAAA, dinas sosial, petugas kepolisian dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPA), petugas pendukung psikososial, dan observasi langsung terhadap layanan RAAA digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa RAAA merupakan pusat layanan terpadu yang penting dan telah berhasil meningkatkan kolaborasi antarlembaga sekaligus menawarkan perlindungan sementara, bantuan hukum, dan pemulihan psikologis bagi korban. Anggaran operasional, stigma publik, prosedur hukum yang panjang, dan kurangnya sumber daya manusia yang ahli merupakan beberapa kesulitan yang dihadapi RAAA. Tantangan lainnya meliputi sistem manajemen data yang belum terintegrasi dan kurangnya infrastruktur pendukung. Kesimpulannya, RAAA telah memberikan dampak positif yang substansial, tetapi membutuhkan koordinasi yang lebih baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ini dan memastikan pemenuhan hak-hak anak korban kekerasan seksual yang optimal dan berkelanjutan. Kata kunci: Rumah Aman Anak Asahan; Kekerasan Seksual Terhadap Anak; Pemerintah Daerah; Penegak Hukum

Asri Vivi Yanti Sinurat (Universitas Royal); Febby Madonna Yuma (Universitas Royal); Abdul Karim Syahputra (Universitas Royal); Kiki Adha Sirait (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3516-3521
[PDF]
1316 KLASIFIKASI BIJI KOPI MENGGUNAKAN TEKNIK KOMBINASI RANDOM FOREST DAN INCEPTION V3 UNTUK EKSTRAKSI FITUR
Lihat Abstrak

Abstract: Coffee bean classification is a crucial step in ensuring the quality and selling value of coffee products. Manual sorting methods are often inefficient and error-prone, necessitating a technology-based automated approach. This study proposes a combination of the Inception V3 architecture as an image feature extraction method and the random forest algorithm as a classifier to distinguish good and defective coffee beans. The dataset used consists of 986 images, divided into training and test data. The processing was carried out using the Orange Data Mining platform, which includes pre-processing, feature extraction, model training, and performance evaluation. The evaluation results show that the model produces an accuracy of 96.4% on the training data and 96.8% on the test data. In addition, other performance metrics such as AUC (1.000), F1-score (0.967), precision (0.968), recall (0.968), and MCC (0.922) strengthen the model's excellent classification performance. Thus, the combined approach of Inception V3 and random forest is proven effective and has the potential to be implemented in a digital image-based coffee bean classification system. Keywords: Coffee Bean Classification, Random Forest, Inception V3, Feature Extraction, Digital Imagery Abstrak: Klasifikasi biji kopi merupakan langkah penting dalam menjamin mutu dan nilai jual produk kopi. Metode manual dalam penyortiran sering kali tidak efisien dan rentan kesalahan, sehingga dibutuhkan pendekatan otomatis berbasis teknologi. Penelitian ini mengusulkan kombinasi arsitektur Inception V3 sebagai metode ekstraksi fitur citra dan algoritma random forest sebagai klasifikator untuk membedakan biji kopi bagus dan rusak. Dataset yang digunakan terdiri dari 986 gambar, terbagi menjadi data latih dan data uji. Proses pengolahan dilakukan menggunakan platform Orange Data Mining, yang meliputi tahap pra-pemrosesan, ekstraksi fitur, pelatihan model, dan evaluasi kinerja. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model menghasilkan akurasi sebesar 96,4% pada data latih dan 96,8% pada data uji. Selain itu, metrik performa lain seperti AUC (1.000), F1-score (0.967), precision (0.968), recall (0.968), dan MCC (0.922) memperkuat bahwa model ini memiliki kinerja klasifikasi yang sangat baik. Dengan demikian, pendekatan kombinasi Inception V3 dan random forest terbukti efektif dan berpotensi diimplementasikan dalam sistem klasifikasi biji kopi berbasis citra digital. Kata kunci: Klasifikasi Biji Kopi, Random Forest, Inception V3, Ekstraksi Fitur, Citra Digital

Lima Hartimar Rambe (Universitas Potensi Utama); Yuke Manza (Universitas Potensi Utama); Annisa Ashari (Universitas Potensi Utama); Wahyu Saptha Negoro (Universitas Potensi Utama) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3845-3851
[PDF]
1317 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP EMPLOYEE ENGAGEMENT DI ORGANISASI NIRLABA KOTA YOGYAKARTA
Lihat Abstrak

Abstract: Employee engagement refers to the level of employees’ involvement, commitment, and attachment to their work and organization. This study aims to analyze the influence of transformational leadership style and organizational culture on employee engagement in a nonprofit organization using a quantitative approach through a questionnaire survey of 35 respondents. The results of multiple linear regression analysis show that transformational leadership style has a positive and significant effect on employee engagement, while organizational culture does not have a partial effect. However, both variables simultaneously explain 44.9% of the variance in employee engagement. These findings support Bass’s theory of transformational leadership. The lack of a partial effect of organizational culture indicates the need to strengthen shared values aligned with the organization's vision and mission. This study is expected to serve as a foundation for developing leadership and organizational culture to enhance sustainable employee engagement. Keywords: transformational leadership, organizational culture, employee engagement. Abstrak: Employee engagement didefinisikan sebagai tingkat keterlibatan, komitmen, dan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap employee engagement di organisasi nirlaba X dengan menggunakan metode kuantitatif melalui survey kuesioner terhadap 35 responden. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, didapatkan temuan bahwa gaya kepempimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap employee engagement, sedangkan budaya organisasi tidak berpengaruh secara parsial. Akan tetapi, secara simultan kedua variabel memiliki pengaruh terhadap employee engagement sebesar 44,9%. Temuan ini mendukung teori Bass mengenai kepemimpinan transformasional. Tidak adanya pengaruh parsial budaya organisasi menunjukkan perlunya penguatan nilai bersama yang selaras dengan visi dan misi organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan kepemimpinan dan budaya oganisasi untuk meningkatkan employee engagement yang berkelanjutan Kata Kunci: kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, employee engagement.

Kuncoro Cahyo Aji (Universitas Mercu Buana Yogyakarta); Rima Maryani (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 4376-4384
[PDF]
1318 OPTIMALISASI PENJADWALAN PENGUJI SEMINAR DAN SIDANG SKRIPSI DENGAN INTEGER LINEAR PROGRAMMING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI ADMINISTRASI AKADEMIK
Lihat Abstrak

Abstract: The scheduling of seminar and thesis defense activities often faces complex challenges, especially when involving many students, limited room availability, and examiners assigned to multiple sessions. This study applies an Integer Linear Programming (ILP) approach to optimize the scheduling process and prevent overlaps in room usage and examiner schedules. The ILP model is designed by considering the activity duration based on its type and the predetermined list of examiners. The scheduling process is supported by the Solver feature in Microsoft Excel as a tool for solving optimization problems. The simulation results show that the model successfully produces a valid and conflict-free schedule while satisfying all defined constraints. These findings demonstrate that the ILP approach can be effectively used as a solution to support decision-making in academic settings, particularly in planning activities that involve multiple resources simultaneously. Keywords: Scheduling, Integer Linear Programming, Thesis Seminar, Thesis Defense, Schedule Optimization Abstrak: Penjadwalan kegiatan seminar dan sidang skripsi seringkali menghadapi tantangan kompleks, terutama ketika melibatkan banyak mahasiswa, ruangan terbatas, serta dosen penguji yang harus menguji di lebih dari satu kegiatan. Penelitian ini menerapkan pendekatan Integer Linear Programming (ILP) untuk mengoptimalkan penjadwalan kegiatan tersebut agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penggunaan ruangan maupun jadwal penguji. Model ILP dirancang dengan mempertimbangkan durasi kegiatan berdasarkan jenisnya, serta susunan dosen penguji yang telah ditetapkan. Proses penjadwalan dilakukan dengan bantuan fitur Solver di Microsoft Excel sebagai alat bantu pemecahan masalah optimasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa model ini mampu menghasilkan jadwal yang valid dan bebas konflik, dengan tetap memenuhi seluruh kendala yang telah dirumuskan. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan ILP dapat digunakan secara efektif sebagai solusi dalam mendukung pengambilan keputusan di lingkungan akademik, khususnya untuk perencanaan kegiatan yang melibatkan banyak sumber daya secara bersamaan. Kata kunci: Penjadwalan, Pemrograman Linier Integer, Seminar Skripsi, Sidang Skripsi, Optimasi Jadwal

Rika Nofitri (Universitas Royal); Dewi Anggraini (Universitas Royal); Sri Rezeki Maulina Azmi (Universitas Royal); Sabbrina Zainudin El Badr (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3505-3509
[PDF]
1319 INTERACTIVE CONVENTIONAL STRATEGY INTEGRATED WITH PROJECT-BASED LEARNING TO ENHANCE ENGLISH SPEAKING SKILLS OF FIFTH-GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 15 PADANG GENTING
Lihat Abstrak

Abstract:This study investigates the effectiveness of an interactive conventional teaching strategy integrated with Project-Based Learning (PBL) in enhancing English-speaking skills among fifth-grade students at SD Negeri 15 Padang Genting. A quasi-experimental design was employed with a total sample of 30 students, divided evenly into two groups: an experimental group and a control group. The experimental group was taught using a hybrid approach that combined conventional strategies such as Total Physical Response (TPR), storytelling, and role-play with project-based speaking tasks. The control group received instruction through traditional lecture-based methods. Results revealed a significant improvement in the experimental group’s speaking performance at SD Negeri 15 Padang Genting, with a mean post-test score of 85 and a normalized gain score of 0.64 (moderate–high). In contrast, the control group achieved a mean post-test score of 65 and a gain score of 0.19 (low). An independent samples t-test confirmed that the difference in outcomes was statistically significant (t = 11.45, p < 0.05). Qualitative data from classroom observations and interviews supported these findings, indicating increased student confidence, fluency, and active participation. The study concludes that integrating interactive strategies with PBL is an effective and practical model for improving English-speaking skills in elementary school EFL contexts. Keyword: Interactive Conventional Learning; Project Based Learning; Speaking Skills; Elementary School; Quasi Experiment. Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi pembelajaran konvensional interaktif yang diintegrasikan dengan Project-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas V di SD Negeri 15 Padang Genting. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 30 siswa, yang dibagi secara merata menjadi dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar menggunakan pendekatan hibrida yang menggabungkan strategi konvensional seperti Total Physical Response (TPR), mendongeng, dan bermain peran dengan tugas berbicara berbasis proyek. Sementara itu, kelompok kontrol menerima pembelajaran menggunakan metode ceramah tradisional. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbicara siswa kelompok eksperimen di SD Negeri 15 Padang Genting, dengan skor rata-rata post-test sebesar 85 dan skor gain ternormalisasi sebesar 0,64 (kategori sedang–tinggi). Sebaliknya, kelompok kontrol memperoleh skor rata-rata post-test sebesar 65 dan skor gain sebesar 0,19 (kategori rendah). Uji t dua sampel independen mengonfirmasi bahwa perbedaan hasil tersebut signifikan secara statistik (t = 11,45, p < 0,05). Data kualitatif dari observasi kelas dan wawancara mendukung temuan ini, menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kefasihan, dan partisipasi aktif siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi interaktif dengan PBL merupakan model pembelajaran yang efektif dan praktis untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris dalam konteks EFL di sekolah dasar.  Kata kunci: Pembelajaran Konvensional Interaktif; Project Based Learning; Keterampilan Berbicara ; Sekolah Dasar; Kuasi Eksperimen

Cecep Maulana (Universitas Royal); Zulkarnain Sirait (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 3497-3504
[PDF]
1320 PERANCANGAN ALAT PENGUKURAN TINGGI DAN BERAT BADAN BERBASIS INTERNET OF THINGS UNTUK DETEKSI STUNTING PADA BAYI USIA 1-12 BULAN DI POSYANDU (STUDI KASUS GAMPONG RAYEUK KAREUNG)
Lihat Abstrak

Stunting merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya pada anak di bawah lima tahun. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting menurun dari 24,4% (2021) menjadi 21,6% (2022). Di Gampong Rayeuk Kareung, tercatat 8 kasus stunting per November 2024 menurut Puskesmas Blang Mangat. Saat ini, pengukuran tinggi dan berat badan di Posyandu masih menggunakan alat konvensional dan pencatatan manual, sehingga kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengukur tinggi dan berat badan bayi berbasis Internet of Things menggunakan ESP32, sensor ultrasonik HC-SR04, dan sensor Load cell. Metode yang digunakan meliputi perancangan perangkat keras dan lunak, pengambilan data primer dari hasil pengukuran langsung pada bayi, serta pengolahan data menggunakan metode Z-score berdasarkan standar WHO untuk klasifikasi status gizi. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata error 6,5% pada sensor load cell dan 3% pada sensor ultrasonik. Dari 23 bayi yang diuji, 18 tergolong normal, 2 mengalami stunting, dan 3 tergolong stunting berat. Sistem juga dilengkapi fitur pengiriman notifikasi melalui WhatsApp kepada orang tua berisi hasil pengukuran, status gizi, serta rekomendasi makanan, sehingga mendukung pemantauan pertumbuhan bayi secara cepat, akurat, dan terintegrasi.

Sri Wahyuni Fauzi (Universitas Malikussaleh); Nanda Sitti Nurfebruary (Universitas Malikussaleh); Mutammimul Ula (Universitas Malikussaleh); Fidyatun Nisa (Universitas Malikussaleh); Muhammad Ikhwani (Universitas Malikussaleh) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 8 No 3 (2025)
Hal: 5189-5195
[PDF]