| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 2841 |
Penerapan Model Problem Based Learning dan Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Lihat AbstrakHasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based learning dan model kooperatif Jigsaw di kelas XII MIPA 7 SMA Negeri 5 Medan TP. 2017/2018 menjadi meningkat. Sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata siswa kelas XII MIPA 7 adalah 61,89 dan standar deviasi 11,29. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai hasil belajar siswa rata-ratanya adalah 69,42 dan standar deviasi 8,54. Demikian pula pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 79,77 dan standar deviasi 5,97. Sebelum dilakukan tindakan kategori rata-rata belajar siswa berada pada kategori rendah dengan tingka ketuntasan 41,86% (!8 orang tuntas dari 43 siswa). Pada siklus I setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang dengan tingkat ketuntasan 72,09% (31 orang yang tuntas dari 43 siswa). Pada siklus II setelah dilaksanakan tindakan lebih lanjut sebagai hasil refleksi pada siklus I hasil belajar siswa dengan tingkat ketuntasan 97,67%, pada siklus ini hanya satu orang saja siswa yang tuntas |
Tiorinse Sinaga |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 2 (2019) |
Hal: 97 - 104 [PDF] |
| 2842 |
Peningkatan hasil Belajar Matematika Dengan Menerapkan Discovery Learning
Lihat AbstrakHasil belajar maetmatika para siswa di kelas XI Program MIPA dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning terjadi peningkatan. Sebelum dilaksanakan tidanakan nilai rata-rata matematika siswa 68,8 dan standar deviasi 16,50. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai hasil belajar siswa rata-ratanya adalah 74,80 dengan standar deviasi 11,50. Selanjutnya pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa meningkatkan yaitu 80,50 dan standar deviasi 7,50. Sebelum dilakukan tindakan kategori rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori rendah dengan tingkat ketuntasan 67,5% (27 orang tuntas dari 40 siswa). Pada siklus I setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang dengan tingkat ketuntasan 87,5% (35 orang tuntas dari 40 siswa). pada siklus II setelah dilaksanakan tindakan lebih lanjut sebagai hasil refleksi siklus I hasil belajar siswa berada pada kategori baik (tinggi) dengan tingkat ketuntasan 97,5%, pada siklus ini hanya 1 orang saja siswa yang tidak tuntas. |
Farawiati Andrianti |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 2 (2019) |
Hal: 83 - 90 [PDF] |
| 2843 |
Pelaksanaan Teknik Supervisi Individual Sebagai Implementasi Kerja Kepengawasan
Lihat AbstrakPeneliti mencoba mengukur seberapa tinggi pelaksanan teknik supervisi individual dan seberapa tinggi kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SD Negeri 25 Rianiate tahun pelajaran 2017/2018 dengan menghubungkan pelaksanaan teknik supervisi individual dengan peningkatan kemampuan guru dalam proses pembelajaran, dengan tujuan untuk mengetahui manfaat supervisi itu secara mendalam yang selama ini terkesan supervisi sebagai suatu proses yang bersifat administratif saja atau pengawasan semata terhadap kerja guru. Peneliti menerapkan Uji F, dengan taraf signifikansi 5%, untuk pengujian setia dua kelompok, kesimpulan ditentukan hika H1: F0 < F1 maka H1 diterima, berarti ada perbedaan yang signifikan varians antar kedua kelompok tersebut. Selain harga itu H1 ditolak, berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antar kedua kelompok tersebut. Hasil perhitungan yang diperoleh adalah 0,43, kemudian dikonsultasikan ke tabel F dengan derajat kebebasan (9,9) dan taraf signifikan 5% ditemukan 3,15 (F1 = 3,15). Karena F0 (0,34) < F1 (3,15), maka keputusannya Ho diterima. dari keenam pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bahawa tidak terdapat perbedaan yang signifikan varian kemampuan guru antara kelompok A, B, C, dan D. Dengan kata lain, prestasi pengajaran bidang studi di masing-masing kelompok dari ke empat kelompok tersebut seimbang.Kata kunci: supervisi individual, implementasi kerja kepengawasan |
Tiruma Simbolon |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 191-198 [PDF] |
| 2844 |
Meningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Jigsaw
Lihat AbstrakLatar belakaag penelitian ini adalah keaktifan siswa yang masih sangat rendah dalam proses pembelajaran dan hasil belajar yang belum memenuhi kriteria ketuntasan belajar yang telah ditetapkan. Hal ini terbukti bahwa di kelas VII-A rata-rata hasil ulangan blok mata pelajaran PKn hanya mencapai 5,5 dengan jumlah siswa yang tuntas belajar hanya 4 siswa dari jumlah siswa keseluruhan 34 siswa (11,76%). Di samping itu, dari hasil angket terhadap 34 siswa di kelas VII-A mengatakan bahwa 48% siswa merasa bosan karena hanya menggunakan metode ceramah ketika mengajar, 58% siswa tidak memperlihatkan penjelasan guru, 68% siswa mengatakan tidak memahami materi yang telah diajarkan dan 68% siswa mengatakan PKn merupakan mata pelajaran yang sulit untuk dipahami. Hal yang demikian tentunya menjadi satu masalah bagi guru untuk mencari jalan penyelesaiannya. Tujuan penelitian ini adalah: (i) mengetahui adanya peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran melalui model pembelajaran Jigsaw; (ii) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Jigsaw; (iii) mengetahui tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Jigsaw.Kata kunci: Jigsaw, kedaulatan rakyat, sistem pemerintah |
Roika Tampubolon |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 185-190 [PDF] |
| 2845 |
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Pembuatan Cerita Bergambar Berbasis Inkuiri
Lihat AbstrakPenelitian tindakan kelas ini merupakan upaya membantu mengatasi kesulitan siswa kelas VII-B dalam memahami materi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup. Tindakan yang dilakukan yaitu melalui pembuatan cerita bergambar dengan pembelajaran IPA berbasis inkuiri. Data yang dikumpul terdiri dari keaktifan siswa saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas melalui pengamatan yang terdapat dalam lembar observasi, hasil tes tertulis di setiap akhir siklus dan respon siwa yang terdapat dalam angket. Untuk menjamin validitas, maka dilakukan validasi oleh rekan sejawat yang memiliki kompetensi. Hasil penelitian pada siklus I yaitu perolehan nilai siswa mencapai rata-rata 75,47 dengan presentasi ketuntasan 64,71% respon siswa memperlihatkan partisipasi dari seluruh siswa. Meskipun terdapat peningkatan proses pembelajaran, namun belum memenuhi indikator kinerja. Perbaikan meliputi perubahan metode pengamatan dan lebih aktif mendorong siswa untuk bertanya. Adapun hasil penelitian pada siklus II perolehan rata-rata nilai 78,03 dan presentase ketuntasan belajar 79,41%, aktivitas siswa saat pembelajaranpun dalam kategori baik dan respon siwa positif dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan indikator kinerja dan hipotesis diterima.Kata kunci: hasil belajar, cerita bergambar , inkuiri |
Panonggoran Pardede |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 179-184 [PDF] |
| 2846 |
Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Metode Bermain Peran
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui metode bermain peran (role playing) pada siswa kelas III di SD Negeri 11 Hutabolon. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri 11 Hutabolon yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah obervasi. Hasil pengamatan observer pada siklus I rata-rata mencapai 64,3% atau kategori baik. Aktivitas belajar siswa secara individu juga terlihat mengalami peningkatan dari siklus I terdapat 3 siswa mendapat penilaian sangat baik, 10 orang baik, dan 9 orang cukup, yang jika dipersentase jumlah siswa yang mendapat nilai ssangat baik dan baik 13 orang atau 59,1% (kategori baik), sedangkan pada siklus II jumlah siswa yang memperoleh penilaian sangat baik 13 orang dan baik 9 orang. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa aktivitas belajar siswa terus mengalami peningkatan dari tahap pra tindakan, ke tindakan siklus I, sampai pada tindakan siklus II.Kata kunci: aktivitas belajar, bermain peran |
Maria Sigiro |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 173-178 [PDF] |
| 2847 |
Peningkatan Kemampuan Menyimak Dengan Menggunakan Media Audio Visual
Lihat AbstrakPenelitian ini adalah membahas pembelajaran menyimak dengan menggunakan media audio visual, yaitu proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual dilakukan dalam dua bentuk media yaitu pada siklus I menggunakan power point dan pada siklus II menggunakan CD interaktif. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual sebagai pembelajaran dilaksanakan melalui langkah-langkah sebagai berikut: (a) guru terlebih dahulu menjelaskan mengenai tujuan pembelajaran dan strategi pembelajaran yang akan dilakukan; (b) melakukan apersepsi untuk menghimpun perhatian dan mempersiapkan siswa dalam belajar; (c) siswa memperhatikan penyampaian materi melalui tayangan media audio visual baik dalam bentuk power point, maupun dalam bentuk CD interaktif; (d) siswa mendiskusikan materi yang telah dipelajarinya, dan; (e) evaluasi. Hasil kemampuan pemahaman siswa dalam belajar bahasa Indonesia yang diukur dengan hasil jawaban siswa terhadap pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang telah disampaikan dari setiap siklusnya mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa. Pada siklus I rata-rata siswa mencapai 59,23, pada siklus II mencapai 69,61. Di samping itu dilihat dari ketuntasan belajar siswa juga terjadai peningkata dari 61,54% pada siklus I meningkat menjadi 89,74% pada siklus II yang sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran bahwa pembelajaran telah tuntas.Kata kunci: menyimak, media audio visual |
Ida Humisar Pardede |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 187-172 [PDF] |
| 2848 |
Meningkatkan Kemampuan Baca Melalui Model Pembelajaran Menyanyi
Lihat AbstrakPenulis menggunakan teknik menyanyi dalam upaya menumbuhkan kesiapan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 13 Hutanamora tahun pelajaran 2017/2018. Pertimbangan penulis menggunakan teknik menyanyi sebagai dasar pengajaran di kelas IV agar harapan bahwa anak mampu membaca, hendaknya dapat disikapi dengan cara bijaksana. Pada pertemuan ini siswa mendengarkan bacaan yang dibaca oleh guru. Kemudian mengerjakan tugas-tugas yang ada pada LKS I. Tugas pertama adalah melengkapi kalimat rumpang dalam syair lagu kata-kata yang tepat/sesuai dengan lagu yang dirumpangkan tersebut. Dari 24 siswa, siswa yang lain salah 1 sampai 5 ada 20 siswa atau 89,36% yang 4 siswa (10,64%) salah 6 samapai 8 sehingga disimpulkan bahwa kegiatan mendengarkan ini 89% berhasil/tuntas. Dari kegiatan pertemuan II ini diperoleh kesimpulan bahwa isi puisi rata-rata sudah baik dan sesuai dengan tema (lingkungan alam). Bahasa alam kalimat juga sudah puitis, dalam arti tidak hanya menggunakan kata-kata sehari-hari. Rata-rata skor yang diperoleh siswa adalah 88. jadi, kegiatan pembelajaran pada pertemuan II ini dinyatakan 88% tuntas.Kata kunci: kemampuan baca, model pembelajaran menyanyi |
Ati Sondang Sinaga |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 181-186 [PDF] |
| 2849 |
Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation Sebagai Alternatif Meningkatkan Kinerja Guru Mengajar Matematika
Lihat AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja guru mengajar matematika dengan menerapkan model pembelajaran group investigation. Subyek penelitian adalah guru bidang studi matematika di SD Negeri 4 Pangaloan tahun pelajaran 2018/2019. Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama tiga siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) pembelajaran dengan kooperatif model Group Investigation memiliki dampak positif dalam meningkatkan kinerja guru bidang studi matematika di SD Negeri 4 Pangaloan tahun pelajaran 2018/2019 yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65,00%), siklus II (73,00%), siklus III (82,00%), dan; (2) Penerapan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 4 Pangaloan tahun pelajaran 2018/2019 yang ditunjukkan dengan hasil wawancara dengan beberapa siswa, rata-rata jawaban menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran kooperatif model group investigation sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar.Kata kunci: group investigation, kinerja guru |
Basaria Samosir |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 171-180 [PDF] |
| 2850 |
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Tes Hasil Belajar Melalui Workshop Pendekatan Direktif
Lihat AbstrakMelalui penelitian ini peneliti menggunaan tindakan kegiatan workshop dengan pendekatan direktif untuk meningkatkan mutu tes hasil belajar daan sesuai dengan kaidah penulisan soal serta tes sesuai dengan kompetensi dasar mata pelajaran. penelitian dilaksanakan dua siklus dengan durasi pertemuan sebanya 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan workshop dengan pendekatan direktif dalam menyusun tes hasil belajar setiap siklusnya mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama dengan banyak guru yang mempunyai perilaku baik dan amat baik sebanyak 51% untuk siklus II pertemuan keempat meningkat menjadi 97%. Untuk nilai hasil kinerja siklus I pertemuan pertama adalah 22% jumlah guru yang tuntas untuk siklus II pertemuan keempat meningkat menadi 100%. Berdasarkan pengamatan periklau kerja dan hasil kinerja guru masing-masing mendapat lebih baik 75%, sehingga kegiatan workshop dengan pendekatan direktif dapat meningkatkan guru dalam menyusn tes hasil belajar.Kata kunci: workshop, pendekatan direktif |
Fauzi Fauzi |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 161-170 [PDF] |
| 2851 |
Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Tes Hasil Belajar Melalui Workshop Pendekatan Direktif
Lihat AbstrakMelalui penelitian ini peneliti menggunakan tindakan kegiatan workshop dengan pendekatan direktif untuk meningkatkan mutu tes hasil belajar dan sesuai dengan kaidah penulisan soal serta tes sesuai dengan durasi pertemuan sebanyak 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan workshop dengan pendekatan direktif dalam menyusun tes hasil belajar setiap siklusnya mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama dengan banyak guru yang mempunyai perilaku baik dan amat baik sebanyak 51% untuk siklus II pertemuan keempat meningkat menjadi 9%. Untuk nilai hasil kinerja siklus I pertemuan pertama adalah 22% jumlah guru yang tuntas untuk siklus II pertemuan keempat meningkat menjadi 100%. Berdasarkan pengamatan perilaku kerja dan hasil kerja guru masing-masing mendapat lebih dari 75%, sehingga kegiatan workshop dengan pendekatan direktif dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun tes hasil belajarKata kunci: workshop, pendekatan direktif |
Fauzi Fauzi |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol No () |
Hal: 161 - 170 |
| 2852 |
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbasis Kurikulum 2013
Lihat AbstrakPenelitian ini menerapkan model pembelajaran discopery learning berbasis kurikulum 2013 untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP Negeri1 Koto Kampar Hulu. Penelitian dilaksanakan dua siklus dengan durasi pertemuan sebanyak 4 kali pertemuan. Setelah dilakukan model pembelajaran discovery learning berbasis kurikulum 2013 setiap siklusnya mengalami peningkatan, pada siklus I rata-rata nilai kognitif dari 67,04 pada pertemuan keempat siklus II meningkat nilai rata-sata menjadi 87,15. Penilaian belajar afektif menunjukkan sikap disiplin, rasa ingin tahun dan percaya diri pada siklus I pertmuan kedua sebagian besar sudah melakukan sikap disiplin, rasa ingin tahun dan percaya diri dengan baik. rata-rata nilai psikomotor dari 65,18 pada pertemuan pertama siklus I meningkat menjadi 84,18 pada pertemuan keempat siklus II, dengan demikian bahwa penggunaan model discovery learning berbasis kurikulm 2013 dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas IX A SMP Negeri 1 Koto Kampar Hulu tahun 2019 |
Titi Rukhaini |
JURNAL GLOBAL EDUKASI Vol 3 No 3 (2019) |
Hal: 151-160 [PDF] |
| 2853 |
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTIKORUPSI PADA MATA KULIAH PKN BERBASIS PROJECT CITIZEN DI STMIK ROYAL KISARAN
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan anti-korupsi pada pendidikan kewarganegaraan melalui kegiatan berbasis proyek warga negara. Ini adalah penyelidikan deskriptif yang dilakukan di STMIK Royal Kisaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasilnya adalah pelaksanaan pendidikan antikorupsi dilakukan melalui kajian masalah-masalah terkait korupsi sehingga menghasilkan panel presentasi yang terdiri dari 4 bagian yaitu masalah, kebijakan alternatif, usulan bagian solusi, dan rencana tindakan. Melalui kegiatan ini, itu dimaksudkan bahwa siswa akan memperoleh beberapa sikap yang diinginkan seperti kejujuran, perhatian, swadaya, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, kerendahan hati, keberanian dan keadilan. Faktor-faktor yang mendukung pengembangan karakter siswa melalui pendidikan anti korupsi dibagi menjadi dua kategori, yaitu internal dan eksternal. Pengembangan silabus, indikator, tujuan, skenario, sumber belajar, media, model, metode, strategi pembelajaran, dan alat evaluasi perlu diperbaiki karena ada banyak kekurangan untuk dapat memperkuat karakter bangsa. |
Sri Rezki Maulina Azmi (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 64-72 [PDF] |
| 2854 |
ANALISIS DAN PERANCANGAN E-MARKETING DENGAN KONSEP CUSTOMER RELATIONSHIP MANAJEMEN (CRM)
Lihat AbstrakCustomer Relationship Management (CRM) merupakan salah satu sarana untuk mengelola hubungan baik antara perusahaan dengan customer.. Dengan memanfaatkan CRM perusahaan akan mengetahui apa yang diharapkan dan diperlukan pelanggannya sehingga akan tercipta ikatan emosional yang mampu menciptakan hubungan bisnis yang erat dan terbuka. Dengan demikian kesetiaan pelanggan dapat dipertahankan dan tidak mudah berpindah ke perusahaan pesaing. Sementara E-Marketing merupakan proses pemasaran yang menggunakan teknologi informasi elektronik khususnya adalah internet yang dapat menghubungkan penjual dan pembeli yang berbeda tempat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem informasi Customer Relationship Mangement (CRM) yang dapat mendukung pengiriman informasi kepada pelanggan melalui teknologi internet pada Usaha Dagang Terang Jaya yang bergerak di bidang percetakan. Perancangan sistem penjualan dengan menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa rancangan sistem informasi ini memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam memperkenalkan produk-produk percetakanya maupun mempermudah konsumen dalam mendapatkan informasi tentang produk dan juga mempermudah konsumen melakukan transaksi dengan perusahaan. |
Wan Mariatul Kifti (Prodi Sistem Informasi, STMIK Royal); Windy Swaradana (stmik royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 57-63 [PDF] |
| 2855 |
RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KUNCI PINTU LEMARI BERBASIS MIKROKONTROLER
Lihat AbstrakKeamanan Lemari pada umumnya sekarang ini masih dilakukan dengan manual dan sepenuhnya masih di lakukan oleh manusia.Masalah umum yang terjadi dikeamanan lemari adalah kemudahan membongkar atau membuka lemari oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga terjadinya pencurian barang maupun data berharga yang disimpan dan dirahasiakan. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan system keamanan lemari yang mampu meningkatkan keamanan barang dan data sehingga meminimalisir terjadinya tindak kriminal. Sistem ini dirancang dengan menggunakan solenoid door dan password sehingga menggandakan keamanan lemari tersebut.Sistem ini bekerja ketika ada yang ingin membuka pintu lemari menggunakan password yang dikrimkan melalui smartphone lalu diproses mikrokontroler dan ditampilkan oleh LCD setelah diproses bila password benar maka pintu akan terbuka. Pengimplementasian system ini diharapkan dapat meningkatkan rasa aman pada penyimpanan barang dan data sehingga tingkat keamanan yang sebelumnya menggunakan kunci manual mendapatkan pengamana ganda. |
Dedi Setiawan (STMIK Triguna Dharma) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 51-56 [PDF] |
| 2856 |
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMA BANTUAN SOSIAL UNTUK KELUARGA MISKIN DENGAN METODA SIMPLE ADDITVE WEIGHTING (SAW)
Lihat AbstrakProgram penyaluran bantuan sosial merupakan salah satu program pemerintah dalam mengurangi beban pengeluaran terhadap keluarga miskin. Dalam penyaluran bantuan sering terjadi kendala yaitu pemberian bantuan yang tidak tepat sasaran. Pengelolaan data yang masih menggunakan Microsoft Excel menyulitkan beberapa pihak dalam pengambilan keputusan. Guna meningkatkan kinerja Kelurahan Binuang Kp. Dalam maka di bangunlah suatu sistem. Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang membantu dalam pengambilan keputusan. Dalam pengambilan keputusan, sistem dibantu dengan menggunakan Metode SAW. Metode SAW digunakan untuk mencari penjumlahan terbobot dalam sebuah instansi. Untuk itu dibuatlah rancangan sistem pendukung keputusan yang dapat mengolah data dengan lebih efektif, dengan bahasa pemrograman Java dan database MySQL serta analisa penjumlahan menggunakan Metode SAW diharapkan dapat membantu aktivitas kelurahan, sehingga mendapatkan pencapaian yang efektif dan efisien. |
Suparmadi Suparmadi (AMIK Royal Kisaran); Santoso Santoso (AMIK Royal Kisaran) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2 No 1 (2019) |
Hal: 21 - 28 [PDF] |
| 2857 |
SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN JENIS TANAMAN MUSIMAN DENGAN METODE DEMPSTER SHAFER
Lihat AbstrakDari hasil penelitian ini, menjelaskan bahwa untuk menentukan jenis tanaman tahunan dan musiman diproses dengan menginput kriteria tanaman, dengan menginput data tanaman yang ada maka hasil akan menentukan jenis tanaman yang diinginkan menurut rumus dempster shafer yaitu suatu teori matematika untuk pembuktian berdasarkan fungsi kepercayaan dan pemikiran yang masuk akal, yang digunakan untuk mengkombinasikan potongan informasi yang terpisah untuk mengkalkulasi kemungkinan dari suatu peristiwa. Setelah jenis tanaman sudah diketahui maka akan ditampilkan jenis tanamannya. |
Trinanda Syahputra (STMIK Triguna Dharma); Egi Affandi (STMIK Triguna Dharma) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 46-50 [PDF] |
| 2858 |
PREDIKSI KINERJA PENCAPAIAN HASIL USAHA MENGGUNAKAN DECISSION TREE
Lihat AbstrakPenelitian ini akan sangat membantu pengelola perusahaan distributor dalam memprediksi tercapai atau tidaknya target profit. Target objek penelitian ini yaitu kumpulan data laporan laba/rugi terutama data pencapain target profit pada CV. Budi Jaya yang merupakan distibutor makanan ringan yang berasal dari produk dari PT. Mayora Indah Tbk. Berdasarkan data yang terkumpul, langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk tabel Decission System  yang terdiri dari atribut kondisi dan atribut keputusan. Tabel tersebut kemudian akan diproses sesuai dengan tahapan proses data mining. Melalui proses yang telah dilakukan menggunakan Decission Tree Algoritma C.45. Berdasarkan proses yang telah dilakukan maka dihasilkan 6 buah aturan/rule dengan node akar tertinggi yaitu variabel Biaya. Keenam aturan yang ditemukan tersebut akan menjadi landasan bagi pengelola perusahaan distributor dalam memprediksi ketercapaian target profit. Kata Kunci : Prediksi; Profit; Algoritma C.45. |
Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2 No 2 (2019) |
Hal: 74-81 [PDF] |
| 2859 |
PERANAN MATAKULIAH PENGANTAR MANAJEMEN BISNIS DALAM MENUMBUHKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh matakuliah Pengantar Manajemen Bisnis untuk menumbuhkan minat wirausaha mahasiswa. Penenlitian ini dilakukan di STMIk Royal Kisaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan bersifat Analisis Desktiftif dengan populasi mahasiswa semester 1 program studi Sistem Informasi sebanyak 130 mahasiswa dan yang dijadikan sample adalah 26 mahasiswa (20%) dari jumlah populasi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah: (1) Metode Observasi. Metode observasi dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena yang diteliti. Dimana dilakukan pengamatan atau pemusatan perhatian terhadap obyek dengn menggunakan seluruh alat indera. (2). Metode Wawancara. Metode ini merupakan interview langsung dengan objek yang akan diteliti. Peneliti menggunakan teknik wawancara semi terstruktur wawancara ini menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis. Wawancara ini masuk dalam kategori in-dept interview (wawancara mendalam) yang pelaksanaannya lebih bebas serta terbuka dengan meminta pendapat dan ide-ide dari informan. (3). Metode Dokumentasi. Hasil Interview yang didukung observasi yang dilakukan menunjukkan bahwa responden merasa Matakuliah Pengantar Manajemen Bisnis sangat memberi pengaruh dalam meningkatkan minat wirausaha mahasiswa. |
Rohminatin Rohminatin (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 41-45 [PDF] |
| 2860 |
SOSIAL MEDIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN MAHASISWA MEMILIH STMIK ROYAL
Lihat AbstrakMedia sosial adalah sebuah media daring, dimana para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi blog, jejaring sosial, forum dan dunia virtual. Semuanya jadi lebih mudah dilakukan dengan adanya Sosial media seperti  instagram, facebook, twitter, youtube. Dampak sosial media bisa positif dan negatif. Contoh dampak positifnya adalah dapat menyambung silaturahmi,  sarana belanja, menjual, promosi, yang memungkinkan para pedagang kecil memparomosikan produknya tanpa mengeluarkan biaya promosi yang besar.STMIK Royal yang berdiri sejak tahun 2011 juga menggunakan sosial media sebagai sarana untuk mempromosikan dan mengenalkan STMIK melalui daring. Jika menurut para ahli bahwa sosial media dapat merubah keputusan konsumen, maka sebelum memutuskan kuliah di STMIK Royal tentunya sosial media dijadikan salah satu cara mahasiswa untuk mencari informasi tentang STMIK. Jenis penelitian ini adalah Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Objek penelitian ini adalah mahasiswa semester 3 STMIK Royal yang berjumlah 789 orang . Besaran sampel ditentukan sebesar 15% atau sebesar 118,35 atau digenapkan menjadi 118. 0rang. Besaran sampel mengacu kepada pendapat Hair. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Seberapa besar pengaruh sosial media (Facebook, Instagram, Youtube) terhadap keputusan mahasiswa memilih STMIK Royal. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 87,7% keputusan mahasiswa memilih STMIK Royal dipengaruhi oleh variabel Promosi melalui Sosial Media dan sisanya 12,3% dipengaruhi faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Adjusted R square sebesar 0,877. |
Elly Rahayu (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal Kisaran); Uswatun Hasanah |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 3 No 1 (2020) |
Hal: 33-40 [PDF] |