| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 1841 |
RECOGNITION OF CALLIGRAPHY WRITING PATTERNS USING THE ZERNIKE MOMENT METHOD AND SUPPORT VECTOR MACHINE
Lihat AbstrakAbstract: One of the great arts of Islam that is very attached to Muslims is the art of calligraphy. The art of writing in calligraphy is of many types because the art of calligraphy is generally handwritten by someone called khatat and each khatat has its own technique for writing calligraphy. There fore there are many variations of calligraphy writing, even with the same type of writing. With so many variations of the type of calligraphy writing, technological innovation is needed to recognize variations of each type of calligraphy. Types of calligraphy diwani, diwaji jali, naskhi and tsuluts are the objects of this study. The Zernike Moment method is a feature extraction method that has the advantage of being invariant to rotate (resistant to rotation) and can help identify calligraphy types well based on their features. And the Support Vector Machine method is a good method for identifying calligraphy types by finding the best hyperplane. The combination of the Zernike Moment method and the Support Vector Machine is proven to produce good accuracy in recognizing calligraphy types based on their features, the accuracy obtained in identifying calligraphy types is 95%. Keywords: Pattern Recognition, Zernike Moment, Support Vector Machine, Calligraphy Abstrak: Salah satu seni besar Islam yang sangat melekat di kalangan umat Islam adalah seni kaligrafi. Seni menulis kaligrafi banyak macamnya karena seni kaligrafi umumnya ditulis tangan oleh seseorang yang disebut khatat dan setiap khatat mempunyai teknik penulisan kaligrafi tersendiri. Oleh karena itu terdapat banyak variasi penulisan kaligrafi, bahkan dengan jenis tulisan yang sama. Dengan banyaknya variasi jenis tulisan kaligrafi, diperlukan inovasi teknologi untuk mengenali variasi setiap jenis kaligrafi. Jenis kaligrafi diwani, diwaji jali, naskhi dan tsuluts menjadi objek penelitian ini. Metode Zernike Moment merupakan salah satu metode ekstraksi ciri yang mempunyai kelebihan yaitu bersifat invarian terhadap rotasi (tahan terhadap rotasi) dan dapat membantu mengidentifikasi jenis-jenis kaligrafi dengan baik berdasarkan ciri-cirinya. Dan metode Support Vector Machine merupakan metode yang baik untuk mengidentifikasi jenis kaligrafi dengan mencari hyperplane terbaik. Kombinasi metode Zernike Moment dan Support Vector Machine terbukti menghasilkan akurasi yang baik dalam mengenali jenis kaligrafi berdasarkan ciri-cirinya, akurasi yang didapat dalam mengidentifikasi jenis kaligrafi adalah 95%. Kata kunci: Pengenalan Pola, Momen Zernike, Mesin Vektor Pendukung, Kaligrafi |
Mhd. Furqan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Sriani Sriani (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Riswanda Ichsan Himawan Hasibuan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2139-2146 [PDF] |
| 1842 |
IMPLEMENTASI NAIVE BAYES CLASSIFIER DALAM MENENTUKAN KEAKTIFAN REMAJA
Lihat AbstrakAbstract: This research aims to implement the Naive Bayes Classifier method to determine the activity level of adolescents, a group that tends to be active in various activities. This method is chosen due to its ability to classify complex data. The data is obtained through surveys involving adolescents from different social environments, covering activities such as sports, academics, social engagements, and others. The implementation process includes data preprocessing, model training with training data, and model testing using test data. The results show that the Naive Bayes Classifier can accurately classify adolescents into active or inactive categories based on the given data. These findings can serve as a reference for educational institutions, youth organizations, and government bodies in developing programs to enhance adolescent activity levels and as a basis for further research in classifying adolescent data using more advanced methods. Keywords: Data Mining, Youth Activeness, Mosque Youth, Naïve Bayes Classifier,                Medan City Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Naive Bayes Classifier dalam menentukan keaktifan remaja, yang merupakan kelompok usia aktif dalam berbagai kegiatan. Metode ini dipilih karena kemampuannya dalam klasifikasi data kompleks. Data diperoleh melalui survei terhadap remaja di berbagai lingkungan sosial, mencakup kegiatan olahraga, akademik, sosial, dan lainnya. Proses implementasi meliputi preprocessing data, pelatihan model dengan data latih, dan pengujian model menggunakan data uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naive Bayes Classifier mampu secara akurat mengklasifikasikan keaktifan remaja menjadi kategori aktif atau tidak aktif berdasarkan data yang ada. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan, organisasi pemuda, dan pemerintah dalam menyusun program untuk meningkatkan keaktifan remaja serta menjadi dasar untuk penelitian lanjutan dalam pengklasifikasian data remaja menggunakan metode lebih canggih. Kata kunci: Data Mining, Keaktifan Remaja, Remaja Masjid, Naïve Bayes Classifier, Kota Medan  |
Miftah Hadi Surbakti (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Ilka Zufria (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Suhardi Suhardi (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2133-2138 [PDF] |
| 1843 |
ALTERNATIF PENGEFEKTIFAN PIDANA NON PENJARA DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN OVERCROWDING RUMAH TAHANAN (STUDI DI RUTAN KELAS 1 LABUHAN DELI)
Lihat AbstrakAbstract: The emergence of ideas regarding alternatives to effective punishment other than imprisonment for perpetrators of narcotics crimes is needed to prevent overcrowding. The formulation of the problems discussed are how the regulation of non-prison criminal law in various provisions of Indonesian criminal law; how the enforcement of narcotics laws for perpetrators of narcotics crimes affects the occurrence of overcrowding; how the application of non-prison criminal law for perpetrators of narcotics crimes is related to the occurrence of overcrowding (Study at Class 1 Labuhan Deli Prison). This study uses a normative legal research method that is descriptive analytical. Using a legislative and conceptual approach which is then systematized with primary data and secondary data obtained through field studies and literature studies. The data is then analyzed qualitatively. The regulation of non-prison criminal law has been regulated in the provisions of legislation in Indonesia, including in the form of fines, conditional sentences, rehabilitation, job training, supervision, probation, house arrest and community service. Keywords: Alternative, Prison, Criminal Act, Narcotics Abstrak: Munculnya pemikiran mengenai alternatif pengefektifan pemidanaan selain pidana penjara bagi pelaku tindak pidana narkotika diperlukan untuk mencegah terjadinya overcrowding. Rumusan masalah yang dibahas yaitu bagaimana pengaturan hukum pidana non penjara dalam berbagai ketentuan hukum pidana Indonesia; bagaimana penegakan undang-undang narkotika bagi para pelaku tindak pidana narkotika dalam mempengaruhi terjadinya overcrowding; bagaimana penerapan pidana non penjara bagi para pelaku tindak pidana narkotika kaitannya dengan terjadinya overcrowding (Studi di Rutan Kelas 1 Labuhan Deli). Menggunakan pendekatan perundang-undangan dan konseptual yang kemudian mensistematiskannya dengan data primer dan data sekunder yang didapat melalui studi lapangan dan studi kepustakaan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif. pengaturan hukum pidana non penjara telah diatur dalam ketentuan perundang-undangan di Indonesia, diantaranya berbentuk pidana denda, pidana bersyarat, rehabilitasi, pidana pelatihan kerja, pidana pengawasan, pidana percobaan, tahanan rumah dan pelayanan masyarakat. Kata kunci: Alternatif, Penjara, Tindak Pidana, Narkotika |
Jeri Fransisco Sitorus (Universitas Sumatera Utara); Ekaputra Ekaputra (Universitas Sumatera Utara); Marlina Marlina |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2126-2132 [PDF] |
| 1844 |
IMPLEMENTASI KRIPTOGRAFI KOMBINASI ALGORITMA VIGENERE CIPHER DAN REVERSE CIPHER UNTUK KEAMANAN TEKS PADA APLIKASI CATATAN PRIBADI BERBASIS ANDROID
Lihat AbstrakAbstract: Cryptography (Cryptography) is the science and art of keeping messages safe. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) "Crypto" means "secret" and "graphy" means "writing". The perpetrators or practitioners of cryptography are called cryptographers. A cryptographic algorithm, called a cipher, is a mathematical equation used for the encryption and decryption processes. Usually the two mathematical equations (for encryption and description) have a fairly close mathematical relationship. In cryptography, text messages can be disguised with various methods so that the message can only be understood by certain people. These methods have their own techniques and solutions. Several methods of securing text messages are by using the Reverse Cipher and Vigenere Cipher algorithms. In today's modern era, the development of technology is increasing rapidly, especially in terms of communication. Due to the rapid development of technology, there are currently many cases related to the misuse of technology in criminal acts. One of the most frequent cases is the theft of personal information, up to confidential documents. Computers as a means of storing and sending important and confidential data, information and documents can often be easily accessed by irresponsible people. Several cases involving computer security are currently a job that requires such a large amount of handling and security costs. Keywords: Cryptography, Reverse Cipher, Vigenere Cipher, Description, Encryption Abstrak: Kriptografi (Cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure) “Crypto†berarti “secret†(rahasia) dan “graphy†berarti “writing†(tulisan). Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan deskripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk enkripsi dan deskripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat. Pada kriptografi, pesan teks dapat disamarkan dengan berbagai macam metode agar pesan tersebut hanya bisa dimengerti oleh orang-orang tertentu. Metode-metode tersebut memiliki teknik dan cara penyelesaiannya tersendiri. Beberapa metode pengamanan pesan teks tersebut adalah dengan menggunakan algoritma Reverse Cipher dan Vigenere Cipher. Di era modern saat ini, perkembangan teknologi semakin pesat terutama dalam hal berkomunikasi. Karena pesatnya perkembangan teknologi, saat ini telah banyak kasus yang berkaitan dengan penyalahgunaan teknologi dalam tindakan kriminal. Salah satu yang paling sering terjadi adalah pencurian informasi pribadi, hingga dokumen-dokumen rahasia. Komputer sebagai sarana penyimpanan dan pengiriman data, informasi, dan dokumen yang penting dan rahasia sering dapat dengan mudah diakses oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Beberapa kasus menyangkut keamanan komputer saat ini menjadi suatu pekerjaan yang membutuhkan biaya penanganan dan pengamanan yang sedemikian besar. Kata kunci: Kriptografi, Reverse Cipher, Vigenere Cipher, Deskripsi, Enkripsi |
Muhammad Faisal Siregar (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Abdul Halim Hasugian (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Suhardi Suhardi (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2121-2125 [PDF] |
| 1845 |
KLASIFIKASI KEAHLIAN INDIVIDU PEMAIN ONLINE GAMES DENGAN MENGGUNAKAN NAÃVE BAYES CLASSIFIER
Lihat AbstrakAbstract: This thesis aims to determine the player's individual skills of online games in Komunitas Mobile Legends Kota Medan using The Naïve Bayes Classifier. The sample dataset used is data from the players' Mobile Legends playing activities taken from Komunitas Mobile Legends Kota Medan. The Naïve Bayes Classifier method is used to determine individual expertise based on the activity data that has been collected. The results of the study show that the Naïve Bayes Classifier method can be used to determine individual skills in playing Mobile Legends with fairly high accuracy in Komunitas Kota Medan. Keywords: Data Mining, Individual Skills, Online Game Players, Naïve Bayes Classifier,                Mobile Legends, Community, Medan City Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengklasifikasi keahlian individu pemain Online Games di Komunitas Mobile Legends Kota Medan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier. Dataset sampel yang digunakan adalah data dari aktivitas bermain Mobile Legends para pemain yang diambil dari Komunitas Mobile Legends Kota Medan. Metode Naïve Bayes Classifier digunakan untuk mengklasifikasi keahlian individu berdasarkan data aktivitas yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Naïve Bayes Classifier dapat digunakan untuk mengklasifikasi keahlian individu dalam bermain Mobile Legends dengan akurasi yang cukup tinggi di komunitas Kota Medan. Kata kunci: Data Mining, Keahlian Individu, Pemain Online Games, Naïve Bayes Classifier, Mobile Legends, Komunitas, Kota Medan |
M Irsyad Ramadhan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Ilka Zufria (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Suhardi Suhardi (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2114-2120 [PDF] |
| 1846 |
ANALISIS POLITIK HUKUM PIDANA DALAM PENGATURAN KEBEBASAN BERPENDAPAT PADA UNDANG UNDANG NO 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG UNDANG HUKUM PIDANA
Lihat AbstrakAbstract: With the ratification of the new Criminal Code which has become Law no. 1 of 2023 has raised the issue of curbing freedom of expression again, due to the article on insulting the president and vice president, which has long been decriminalized in Decision 013-022/PUU-IV/2006 and the presence of the article on insulting state institutions along with the criminalization of holding demonstrations, there are The 5 articles that attract attention in this description are Articles 218 and 219, namely the offense of insulting the president, as well as 240 and 241 regarding insulting state institutions, up to Article 256 regarding punishment for holding demonstrations. This research is normative juridical in nature, with the aim of obtaining qualitative results, the approach taken is a statutory approach, as well as using library study data collection techniques, by studying and analyzing books, statutory regulations and other sources, with data analysi qualitative. Keywords: Politics, Criminal Law, Freedom of Opinion Abstrak: Dengan disahkan nya KUHP baru yang telah menjadi Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 telah mematik isu pengekangan atas kebebasan berpendapat kembali, dikarenakan adanya pasal penghinaan presiden dan wakil presiden, yang telah lama didekriminalisasi pada Putusan 013-022/PUU-IV/2006 serta hadirnya Pasal penghinaan terhadap lembaga negara bersama dengan pemidanaan penyelengaaran demonstrasi, terdapat 5 Pasal yang menarik perhatian atas uraian tersebut ialah Pasal 218 dan 219 yaitu delik penghinaan presiden serta 240 dan 241 tentang penghinaan Lembaga negara, hingga Pasal 256 terkait pemidanaan terhadap penyelenggaraan demonstrasi. Penelitian ini bersifat yuridis normatif, dengan tujuan mendapatkan hasil secara kualitatif, maka pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan perundang-undangan, serta dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan, dengan mempelajari dan menganalisa buku-buku, peraturan perundang-undangan dan sumber lain, dengan analisis data kualitatif. Kata kunci: Politik, Hukum Pidana, Kebebasan Berpendapat |
Jackson Apriyanto Pandiangan (Universitas Sumatera Utara); Edi Yunara (Universitas Sumatera Utara); Marlina Marlina (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2108-2113 [PDF] |
| 1847 |
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PEMULIHAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP AKIBAT PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR: 460K/PDT/2016)
Lihat AbstrakAbstract: Life which is characterized by regular interaction and interdependence is an ecosystem structure which contains an important essence, where the environment lives as an inseparable unit. This type of research method itself uses a normative juridical research method, namely research carried out by examining library materials or secondary materials. Environmental protection and management based on Law No. 32 of 2009, environmental protection and management is a s ystematic and integrated effort carried out to preserve environmental functions and prevent environmental pollution and/or damage which includes planning, utilization, control, maintenance, supervision, and law enforcement. Environmental dispute resolution can be achieved through court or outside court. A lawsuit through the court can only be pursued if the chosen effort to resolve the dispute outside the court is declared unsuccessful by one or the parties to the dispute. In terms of preserving the environment, the application of civil law is also expected to be able to guarantee the implementation of environmental preservation and restoration of the damaged environment, so by reviewing decision. Keywords: Damage, Environment, Life Abstrak: Kehidupan yang ditandai dengan interaksi dan saling ketergantungan secara teratur merupakan tatanan ekosistem yang di dalamnya mengandung esensi penting, di mana lingkungan hidup sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jenis dari metode penelitian ini sendiri menggunakan Metode penelitian yuridis normatif yakni suatu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau bahan sekunder. Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berdasarkan UU No 32 Tahun 2009 perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Penyelesaian sengketa lingkungan hidup dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan. Gugatan melalui pengadilan hanya dapat ditempuh apabila upaya penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang dipilih dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu atau para pihak yang bersengketa. Dalam hal menjaga kelestarian lingkungan penerapan hukum perdata juga diharapkan harus dapat menjamin terlaksana nya pelestarian lingkungan serta pemulihan terhadap lingkungan yang di rusak tersebut, sehingga dengan meninjau dari putusan No.460K/PDT/2016 yang dimana dalam putusannya tidak di temui adanya unsur sanksi untuk melakukan. Kata kunci: Kerusakan, Lingkungan, Hidup |
Edward Lambok Marihot Manurung (Universitas Sumatera Utara); Suhaidi Suhaidi (Universitas Sumatera Utara); Fajar Khaify Rizky (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2102-2107 [PDF] |
| 1848 |
PELINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN OBAT TRADISIONAL YANG MENGANDUNG BAHAN KIMIA BERBAHAYA DI KABUPATEN ASAHAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 800/PID.SUS/2021/PN KIS)
Lihat AbstrakAbstract: The use of traditional medicines dominates pharmaceutical preparation in Indonesia caused some factors and their special qualifies which are regarded safer than the modern ones. The market development for traditional medicine circulation also plays the role in the growth of new industry of traditional medicine. The circulation of illegal traditional medicines, using malignant chemical substance for health in Asahan Regency. The result of the research shows that legal protection for consumers of traditional medicines containing malignant chemical substances is regulated in Law No 8/1999 on Legal Protection for Consumer and Law No 36/2009 on Health. Imprisonment will be imposed on anyone who sells illegal traditional medicines as it is regulated in Article 197 in conjunction with Article 106, paragraph (1) of Law No. 36/2009 on Health. Business people are responsible for giving compensation to consumers consuming a product containing malignant chemical substance. The importance of education provided for business people about good production practicing and compliance with security standard should always be increased. The government should be more active in fostering and controlling the circulation of traditional jamu/medicines before and after they are sold in the market. Keywords: Legal Protection, Malignant Traditional Medicines, Jamu, Consumer Abstrak: Di Indonesia, penggunaan obat tradisional mendominasi dalam sediaan farmasi di masyarakat disebabkan karena beragam faktor serta khasiat lain dari obat tradisional yakni dianggap lebih aman dibanding penggunaan obat modern. Berkembangnya pasar bagi peredaran jamu tradisional juga berperan dalam tumbuhnya industri baru di bidang jamu tradisional. Di Kabupaten Asahan ditemukan peredaran jamu ilegal yang diduga menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelindungan konsumen pengguna obat tradisional yang mengandung bahan kimia berbahaya diatur Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Bagi setiap orang yang melakukan mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar, terancam pidana penjara yang diatur di Pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pelaku Usaha usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas terhadap konsumen yang mengonsumsi produk yang mengandung bahan kimia berbahaya. Pentingnya edukasi kepada pelaku usaha mengenai praktik produksi yang baik dan kepatuhan terhadap standar keamanan harus terus ditingkatkan. Pemerintah juga harus lebih aktif dalam melakukan pembinaan dan pengawasan peredaran obat/jamu tradisional baik sebelum beredar di pasar maupun setelah obat/jamu tradisional beredar di pasaran. Kata kunci: Pelindungan Hukum, Obat Tradisional Berbahaya, Jamu, Konsumen |
Beatrix Nancy Monica Br Hutagalu (Universitas Sumatera Utara); Edi Yunara (Universitas Sumatera Utara); Dedi Harianto (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2093-2101 [PDF] |
| 1849 |
PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF DALAM SISTEM PROPORSIONAL TERBUKA DAN TERTUTUP (STUDI PUTUSAN MK NO.114/PUU-XX/2022 TERKAIT UJI MATERIL UU NO. 7 TAHUN 2017 TENTANG PEMILIHAN UMUM)
Lihat AbstrakAbstract: This study discusses the comparison between open and closed proportional systems in legislative elections, focusing on the analysis of the Constitutional Court (MK) Decision No. 114/PUU-XX/2022 which tests the material of Law No. 7 of 2017 concerning General Elections. In an open proportional system, voters have the freedom to directly elect legislative candidates, while in a closed proportional system, voters only elect political parties, and legislative candidates are determined by the party. This MK decision is important because it confirms the validity of the system used in Indonesian elections and its implications for democracy, political representation, and voter rights. This study aims to outline the legal basis, constitutional arguments, and socio-political impacts of the legislative election system regulated in the Election Law, by viewing the MK decision as a basis for strengthening the clarity of the election system in Indonesia. The results of the study show that the chosen election system affects political representation and public involvement in the election process. Keywords: general election, open proportional system, closed proportional system,                constitutional court Abstrak: Penelitian ini membahas perbandingan antara sistem proporsional terbuka dan tertutup dalam pemilihan umum legislatif, dengan fokus pada analisis Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 114/PUU-XX/2022 yang menguji materi Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam sistem proporsional terbuka, pemilih memiliki kebebasan untuk memilih calon legislatif secara langsung, sedangkan dalam sistem proporsional tertutup, pemilih hanya memilih partai politik, dan calon legislatif ditentukan oleh partai tersebut. Putusan MK ini penting karena menegaskan validitas sistem yang digunakan dalam pemilu Indonesia serta implikasinya terhadap demokrasi, representasi politik, dan hak pemilih. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dasar-dasar hukum, argumen konstitusional, serta dampak sosial-politik dari sistem pemilihan legislatif yang diatur dalam UU Pemilu, dengan melihat keputusan MK sebagai landasan dalam memperkuat kejelasan sistem pemilu di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemilu yang dipilih mempengaruhi keterwakilan politik serta keterlibatan publik dalam proses pemilihan. Kata kunci: pemilihan umum, sistem proporsional terbuka, sistem proporsional tertutup, mahkamah konstitusi |
Very Irawan (Universitas Sumatera Utara); Abd Harris Nasution (Universitas Sumatera Utara); Mirza Nasution (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2084-2092 [PDF] |
| 1850 |
MAKNA SIMBOL- SIMBOL TRADISIONAL DALAM NASKAH DRAMA MANGIR: ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP BUDAYA LOKAL
Lihat AbstrakAnalisis semiotika menekankan penggunaan simbol, tanda, dan makna dalam naskah drama "Mangir" untuk menciptakan pengalaman estetika dan pemahaman yang mendalam bagi pembaca atau penonton. Karakter, plot, dan tema disusun secara semiotik dalam struktur naratif yang hati-hati untuk menghasilkan lapisan-lapisan makna yang kompleks. Pembangunan makna secara keseluruhan diperkuat dengan penggunaan tanda-tanda dalam dialog dan deskripsi latar belakang. Makna konotatif dari kata-kata dan adegan dalam naskah memungkinkan berbagai interpretasi. Di sisi lain, konteks budaya dan historis mempengaruhi cara kita memahami teks secara keseluruhan. Oleh karena itu, analisis semiotika terhadap naskah drama "Mangir" menunjukkan bagaimana interaksi kompleks antara simbol, tanda, dan makna menghasilkan pengalaman estetika yang mendalam dan pemahaman yang kaya. |
Aulia Ramadhani Nasution (Universitas Sumatera Utara); Fadilla Syaputri Nasution (Universitas Sumatera Utara); M. Rully Al- Hadi (Universitas Sumatera Utara); Emma Marsela (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2071-2077 [PDF] |
| 1851 |
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN E-COMMERCE UMKM MENGGUNAKAN IMC (STUDI KASUS PADA GALERI ULOS SIANIPAR)
Lihat AbstrakAbstract: The digital era has opened up new opportunities for MSMEs to develop, one of which is through e-commerce platforms. However, many MSMEs have not succeeded in utilizing e-commerce optimally. This research aims to analyze the marketing communication strategy implemented by the Ulos Sianipar Gallery and analyze the factors that influence its success. This research method uses a qualitative approach with primary and secondary data sources. It was found that the promotional strategy carried out was not integrated and the target market was not clear. Recommendations for effective IMC (Integrated Marketing Communication) strategies include strengthening social media, improving websites, and location-based marketing. It is hoped that this research can provide input to increase the success of MSME e-commerce sales. Keywords: MSMEs, E-commerce, Marketing Communication Strategy, Integrated                 Marketing Communication Abstrak: Era digital telah membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang, salah satunya melalui platform e-commerce. Namun banyak UMKM yang belum berhasil memanfaatkan e-commerce secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan Galeri Ulos Sianipar dan menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Ditemukan bahwa strategi promosi yang dilakukan belum terintegrasi dan target pasar belum jelas. Rekomendasi strategi IMC (Integrated Marketing Communication) yang efektif meliputi penguatan media sosial, penyempurnaan website, dan pemasaran berbasis lokasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk meningkatkan kesuksesan penjualan e-commerce UMKM. Kata kunci: UMKM, E-commerce, Strategi Komunikasi Pemasaran, Komuniksi  Pemasaran Terpadu |
Bimbim Maulana (Universitas Pembangunan Panca Budi); Wulan Dayu (Universitas Pembangunan Panca Budi); Roro Rian Agustin (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2061-2070 [PDF] |
| 1852 |
PERBANDINGAN PUTUSAN SENGKETA MEREK YANG MEMILIKI PERSAMAAN PADA POKOKNYA ANTARA MEREK TERDAFTAR DAN MEREK TERKENAL
Lihat AbstrakAbstract: The importance of a brand in terms of influencing business development in a good or service can be seen from the desire of the public who are buyers or consumers to use goods or services that have a well-known brand. Rapid developments in this era of globalization have increased buyer satisfaction not only seen from the quality of the goods or services used, but also seen from the satisfaction of a person's prestige in using a brand that is considered famous. What are the legal considerations of the judge? Regarding the registration status of trademarks which are substantially similar in the decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 532 K/Pdt.Sus-HKI/2024. The research method in this research includes normative legal types, with analytical descriptive research characteristics. The research approaches are the statutory approach, conceptual approach and statutory approach, with the data sources used in this research namely primary data, secondary data and tertiary data. The data collection technique is literature study and the data collection tool is document study, then analyzed qualitatively. Keywords: Brands, Verdicts, Disputes Abstrak: Pentingnya sebuah merek dalam hal mempengaruhinya perkembangan bisnis dalam suatu barang atau jasa dapat dilihat dari adanya suatu keinginan dari masyarakat yang merupakan pembeli atau konsumen dalam penggunaan barang atau jasa yang memiliki merek terkenal. Perkembangan yang pesat di dalam era globalisasi ini membuat meningkatnya kepuasan pembeli tidak hanya dilihat dari kualitas suatu barang atau jasa yang digunakan, akan tetapi dilihat juga dari kepuasan gengsi seseorang dalam menggunakan merek yang dianggap terkenal.      Bagaimana pertimbangan hukum hakim tentang status pendaftaran merek yang memiliki persamaan pada pokoknya dalam putusan Mahkamah Agung RI Nomor 532 K/Pdt.Sus-HKI/2024. Metode penelitian dalam penelitian ini meliputi jenis hukum normatif, dengan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yaitu pendeketan perundang-undangan (statute approach), pendekaan konsep (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dengan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer, data sekunder dan data tersier. Teknik pengumpulan data yaitu studi kepustakaan dan alat pengumpul data yaitu studi dokumen, selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Kata kunci: Merek, Putusan, Sengketa |
Bambang H.R. Gultom (Universitas Sumatera Utara); Saidin Saidin (Universitas Sumatera Utara); Keizerina Devi Azwar (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2052-2060 [PDF] |
| 1853 |
ANALISIS BEDA RATA-RATA WAKTU TUNGGU PELAYANAN PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN DI RUSD KOTA TANGERANG
Lihat AbstrakAbstract: Waiting time is an important component of the service and is the first gateway that plays an important role in making a good first impression on patients. The Mobile JKN application is an application for the national health insurance system which is a form of digital transformation of the business model created by BPJS Kesehatan. The purpose of this study is to find out the Difference in Average Waiting Time for the Use of Mobile JKN Application services. The study used a cross sectional design. The research was conducted at the Tangerang City Hospital at the dental polyclinic and internal medicine polyclinic. The sampling technique uses the quota sampling technique with a total of 400 samples. The data analysis technique in this study uses the Mann Whitney Test. The results of the study showed that the minimum waiting time for respondents at the dental polyclinic was 67 minutes, and the maximum was 178 minutes. The average waiting time of respondents was 119.15 minutes. Meanwhile, in the internal medicine polyclinic, the minimum waiting time for respondents is 65 minutes, and the maximum is 202 minutes. The average waiting time for respondents was 129.71 minutes. At the dental polyclinic, as many as 62 respondents (44.0%) were users of the Mobile JKN Application and as many as 79 respondents (56.0%) were respondents who came directly. Meanwhile, in the internal medicine poly, as many as 98 respondents (37.8%) were users of the Mobile JKN Application and as many as 161 respondents (62.2%) were respondents who came directly. Keywords: Waiting Time, Mobile JKN, Service Abstrak: Waktu tunggu merupakan komponen penting dalam pelayanan dan merupakan pintu gerbang pertama yang berperan penting dalam memberikan kesan pertama yang baik bagi pasien. Aplikasi Mobile JKN adalah aplikasi untuk sistem asuransi kesehatan nasional yang merupakan bentuk transformasi digital model bisnis yang dibuat oleh BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui beda rata-rata waktu tunggu pelayanan penggunaan Aplikasi Mobile JKN. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di RSUD Kota Tangerang pada poliklinik gigi dan poliklinik penyakit dalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah 400 sampel. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukan bahwa minimal waktu tunggu responden pada poliklinik gigi adalah 67 menit dan maksimal adalah 178 menit. Rata–rata waktu tunggu responden yaitu 119,15 menit. Sedangkan pada poliklinik penyakit dalam, minimal waktu tunggu responden adalah 65 menit dan maksimal adalah 202 menit. Rata–rata waktu tunggu responden 129,71 menit. Pada poliklinik gigi sebanyak 62 responden (44,0%) adalah pengguna Aplikasi Mobile JKN dan sebanyak 79 responden (56,0%) adalah responden yang datang secara langsung. Sedangkan pada poli penyakit dalam sebanyak 98 responden (37,8%) adalah pengguna Aplikasi Mobile JKN dan sebanyak 161 responden (62,2%) adalah responden yang datang secara langsung. Kata kunci: Waktu Tunggu, Mobile JKN, Pelayanan |
Arti Pristiwati Utami (Universitas Esa Unggul); Witri Zuama Qomarania (Universitas Esa Unggul) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2045-2051 [PDF] |
| 1854 |
PERKEMBANGAN KEABSAHAN PERKAWINAN BEDA AGAMA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2013 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
Lihat AbstrakAbstract: This research is based on the fact that interfaith marriages are not strictly regulated in Law No. 1 of 1974 concerning Marriage. This results in a legal vacuum. With the phenomenon of interfaith marriages in Indonesia, the government accommodates interfaith marriages through Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration as a solution to fill this legal vacuum. Article 35 letter a states that marriage registration also applies to marriages determined by the court, namely marriages between people of different religions. This type of normative juridical research is supported by the results of interviews with sources, the research approach uses a statutory approach and a case approach to interfaith marriages which have become court decisions and have permanent legal force. The results of this research show that from an Islamic religious perspective, interfaith marriages are absolutely and absolutely prohibited, from a Christian religious perspective, interfaith marriages are prohibited in its teachings. From the Catholic perspective, interfaith marriages are an obstacle, interfaith marriages are possible with a dispensation, whereas in Buddhism there is no prohibition on interfaith marriages. Keywords: Development, Validity, Interfaith Marriage Abstrak: Penelitian ini di latar belakangi dengan tidak diaturnya perkawinan beda agama secara tegas dalam Undang-Undang No 1 tahun 1974 Tentang Perkawinan. Sehingga mengakibatkan adanya kekosongan hukum. Dengan adanya fenomena perkawinan beda agama di Indonesia pemerintah mengakomodir perkawinan beda agama melalui Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan sebagai solusi untuk mengisi kekosongan hukum tersebut. Dalam pasal 35 huruf a menyebutkan bahwa pencatatan perkawinan berlaku pula bagi perkawinan yang ditetapkan oleh pengadilan adalah perkawinan yang dilakukan antar umat yang berbeda agama. Jenis penelitian yuridis normatif dengan di dukung hasil wawancara dengan narasumber, pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pedekatan kasus terhadap perkawinan beda agama yang telah menjadi penetapan pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam perpektif agama Islam perkawinan beda agama dilarang dan mutlak, perpektif agama Kristen perkawinan beda agama dilarang dalam ajaranya. Perpektif agama Katolik perkawinan beda agama adalah suatu halangan, perkawinan beda agama dimungkinkan dengan adanya dispensasi, sedangkan dalam agama Buddha tidak ada larangan mengenai perkawinan beda agama.  Kata kunci: Perkembangan, Keabsahan, Perkawinan Beda Agama |
Arfansyah Munthe (Universitas Sumatera Utara); Rosnidar Sembiring (Universitas Sumatera Utara); Edy Ikhsan (Universitas Sumatera Utara); Idha Aprilyana Sembiring (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2040-2044 [PDF] |
| 1855 |
KEABSAHAN HASIL ANALISIS AUDIO FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI
Lihat AbstrakAbstract: Forensic audio is used to analyze sounds to show ownership of the sound, which can shed light on the occurrence of a crime and will ultimately be used as evidentiary material. Proving a criminal act will always be related to the presence of evidence. The function of evidence itself is to prove whether or not someone committed a criminal act. By carrying out forensic audio analysis correctly, the results of forensic audio analysis of the sound can be used as evidence. The research method used in writing this thesis is a normative juridical legal research method which is descriptive analytical in nature by conducting library research to obtain the required secondary data, including primary, secondary and tertiary legal materials related to the problem. All data was collected using library research and field research data collection methods. Based on the results of the research, it shows that the results of forensic audio analysis as evidence in criminal acts of corruption have strength after sound analysis has been carried out using the following stages. Used in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP). Keywords: Forensic Audio, Evidence, Crime, Corruption Abstrak: Audio forensik digunakan untuk menganalisis suara untuk menunjukkan kepemilikan suara, yang dapat membuat terang tentang terjadinya suatu tindak pidana dan akhirnya akan digunakan sebagai bahan pembuktian. Pembuktian suatu tindak pidana akan selalu berkaitan dengan adanya alat bukti. Fungsi alat bukti itu sendiri adalah untuk membuktikan benar atau tidaknya seseorang melakukan tindak pidana. Dengan melakukan analisis audio forensik dengan benar maka hasil analisis audio forensik terhadap suara tersebut dapat dijadikan sebagai alat bukti. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah metode penelitian hukum yuridis normatif yang bersifat deskriptif analitis dengan melakukan penelitian kepustakaan guna memperoleh data-data sekunder yang dibutuhkan, meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier terkait dengan permasalahan. Keseluruhan data dikumpulkan dengan menggunakan metode pengumpulan data studi kepustakaan (library research) dan studi lapangan (field research).Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis audio forensik sebagai alat bukti dalam tindak pidana korupsi, memiliki kekuatan setelah dilakukan analisa suara dengan tahapan-tahapan yang digunakan sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP). Kata kunci: Audio Forensik, Alat Bukti, Tindak Pidana, Korupsi |
Adila Perma Ayunda (Universitas Sumatera Utara); Alvi Syahrin (Universitas Sumatera Utara); Edi Yunara (Universitas Sumatera Utara); Ekaputra Ekaputra (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2032-2039 [PDF] |
| 1856 |
HUBUNGAN KELENGKAPAN RESUME MEDIS DENGAN KETEPATAN KODE DIAGNOSIS FRACTURE DAN INJURY DI RSUD KOTA TANGERANG
Lihat AbstrakAbstract: Fracture cases in 2020 in Indonesia, which is the largest country in Southeast Asia, occurred at 1.3 million each year with a prevalence of 5.5% of the population of around 238 million. In the coding of fracture cases, inaccuracies were still found, the cause of these inaccuracies occurred because they did not add a 5-character code. So the aim of this research is to determine the relationship between the completeness of a medical resume and the accuracy of fracture and injury diagnosis codes at Tangerang City Regional Hospital. This type of research is quantitative using a cross sectional design. The sampling technique in this study used a saturated sampling technique, where the entire population in this study was sampled. The sample in this study was 68 medical resumes of fracture and injury patients. Data analysis was carried out using univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-Square analysis test (X2). The results showed that there were 29 (42.6%) incomplete medical resumes and 39 (57.4%) complete resumes. Meanwhile, the accuracy of incorrect fracture and injury diagnosis codes was 53 (77.9%) and the accuracy of correct fracture and injury diagnosis codes was 15 (22.1%). The p-value = 0.000 (0.000 < 0.05) so there is a relationship between the completeness of the medical resume and the accuracy of the fracture and injury diagnosis code at the Tangerang City Regional Hospital. Keywords: Medical Resume, Accuracy Of Diagnosis Codes, Fractures And Injuries Abstrak: Kasus fracture tahun 2020 di Indonesia yang merupakan negara terbesar di Asia Tenggara kejadiannya sebesar 1,3 juta setiap tahunnya dengan prevalensi sebesar 5,5% dari jumlah penduduk yang berkisar 238 juta. Pada pengodean kasus fracture masih ditemukan ketidaktepatan, penyebab ketidaktepatan tersebut terjadi karena tidak menambahkan kode karakter-5. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kelengkapan resume medis dengan ketepatan kode diagnosis fracture dan injury di RSUD Kota Tangerang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian ini dijadikan sampel, sampel dalam penelitian ini sebanyak 68 resume medis pasien fracture dan injury. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji analisis Chi-Square (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa resume medis yang tidak lengkap sebanyak 29 (42.6%) dan resume yang lengkap sebanyak 39 (57.4%). Sedangkan ketepatan kode diagnosis fracture dan injury yang tidak tepat sebanyak 53 (77.9%) dan ketepatan kode diagnosis fracture dan injury yang tepat sebanyak 15 (22.1%). Nilai p-value = 0,000 (0,000 < 0,05) sehingga ada hubungan kelengkapan resume medis dengan ketepatan kode diagnosis fracture dan injury di RSUD Kota Tangerang. Kata kunci: Resume Medis, Ketepatan Kode Diagnosis, Fracture Dan Injury |
Ade Rizqa Rahayu (Universitas Esa Unggul); Nauri Anggita Temesvari (Universitas Esa Unggul) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 2025-2031 [PDF] |
| 1857 |
SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN DAMPAK NARKOBA BAGI GENERASI MUDA KHUSUSNYA PELAJAR
Lihat AbstrakThis study discusses the socialization of drug prevention and impacts for the younger generation, especially students. The main objective of this socialization is to provide a comprehensive understanding of the dangers of drugs, both physically, mentally, socially, and legally, and to encourage students to avoid such risky behavior. The socialization method involves educational activities such as seminars, counseling, and interactive discussions attended by students, teachers, and parents. The results of the study show that consistent and comprehensive socialization is effective in increasing students' awareness of the risks of drugs, as well as strengthening their resilience to reject negative influences. In addition, the involvement of the school and family environment plays a significant role in providing support for students to build a drug-free environment. Thus, drug prevention socialization is an important step in maintaining the health of the younger generation and preparing them as superior human resources. |
Rina hayati Maulidiah; syahriani sirait; Siska Silvia; Julia Anggreyni |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 4 No 2 (2024) |
Hal: 245 - 252 [PDF] |
| 1858 |
INTRUSION DETECTION SYSTEM BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK PENINGKATAN MITIGASI SQL INJECTION DAN SYN FLOOD ATTACK
Lihat AbstrakIntrusion Detection System (IDS) tradisional seringkali tidak mampu mengikuti kecepatan perkembangan serangan, sehingga meninggalkan celah yang dapat dimanfaatkan oleh penyerang. Penelitian ini bertujuan untuk melindungi infrastruktur jaringan dari ancaman keamanan yang semakin kompleks. Dalam penelitian ini, penulis mengusulkan penggunaan model Deep Learning arsitektur CNN VGG-16 pada Intrusion Detection System untuk mitigasi serangan SqL Injection dan Syn Flood dengan proses yang lebih mendalam yaitu dengan penerapan normalisasi data diawal dan teknik augmentation sebagai cara meningkatkan variasi data pelatihan dan mengurangi overfitting. Public dataset yang digunakan CICDDoS2019 dan CSE-CIC-IDS2018. Dengan memanfaatkan kekuatan model Deep Learning dalam mengenali pola serangan yang kompleks dan berubah-ubah, serta teknik augmentation data untuk dapat memberikan tingakat Accuracy yang lebih baik.. Hasil Percobaan menujukkan hasil CNN dengan Arsitektur VGG 16 memiliki Accuracy 99.9261%, loss 0,018590 untuk serangan Syn Flood dan Accuracy 99.9983%, loss 0.001294 untuk Sql Injection. Resnet 50 dengan Accuracy 99.9263% , loss 0.024910 untuk syn flood, Accuracy 99.9962%, loss 0.001749 untuk Sql Injection. InceptionV3 dengan Accuracy 99.7784%, loss 0.015571 untuk serangan syn flood, sedangkan untuk sql injection dengan nilai Accuracy 99.9872% dan loss 0.000392. |
Sahren Sahren (Universitas Royal); Adi Prijuna Lubis (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 1866-1874 [PDF] |
| 1859 |
PENGARUH ETIKA KERJA, BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN YANG DIMEDIASI OLEH KEPUASAN KERJA (STUDI KASUS PADA DOSEN TETAP STMIK ROYAL KISARAN)
Lihat AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh etika kerja (X1), budaya organisasi (X2), terhadap kinerja karyawan (Y) yang di mediasi oleh kepuasan kerja (Z) studi kasus pada dosen tetap STMIK Royal Kisaran. Data yang dikumpulkan dari 60 responden menggunakan observasi, dokumentasi, interview, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (58%), dengan rentang usia terbanyak 26-40 tahun (82%). Sebagia besar responden memiliki pengalaman kerja > 10 tahun (47%) dan latar belakang pendidikan S2 (97%). Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung, etika kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen, etika kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dosen. Secara tidak langsung kepuasan kerja memediasi hubungan antara variabel etika kerja dengan variabel kinerja. Dan secara tidak langsung kepuasan kerja juga memediasi hubungan antara variabel budaya organisasi dengan variabel kinerja |
Dhani Alhamidi Lubis (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara); R Sabrina (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara); Hasrudy Tanjung (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 1859-1865 [PDF] |
| 1860 |
BENTUK-BENTUK PENYIMPANGAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI INDONESIA
Lihat AbstrakPKH (Program keluarga harapan) adalah suatu upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dengan memberikan bantuan keuangan kepada keluarga miskin guna meningkatkan kesejahteraan mereka. Namun, beberapa individu memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi, menyebabkan adanya pelanggaran dalam distribusi bantuan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan PKH di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka, yang menganalisis informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya. Berdasarkan kajian ini, terdapat dua jenis penyimpangan utama. Pertama, dana bantuan PKH disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, bukan diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kedua, bantuan tidak disalurkan secara tepat sasaran. Penelitian sebelumnya cenderung lebih banyak membahas masalah akuntabilitas dalam distribusi PKH, dengan rekomendasi untuk memperbaiki proses pendataan calon penerima agar lebih tepat sasaran demi mencapai tujuan PKH. |
Tiana Yulianti (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga); Rina Apriani (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga); M Arif Budiman Hakim (Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 7 No 4 (2024) |
Hal: 1854-1858 [PDF] |