| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 741 |
PEMAHAMAN PERATURAN MENTERI NEGARA AGRARIA/KBPN NO. 1 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PENANGANAN SENGKETA PERTANAHAN
Lihat AbstrakAbstract: The mandate of agrarian reform in Indonesia was further strengthened through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number IX/MPR/2001, which regulates agrarian reform and natural resource management. This demonstrates that agrarian reform aims not only for the physical distribution of land but also for strengthening natural resource management to provide maximum benefits to the community. Furthermore, through the Decree of the People's Consultative Assembly (MPR) Number 5/MPR/2003, the UUPA, along with its implementing regulations, aims to ensure legal certainty for land rights throughout the Republic of Indonesia. Legal disputes arise from objections to claims regarding land rights, whether regarding land status, priority, or ownership, with the hope of obtaining administrative resolution in accordance with applicable provisions. Regulation of the Minister of State for Agrarian Affairs/National Land Agency Number 1 of 1999 concerning Procedures for Handling Land Disputes, defines the dispute. Keywords: Agrarian, Dispute Abstrak: Mandat reforma agraria di Indonesia semakin dipertegas melalui Ketetapan MPR RI Nomor IX/MPR/2001 yang mengatur pembaruan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini menunjukkan bahwa reforma agraria tidak hanya bertujuan untuk distribusi fisik tanah, tetapi juga memperkuat pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat. Selain itu, melalui Keputusan MPR RI Nomor 5/MPR/2003. UUPA dengan seperangkat peraturan pelaksanaannya, bertujuan untuk terwujudnya jaminan kepastian hukum terhadap hak-hak atas tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia. Munculnya sengketa hukum merupakan berawal dari keberatan dari tuntutan suatu hak atas tanah baik terhadap status tanah, prioritas maupun kepemilikannya dengan suatu harapan mendapatkan penyelesaian administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peraturan Menteri Negara Agraria/Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 1999 tentang Tata Cara Penanganan Sengketa Pertanahan, yang dimaksud dengan sengketa. Kata kunci: Agraia, Sengketa |
Junaidi Sholat (Universitas Royal); Babby Apriandani (Universitas Royal); Julpan Hartono SM Manurung (Universitas Royal); Karina Putri Maharani (Universitas Royal); Kiki Adha Sirait (Universitas Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5645-5650 [PDF] |
| 742 |
PENGARUH EFISIENSI STRATEGIS, KEPEMIMPINAN STRATEGIS, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KESEJAHTERAAN KARYAWAN: KAJIAN LITERATUR REVIEW
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to examine the influence of strategic efficiency, strategic leadership, and organizational culture on employee welfare through a strategic approach literature review In an era of increasingly complex global competition, organizations are required not only to achieve efficiency in resource utilization but also to ensure employee well-being as a strategic asset that determines sustainability. Strategic efficiency is understood as an organization's ability to optimally allocate and utilize resources to support long-term goals, which in practice can increase productivity while creating a more structured work environment. However, excessive efficiency pressures have the potential to lead to burnout, making balance a key factor. Strategic leadership has emerged as a key catalyst connecting organizational agendas with individual well-being. Empathetic, communicative, and visionary leaders have been shown to create a positive psychological climate, increase intrinsic motivation, and strengthen employee engagement. Meanwhile, organizational culture serves as a foundation that determines the effectiveness of policies and leadership. An inclusive, collaborative, and supportive culturework-life balancehas been shown to strengthen job satisfaction, mental health, and psychological safety. The results of the literature synthesis indicate that the three independent variables have a positive and complementary influence in shaping employee well-being. This research contributes both theoretically, clarifying the relationship between strategic variables and well-being, and practically, providing guidance for organizations in designing policies that are both efficiency- oriented and human-centered. Thus, employee well-being can be viewed as a strategic investment that supports productivity, talent retention, and organizational sustainability. Keywords: Strategic Efficiency, Strategic Leadership, Organizational Culture, Employee Welfare Abstrak: Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh efisiensi strategis, kepemimpinan strategis, dan budaya organisasi terhadap kesejahteraan karyawan melalui tinjauan literatur pendekatan strategis. Di era persaingan global yang semakin kompleks, organisasi dituntut tidak hanya untuk mencapai efisiensi dalam pemanfaatan sumber daya tetapi juga untuk memastikan kesejahteraan karyawan sebagai aset strategis yang menentukan keberlanjutan. Efisiensi strategis dipahami sebagai kemampuan organisasi untuk mengalokasikan dan memanfaatkan sumber daya secara optimal untuk mendukung tujuan jangka panjang, yang dalam praktiknya dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih terstruktur. Namun, tekanan efisiensi yang berlebihan berpotensi menyebabkan kelelahan (burnout), sehingga keseimbangan menjadi faktor kunci. Kepemimpinan strategis telah muncul sebagai katalis utama yang menghubungkan agenda organisasi dengan kesejahteraan individu. Pemimpin yang empatik, komunikatif, dan visioner telah terbukti menciptakan iklim psikologis yang positif, meningkatkan motivasi intrinsik, dan memperkuat keterlibatan karyawan. Sementara itu, budaya organisasi berfungsi sebagai fondasi yang menentukan efektivitas kebijakan dan kepemimpinan. Budaya inklusif, kolaboratif, dan suportif—keseimbangan kerja-hidup—telah terbukti memperkuat kepuasan kerja, kesehatan mental, dan keamanan psikologis. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif dan saling melengkapi dalam membentuk kesejahteraan karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi baik secara teoritis, dengan mengklarifikasi hubungan antara variabel strategis dan kesejahteraan, maupun secara praktis, dengan memberikan panduan bagi organisasi dalam merancang kebijakan yang berorientasi pada efisiensi dan berpusat pada manusia. Dengan demikian, kesejahteraan karyawan dapat dilihat sebagai investasi strategis yang mendukung produktivitas, retensi talenta, dan keberlanjutan organisasi. Kata kunci: Efisiensi Strategis, Kepemimpinan Strategis, Budaya Organisasi, Kesejahteraan Karyawan |
Zahid Nugrah Arafah (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Syakhroni Harfan (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Ratnawita Ratnawita (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Febrina Anandari (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Dona Gusmawita (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Syafwandi Syafwandi (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 1-6 [PDF] |
| 743 |
PROBLEMA HUKUM PENYERTAAN MODAL NEGARA DALAM PEMBENTUKAN PALM CO SEBAGAI SUB HOLDING PT. PERKEBUNAN NUSANTARA GROUP
Lihat AbstrakAbstract: Capital participation from state-owned enterprises to companies controlled by the government, where capital participation is carried out through direct financial benefits, whereby capital participation is provided by the government and the government acts as the sole shareholder. In this case, the government intends to restructure by merging several companies engaged in plantation businesses, whereby PT. Perkebunan Nusantara I, II, and IV to XIV will be merged into one company or holding company named Palm Co. The research method used in this paper is normative legal research with a descriptive analytical nature. The research approaches used are the statute approach and the case approach. The data sources in this study include primary, secondary, and tertiary legal materials. The data collection technique used in this study is library research with documentary research as the data collection tool. To analyze all the legal materials that have been collected, this study uses qualitative data analysis. Thus, the comprehensive steps that have been taken by State Capital Participation in the Formation of Palm Co as a Sub-Holding Company are as follows. Translated with DeepL.com (free version) Keywords: Capital Participation, Holding Company, State. Abstrak: Penyertaaan Modal dari Badan Usaha Milik Negara kepada perusahaan yang mana dikendalikan oleh pemerintah, Penyertaan Modal mana dilakukan dengan cara penyertaan modal keuangan langsung (direct financial benefits), dimana penyertaan modalnya diberi oleh pemerintah dan pemerintah selaku pemegang saham sepenuhnya. Dalam hal ini, pemerintah hendak melakukan restrukturisasi dengan penggabungan beberapa perusahaan yang bergerak dibidang Perkebunan, dimana Penggabungan perusahaan PT. Perkebunan Nusantara I, II, dan IV sampai dengan dengan XIV, menjadi satu perusahaan atau Holding Company yang bernama Palm Co. Metode Penelitian yang dipakai dalam penulisan ini yaitu jenis penelitian hukum normatif dan sifat penelitian deskriptif analitis. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber data dalam penelitian ini meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan studi kepustakaan (library research) dengan alat pengumpul data studi dokumen (documentary research). Untuk menganalisis seluruh bahan hukum yang telah terkumpul, dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Dengan demikian, adapun langkah komprehensif yang telah dilakukan oleh Penyertaan Modal Negara Dalam Pembentukan Palm Co Sebagai Sub Holding. |
Tengku Muhammad Ryandava Rizky (Magister Ilmu Hukum); Mahmul Siregar (mahmul@usu.ac.id); Robert R (Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 686-694 [PDF] |
| 744 |
Peran Internalisasi Nilai Pancasila Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Survei pada Mahasiswa FPBS UPI
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to identify the role of implementing Pancasila values in supporting the mental health of students at the Faculty of Language and Literature Education (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia, in 2025, as an effort to anticipate mental health issues that may affect students’ learning processes. This research employed a quantitative method with a survey approach, using an online questionnaire distributed via Google Forms from the 2025 cohort, with a total of 36 respondents. The research instrument utilized a Likert scale to measure mental health levels based on emotional, psychological, social, and spiritual aspects. The data analysis technique used was descriptive analysis, by calculating the mean scores for each indicator. The results indicate that the spiritual aspect obtained the highest mean score 4.39, followed by the social aspect 4.14, psychological aspect 3.78, and emotional aspect 3.56. These findings suggest that students’ mental health conditions are generally at a moderate to good level, with strengths in spiritual and social dimensions. The findings also indicate a positive tendency between the internalization of Pancasila values and students’ mental health. Keywords: Pancasila; mental health; undergraduate Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penerapan nilai-nilai Pancasila dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) di Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2025, sebagai upaya mengantisipasi terjadinya gangguan mental yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei, melalui penyebaran kuesioner daring berbasis Google Form kepada responden sebanyak 36 orang. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert untuk mengukur tingkat kesehatan mental berdasarkan aspek emosional, psikologis, sosial, dan spiritual. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan menghitung nilai rata-rata (mean) pada setiap indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek spiritual memiliki nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,39, diikuti oleh aspek sosial sebesar 4,14, aspek psikologis sebesar 3,78, dan aspek emosional sebesar 3,56. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi kesehatan mental mahasiswa berada pada kategori cukup baik hingga baik, dengan kekuatan utama pada aspek spiritual dan sosial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila memiliki kecenderungan keterkaitan positif dengan kesehatan mental mahasiswa. Kata kunci: Pancasila; kesehatan mental; mahasiswa |
Zaid Syahrul Mubarok (Universitas Pendidikan Indonesia); Arfina Rahmatu Nisa (Universitas Pendidikan Indonesia); Irmaliya Rahma Azzahra (Universitas Pendidikan Indonesia); Muhammad Hafidz Ridho Mardinata (Universitas Pendidikan Indonesia); Ramiz Syadza Jaura (Universitas Pendidikan Indonesia) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 13 No 1 (2026) |
Hal: 29 - 36 [PDF] |
| 745 |
PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN
Lihat AbstrakAbstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar |
Dina Nurmalisa (Universitas Pekalongan); Ariesma Setyarum (Universitas Pekalongan); Desyarini Puspita Dewi (Universitas Pekalongan); Afrinar Pramitasari (Universitas Pekalongan); Ika Arifianti (Universitas Pekalongan); Dewi Azizah (Universitas Pekalongan); Agung Aditya (Universitas Pekalongan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 926 - 931 [PDF] |
| 746 |
PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I
Lihat AbstrakAbstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar. |
Deddy Wahyudin Purba (Universitas Asahan); Safruddin Safruddin (Universitas Asahan); Lokot Ridwan Batu Bara (Universitas Asahan); Herviza Wulandari Pane (Universitas Asahan); Heru Gunawan (Universitas Asahan); Nurul utami (Universitas Asahan); Muhammad Wahyu Wijaya (Universitas Asahan); Devin Juanda (Universitas Asahan); Muhammad Adzi Kurniawan (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 919 - 925 [PDF] |
| 747 |
SOSIALISASI PENGURUSAN SERTIFIKAT HALAL PRODUK UMKM DESA BANDAR PASIR MANDOGE
Lihat AbstrakAbstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in improving the rural economy, including in Bandar Pasir Mandoge Village. Most MSMEs in this village are engaged in the food and beverage processing sector; however, many of them do not yet possess halal certification. The low level of halal certification ownership is caused by limited understanding of MSME actors regarding the importance of halal certification, the application procedures, and the benefits obtained after certification. This socialization activity on halal certification aims to increase the knowledge and awareness of MSME actors regarding the importance of halal product assurance, the certification process, and its impact on consumer trust and product competitiveness. The methods used in this activity include material presentation, discussions, and direct question-and-answer sessions with MSME actors. The results indicate an improvement in participants’ understanding of halal certification and an increased motivation to apply for halal certification for their products. This activity is expected to encourage sustainable development of MSMEs in Bandar Pasir Mandoge Village and enhance their competitiveness in broader markets. Keywords: MSMEs, Halal Certification, Socialization, Bandar Pasir Mandoge Village. Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, termasuk di Desa Bandar Pasir Mandoge. Sebagian besar UMKM di desa ini bergerak di bidang makanan dan minuman olahan, namun masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal. Rendahnya kepemilikan sertifikat halal disebabkan oleh kurangnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal, prosedur pengurusan, serta manfaat yang diperoleh setelah sertifikat halal dimiliki. Kegiatan sosialisasi pengurusan sertifikat halal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya jaminan halal produk, alur pendaftaran sertifikasi halal, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab secara langsung dengan pelaku UMKM. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terkait sertifikasi halal serta munculnya motivasi untuk mengurus sertifikat halal bagi produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Desa Bandar Pasir Mandoge untuk berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.. Kata kunci: UMKM, Sertifikat Halal, Sosialisasi, Desa Bandar Pasir Mandoge. |
Bambang Irwansyah (Universitas Asahan); Dicky Apdillah (Universitas Asahan); Harmayani Harmayani (Universitas Asahan); Emi Dea (Universitas Asahan); Dea Tiara Azhari (Universitas Asahan); Utami Wardah Hafiz (Universitas Asahan); Nabila Nabila (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 912 - 918 [PDF] |
| 748 |
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FLUKTUASI HARGA CABAI MERAH DI KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR
Lihat AbstrakAbstract: Fluctuations in red chili prices are an economic problem that impacts farmers' welfare and people's purchasing power in Indonesia. This study aims to analyze the factors influencing red chili price fluctuations in X Koto District, Tanah Datar Regency, with a focus on rainfall, red chili production, and cayenne pepper prices. This study fills a gap in the literature as most previous studies only highlight one factor without examining the interrelationships between variables. The method used is multiple linear regression. The results show that cayenne pepper prices significantly influence red chili prices, while red chili production and rainfall do not. These findings confirm the close relationship between the prices of cayenne pepper and red chili peppers, a factor that has received little attention. The implications of this research are important for formulating more effective and sustainable food price stabilization policies. Practically, farmers can use the results of this study as a basis for production planning, while local governments can design policies to minimize the impact of price fluctuations on both farmers and consumers. Thus, this research contributes to food price management at the local level and can serve as a reference for broader food research and policy in Indonesia. Keywords: price fluctuation, red chili pepper, cayenne pepper, multiple linear regression, food policy Abstrak : Fluktuasi harga cabai merah merupakan masalah ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan petani dan daya beli masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga cabai merah di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, dengan fokus pada curah hujan, produksi cabai merah, dan harga cabai rawit. Penelitian ini mengisi celah literatur karena sebagian besar studi sebelumnya hanya menyoroti satu faktor tanpa melihat keterkaitan antarvariabel. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga cabai rawit berpengaruh signifikan terhadap harga cabai merah, sedangkan produksi cabai merah dan curah hujan tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menegaskan adanya hubungan erat antara harga cabai rawit dan cabai merah yang selama ini kurang mendapat perhatian. Implikasi penelitian ini penting bagi perumusan kebijakan stabilisasi harga pangan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Secara praktis, petani dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar dalam merencanakan produksi, sementara pemerintah daerah dapat merancang kebijakan untuk meminimalkan dampak fluktuasi harga bagi petani dan konsumen. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengelolaan harga pangan di tingkat lokal dan dapat menjadi acuan bagi penelitian serta kebijakan pangan yang lebih luas di Indonesia. Kata kunci: fluktuasi harga, cabai merah, cabai rawit, regresi linier berganda, kebijakan pangan |
Novrita Andriani (Universitas Andalas); Dian Hafizah (Universitas Andalas); Hasnah Hasnah (Universitas Andalas) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 1078-1087 [PDF] |
| 749 |
MENGUBAH PARADIGMA SEJARAH SENI MELALUI GAMIFIKASI
Lihat AbstrakPembelajaran sejarah seni rupa di tingkat pendidikan menengah masih menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan peserta didik. Hal ini disebabkan oleh pendekatan konvensional yang bersifat teoritis, minim interaksi, dan berorientasi pada hafalan. Metode semacam ini tidak lagi relevan dengan karakteristik generasi pembelajar masa kini yang cenderung lebih responsif terhadap pendekatan yang kontekstual, interaktif, dan menyenangkan. Akibatnya, motivasi belajar siswa cenderung rendah dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran menjadi terbatas. Dalam konteks perkembangan teknologi dan tantangan era digital, pendekatan gamifikasi menawarkan alternatif strategi pembelajaran yang inovatif. Gamifikasi mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif, menarik, dan bermakna melalui integrasi elemen-elemen permainan seperti tantangan, poin, level, serta sistem penghargaan. Penelitian ini mengkaji potensi gamifikasi dalam pembelajaran sejarah seni rupa melalui telaah literatur tahun 2015–2025, dengan fokus pada faktor-faktor keberhasilan implementasinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa gamifikasi dapat meningkatkan partisipasi, motivasi belajar, dan literasi visual siswa, serta memungkinkan integrasi nilai budaya secara kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan sejarah seni rupa sebagai ruang aplikatif gamifikasi yang transformatif dalam pendidikan seni |
Ceria Pratiwi (Universitas Negeri Jakarta); Indro Moerdisuroso (Universitas Negeri Jakarta); Rizky Taufik Rakhman (Universitas Negeri Jakarta) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 9 No 1 (2026) |
Hal: 1065-1070 [PDF] |
| 750 |
OPTIMALISASI VALIDITAS KLASTERISASI IPM MELALUI PENERAPAN VARIASI DISTANCE MEASURE PADA ALGORITMA K-MEANS++
Lihat AbstrakAbstract: The Human Development Index (HDI) is an important indicator for measuring the quality of regional development through the dimensions of health, education, and decent living standards. In North Sumatra Province, HDI achievements between districts/cities still show significant disparities, requiring a data-based analytical approach to map development patterns objectively. This study aims to optimize the validity of regional HDI clustering through the application of the K-Means++ algorithm with distance measure variations. This study uses a quantitative approach with an unsupervised learning method. The data analyzed includes HDI, Average Length of Schooling (ALS), and Adjusted Per Capita Expenditure sourced from the Central Statistics Agency. The research stages include data preprocessing and standardization, determining the optimal number of clusters using the Elbow method, applying the K-Means++ algorithm, and evaluating cluster quality using the Davies–Bouldin Index (DBI) and Purity Index. In addition, a comparison of clustering performance based on Euclidean, Manhattan, and Cosine distances was conducted. The results of the study show that the optimal number of clusters is three clusters representing high, medium, and low levels of human development. A DBI value of 0.60 and a Purity Index of 0.61 indicate good clustering quality. Euclidean and Manhattan distances produced the best performance compared to Cosine distance. Keyword: Human Development Index; K-Means++; Clustering; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index. Abstrak: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas pembangunan wilayah melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Di Provinsi Sumatera Utara, capaian IPM antar kabupaten/kota masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan, sehingga diperlukan pendekatan analitis berbasis data untuk memetakan pola pembangunan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan validitas klasterisasi IPM wilayah melalui penerapan algoritma K-Means++ dengan variasi distance measure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode unsupervised learning. Data yang dianalisis meliputi IPM, Rata Lama Sekolah (RLS), dan Pengeluaran per Kapita Disesuaikan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Tahapan penelitian mencakup praproses dan standarisasi data, penentuan jumlah klaster optimal menggunakan metode Elbow, penerapan algoritma K-Means++, serta evaluasi kualitas klaster menggunakan Davies–Bouldin Index (DBI) dan Purity Index. Selain itu, dilakukan perbandingan kinerja klasterisasi berdasarkan Euclidean, Manhattan, dan Cosine distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaster optimal adalah tiga klaster yang merepresentasikan tingkat pembangunan manusia tinggi, menengah, dan rendah. Nilai DBI sebesar 0,60 dan Purity Index sebesar 0,61 menunjukkan kualitas klasterisasi yang baik. Euclidean dan Manhattan distance menghasilkan performa terbaik dibandingkan Cosine distance. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia; K-Means++; Klasterisasi; Distance Measure; Davies–Bouldin Index; Purity Index. |
Sardo Pardingotan Sipayung (Universitas Sumatera Utara); Syahril Efendi (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5621-5629 [PDF] |
| 751 |
MODEL PEMBELAJARAN ADAPTIF UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI DAN SOFT SKILL MAHASISWA
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the effectiveness of the adaptive learning model in improving students' self-confidence and soft skills based on individual student abilities, using a qualitative approach with a multiple case study design that allows researchers to explore student perspectives, classroom interactions, and learning dynamics. The study involved students through observation, interviews, and documentation. The research subjects were 49 students of the education study program who attended lectures with the adaptive learning model. The instruments used were a self-confidence questionnaire, a soft skills assessment rubric, and classroom observations. The results of the study showed that student learning performance increased after the implementation of the adaptive learning model, such as students being able to express their confidence in their abilities in various situations and improving soft skills in the form of communication, teamwork, leadership, and problem-solving. Keywords: Adaptive Learning, Self-Confidence, Soft Skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran adaptif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan soft skill mahasiswa berbasis kemampuan individual mahasiswa, menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda yang memungkinkan peneliti menggali perspektif mahasiswa, interaksi dalam kelas, serta dinamika pembelajaran. Penelitian melibatkan mahasiswa melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan yang berjumlah 49 orang yang mengikuti perkuliahan dengan model pembelajaran adaptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepercayaan diri, rubrik penilaian soft skill, serta observasi kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa belajar mahasiswa meningkat setelah diterapkan model pembelajaran adaptif seperti mahasiswa mampu mengekspresikan kepercayaan dirinya pada kemampuan diri dalam berbagai situasi dan meningkatkan soft skill berupa komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan serta pemecahan masalah. Kata kunci: Pembelajaran Adaptif, Rasa Percaya Diri, Soft Skill |
Muthia Dewi (Universitas Asahan); Dailami Dailami (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8 No 4 (2025) |
Hal: 5608-5612 [PDF] |
| 752 |
PELATIHAN LITERASI DIGITAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI RA. RAUDHATUL MAHABBAH SERDANG BEDAGAI
Lihat AbstrakAbstract: Digital literacy training through storytelling for early childhood aims to equip children aged 5-6 with basic skills in using technology safely and wisely, as well as to assist teachers and parents in their support in the digital era. Digital literacy training through storytelling for early childhood combines conventional storytelling with digital media, such as interactive picture books or video stories, to foster an understanding of basic digital concepts. The participants in this PKM were students from RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai Kindergarten. The activity took place on Friday, October 16-17, 2025. The activity lasted for approximately two hours, from 8:00 to 10:00 a.m. WIB, with 50 participants. The media used in this PKM were interactive picture books, video stories, and banners. This community service effort aims to develop community skills so that students have basic skills in using technology safely and wisely, and to assist teachers and parents in supporting them in the digital era. After conducting digital literacy activities through storytelling for early childhood, there was an 80% increase in knowledge among participants. The community service team hopes that after this activity, students will improve their skills and interest in basic technology skills in using technology safely and wisely, and will also help teachers and parents support them in the digital age.Keywords: Digital Literacy, Early Childhood, Storytelling Method Abstrak: Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini bertujuan untuk membekali anak usia 5-6 Tahun dengan kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam pendampingan di era digital. Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini dilakukan dengan mengombinasikan cerita konvensional dengan media digital, seperti buku cerita bergambar interaktif atau video cerita yang dapat menumbuhkan pemahaman konsep digital dasar. Para peserta yang mengikuti PKM ini adalah para siswa RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, tanggal 16-17 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung selama ± 2 jam dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wib, yang diikuti sebayak 50 peserta.Media yang digunakan dalam PKM ini adalah buku cerita bergambar interaktif, video cerita dan banner. Hal ini merupakan upaya pengabdi dalam mewujudkan pengembangan keterampilan masyarakat agar para siswa memiliki kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital. Setelah Kegiatan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan 80% pada peserta. Harapan pengabdi setelah terlaksana kegiatan ini, para siswa dapat meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital.Kata Kunci : Literasi Digital, Anak Usia Dini, Metode Bercerita |
Rusda Nita Nelly Manurung (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa); Alyani Sahara (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa); Amanda Cayahni Putri (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 889 - 895 [PDF] |
| 753 |
EXPLORING AI AS YOUR ENGLISH LEARNING PARTNER: PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS SISWA SMK TELKOM PEKANBARU
Lihat AbstrakAbstract: community service activity was conducted based on a request from SMK Telkom Pekanbaru to provide training on utilizing Artificial Intelligence (AI), specifically the ELSA Speak and Gliglish applications. These applications were introduced as a creative solution to enhance students' English language skills, particularly speaking proficiency. The training targeted 42 students from the Office Management, Accounting, and Hospitality majors. ELSA Speak and Gliglish, accessible via smartphone, were used as personalized learning aids to practice speaking skills relevant to the world of work. The main objective was to equip students with the ability to independently use AI tools for English conversation practice, ensuring they are better prepared for professional communication needs after graduation, aligning with the demands of the industry 4.0 era. The training utilized a Participatory Action Research (PAR) approach through an interactive seminar conducted in three sessions, focusing on guided practice and immediate feedback mechanisms provided by AI. The overall evaluation, conducted using a satisfaction questionnaire, showed the activity achieved a "Very Satisfied" criteria with an average score of 4.59. This result confirms the high acceptance and perceived relevance of AI-based language learning among vocational students. Keywords:  ELSA Speak, Gliglish, English Language, Speaking Skill, Artificial Intelligence (AI) Abstrak:Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan permintaan dari SMK Telkom Pekanbaru untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), khususnya aplikasi ELSA Speak dan Gliglish, sebagai solusi kreatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, terutama keterampilan berbicara. Pelatihan ini ditujukan kepada 42 siswa dari jurusan Manajemen Perkantoran, Akuntansi, dan Perhotelan. Aplikasi ELSA Speak dan Gliglish diperkenalkan sebagai alat bantu belajar mandiri yang dapat diakses melalui smartphone untuk melatih percakapan Bahasa Inggris yang relevan dengan dunia kerja. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan menggunakan aplikasi AI secara mandiri sebagai sarana latihan percakapan Bahasa Inggris, sehingga meningkatkan kesiapan mereka dalam komunikasi profesional setelah lulus, sejalan dengan tuntutan era Industri 4.0. Metode pelatihan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui seminar interaktif yang dilakukan dalam tiga kali pertemuan, menekankan praktik terpandu dan mekanisme umpan balik seketika dari AI. Hasil evaluasi secara keseluruhan, yang dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan, menunjukkan kegiatan ini memperoleh kriteria "Sangat Puas" dengan skor rata-rata 4.59. Hasil ini mengkonfirmasi tingginya penerimaan dan relevansi alat belajar berbasis AI di kalangan siswa SMK. Kata Kunci : ELSA Speak, Gliglish, Bahasa Inggris, Keterampilan Berbicara, Kecerdasan Buatan (AI) |
Silvia Utami (Universitas Persada Bunda Indonesia); Jumerli Ariati (Universitas Persada Bunda Indonesia) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 884 - 888 [PDF] |
| 754 |
PEMBUATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA DARI LIMBAH BAHAN ALAM DI DESA SIALOGO KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Lihat AbstrakAbstract: This Community Service (PKM) focuses on efforts to improve the quality of mathematics learning in Sialogo Village, South Tapanuli Regency, through the utilization of natural waste materials. The aim of this activity is to empower teachers and parents in creating affordable, creative, and contextual mathematics teaching aids by utilizing neglected local resources. The implementation method includes three main stages: (1) Identification and socialization, namely a needs survey and introduction to the concept of teaching aids from waste; (2) Training and mentoring, where participants are invited to directly design and make teaching aids such as "Fraction Boards from Areca Nut Trunks", "Counting Boards from Salak Seeds", and "Geoboards from Used Wood"; and (3) Implementation and evaluation, in the form of simulations of the use of teaching aids in the classroom and reflection discussions. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the importance of learning media. This was proven by the creation of 15 types of innovative teaching aids that could be directly applied. The enthusiasm of teachers and parents was very high, which was marked by their commitment to continue developing and using these teaching aids. This activity not only provides practical solutions to limited learning facilities but also instills environmental values and local wisdom through waste utilization.           Keywords: Teaching Aids, Natural Waste, Mathematics, Community Empowerment, Contextual Learning. Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Desa Sialogo, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui pemanfaatan limbah bahan alam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan guru dan orang tua dalam menciptakan alat peraga matematika yang murah, kreatif, dan kontekstual dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang terabaikan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) Identifikasi dan sosialisasi, yaitu survey kebutuhan dan pengenalan konsep alat peraga dari limbah; (2) Pelatihan dan pendampingan, di mana peserta diajak secara langsung merancang dan membuat alat peraga seperti "Papan Pecahan dari Batang Pinang", "Papan Hitung dari Bijih Salak", dan "Geoboard dari Kayu Bekas"; serta (3) Implementasi dan evaluasi, berupa simulasi penggunaan alat peraga di kelas dan diskusi refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang pentingnya media pembelajaran. Terbukti dengan terciptanya 15 jenis alat peraga inovatif yang langsung dapat diaplikasikan. Antusiasme guru dan orang tua sangat tinggi, yang ditandai dengan komitmen mereka untuk terus mengembangkan dan menggunakan alat peraga tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan solusi praktis untuk keterbatasan sarana belajar tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan dan kearifan lokal melalui pemanfaatan limbah.Kata kunci: Alat Peraga, Limbah Alam, Matematika, Pemberdayaan Masyarakat, Pembelajaran Kontekstual. |
Masdelima Azizah Sormin (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan); Jumaita Nopriani Lubis (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan); Melvariani Syari Batubara (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan); Lia Rosliana Dalimunthe (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan); Bima Sakti (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan); Sakila Manullang (Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 878 - 883 [PDF] |
| 755 |
PENGEMBANGAN PERTANIAN URBAN BERBASIS HIDROPONIK VERTIKAL UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DUSUN CALOK GIRI
Lihat AbstrakAbstract: The limitation of agricultural land in urban areas causes people to find it difficult to carry out conventional cultivation. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of the people of Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, North Aceh District, in applying hydroponic verticulture technology as a solution for narrow land farming. The implementation method consists of stages of preparation, implementation, as well as assistance and evaluation which include counseling activities, training, installation making, technical assistance, and participatory evaluation. The community was directly involved starting from system assembly to plant maintenance. The results of the activity showed an increase in the residents' ability to manage hydroponic installations independently, with good plant growth and the harvest used for consumption and sold in the surrounding area. This activity encourages land efficiency, increases environmental awareness, and opens economic opportunities through sustainable urban agriculture. This program succeeded in increasing the knowledge, skills, and independence of the community in utilizing narrow yard land productively. In general, it shows that hydroponic verticulture technology is easy to apply and able to produce quality fresh vegetables for household consumption or sold as an additional source of income. Keywords: HR, Excellence, Learning, Independent, Literacy  Abstrak: Keterbatasan lahan pertanian di wilayah urban menyebabkan masyarakat sulit melakukan budidaya secara konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Dusun Calok Giri, Gampong Paloh Igeuh, Kabupaten Aceh Utara, dalam menerapkan teknologi vertikultur hidroponik sebagai solusi pertanian lahan sempit. Metode pelaksanaan terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan, serta pendampingan dan evaluasi yang terdiri meliputi kegiata penyuluhan, pelatihan, pembuatan instalasi, pendampingan teknis, dan evaluasi partisipatif. Masyarakat dilibatkan langsung mulai dari perakitan sistem hingga perawatan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan warga dalam mengelola instalasi hidroponik secara mandiri, dengan pertumbuhan tanaman yang baik dan hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi serta dijual di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendorong efisiensi lahan, meningkatkan kesadaran lingkungan, dan membuka peluang ekonomi melalui pertanian urban yang berkelanjutan. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan sempit secara produktif. Secara umum menunjukkan bahwa teknologi vertikultur hidroponik mudah diterapkan dan mampu menghasilkan sayuran segar berkualitas untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual sebagai sumber tambahan ekonomi.Kata Kunci: Vertikultur, Perkotaan, Sayuran, Ketahanan Pangan |
Septiarini Zuliati (Universitas Malikussaleh); Wahyu Isnanda Nasution (Universitas Malikussaleh); Islami Fatwa (Universitas Malikussaleh); Almuna Ramadhani (Universitas Malikussaleh); Nurul Fadieny (Universitas Malikussaleh); Wiza Ulfa Fibarzi (Universitas Malikussaleh); Mahlil Mahlil (Universitas Malikussaleh); Farhan Farhan (Universitas Malikussaleh) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 871 - 877 [PDF] |
| 756 |
PRO DAN KONTRA PENGGUNAAN AI PADA DUNIA PENDIDIKAN
Lihat AbstrakAbstract: The Community Service (PkM) activity aims to enhance the knowledge of teachers at MI AL FATTAAH regarding the utilization of Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) in education. Currently, student assessment is still conducted conventionally, meaning the utilization of Gen-AI technology is not yet optimal. Non-involvement in this technological development could negatively impact the quality of education in the future. Through socialization and education activities, this PkM introduced the concepts, usage, and result analysis of Gen-AI in the educational context, highlighting the pros and cons of its implementation. Effectiveness assessment was conducted using pre-tests and post-tests with the Coefficient of Reproducibility (CR) and Coefficient of Scalability (CS). CR and CS results of 1 indicate that the knowledge transfer was effective and the activity was executed well. This PkM not only improved the teachers' understanding of AI but also has the potential to become a learning model for similar educational institutions.           Keywords: Gen-AI, Socialization, Utilization, Education  Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan guru MI AL FATTAAH mengenai pemanfaatan Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) dalam pendidikan. Selama ini, penilaian murid masih dilakukan secara konvensional, sehingga pemanfaatan teknologi Gen-AI belum optimal. Ketidakterlibatan dalam perkembangan teknologi ini dapat berdampak negatif terhadap kualitas pendidikan di masa depan. Melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi, PkM ini memperkenalkan konsep, penggunaan, serta analisis hasil Gen-AI dalam konteks pendidikan, dengan menyoroti aspek pro dan kontra penerapannya. Penilaian efektivitas dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan koefisien Reprodusibilitas (CR) dan Skalabilitas (CS). Hasil CR dan CS sebesar 1 menunjukkan bahwa transfer pengetahuan berlangsung efektif dan kegiatan terlaksana dengan baik. PkM ini tidak hanya meningkatkan pemahaman guru terhadap AI, tetapi juga berpotensi menjadi model pembelajaran bagi lembaga pendidikan sejenis. Kata kunci: Gen-AI, Sosialisasi, Pemanfaatan, Edukasi |
Ahmad Zamsuri (Universitas Lancang Kuning); Wenni Syafitri (Universitas Lancang Kuning); Guntoro Guntoro (Universitas Lancang Kuning); Idel Waldelmi (Universitas Lancang Kuning); Novia Putri Bimby (Universitas Lancang Kuning) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 862 - 870 [PDF] |
| 757 |
PEMANFAATAN BIG DATA ANALYTICS UNTUK OPTIMALISASI STOK PRODUK DI UMKM MELALUI PREDIKSI PERMINTAAN BERBASIS DATA TRANSAKSI
Lihat AbstrakAbstract: The development of digital technology presents a great opportunity for MSMEs to expand their marketing reach. However, most MSME actors in Padang City still face limitations in digital literacy and access to online marketing platforms. This community service activity aims to introduce and implement the Master Mart – Padang City MSMEs platform, a digital showcase that facilitates direct marketing of MSME products through a website. This platform allows buyers to communicate directly with MSME actors via phone, WhatsApp, Facebook, Twitter (X), and Instagram. The implementation methods include data collection of fostered MSMEs, creating product profiles, training on platform use, and digital marketing assistance. The results of the activity show an increased understanding of MSMEs in using digital media, greater online product exposure, and increased interaction with prospective buyers. This service demonstrates that marketing digitalization through a simple yet integrated platform can have a significant impact on the development of local MSME businesses. Keywords: MSMEs; digital marketing; online platform; Master Mart; community service.           Abstrak: Perkembangan teknologi digital menjadi peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Kota Padang masih menghadapi keterbatasan literasi digital dan akses platform pemasaran online. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mengimplementasikan platform Master Mart – UMKM Kota Padang, sebuah etalase digital yang memfasilitasi pemasaran produk UMKM secara langsung melalui website. Platform ini memungkinkan pembeli berkomunikasi langsung dengan pelaku UMKM melalui telepon, WhatsApp, Facebook, Twitter (X), dan Instagram. Metode pelaksanaan mencakup pendataan UMKM binaan, pembuatan profil produk, pelatihan penggunaan platform, serta pendampingan pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman UMKM dalam menggunakan media digital, meningkatnya eksposur produk secara online, dan terjadinya peningkatan interaksi dengan calon pembeli. Pengabdian ini membuktikan bahwa digitalisasi pemasaran melalui platform sederhana namun terintegrasi dapat memberi dampak signifikan bagi pengembangan bisnis UMKM lokal. Kata kunci: UMKM; digital marketing; platform online; Master Mart; pengabdian |
Juna Eska (Univeristas Putra Indonesia YPTK Padang); Mellya Rindhani Aditya (Univeristas Putra Indonesia YPTK Padang); Hidayatullah Hidayatullah (AMIK Polibisnis) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 836 - 839 [PDF] |
| 758 |
PEREMPUAN DESA PETATAL DIDORONG KUASAI LITERASI DIGITAL DAN BERDAYA DI ERA GLOBALISASI
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to analyze the role of digital literacy in empowering women in Petatal Village, Datuk Tanah Datar District, Batubara Regency. Digital literacy is a crucial need in the era of globalization, enabling women to adapt, become empowered, and contribute to village socio-economic development. The method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation of the Socialization of the Role of Digital Literacy in Developing Women's Economic Potential and Character in the Era of Globalization, implemented by the KKNT Team of the Faculty of Teacher Training and Education, Asahan University. The results showed that the socialization activity was able to increase women's knowledge, skills, and confidence in utilizing digital technology productively. Petatal Village women began to understand the importance of utilizing digital media for micro-enterprises, learning, and social communication. In addition, this activity fostered awareness of media ethics and a spirit of economic independence through local innovations such as making soap from used cooking oil. Thus, digital literacy has proven to be an effective means of increasing the independence, participation, and competitiveness of village women amidst the challenges of globalization.Keywords: Women's Empowerment, Digital Literacy, Petatal Village, Globalization, Economic Independence Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam pemberdayaan perempuan di Desa Petatal, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara. Literasi digital menjadi kebutuhan penting di era globalisasi agar perempuan mampu beradaptasi, berdaya, dan berkontribusi dalam pembangunan sosial ekonomi desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kegiatan Sosialisasi Peran Literasi Digital untuk Mengembangkan Potensi Perekonomian dan Karakter Perempuan di Era Globalisasi yang dilaksanakan oleh Tim KKNT FKIP Universitas Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Perempuan Desa Petatal mulai memahami pentingnya pemanfaatan media digital untuk usaha mikro, pembelajaran, dan komunikasi sosial. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan etika bermedia serta semangat kemandirian ekonomi melalui inovasi lokal seperti pembuatan sabun dari minyak jelantah. Dengan demikian, literasi digital terbukti menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kemandirian, partisipasi, dan daya saing perempuan desa di tengah tantangan globalisasi.Kata Kunci: Pemberdayaan Perempuan, Literasi Digital, Desa Petatal, Globalisasi, Kemandirian Ekonomi |
Susi Masniari Nasution (Universitas Asahan); Diki Darmawan (Universitas Asahan); Haris Munandar (Universitas Asahan); Putri Amelia (Universitas Asahan); Suci Suci (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 817 - 825 [PDF] |
| 759 |
SOSIALISASI PENCEGAHAN NARKOBA SEBAGAI SOLUSI PEMBINAAN GENERASI SEHAT
Lihat AbstrakAbstract: Drug abuse is a social problem that threatens the future of young generations and requires preventive measures through education. This community service activity aimed to provide education and raise youth awareness about the dangers of drugs through a socialization program held at Yayasan Pendidikan Ar-Rasyid, Sei Renggas Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency. The program applied a qualitative descriptive method with a participatory approach, involving 63 students and 5 teachers. The stages consisted of preparation, interactive socialization, discussions, educational simulations, anti-drug commitment declaration, and evaluation. The results showed an increase in participants’ knowledge of drug types and impacts by 35%, social awareness by 29%, and healthy-living commitment by 31%. Interviews with teachers and students indicated that the program effectively fostered resilience and positive character in rejecting negative influences. Therefore, this socialization activity serves as an innovative solution for developing a healthy generation and strengthens collaboration between universities, schools, and the National Narcotics Agency (BNN) in preventing drug abuse in educational settings.Keywords: socialization, drug prevention, youth, character education, community serviceAbstrak: Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah sosial yang mengancam masa depan generasi muda dan menuntut penanganan preventif berbasis pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran remaja tentang bahaya narkoba melalui sosialisasi yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Ar-Rasyid, Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan 63 siswa dan 5 guru. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, sosialisasi interaktif, diskusi, simulasi edukatif, deklarasi komitmen anti narkoba, serta evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang jenis dan dampak narkoba sebesar 35%, kesadaran sosial 29%, dan komitmen hidup sehat 31%. Wawancara dengan guru dan siswa menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif menumbuhkan sikap tangguh dan karakter positif dalam menolak ajakan negatif. Dengan demikian, sosialisasi ini menjadi solusi inovatif dalam pembinaan generasi sehat, serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan BNN dalam pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.Kata kunci: sosialisasi, pencegahan narkoba, remaja, pendidikan karakter, pengabdian masyarakat |
Rahma Yunita Ansi (Universitas Asahan); Rizki Wulandari (Universitas Asahan); Dinda Tsurmaiza Fajhrin (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 759 - 766 [PDF] |
| 760 |
SOSIALISASI PENGGUNAAN MEDIA CANVA DAN GOOGLE FORM DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI DI DESA PERKEBUNAN TANAH DATAR
Lihat AbstrakAbstract: This community service activity is expected to increase the understanding of the community, especially village officials in Perkebunan Tanah Datar Village, in the use of Canva and Google Forms in carrying out administrative services at the village office. This community service activity, conducted by lecturers and a team of students from the 2025 Asahan University Community Service Program (KKNT), will contribute knowledge and understanding of how to use technology to facilitate village officials in providing administrative services to the community. The purpose of this community service activity is to provide knowledge and understanding of the use of technology in today's digital era. In this digital era, technology is crucial. The methods used in this service include outreach, lectures, discussions, questions and answers, presentations, and video documentation. Keywords: use, technology, Canva media Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan agar masyarakat khususnya perangkat desa di Desa Perkebunan Tanah Datar paham akan penggunaan media Canva dan Google Form dalam melaksanakan pelayanan administrasi di kantor desa tersebut. Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen beserta tim dari mahasiswa KKNT Universitas Asahan Tahun 2025 dapat memberikan sumbangsi berupa pengetahuan dan pemahaman bagaimana menggunakan teknologi dalam penggunaan media Canva dan Google Form untuk memudahkan perangkat desa dalam melakukan pelayanan administrasi kepada masyarakat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam penggunaan teknologi di era digital sekarang ini. Di era digital sekarag ini teknologi merupakan suatu hal yang sangat penting. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab, presentase dan video dokumentasi. Kata kunci : penggunaan, teknologi, media canva |
Rafika Muspita Sari (Universitas Asahan); Karimaliana Karimaliana (Universitas Asahan); Handi Winnata Simblon (Universitas Asahan) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5 No 2 (2025) |
Hal: 751 - 758 [PDF] |