| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 361 |
PENGARUH DUKUNGAN PEMIMPIN TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF TENAGA KESEHATAN PEREMPUAN : PERAN MEDIASI WORK-LIFE BALANCE
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to explain the Influence of Leader Support on Affective Commitment of Female Health Workers, this study identified Work-Life Balance as a mediator. This study used a survey involving 184 employees to test the proposed mediation model and applied SEM-PLS analysis. The results of this study indicate that leader support has a positive influence on affective commitment, affective commitment has a positive influence on work-life balance, leader support has a positive influence on work-life balance and work-life balance mediates leader support on affective commitment of health workers in Bengkalis Regency. By using the Social Exchange Theory framework, which explains that the relationship between leaders and employees is reciprocal, this study contributes to the literature on the influence of leader support on affective commitment of female health workers, this study identified Work-Life Balance as a mediator. Only a few previous studies have explored the influence of leader support on affective commitment of female health workers. Keywords: Leader Support, Affective Commitment, Work-life Balance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan Pengaruh Dukungan Pemimpin Terhadap Komitmen Afektif Tenaga Kesehatan Perempuan, penelitian ini mengidentifikasi Work-Life Balance sebagai mediator.Penelitian ini menggunakan survei yang melibatkan 184 pegawai untuk menguji model mediasi yang diusulkan dan menerapkan analisis SEM-PLS.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan pemimpin memiliki pengaruh poditif terhadap komitmen afektif, komitmen afektif memiliki pengaruh positif terhadap work-life balance, dukungan pemimpin memiliki pengaruh positif terhadap work-life balance dan work-life balance memediasi dukungan pemimpin terhadap komitmen afektif petugas kesehatana di Kabupaten Bengkalis.Dengan menggunakan kerangka Social Exchange Theory, yang menjelaskan bahwa hubungan antara pemimpin dan karyawan bersifat timbal balik, penelitian ini memberikan kontribusi literatur pengaruh dukungan pemimpin terhadap komitmen afektif tenaga kesehatan perempuan, penelitian ini mengidentifikasi Work-Life Balance sebagai mediator. Hanya sedikit penelitian sebelumnya yang mengeksplorasi pengaruh dukungan pemimpin terhadap komitmen afektif tenaga kesehatan perempuan. Kata Kunci: Dukungan Pemimpin, Komitmen Afektif, Work-life Balance |
Rizka Anita (Universitas Lancang Kuning); Adi Rahmat (Universitas Lancang Kuning); Indah Daulay (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2650-2660 [PDF] |
| 362 |
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DALAM MEDIA PROMOSI SPMB DI MTS ZIA SALSABILA KABUPATEN DELI SERDANG
Lihat AbstrakAbstract: The success of increasing the number of new student enrollments is greatly influenced by the implementation of effective and well-planned marketing strategies. This study aims to analyze the marketing strategies implemented by the Promotion and New Student Admission System (SPMB) unit at MTs Zia Salsabila. Using a case study approach, this research focuses on examining the implementation of marketing strategies in school promotional activities as well as the execution of the new student admission process. This study found that promotional strategies implemented through social media, supported by the dissemination of educational content and collaboration with elementary schools, have a significant impact on increasing prospective students' interest and the number of applicants to educational institutions. In addition, the application of digital-based marketing strategies has proven effective in expanding outreach to students. The study recommends continuous evaluation of marketing strategies to ensure they remain aligned with current trends and the needs of students, thereby optimizing the institution’s attractiveness in recruiting applicants. Keywords: Digital Marketing, Marketing Strategy, Promotional Media, Madrasah, Education Abstrak: Keberhasilan peningkatan jumlah peserta didik baru sangat dipengaruhi oleh penerapan strategi pemasaran yang efektif dan terencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh unit Promosi dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di MTs Zia Salsabila. Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini berfokus pada pengkajian implementasi strategi pemasaran dalam kegiatan promosi sekolah serta pelaksanaan proses penerimaan peserta didik baru. Penelitian ini menemukan bahwa strategi promosi melalui media sosial, didukung oleh penyebaran konten edukatif serta kerja sama dengan Sekolah Dasar, memberikan dampak yang signifikan dalam meningkatkan minat dan jumlah pendaftar pada lembaga pendidikan.Di samping itu, penerapan strategi pemasaran berbasis digital terbukti efektif dalam memperluas jangkauan kepada calon murid. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya evaluasi secara berkelanjutan terhadap strategi pemasaran agar tetap relevan dengan perkembangan tren dan kebutuhan calon murid, sehingga mampu mengoptimalkan daya tarik institusi dalam menjaring pendaftar. Kata Kunci: Digital Marketing, Strategi Pemasaran, Media Promosi, Madrasah, Pendidikan |
Nurhadida Nasution (Universitas Deli Sumatera); Muhammad Ilham (Universitas Deli Sumatera) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 3 (2026) |
Hal: 3347-3353 [PDF] |
| 363 |
STRATEGI ADOPSI TEKNOLOGI KESEHATAN DIGITAL DI KLINIK PRATAMA DURI DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY-ORGANIZATION-ENVIRONMENT (TOE)
Lihat AbstrakAbstrack: Belman Junaidi, Postgraduate School of Management, Lancang Kuning Univerisity. Digital Health Technology Adoption Strategy at Duri Primary Clinic Using TOE Approach. Supervisory Chairpeson Assoc. Prof. Dr. Adi Rahmat, S.E., M.M and Supervisory Member Dr. Richa Afriana Munthe, S.E., M.M.The purpose of this study was to determine the digital health technology adoption strategy at the Pratama Duri Clinic using the TOE Approach. Using the Technology-Organization-Environment (TOE) framework for health technology adoption strategies is to identify and analyze key factors that influence the success of technology implementation in the health system. This study uses a quantitative research type. The data collection technique uses a questionnaire. The sample in this study amounted to 61 employees of the Pratama Reza Medika Clinic, Pratama Khaira Clinic and Pratama Mandau Sejahtera Clinic. This study used Partial Least Squares (PLS) data analysis. The results of the study indicate that digital health technology has a significant influence through the TOE approach (Technology, Organization and Environment). Keywords: Strategy, Adoption, Digital Health, TOE Approach. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi adopsi teknologi kesehatan digital di Klinik Pratama Duri dengan Pendekatan TOE. Menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) untuk strategi adopsi teknologi kesehatan adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan implementasi teknologi dalam sistem kesehatan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 61 orang karyawan Klinik Pratama Reza Medika, Klinik Pratama Khaira dan Klinik Pratama Mandau Sejahtera. Penelitian ini menggunakan analisa data Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi kesehatan digital berpengaruh signifikan melalui pendekatan TOE (Teknologi, Organisasi dan Lingkungan). Kata Kunci: Strategi, Adopsi, Kesehatan Digital, Pendekatan TOE. |
Richa Afriana Munthe (Universitas Lancang Kuning); Adi Rahmat (Universitas Lancang Kuning); Belman Junaidi (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2644-2649 [PDF] |
| 364 |
JARINGAN SYARAF TIRUAN DIAGNOSA PENYAKIT ISPA MENGGUNAKAN METODE BACKPROPAGATION
Lihat AbstrakAbstract: Artificial neural networks are one of the information processing systems designed to imitate the way the human brain works in solving a problem by learning through changes in its weights. Artificial neural networks are also an alternative to solving various problems in decision making based on the training provided. JST applications can be applied in various fields, one of which is in the health sector. This study also focuses on the diagnosis of acute respiratory infections using the backpropagation method. By using the Neural Network Backpropagation algorithm, the study developed an intelligent application system that can help diagnose ARI. The number of sufferers of Acute Respiratory Infection (ARI) in Indonesia is still high, ARI must be treated properly according to an accurate diagnosis. Acute Respiratory Infection (ARI) is a disease caused by the environment and is one of the main causes of high morbidity and mortality. ARI is also one of the diseases that must be considered by the wider community because it can cause death, especially in children and toddlers. ARI usually has several symptoms such as coughing, shortness of breath, fever, sore throat, and runny nose. The disease is often difficult to diagnose accurately and timely, so that the treatment is also not optimal. This method is expected to minimize misdiagnosis and improve and provide appropriate treatment. This method can also help medical personnel in areas that may have limitations in diagnosing the disease. So it can be concluded that the Backpropagation Artificial Neural Network by applying the right model can produce a good level of accuracy which can then be used as an alternative to diagnose the ARI disease and the application created is able to diagnose ARI optimally. Keywords: Artificial Neural Network, Diagnosis, ARI, Toddlers, Backpropagation Neural Network. Abstrak: Jaringan saraf tiruan merupakan salah satu sistem pemrosesan informasi yang didesain dengan menirukan cara kerja otak manusia dalam menyelesaikan suatu masalah dengan melakukan proses belajar melalui perubahan bobotnya. Jaringan syaraf tiruan juga salah satu alternatif untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan dalam pengambilan keputusan berdasarkan pelatihan yang diberikan. Aplikasi JST dapat diterapkan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang kesehatan. Penelitian ini juga berfokus pada diagnosa penyakit ispa yang menggunakan metode backpropagation. Dengan menggunakan algoritma Neural Network Backpropagation, penelitian mengembangkan sebuah sistem aplikasi cerdas yang dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit ISPA. Angka penderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Indonesia masih tinggi, ISPA harus ditangani dengan tepat sesuai diagnosis yang akurat. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit akibat lingkungan dan menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian.Penyakit Ispa juga merupakan salah satu penyakit yang harus diperhatikan oleh masyarakat luas karena dapat menyebabkan kematian, terutama pada anak-anak dan balita. Penyakit ispa biasanya memiliki beberapa gejala seperti batuk,sesak nafas,demam,sakit tenggorokan,dan pilek. Penyakit tersebut seringkali sulit di diagnosis secara akurat dan tepat waktu, sehingga penanganan yang dilakukan juga tidak optimal. Metode ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan diagnosis dan meningkatkan dan memberikan penanganan yang tepat. Metode ini juga dapat membantu tenaga medis di daerah yang mungkin memiliki keterbatasan dalam mendiagnosa penyakit tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dengan menerapkan model yang tepat dapat menghasilkan tingkat akurasi yang baik yang selanjutnya dapat digunakan sebagai alternatif untuk melakukan diagnosa penyakit ISPA tersebut dan aplikasi yang dibuat mampu untuk mendiagnosis penyakit ISPA secara optimal. Kata Kunci: Jaringan Saraf Tiruan,Diagnosa, ISPA, Balita, Neural Network Backpropagation. |
Muhammad Sabir Ramadhan (Universitas Asahan); Elly Soraya (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2637-2643 [PDF] |
| 365 |
STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BUMDES SANGEHAO
Lihat AbstrakAbstract: Human Resource Management (HRM) plays a strategic role in improving employee performance through the systematic management of recruitment, training, development, evaluation, and compensation. This study aims to analyze how key practices in HRM contribute to improving employee performance in modern organizations. The research method employed is a literature review, examining various relevant books, national journals, and scientific articles. The findings indicate that the implementation of effective HR functions such as competency-based recruitment, continuous training, objective performance appraisal systems, and fair compensation has a significant relationship with increased employee motivation, productivity, and work quality. Furthermore, HR management that is responsive to changes in the business environment can foster a positive work climate and an adaptive organizational culture. This study confirms that HR management is not merely an administrative function but a key element in achieving organizational goals through the enhancement of employee performance quality. Keywords: Human Resource Management, Employee Performance, Training, Recruitment, Compensation, Literature Review Abstrak: Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan melalui pengelolaan yang sistematis terhadap rekrutmen, pelatihan, pengembangan, evaluasi, dan pemberian kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik-praktik utama dalam manajemen SDM berkontribusi terhadap peningkatan kinerja karyawan pada organisasi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan mengkaji berbagai buku, jurnal nasional, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan fungsi SDM yang efektif, seperti rekrutmen berbasis kompetensi, pelatihan berkelanjutan, sistem penilaian kinerja yang objektif, serta pemberian kompensasi yang adil, memiliki hubungan yang signifikan terhadap peningkatan motivasi, produktivitas, dan kualitas kerja karyawan. Selain itu, manajemen SDM yang responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis juga mampu mendorong terciptanya iklim kerja positif dan budaya organisasi yang adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen SDM bukan hanya fungsi administratif, tetapi merupakan elemen kunci dalam mencapai tujuan organisasi melalui penguatan kualitas kinerja karyawan. Kata Kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Karyawan, Pelatihan, Rekrutmen, Kompensasi, Studi Literatur. |
Yamolala Zega (Universitas Nias) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2615-2622 [PDF] |
| 366 |
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PERUSAHAAN SWASTA DI KOTA MEDAN
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to examine the effect of leadership and work environment on employee performance in private companies in Medan City. The background of this research is based on the importance of human resources in enhancing company competitiveness, as well as the existing issues related to leadership and work environment conditions that affect employee performance. This research employs a quantitative approach with an associative research design. The population consists of all employees working in private companies in Medan City, with samples selected using a random sampling technique. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS software. The results indicate that leadership has a positive and significant effect on employee performance. The work environment also has a positive and significant effect on employee performance and shows a more dominant influence compared to leadership. Simultaneously, leadership and work environment significantly affect employee performance. The coefficient of determination shows that both variables explain 45.4% of the variation in employee performance, while the remaining is influenced by other factors not examined in this study. In conclusion, improving employee performance can be achieved through enhancing leadership quality and creating a conducive work environment. This study is expected to provide useful insights for companies in managing human resources more effectively. Keywords: Leadership, Work Environment, Employee Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan swasta di Kota Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran sumber daya manusia dalam meningkatkan daya saing perusahaan, serta masih ditemukannya permasalahan terkait kepemimpinan dan kondisi lingkungan kerja yang berdampak pada kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada perusahaan swasta di Kota Medan, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, bahkan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kepemimpinan. Secara simultan, kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan sebesar 45,4% variasi kinerja karyawan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja karyawan dapat dilakukan melalui perbaikan kualitas kepemimpinan serta penciptaan lingkungan kerja yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia secara lebih efektif. Kata Kunci: Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan. |
Fahmi Sulaiman (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan); Regen (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan); Dian Purnama Sari (Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2607-2614 [PDF] |
| 367 |
VISUAL STORYTELLING ON INSTAGRAM: A CRITICAL REVIEW OF MARKETING COMMUNICATION IN THE CREATIVE ECONOMY
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the role of visual storytelling (VS) in increasing user engagement on Instagram within the context of the creative economy. This study positions visual storytelling as an ideological practice rooted in affective domination, platform logic, and cultural commodification. This differs from the use of instrumental narratives that emphasize marketing effectiveness. The research method employed is a qualitative approach using critical interpretative and thematic synthesis. The analyzed literature comprises 48 articles relevant to the research objectives. The findings reveal that visual storytelling is perceived as a creative and authentic means of marketing communication. It also functions to establish mechanisms capable of exerting subtle dominance. Strategically, it leverages the potential of modified emotions, cultural identity, and creativity regulated by platform algorithms. The theoretical contribution of this research confirms that visual storytelling serves as a space for narrative dominance, where stories are reduced to instruments aligned with the interests of the market and the platform. These findings further strengthen perspectives within the literature on digital culture and critical marketing. This study also places significant emphasis on human-centered digital communication ethics, transparency, and cultural appropriateness. Therefore, the effectiveness of visual storytelling is not only measured by the level of consumer engagement, but also by its impact on equity and meaning within the creative economy ecosystem. Keywords: Visual Storytelling; Consumer Engagement; Instagram; Creative Economy Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran visual storytelling (VS) dalam meningkatkan keterlibatan pengguna di Instagram dalam konteks ekonomi kreatif. Studi ini meletakkan visual storytelling sebagai praktik ideologis yang berakar pada dominasi afektif, logika platform, dan komodifikasi budaya. Hal tersebut memiliki perbedaan dari penggunaan narasi instrumental yang menekankan efektivitas pemasaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui critical interpretative dan thematic synthesis. Hasil literatur yang di analisis berjumalah 48 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil temuan yang didapatkan bahwa visual storytelling dinilai sebagai cara kreatif dan asli dalam melakukan komunikasi pemasaran. Kemudian juga berfungsi untuk membentuk mekanisme yang bisa mendominasi secara halus. Secara strategis memanfaatkan potensi emosi yang dimodifikasi, identitas budaya dan kreativitas yang diatur oleh algoritma platform. Kontribusi teoritis penelitian menegaskan bahwa visual storytelling menjadi tempat dominasi naratif yang menggunakan cerita yang direduksi menjadi instrumen yang mengacu pada kepentingan pasar dan platform. Temuan ini semakin memperkuat perspektif dalam literatur budaya digital dan pemasaran kritis. Penelitian ini juga memberikan penekanan penting terhadap etika komunikasi digital yang berpusat pada diri manusia, transparansi dan kesesuaian budaya. Maka dari itu, efektivitas visual storytelling bukan hanya diukur dari tingkat keterlibatan konsumen, namun juga dari pengaruhnya terhadap keadilan dan pemaknaan dalam ekosistem ekonomi kreatif Kata Kunci: Visual Storytelling; Keterlibatan Konsumen; Instagram; Ekonomi Kreatif |
Arief Budiman (Universitas Pembangunan Nasional Veteran); Yohana Yulianti Simbolon (Politeknik Negeri Medan); Mawaddah (Politeknik Negeri Medan); Ryndian Gusty (Politeknik Negeri Medan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2588-2597 [PDF] |
| 368 |
OPTIMIZING PATIENT SERVICE PRIORITY DETERMINATION IN THE EMERGENCY DEPARTMENT USING THE K-MEANS ALGORITHM AT RSUD LANGSA ACEH
Lihat AbstrakAbstract: Emergency Department (ED) services require speed, accuracy, and coordination among medical staff. Langsa Aceh Regional General Hospital, a Type B hospital, faces a high volume of patient visits that could lead to inefficiencies, particularly in determining service priorities. This study aims to optimize ED patient segmentation to support service prioritization using the K-Means clustering algorithm. The data used consists of 31,761 ED patient records from Langsa Regional General Hospital in 2025; after preprocessing, 24,062 records meeting the analysis criteria were obtained. Research variables included visit frequency, visit interval, type of service, duration of service, and patient urgency level. The research method employed a quantitative approach using data mining techniques with the K-Means algorithm. The results showed the formation of three clusters with a Silhouette Score of 0.6213, indicating good clustering quality. The resulting clusters represent the categories of non-urgent, semi-urgent, and complex care needs patients. These segmentation results can support more systematic service prioritization, improve efficiency, accelerate response times, and support a data-driven triage system at the Langsa Regional General Hospital Emergency Department in Aceh. Keywords: K-Means Clustering, Medical Informatics, Patient Care Prioritization, Patient Segmentation, Healthcare Data Mining Abstrak: Pelayanan pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut kecepatan, ketepatan, dan koordinasi antar tenaga medis. RSUD Langsa Aceh sebagai rumah sakit tipe B menghadapi tingginya jumlah kunjungan pasien yang berpotensi menimbulkan ketidakefisienan, khususnya dalam penentuan prioritas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan segmentasi pasien IGD untuk mendukung penentuan prioritas pelayanan menggunakan algoritma K-Means clustering. Data yang digunakan merupakan data pasien IGD RSUD Langsa tahun 2025 sebanyak 31.761 record, dan setelah preprocessing diperoleh 24.062 data yang memenuhi kriteria analisis. Variabel penelitian meliputi frekuensi kunjungan, interval kunjungan, jenis layanan, durasi pelayanan, dan tingkat urgensi pasien. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik data mining dengan algoritma K-Means. Hasil penelitian menunjukkan terbentuk tiga cluster dengan nilai Silhouette Score sebesar 0,6213 yang mengindikasikan kualitas pengelompokan baik. Cluster yang dihasilkan merepresentasikan kategori pasien non-urgensi, semi-urgensi, dan kebutuhan pelayanan kompleks. Hasil segmentasi ini dapat mendukung penentuan prioritas pelayanan secara lebih sistematis, meningkatkan efisiensi, mempercepat waktu respon, serta mendukung sistem triase berbasis data di IGD RSUD Langsa Aceh. Kata Kunci: K-Means Clustering, Informatika Medis, Prioritas Pelayanan Pasien, Segmentasi Pasien, Data Mining Kesehatan |
Lewika Tampubolon (Universitas Pembangunan Panca Budi); Fachrurazy (Universitas Pembangunan Panca Budi); Lola Astri Nadita (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Irfan Sarif (Universitas Pembangunan Panca Budi); Salwa Nur JB (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2581-2587 [PDF] |
| 369 |
ANALISIS OPINI PUBLIK MENGENAI BATAS USIA PENGGUNAAN SOSMED ANAK INDONESIA MENGGUNAKAN PENDEKATAN MACHINE LEARNING
Lihat AbstrakAbstract: This research looks at how people feel about government rules that limit children under 16 from using social media. This study uses data consisting of 4,651 social media posts obtained through scraping, as well as questionnaire responses from 338 participants at a public junior high school in the Deli Serdang region.In this study, two types of classification models were used: Support Vector Machine (SVM) and Random Forest. These models were compared to see how well they perform. This method serves as a means of achieving relatively similar levels of accuracy. The results indicate that both models perform at comparable accuracy levels. However, SVM demonstrates superior performance in maintaining class balance, as indicated by a higher macro F1-score of 0.85, compared to Random Forest, which tends to be more biased toward the neutral class. Further analysis shows that the neutral class is the most common in the sentiment distribution. Additionally, the models often have difficulty accurately recognizing positive sentiment, probably because they tend to be cautious and classify uncertain inputs as neutral. This study doesn't use special methods to balance the data, so it can check how well the model works when the data is naturally unbalanced. This method helps us understand how public opinion reacts to government policies, especially those affecting children, as the main focus of the analysis. Keywords: Access Restriction, Sentiment Analysis, Public Opinion, Children, Social Media Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis perasaan masyarakat umum terhadap kebijakan yang dibuat pemerintah yang membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke media sosial. Data yang digunakan berasal dari hasil pengumpulan data melalui scraping media sosial sebanyak 4651 data dan data dari kuesioner yang diisi oleh 338 responden dari salah satu SMP Negeri Wilayah Deli Serdang. Model klasifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Support Vector Machine (SVM) dan Random Forest sebagai perbandingan dalam melihat performa. Hasil pengujian menunjukkan kedua model memiliki tingkat akurasi relativ sama. Namun, SVM menunjukkan hasil yang lebih baik dalam menjaga keseimbangan antar kelas dengan skor F1 makro sebesar 0,85, dibandingkan dengan Random Forest yang cenderung lebih condong ke kelas netral. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa kelas netral mendominasi dalam penyebaran sentimen, Kemudian, model juga sering kesulitan dalam mengenali perasaan positif dikarenakan model cenderung konservatif dengan memilih netral. Dalam penelitian ini tidak mengklasifikasi secara khusus seperti model imbalance data untuk melihat performa tanpa perlu Teknik sampling guna melihat seberapa dan kenapa opini publik bereaksi terhadap suatu kebijakan pemerintahan khususnya terhadap anak anak sebagai output utama Kata Kunci: Pembatasan, Sentimen, Opini, Anak Anak, Media Sosial |
Adi Putra (Universitas Panca Budi); Sri Hidayati (Universitas Panca Budi); Nauval Alfarizi (Universitas Panca Budi); Muhammad Irfan Sarif (Universitas Panca Budi); Prima Lydia (Universitas Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2572-2580 [PDF] |
| 370 |
SEMIOTIKA ROLAND BARTHES: REPRESENTASI DINAMIKA SOSIAL FILM TILIK SUTRADARA WAHYU AGUNG PRASETYO
Lihat AbstrakAbstract: This study explores the representation of social dynamics in the film Tilik (2018) by Wahyu Agung Prasetyo using the semiotic approach of Roland Barthes. In this research, a qualitative descriptive-analytical method is employed to identify and interpret visual and verbal signs. Three layers of meaning—denotation, connotation, and myth—are used in the analysis. The results show that the film Tilik portrays the social dynamics of rural communities, particularly interactions among women. These interactions are characterized by prevailing cultural norms, constructions of social status, and the practice of gossip. At the denotative level, the film depicts the everyday activities of village communities, while at the connotative level, it reveals social jealousy, social control, and gender stereotypes. At the level of myth, the film constructs collective values such as the importance of maintaining women's dignity, strong social solidarity, and the legitimization of gossip as a means of regulating social norms. Therefore, the film Tilik not only reflects social reality but also conveys deeper cultural meanings. Keywords: Semiotics, Roland Barthes, Social Dynamics, Film, Cultural Representation Abstrak: Studi ini mengeksplorasi representasi dinamika sosial dalam film Tilik (2018) oleh Wahyu Agung Prasetyo menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dalam penelitian ini, metode deskriptif-analitis kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi dan menafsirkan tanda visual dan verbal. Tiga lapisan makna—denotasi, konotasi, dan mitos—digunakan untuk melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Tilik menunjukkan dinamika sosial masyarakat pedesaan, terutama interaksi antarperempuan. Norma budaya yang berkembang, konstruksi status sosial, dan praktik gosip menandai interaksi ini. Dalam film, aktivitas sehari-hari masyarakat desa diungkapkan pada tingkat denotatif, sedangkan kecemburuan sosial, kontrol sosial, dan stereotip gender diungkapkan pada tingkat konotatif. Mitos menciptakan nilai kolektif seperti pentingnya mempertahankan martabat perempuan, solidaritas sosial yang kuat, dan legitimasi gosip sebagai cara untuk mengontrol norma. Akibatnya, film Tilik menunjukkan realitas sosial dan memiliki makna kultural. Kata Kunci: Semiotika, Roland Barthes, Dinamika Sosial, Film, Representasi Budaya |
Sri Wahyuni (Universitas Potensi Utama); Triadi Sya’Dian (Universitas Negeri Medan); Giovani (Universitas Potensi Utama); Dani Manesah (Universitas Potensi Utama); Surya Darma (Universitas Potensi Utama) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2566-2571 [PDF] |
| 371 |
INDOGLISH IN SELECTED INDONESIAN SOCIAL MEDIA COMMENTS: A QUALITATIVE ANALYSIS
Lihat AbstrakAbstract: The rise of "Indoglish," a hybrid language that combines Indonesian and English in online communication, is one way that the growing use of social media has impacted bilingual communication habits among Indonesian users. The purpose of this study is to describe how Indoglish reflects social and digital communication patterns among Indonesian social media users, as well as to identify the many forms of code-mixing employed in Indoglish expressions and assess their communicative purposes. This study used a sociolinguistic approach in conjunction with a descriptive qualitative method. Twenty-five Indonesian social media comments using Indoglish expressions that were gathered using a documentation technique made up the data. Hoffman's communicative function theory, Muysken's theory of code-mixing, and sociolinguistic viewpoints on digital communication were used to analyze the data. Four types of code- mixing were identified by the results: intra-sentential, alternation, insertion, and tag switching. In the comments, intra-sentential code-mixing was the most common of these categories. Furthermore, the analysis demonstrated that Indoglish fulfilled a number of communicative purposes, such as identity- related, religious, persuasive, supportive, expressive, and solidarity. Additionally, the results show that Indoglish reflects modern digital communication techniques related to online identity formation, audience interaction, and emotional expression. According to the study's findings, Indoglish is a dynamic multilingual communication technique used in Indonesian social media interactions Keywords: Code-Mixing, Digital Communication, Indoglish, Social Media, Sociolinguistics. Abstrak: Meningkatnya penggunaan media sosial telah memengaruhi kebiasaan komunikasi bilingual di kalangan pengguna Indonesia, salah satunya melalui munculnya “Indoglish,” yaitu bahasa hibrida yang menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam komunikasi daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana Indoglish merefleksikan pola komunikasi sosial dan digital di kalangan pengguna media sosial Indonesia, serta mengidentifikasi berbagai bentuk campur kode yang digunakan dalam ekspresi Indoglish dan menilai fungsi komunikatifnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa dua puluh lima komentar media sosial berbahasa Indoglish yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori fungsi komunikatif Hoffman, teori campur kode Muysken, serta perspektif sosiolinguistik mengenai komunikasi digital. Hasil penelitian mengidentifikasi empat jenis campur kode, yaitu intra-sentensial, alternasi, penyisipan, dan tag switching. Di antara kategori tersebut, campur kode intra-sentensial merupakan jenis yang paling dominan ditemukan dalam komentar. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa Indoglish memiliki berbagai tujuan komunikatif, seperti fungsi identitas, religius, persuasif, suportif, ekspresif, dan solidaritas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Indoglish mencerminkan teknik komunikasi digital modern yang berkaitan dengan pembentukan identitas daring, interaksi audiens, dan ekspresi emosional. Berdasarkan temuan penelitian, Indoglish dapat dipahami sebagai teknik komunikasi multilingual yang dinamis dalam interaksi media sosial di Indonesia.Kata Kunci: Campur Kode, Komunikasi Digital, Indoglish, Media Sosial, Sosiolinguistik. |
Karisma Erikson Tarigan (Universitas Katolik Santo Thomas) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 3 (2026) |
Hal: 3670-3679 [PDF] |
| 372 |
KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN REALITA MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PADA SISWA SMPN 8 PALANGKA RAYA
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to determine the application of group counseling using a reality approach to reduce truancy behavior among eighth-grade students at SMP Negeri 8 Palangka Raya in the 2025/2026 academic year. The research employed a pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 4 students selected through purposive sampling based on their tendency to engage in truancy. Data were collected using a truancy behavior questionnaire and analyzed using a t-test. The results showed that the average pre-test score of 67.25 (high category) decreased to 35.5 (low category) in the post-test, with a reduction of 31.75. The hypothesis test results indicated that the calculated t-value (29.44) was greater than the t-table value (3.182) at a 5% significance level, so the alternative hypothesis was accepted. It can be concluded that group counseling with a reality approach is effective in reducing students’ truancy behavior. Keywords: Group Counseling; Reality Approach; Truancy. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan konseling kelompok dengan pendekatan realita dalam mengurangi perilaku membolos pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Palangka Raya tahun pelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kecenderungan perilaku membolos. Data dikumpulkan melalui angket perilaku membolos dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test sebesar 67,25 (kategori tinggi) menurun menjadi 35,5 (kategori rendah) pada post-test, dengan penurunan sebesar 31,75. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung (29,44) lebih besar dari t tabel (3,182) pada taraf signifikan 5%, sehingga hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok dengan pendekatan realita efektif dalam mengurangi perilaku membolos siswa. Kata Kunci: Konseling Kelompok; Pendekatan Realita; Perilaku Membolos. |
Susi Sukarningsi (Universitas Palangka Raya); Romiaty Romiaty (Universitas Palangka Raya); Lilis Sa’diah Damayanti (Universitas Palangka Raya) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 3 (2026) |
Hal: 3375-3380 [PDF] |
| 373 |
ANALISIS KOMPARASI K-MEANS DAN K-MEDOIDS DALAM PEMETAAN WILAYAH PRIORITAS DISTRIBUSI BBM BERSUBSIDI SUMATERA UTARA
Lihat AbstrakAbstract: The inequality in the distribution of subsidized fuel (BBM) is a strategic issue in North Sumatra Province, influenced by the volume of motorcycles, cars, buses, and trucks across 33 Regencies/Cities. This research aims to map priority distribution areas using clustering techniques by comparing the performance of the K-Means and K-Medoids algorithms. Real data on the number of vehicles from 2025, sourced from BPS North Sumatra Province, serves as the primary variable. Evaluation results using the Silhouette Score indicate that the K-Means algorithm demonstrates superior performance with a score of 0.63, compared to K-Medoids which only reached 0.09. K-Means successfully identified Medan City as an extreme outlier requiring independent distribution policies, whereas K-Medoids experienced overlap among smaller regional clusters. These findings provide empirical recommendations for policymakers to ensure that subsidized fuel quota allocations are more accurately targeted. Keywords: K-Means; K-Medoids; Subsidized Fuel; Clustering; North Sumatra. Abstrak: Ketimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi merupakan isu strategis di Provinsi Sumatera Utara yang dipengaruhi oleh volume kendaraan motor, mobil, bus, dan truk di 33 Kabupaten/Kota. Penelitian ini bertujuan memetakan wilayah prioritas distribusi menggunakan teknik clustering dengan membandingkan performa algoritma K-Means dan K-Medoids. Data riil jumlah kendaraan tahun 2025 dari BPS Provinsi Sumatera Utara digunakan sebagai variabel utama. Hasil evaluasi menggunakan Silhouette Score menunjukkan bahwa algoritma K-Means memiliki performa lebih unggul dengan skor 0,63 dibandingkan K-Medoids yang hanya mencapai 0,09. K-Means berhasil mengidentifikasi Kota Medan sebagai extreme outlier yang memerlukan kebijakan distribusi mandiri, sementara K-Medoids mengalami tumpang tindih (overlap) pada klaster daerah kecil. Temuan ini memberikan rekomendasi empiris bagi pengambil kebijakan agar alokasi kuota BBM subsidi lebih tepat sasaran. Kata kunci: K-Means; K-Medoids; BBM Bersubsidi; Clustering; Sumatera Utara. |
Ade Iskandar (Universitas Pembangunan Panca Budi); Aradi Sebayang (Universitas Pembangunan Panca Budi); Tengku Didi Ferdillah (Universitas Pembangunan Panca Budi); Toni Prabowo (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Fuad Hafiz (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Zainal Arifin Pohan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Muhammad Syahputra Novelan (Universitas Pembangunan Panca Budi) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 3 (2026) |
Hal: 3302-3309 [PDF] |
| 374 |
PENGARUH LEVERAGE, LIKUIDITAS DAN ROA (RETURN ON ASSET) TERHADAP FIRM VALUE PADA PERUSAHAAN INDEKS LQ45 YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2021-2023
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to examine the effect of Leverage measured by Debt to Equity Ratio (DER), Liquidity measured by Current Ratio (CR), and Return On Asset (ROA) on Firm Value measured by Price to Book Value (PBV) in LQ45 Index companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2023. The research method applied is descriptive quantitative with multiple linear regression analysis using SPSS version 27. The research population consisted of 45 companies, and through purposive sampling, 25 companies were selected as samples with 3 years of observation, producing 75 data observations. Classical assumption test results indicate that data are normally distributed (Asymp.Sig = 0.200 > 0.05), free from multicollinearity, free from heteroscedasticity, and no autocorrelation occurred (DW = 1.045). The Ftest results show that simultaneously DER, CR, and ROA have a significant effect on PBV with Fcount (20.750) > Ftable (2.73) and significance value 0.000 < 0.05. Partial ttest results show that DER has a negative and significant effect on PBV (tcount -2.123 < ttable -1.99346; sig. 0.037 < 0.05), while CR and ROA partially have no significant effect on PBV. The Adjusted R Square value is 0.467, meaning DER, CR, and ROA are able to explain 46.7% of the variation in PBV, while the remaining 53.3% is explained by other variables outside this research model. Keywords: Leverage (DER), Liquidity (CR), Return On Asset (ROA), Firm Value (PBV), LQ45 Index. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Leverage yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), Likuiditas yang diukur dengan Current Ratio (CR), dan Return On Asset (ROA) terhadap Firm Value yang diukur dengan Price to Book Value (PBV) pada perusahaan Indeks LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linear berganda menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 27. Populasi penelitian sebanyak 45 perusahaan, dan dengan teknik purposive sampling diperoleh 25 perusahaan sebagai sampel dengan periode pengamatan 3 tahun, sehingga menghasilkan 75 data observasi. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan data terdistribusi normal (Asymp.Sig = 0,200 > 0,05), bebas multikolinearitas, bebas heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokorelasi (DW = 1,045). Hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan DER, CR, dan ROA berpengaruh signifikan terhadap PBV dengan nilai Fhitung (20,750) > Ftabel (2,73) dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil uji t secara parsial menunjukkan bahwa DER berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PBV (thitung -2,123 < ttabel -1,99346; sig. 0,037 < 0,05), sedangkan CR dan ROA secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,467, artinya DER, CR, dan ROA mampu menjelaskan variasi PBV sebesar 46,7%, sementara 53,3% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Kata Kunci: Leverage (DER), Likuiditas (CR), Return On Asset (ROA), Firm Value (PBV), Indeks LQ45. |
Dian Ayu Andriani (Universitas Asahan); Adilla Fitri (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2557-2565 [PDF] |
| 375 |
PENGARUH BEBAN KERJA, FLEKSIBILITAS WAKTU KERJA DAN WORK LIFE BALANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN BATU BARA
Lihat AbstrakAbstract: Employee job satisfaction is an important factor in supporting organizational performance, particularly in government institutions. Workload, flexibility of working hours, and work-life balance are considered factors influencing job satisfaction. This study aims to analyze the effect of these variables on employee job satisfaction at the Secretariat of DPRD Batu Bara Regency. This study used a quantitative approach with multiple linear regression analysis and involved 32 respondents using a saturated sampling technique. Data were collected through observation, interviews, and questionnaires using a Likert scale. The results showed that workload, flexibility of working hours, and work-life balance simultaneously have a significant effect on job satisfaction, with an F-value of 55.068 and a significance level of less than 0.05. Partially, workload and flexibility of working hours have no significant effect on job satisfaction, while work-life balance has a significant and dominant effect. The coefficient of determination shows that 84.0% of job satisfaction can be explained by the independent variables, while the remaining 16.0% is influenced by other factors outside the study. Keywords: Workload, Flexibility of Working Hours, Work-Life Balance, Job Satisfaction Abstrak: Kepuasan kerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung kinerja organisasi, khususnya pada instansi pemerintahan. Beban kerja, fleksibilitas waktu kerja, dan work life balance merupakan beberapa faktor yang diduga memengaruhi tingkat kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kepuasan kerja pegawai di Sekretariat DPRD Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dan melibatkan 32 responden dengan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan beban kerja, fleksibilitas waktu kerja, dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai Fhitung sebesar 55,068 dan tingkat signifikansi kurang dari 0,05. Secara parsial, beban kerja dan fleksibilitas waktu kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, sedangkan work life balance berpengaruh signifikan dan menjadi variabel yang paling dominan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 84,0% variasi kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sementara sisanya sebesar 16,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Kata Kunci: Beban Kerja, Fleksibilitas Waktu Kerja, Work Life Balance, Kepuasan Kerja |
Abdul Rahman (Universitas Asahan); Dio Pangestu (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2551-2556 [PDF] |
| 376 |
PENGARUH PENGAWASAN KERJA, KOMUNIKASI, DAN HUBUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PTPN IV REGIONAL 2 KEBUN MAYANG
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the influence of work supervision, communication, and work relationships on employee productivity at the PTPN IV Regional 2 Kebun Mayang Office with a sample of 79 respondents. The results of simultaneous testing show that the F count value of 31.473 is greater than the F table of 2.74 with a significance level of 0.000 < 0.05. This proves that the three independent variables together have a significant effect on work productivity, so that the alternative hypothesis (Ha) is accepted and the null hypothesis (Ho) is rejected. Partially, work supervision has a significance value of 0.027 < 0.05 and t count 2.255 > t table 1.66515, which means it has a significant effect on work productivity. The communication variable shows the most dominant influence with a significance value of 0.000 < 0.05 and t count 4.994 > 1.66515. Meanwhile, work relationships also had a significant effect, with a significance value of 0.031 < 0.05 and a t-test of 2.196 > 1.66515. The coefficient of determination (R²) test result of 0.559 indicates that 55.9% of the variation in work productivity can be explained by these three variables, while the remaining 44.1% is influenced by other factors outside this study. Keywords: Work Supervision, Communication, Work Relationships, Productivity. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengawasan kerja, komunikasi, dan hubungan kerja terhadap produktivitas karyawan di Kantor PTPN IV Regional 2 Kebun Mayang dengan jumlah sampel sebanyak 79 responden. Hasil pengujian secara simultan menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 31,473 lebih besar daripada Ftabel sebesar 2,74 dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ketiga variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Secara parsial, pengawasan kerja memiliki nilai signifikansi 0,027 < 0,05 dan thitung 2,255 > ttabel 1,66515, yang berarti berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja. Variabel komunikasi menunjukkan pengaruh paling dominan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung 4,994 > 1,66515. Sementara itu, hubungan kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,031 < 0,05 dan thitung 2,196 > 1,66515. Hasil uji koefisien determinasi (R²) sebesar 0,559 menunjukkan bahwa 55,9% variasi produktivitas kerja dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 44,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Kata Kunci: Pengawasan Kerja, Komunikasi, Hubungan Kerja, Produktivitas. |
Saleh Malawat (Universitas Asahan); Cut Intan Oktavia (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2543-2550 [PDF] |
| 377 |
ANALISIS YURIDIS TERHADAP DAMPAK MEDIA SOSIAL DALAM PEMENUHAN DAN PERLINDUNGAN HAK ANAK DI INDONESIA
Lihat AbstrakAbstract: The rapid development of social media has significantly transformed children’s lives, bringing both positive and negative consequences. This study seeks to analyze the role of legal protection in addressing the impact of social media on the fulfillment and protection of children's rights in Indonesia. The research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The results reveal that social media contributes positively to the realization of children's rights, particularly in facilitating access to information, education, and participation. However, it also presents serious risks, such as cyberbullying, online sexual exploitation, and misuse of children's personal data. Existing legal instruments, including Law Number 35 of 2014 on Child Protection, the Law on Electronic Information and Transactions, and the Law on Personal Data Protection, have not yet been fully effective in addressing these issues. Accordingly, it is necessary to reinforce regulatory frameworks and improve law enforcement to ensure the comprehensive protection of children's rights in the digital era. Keywords: Child Protection, Social Media, Children's Rights, Juridical Analysis Abstrak: Perkembangan media sosial yang kian pesat telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan anak, baik dalam aspek pemenuhan maupun perlindungan hak-haknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap hak anak dalam penggunaan media sosial di Indonesia. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan penting dalam menunjang pemenuhan hak anak, terutama dalam hal akses informasi, pendidikan, serta partisipasi sosial. Namun demikian, penggunaan media sosial juga menimbulkan berbagai risiko, seperti perundungan siber (cyberbullying), eksploitasi seksual secara daring, dan penyalahgunaan data pribadi anak. Regulasi yang berlaku, seperti Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, optimalisasi penegakan hukum, serta keterlibatan aktif berbagai pihak guna menjamin perlindungan hak anak di era digital. Kata Kunci: Perlindungan Anak, Media Sosial, Hak Anak, Analisis Yuridis |
Yolita Elgeriza Agustin (Universitas Palangka Raya); Vicka Prama Wulandari (Universitas Palangka Raya); Aulia Rahman (Universitas Palangka Raya); Lidya Devega Br Sinaga (Universitas Palangka Raya) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2522-2532 [PDF] |
| 378 |
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGENDARA YANG MENGALIH FUNGSIKAN MOBIL PRIBADI MENJADI ANGKUTAN UMUM TRAYEK BENGKALIS-PEKANBARU
Lihat AbstrakAbstract: Legally, the conversion of private cars into public transportation without a permit is contrary to Article 173 paragraph (1) of Law Number 22 of 2009. Even though there are clear legal provisions, the practice of operating public transportation without a permit continues on the Bengkalis-Pekanbaru route. Regulation of private cars converted into public transportation has not provided a deterrent effect. In the process of law enforcement regarding transportation business permits for the conversion of private cars into public transportation is still weak, this is more due to supervision and coordination in the field playing a very important role. Researchers are interested in conducting a sociological legal research study with the title "Law Enforcement Against Drivers Who Convert Private Cars into Public Transportation on the Bengkalis-Pekanbaru Route". This study is to analyze the implementation of law enforcement for violations of road traffic laws against public transport vehicles on routes, describe the inhibiting factors for law enforcement for violations of road traffic laws against public transport vehicles on routes and to analyze efforts to overcome obstacles to the implementation of law enforcement for violations of road traffic laws against public transport vehicles on routes. The method of this study is sociological legal research. The results of this study are that supervision and law enforcement by the relevant agencies are not optimal, lack of awareness of travel drivers and lack of awareness of the public who use transport services about insurance in road safety. Suggestions from this researcher should be that entrepreneurs comply with established regulations, the relevant agencies should carry out more supervision of unlicensed travel and travel drivers must comply with existing regulations. Keywords: Transportation; Travel; Law Number 22 of 2009. Abstrak: Secara yuridis, pengalihan fungsi mobil pribadi menjadi angkutan umum tanpa izin bertentangan dengan Pasal 173 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Meskipun telah terdapat ketentuan hukum yang jelas, praktik pengoperasian angkutan umum tanpa izin tetap berlangsung pada trayek Bengkalis–Pekanbaru. Penertiban terhadap mobil pribadi yang dialihfungsikan menjadi angkutan umum belum memberikan efek jera. Dalam proses penegakan hukum mengenai izin usaha angkutan terhadap alih fungsi mobil pribadi menjadi angkutan umum masih lemah, hal ini lebih disebabkan pengawasan dan koordinasi di lapangan sangat memegang peranan yang cukup penting. Peneliti tertarik untuk melakukan kajian penelitian hukum sosiologis dengan judul “Penegakan Hukum Terhadap Pengendara Yang Mengalih Fungsikan Mobil Pribadi Menjadi Angkutan Umum Trayek Bengkalis-Pekanbaru”. Penelitian ini untuk menganalisis pelaksaan penegakan hukum atas pelanggaran undang-undang lalu lintas angkutan jalan terhadap mobil angkutan umum dalam trayek, mendeskripsikan faktor penghambatnya penegakan hukum atas pelanggaran undang-undang lalu lintas angkutan jalan terhadap mobil angkutan umum dalam trayek dan untuk menganalisis upaya mengatasi hambatan pelaksanaan penegakan hukum atas pelanggaran undang-undang lalu lintas angkutan jalan terhadap mobil angkutan umum dalam trayek. Metode Penelitian ini adalah penelitian hukum sosiologis. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu belum optimalnya Pengawasan dan penegakan hukum oleh Dinas terkait, kurangnya kesadaran dari supir travel dan kurangnya kesadaran masyarakat pengguna jasa angkut tentang asuransi dalam keselamatan dijalan. Saran dari peneliti ini sebagaiknya para pengusaha taat pada peraturan yang sudah ditetapkan, kepada Dinas terkait harus lebih melalukan pengawasan terharap travel tanpa izin dan kepada supir travel harus mematuhi peraturan yang ada. Kata Kunci: Angkutan; Travel; Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 |
Andrizal (Universitas Lancang Kuning); Ardiansah (Universitas Lancang Kuning); M. Tri Riansyah (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2508-2513 [PDF] |
| 379 |
UMUR SIMPAN DAN DAYA TERIMA DODOL EKSTRAK DAGING DAN KULIT BUAH NAGA MERAH
Lihat AbstrakAbstract: "The shelf life of a food product is the period during which the product remains safe and maintains its sensory, chemical, physical, and microbiological quality according to expected standards. For semi-moist products such as dodol, key facto rs affecting shelf life include moisture content, water activity (aw), pH, the presence of microorganisms (mold/yeast), packaging conditions, and storage temperature. Hedonic testing is a sensory evaluation method conducted to determine the level of consumer preference for a product. Both the flesh and peel of red dragon fruit contain betalain pigments (betacyanins) and phenolic compounds that function as natural antioxidants. Utilizing the peel can reduce agricultural waste while enhancing the nutritional aspects and oxidative stability of the product. Therefore, comparing the extract of red dragon fruit flesh and peel in dodol products is relevant from the perspectives of food technology and sustainability. This assessment covers shape, color, aroma, texture, and taste, evaluated based on a subjective scale. This study aims to analyze the differences in shelf life and acceptability (hedonic test) between dodol using red dragon fruit flesh and peel extracts. The research method employed is a mixed method, combining descriptive qualitative analysis for shelf-life observation and quantitative analysis for the hedonic test with 50 panelists. The results showed that the optimal shelf life of the product is 10-12 days at room temperature. Statistical tests indicated that significant differences were only found in the color variable, while aroma, texture, and taste showed no significant differences between the two types of dodol." Keywords: dodol; red dragon fruit flesh; red dragon fruit peel; shelf life; hedonic test. Abstrak: Umur simpan suatu produk pangan adalah periode di mana produk tersebut tetap aman dan mempertahankan mutu sensori, kimiawi, fisik, dan mikrobiologis sesuai standar yang diharapkan. Untuk produk semi-basah seperti dodol, faktor-faktor kunci yang mempengaruhi umur simpan meliputi kadar air, aktivitas air (a_w), pH, keberadaan mikroorganisme (jamur/yeast), kondisi pengemasan, dan suhu penyimpanan. Uji hedonik adalah metode evaluasi sensori yang dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat kesukaan seseorang terhadap suatu produk. Daging dan kulit buah naga merah mengandung pigmen betalain (betasianin) dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Pemanfaatan kulit dapat menurunkan limbah pertanian sekaligus menambah aspek nutrisi dan stabilitas oksidatif produk. Oleh karenanya, membandingkan ekstrak daging dan ekstrak kulit buah naga merah pada produk dodol relevan dari sisi teknologi pangan dan keberlanjutan. Penilaian ini mencakup bentuk, warna, aroma, tekstur dan rasa yang dinilai berdasarkan skala subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan umur simpan dan daya terima (uji hedonik) antara dodol yang menggunakan ekstrak daging dan kulit buah naga merah. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method yang menggabungkan analisis kualitatif deskriptif untuk pengamatan umur simpan dan kuantitatif untuk uji hedonik dengan 50 panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masa simpan optimal produk adalah 10-12 hari pada suhu ruang. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan hanya ditemukan pada variabel warna, sementara aroma, tekstur, dan rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis dodol tersebut. Kata kunci: dodol; daging buah naga; kulit buah naga; umur simpan; uji hedonik |
Rahmi Holinesti (Universitas Negeri Padang); Lucy Fridayati (Universitas Negeri Padang); Elida (Universitas Negeri Padang); Farah Meidilla Az Zahra (Universitas Negeri Padang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 1670-1677 [PDF] |
| 380 |
PENERAPAN GREEN HUMAN RESOURCE MANAGEMENT DI UNIVERSITAS LANCANG KUNING
Lihat AbstrakAbstrack: The global environmental crisis and the 2030 Agenda for Sustainable Development Goals (SDGs) position higher education institutions as strategic actors in promoting sustainability, including through environmentally oriented human resource management. This study examines the implementation of Green Human Resource Management (Green HRM) at Universitas Lancang Kuning (Unilak), a private university grounded in Malay cultural values that seeks to transform into a sustainable campus. The study aims to: (1) analyze the forms and level of Green HRM practices at Unilak, (2) identify supporting and inhibiting factors of its implementation, and (3) analyze the impact of Green HRM on campus environmental performance. A qualitative approach with an intrinsic case study design was employed, involving university leaders, HR managers, lecturers, and administrative staff selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document analysis, and were examined using thematic analysis. The findings indicate that Green HRM practices at Unilak have emerged through various green initiatives such as energy conservation, paper reduction, waste management, and the provision of green open spaces, yet remain at a medium level of institutionalization since they are not fully integrated into formal HR policies and performance management systems. Key supporting factors include top management commitment, alignment with the institutional vision, and the availability of several green facilities, while inhibiting factors comprise limited financial resources, the absence of standardized green performance indicators and reward schemes, and uneven ecological literacy among academic communities. Green HRM contributes to a cleaner and greener campus environment, increased pro-environmental work behaviors, and a stronger sustainability image for Unilak, but still requires a more structured strategic roadmap aligned with SDG targets 4.7 and 13.3. Keywords: Green Human Resource Management, Green Campus, AMO Theory, Sustainability, Universitas Lancang Kuning. Abstrak: Krisis lingkungan global dan tuntutan Agenda 2030 melalui Sustainable Development Goals (SDGs) menempatkan perguruan tinggi sebagai aktor strategis dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, termasuk melalui pengelolaan sumber daya manusia yang berwawasan lingkungan. Penelitian ini mengkaji penerapan Green Human Resource Management (Green HRM) di Universitas Lancang Kuning (Unilak) sebagai perguruan tinggi swasta berbasis nilai budaya Melayu yang berupaya bertransformasi menuju kampus berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah: (1) menganalisis bentuk dan tingkat penerapan praktik Green HRM di Unilak, (2) mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat implementasinya, serta (3) menganalisis dampak Green HRM terhadap kinerja lingkungan kampus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik, dengan subjek pimpinan universitas, pengelola SDM, dosen, dan tenaga kependidikan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Green HRM di Unilak telah muncul dalam bentuk berbagai program hijau seperti penghematan energi, pengurangan penggunaan kertas, pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, tetapi masih berada pada tingkat institusionalisasi menengah karena belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem kebijakan dan manajemen kinerja SDM. Faktor pendukung utama meliputi komitmen manajemen puncak, kesesuaian dengan visi institusi, serta ketersediaan sejumlah fasilitas hijau, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, belum adanya indikator dan skema reward hijau yang baku, serta literasi ekologis sivitas akademika yang belum merata. Green HRM berkontribusi pada terciptanya lingkungan kampus yang lebih bersih dan asri, peningkatan perilaku kerja pro-lingkungan, serta penguatan citra keberlanjutan Unilak, namun masih memerlukan roadmap strategis yang lebih terstruktur dan selaras dengan target SDG 4.7 dan 13.3. Kata Kunci: Green Human Resource Management, Kampus Hijau, AMO Theory, Keberlanjutan, Universitas Lancang Kuning. |
Richa Afriana Munthe (Universitas Lancang Kuning); Junaidi (Universitas Lancang Kuning); Mutiara Hati (Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 2 (2026) |
Hal: 2494-2503 [PDF] |