Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
2961 Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Example Non Example
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this study was to determine the improvement of the quality and cognitive learning outcomes of students in the 2nd semester science subjects of Class VIII-B Gunungsitoli Middle School 4 2015/2016 Learning Year through the application of example non example learning model. This research was applied in Gunungsitoli Middle School 4 of 2015/2016 Learning Year. Subjects in this study were Class VIII-B students with a total of 17 people, and the object in this study was the application of example non example learning model. Data collection techniques use tests, observations, questionnaires, and interviews. Based on the results of research on improving science learning outcomes through cooperative learning model type example non example in Gunungsitoli Middle School 4 in cycle I with the number of students who complete students from 17 students with an average score of 63.00, while the learning outcomes of cycle II with the number of students complete 14 students with an average score of 78.00. The results of observations of students' activities in the first cycle obtained a percentage of 56.25% in the unfavorable category, while the second cycle of the student activity category increased to 81.25% in the good category. Keyword: example non example Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kualitas dan hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPA semester 2 Kelas VIII-B SMP Negeri 4 Gunungsitoli Tahun Pembelajaran 2015/2016 melalui penerapan model pembelajaran example non example. Penelitian ini diterapkan di SMP Negeri 4 Gunungsitoli Tahun Pembelajaran 2015/2016. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII-B dengan jumlah 17 orang, dan objek dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran example non example. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, angket, dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian peningkatan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe example non example di SMP Negeri 4 Gunungsitoli pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas siswa dari 17 siswa dengan nilai rata-rata 63,00, sedangkan hasil belajar siklus II dengan jumlah siswa yang tuntas 14 siswa dengan nilai rata-rata 78,00. Hasil observasi aktivitas siswa siklus I diperoleh persentasi 56,25% kategori kurang baik, sedangkan siklus II kategori aktivitas siswa meningkat menjadi 81,25% kategori baik. Kata kunci: example non example

Apriani Sinaga JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 693 - 700
[PDF]
2962 Penerapan Model Picture And Picture Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar IPA
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve the motivation and learning outcomes of class VII.1 of SMP Negeri 12 Pekanbaru by applying the model of picture and picture to the material of Diversity of Living Beings. The study was conducted in February-April 2016 with the research subjects being 38 students of class VII.1 12 Pekanbaru State Junior High School in the 2016/2017 school year. Learning outcomes in the cognitive and affective domains were obtained from the posttest results as well as observation sheets. Learning motivation results were obtained from the results of the initial questionnaire and the final questionnaire. The results of the study were analyzed using mixed data analysis (quantitative and qualitative). The results showed that the application of the model of picture and picture on the material of Diversity of Living Beings could improve: (1) Student learning outcomes in the material Diversity of Living Beings with the acquisition of learning outcomes in the cognitive domain from an average score of 60.42 first cycle to 80.42 in the cycle second and the percentage of achievement of KKM from 65.79% in cycle first to 86.84% in cycle second and affective domain learning outcomes 0% in cycle first to 60% and (2) Motivation to learn students on material Diversity of Living Beings with a high category increase from 69.56% to 100%. Keyword: picture and picture, learning outcomes, learning motivation, classification of living things Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru dengan menerapkan model picture and picture pada materi Keanekaragaman Makhluk Hidup. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2016 dengan subyek penelitian adalah 38 siswa kelas VII.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru tahun pelajaran 2016/2017. Hasil belajar ranah kognitif dan ranah afektif diperoleh dari hasil posttest juga lembar observasi. Hasil motivasi belajar diperoleh dari hasil lembar kuisioner awal dan kuisioner akhir. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis data campuran (kuantitatif dan kualitatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model picture and picture pada materi Keanekaragaman Makhluk Hidup dapat meningkatkan: (1) Hasil belajar siswa pada materi Keanekaragaman Makhluk Hidup dengan perolehan hasil belajar ranah kognitif dari rata–rata skor siklus I 60,42 menjadi 80,42 di siklus II dan persentase pencapaian KKM dari 65,79 % di siklus I menjadi 86,84% di siklus II serta hasil belajar ranah afektif 0 % pada siklus I menjadi 60 % dan (2) Motivasi belajar siswa pada materi Keanekaragaman Makhluk Hidup dengan peningkatan kategori tinggi dari 69,56 % menjadi 100%. Kata kunci: picture and picture, hasil belajar, motivasi belajar, klasifikasi mahluk hidup

Eriani Darma JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 687 - 692
[PDF]
2963 Implementasi Strategi Pembelajaran Melalui Model TGT Pada Mata Pelajaran IPA
Lihat Abstrak

Abstract: This research is motivated by the value of learning outcomes in science learning subject matter magnetism class IX.4 in Pekanbaru 12 Public Middle School, with an average daily test score of 65.93% with 38 students, the low learning outcomes are due to the method used by the teacher only lectures and question and answer. So it is necessary to have fun and active learning, namely the TGT learning model. These problems are discussed through classroom action research conducted through 2 cycles with each cycle of stages being planning, action, observation and reflection. The results showed that, with TGT learning it was found to improve student learning outcomes on the subject of magnetism using the Teams Games Tournament learning model in class IX.4 in Pekanbaru 12 Public Middle School 2016/2017 Academic Year, with classical provisions of 55.26% (21 students) , experienced an increase in the first cycle 71.05% (27 students), and in the second cycle reached 34 students or 89.47%. Keywords: Teams Games Tournament, magnet Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi nilai hasil belajar pada pembelajaran IPA pokok bahasan kemagnetan kelas IX.4 di SMP Negeri 12 Pekanbaru, dengan nilai rata-rata ulangan harian yaitu 65,93% dengan jumlah siswa 38, rendahnya hasil belajar tersebut dikarenakan metode yang digunakan guru hanya ceramah dan tanya jawab. Sehingga perlu adanya pembelajaran yang menyenangkan dan mengaktifkan yaitu dengan model pembelajaran TGT. Permasalahan tersebut dibahas melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dengan pembelajaran TGT ternyata meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan kemagnetan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament di kelas IX.4 di SMP Negeri 12 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2016/2017, dengan ketentuan klasikal 55,26% (21 siswa), mengalami kenaikan pada siklus I 71,05% (27 siswa), dan pada siklus II mencapai 34 siswa atau 89,47%. Kata kunci: Teams Games Tournament, magnet

Sunarti Sunarti JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 679 - 686
[PDF]
2964 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Dengan Model Probex (Predict, Observe, Explian)
Lihat Abstrak

Abstract: In general, the value of science learning outcomes achieved by students of SMP Negeri 12 Pekanbaru on the Material Pressure concept is still low. Many students feel bored and lack enthusiasm in learning. This is because the teacher is too monotonous and lacks a variety of methods in learning. The purpose of this study was to improve the Learning Outcomes of Science in the subject matter of Pressure on students of class VIII.8 of SMP Negeri 12 Pekanbaru through the application of the Probex model. This research is a classroom action research, which consists of 2 cycles, where each cycle consists of planning, implementation, observation and reflection. The results showed that the application of the Probex model could improve science learning outcomes in the subject matter of Pressure on VIII.8 grade students of 12 SMP Negeri Pekanbaru 2016/2017 Academic Year, ie before the completion of completeness was only 39%, after the first cycle reached 60.97% and after the implementation of the second cycle reached 79.05%. Keywords: probex, predict, observe, explain Abstrak: Pada umumnya nilai hasil belajar IPA yang dicapai siswa SMP Negeri 12 Pekanbaru pada materi Konsep Tekanan masih rendah. Banyak siswa yang merasa bosan dan kurang bersemangat dalam belajar. Hal ini disebabkan kerena guru terlalu monoton dan kurang memberikan variasi metode dalam pembelajarannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Hasil Belajar IPA pada materi pokok Tekanan pada siswa kelas VIII.8 SMP Negeri 12 Pekanbaru melalui penerapan model Probex. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri 2 siklus, dimana masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Probex dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada materi pokok Tekanan pada siswa kelas VIII.8 SMP Negeri 12 Pekanbaru Tahun Pelajaran 2016/2017, yaitu sebelum perbaikan ketuntasan hanya 39%, setelah siklus I mencapai 60,97% dan setelah pelaksanaan siklus II mencapai 79,05%. Kata kunci: probex, predict, observe, explain

Nurlisma Nurlisma JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 717 - 724
[PDF]
2965 Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Melalui Metode Pembelajaran Mnemonic
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve thematic learning outcomes by using mnemonic learning methods. Subjects in this study were Class II Students of SD Negeri 010083 Kisaran Kota discrit Kota Kisaran Barat academic year 2017/2018. The results showed that: (1) The results of the learning process before the research increased thematic learning outcomes through Mnemonic learning methods with the theme of the theme of the activity reaching an average value of 67%. After being motivated, the research was conducted through cycle I and cycle II, reflecting and recommending an average value of 88.6%, which means that there was an increase of 17.6%; (2) Learning outcomes in the first cycle reached an average value of 80.05% after cycle I and cycle II, reflection and recommendations on average values reached 88.6% means an increase of 8.55%; (3) The title of classroom action research at SD Negeri 010083 Kisaran Kota is to improve thematic learning outcomes through Mnemonic learning methods with the theme of the activities of grade II students of SD Negeri 010083 Kisaran Kota discrit Kota Kisaran Barat academic year. 2017/2018. Keywords: pictures, thematic Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Tematik dengan menggunakan metode pembelajaran mnemonic. Subjek dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas II SDN 010083 Kisaran Kota kec. Kota Kisaran Barat tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil proses belajar sebelum penelitian meningkatkan hasil belajar Tematik melalui metode pembelajaran Mnemonic dengan materi tema kegiatan mencapai nilai rata-rata 67%. setelah termotivasi dilakukan penelitian melalui siklus I dan siklus II refleksi dan rekomendasi nilai rata-rata mencapai 88.6 % berarti ada peningkatan sebesar 17.6 %; (2) Hasil belajar pada siklus I mencapai nilai rata-rata 80.05 % setelah siklus I dan siklus II, refleksi dan rekomendasi nilai rata-rata mencapai 88.6 % berarti ada peningkatan sebesar 8.55 %; (3) Judul penelitian tindakan kelas pada SDN 010083 Kisaran Kota ini adalah meningkatkan hasil belajar tematik melalui metode pembelajaran Mnemonic dengan materi tema kegiatan siswa kelas II SDN 010083 Kisaran Kota kec. Kota Kisaran Barat TP. 2017/2018. Kata kunci: mnemonic, tematik

Cut Juliana JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 711 - 716
[PDF]
2966 Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Membaca Peta Melalui Implementasi Kurikulum 2013
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this study was to: (1) Describe the 2013 curriculum implementation in social studies learning at Pekanbaru 12 Junior High School, (2) Describe the constraints of the social studies teacher in implementing the 2013 curriculum at 12 Pekanbaru Junior High School. This type of research includes qualitative research. Data collection techniques used in this study are observation, interview, and documentation techniques. The results of this study indicate that SMP Negeri 12 Pekanbaru: (1) Implementation of the 2013 curriculum in the eyes of social studies learning in class VII was obtained from general interviews of 7th grade social studies teachers, school principals, and the curriculum curriculum that had been going well through the preparation phase to the evaluation phase. (2) Constraints in the application of the 2013 curriculum in implementing the 2013 curriculum for students and teachers need a long time to understand and adapt to the new model learning system offered by the government in the 2013 curriculum. With this method, not all teachers are able to assess using 5M in the learning process. An overly detailed assessment process (5M) in the 2013 curriculum is still difficult to implement. Keyword: 2013 curriculum, map Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) Mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran IPS di Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Pekanbaru, (2) Mendeskripsikan kendala-kendala guru IPS dalam menerapkan kurikulum 2013 di Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Pekanbaru. Jenis penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, interview, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SMP Negeri 12 Pekanbaru: (1) Implementasi kurikulum 2013 pada mata pembelajaran IPS pada kelas VII diperoleh dari wawancara umum guru IPS kelas VII, kepala sekolah, dan waka kurikulum yang telah berjalan dengan baik melalui tahap persiapan sampai tahap eveluasi. (2) Kendala-kendala dalam penerapan kurikulum 2013 dalam menerapkan kurikulum 2013 siswa dan guru membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memahami dan beradaptasi dengan sistem pembelajaran model baru yang ditawarkan oleh pemerintah dalam kurikulum 2013. Dengan metode ini, tidak semua guru mampu menilai dengan menggunakan 5M dalam proses pembelajaran. Proses penilaian yang terlalu rinci (5M) dalam kurikulum 2013 yang masih sulit diterapkan. Kata kunci: kurikulum 2013, peta

Rosliana Ali JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 701 - 710
[PDF]
2967 Peningkatan Daya Layan Sekolah dan Pembelajaran Dengan Layanan Google
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this study is to integrate Google services to improve school service capacity, namely school management and learning carried out by teachers. Google services that are applied in this best practice are Gmail, Google Drive, Google Calendar, and Google Classroom. This research was carried out in Simanindo 4 Public Middle School in the 2015/2016 learning year. From the results of implementing this Google Service, obtained an increase in school management and learning services, namely (1) the average knowledge and competence about Google services is sufficient, and (2) the cumulative percentage of service descriptions, namely (a) not good 18.80 %, (b) good enough 65.35%, (c) good (24.52%), and (d) very good (10.13%). Keywords: Google services, management, schools, learning Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah pengintegrasian layanan Google untuk meningkatkan daya layan sekolah yaitu pengelolaan sekolah dan pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru. Layanan Google yang diaplikasikan dalam praktik terbaik ini adalah Gmail, Google Drive, Google Calendar, dan Google Classroom. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Simanindo pada tahun pembelajaran 2015/2016. Dari hasil penerapan ini Layanan Google, diperoleh peningkatan daya layan pengelolaan sekolah dan pembelajaran yaitu (1) rata-rata pengetauan dan kompetensi tentang layanan Google adalah cukup, dan (2) rata-rata persentase kumulatif dari deskripsi layanan yaitu (a) kurang baik 18.80%, (b) cukup baik 65.35%, (c) baik (24.52%), dan (d) sangat baik (10.13%). Kata kunci: layanan Google, pengelolaan, sekolah, pembelajaran

Sudirman Situmorang JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 673 - 678
[PDF]
2968 Peningkatan Keterampilan Menceritakan Kembali Isi Cerpen Dengan Strategi Think Talk Write
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve the skill of retelling the contents of short stories for students of class IX.6 of SMP Negeri 12 Pekanbaru by using Think Talk Write learning strategies. This type of research is classroom action research. The research subjects were students of class IX.6 consisting of 40 students. The object of this research is storytelling skills. Data collection techniques used in this study include questionnaires, observations, interviews, field notes, and storytelling skills tests. The results of this study indicate that the implementation of the Think Talk Write strategy can improve the storytelling skills of students in class IX.6 of SMP Negeri 12 Pekanbaru. The improvement was shown from the quality of the learning process which was reflected in the activeness, attention and concentration of students in the lessons, students' interest during learning, the courage of students to tell stories in front of the class. Product improvement can be seen from the class average score obtained from the pre-action stage to cycle II. In the pre-action stage the average grade score obtained at 16.84 increased to 21.42 in the first cycle stage. It increased again to 28.31 in the second cycle. Keyword: storytelling skills, Think Talk Write Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menceritakan kembali isi cerpen siswa kelas IX.6 SMP Negeri 12 Pekanbaru dengan menggunakan strategi pembelajaran Think Talk Write. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX.6 yang terdiri atas 40 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan bercerita. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi, angket, observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes keterampilan bercerita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi Think Talk Write dapat meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas IX.6 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Peningkatan tersebut ditunjukkan dari kualitas proses pembelajaran yang tercermin dari keaktifan, perhatian dan konsentrasi siswa pada pelajaran, minat siswa selama pembelajaran, keberanian siswa bercerita di depan kelas. Peningkatan secara produk dapat dilihat dari skor rata-rata kelas yang diperoleh dari tahap pratindakan sampai siklus II. Pada tahap pratindakan skor rata-rata kelas yang diperoleh sebesar 16,84 meningkat menjadi sebesar 21,42 pada tahap siklus I. Meningkat lagi menjadi 28,31 pada siklus II. Kata kunci: keterampilan bercerita, Think Talk Write

Sulastri Sulastri JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 663 - 672
[PDF]
2969 Upaya Meningkatkan Asertivitas Melalui Layanan Bimbingan Kelompok
Lihat Abstrak

Abstract: This research was carried out based on the phenomenon that occurred in SMP Negeri 12 Pekanbaru which showed low student assertiveness. This is indicated by the tendency of students who are silent during the process of teaching and learning activities, and students do not dare to ask about subject matter that has not been understood. The purpose of this study is to find out group guidance services can increase the assertiveness of class IX.1 students of SMP Negeri 12 Pekanbaru. The population in this study were students of class IX.1 of SMP Negeri 12 Pekanbaru. The sampling technique used in this study is random sampling, by taking a random sample of students totaling 20 students. Based on the results of a comparison analysis of the total results of pre-test and post-test in the experimental group and the control group obtained differences between the experimental group and the control group. In the experimental group the mean pre test was 66% and in the post test it was 83%. In the control group the mean pre test was 65% and in the post test it was 66%. It was concluded that the condition of student assertiveness after the implementation of group guidance services in the experimental group on average the students experienced an increase in percentage so that it was included in the high category (83%). While the condition of student assertiveness in the control group who were not given group guidance service activities, the average student also experienced an increase in the percentage included in the medium category (66%). Keywords: assertiveness, group guidance Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang terjadi di SMP Negeri 12 Pekanbaru yang menunjukkan rendahnya asertivitas siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan kecenderungan siswa yang diam pada saat proses kegiatan belajar mengajar, serta siswa tidak berani bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan asertivitas siswa kelas IX.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling, dengan mengambil sampel siswa secara acak yang berjumlah 20 siswa. Berdasarkan hasil analisis perbandingan hasil total pre test dan post test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol didapat perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen mean pre test 66% dan pada post test menjadi 83%. Pada kelompok kontrol mean pre test 65% dan pada post test menjadi 66%. Disimpulkan bahwa kondisi asertivitas siswa setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen rata-rata siswa mengalami peningkatan persentase sehingga termasuk dalam kategori tinggi (83%). Sedangkan kondisi asertivitas siswa pada kelompok kontrol yang tidak diberikan kegiatan layanan bimbingan kelompok, rata-rata siswa juga mengalami peningkatan persentase yang termasuk dalam kategori sedang (66%). Kata kunci: asertivitas, bimbingan kelompok

Sukiah Sukiah JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 6 (2018)
Hal: 653 - 662
[PDF]
2970 Upaya Meningkatkan Asertivitas Melalui Layanan Bimbingan Kelompok
Lihat Abstrak

Abstract: This research was carried out based on the phenomenon that occurred in SMP Negeri 12 Pekanbaru which showed low student assertiveness. This is indicated by the tendency of students who are silent during the process of teaching and learning activities, and students do not dare to ask about subject matter that has not been understood. The purpose of this study is to find out group guidance services can increase the assertiveness of class IX.1 students of SMP Negeri 12 Pekanbaru. The population in this study were students of class IX.1 of SMP Negeri 12 Pekanbaru. The sampling technique used in this study is random sampling, by taking a random sample of students totaling 20 students. Based on the results of a comparison analysis of the total results of pre-test and post-test in the experimental group and the control group obtained differences between the experimental group and the control group. In the experimental group the mean pre test was 66% and in the post test it was 83%. In the control group the mean pre test was 65% and in the post test it was 66%. It was concluded that the condition of student assertiveness after the implementation of group guidance services in the experimental group on average the students experienced an increase in percentage so that it was included in the high category (83%). While the condition of student assertiveness in the control group who were not given group guidance service activities, the average student also experienced an increase in the percentage included in the medium category (66%). Keywords: assertiveness, group guidance Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang terjadi di SMP Negeri 12 Pekanbaru yang menunjukkan rendahnya asertivitas siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan kecenderungan siswa yang diam pada saat proses kegiatan belajar mengajar, serta siswa tidak berani bertanya tentang materi pelajaran yang belum dipahami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan asertivitas siswa kelas IX.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX.1 SMP Negeri 12 Pekanbaru. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling, dengan mengambil sampel siswa secara acak yang berjumlah 20 siswa. Berdasarkan hasil analisis perbandingan hasil total pre test dan post test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol didapat perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pada kelompok eksperimen mean pre test 66% dan pada post test menjadi 83%. Pada kelompok kontrol mean pre test 65% dan pada post test menjadi 66%. Disimpulkan bahwa kondisi asertivitas siswa setelah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok pada kelompok eksperimen rata-rata siswa mengalami peningkatan persentase sehingga termasuk dalam kategori tinggi (83%). Sedangkan kondisi asertivitas siswa pada kelompok kontrol yang tidak diberikan kegiatan layanan bimbingan kelompok, rata-rata siswa juga mengalami peningkatan persentase yang termasuk dalam kategori sedang (66%). Kata kunci: asertivitas, bimbingan kelompok

Sukiah Sukiah JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol No ()
Hal: 653 - 662
2971 Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Talking Chips
Lihat Abstrak

Abstract: The study aims to determine whether learning Talking Chips can improve student learning outcomes on the subjects of Civics grade IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge academic year 2015/2016. The subject of this research is the fourth grade students of SD Negeri 016528 BP. Mandoge with 41 people. This research method is pre-test and post-test experimental group. From pengelolahan data obtained the average score obtained by students on the first cycle of 64.39. Of the 41 students, 24 students (58.54%) were completed in study while 17 students (41.46%) had not yet completed their study. Then on the second cycle there is an increase in the average value to 77.32. Of the 41 students, 35 students (85.37%) have experienced learning completeness, while 6 more students (14.63%) have not succeeded. Based on the increase of value starting from the initial test, cycle I and cycle II can be said that by using Talking Chips learning model can improve student learning outcomes in class IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge on Civics subject matter of central government system Keywords: talking chips, government, central government Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran Talking Chips dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge dengan jumlah 41 orang. Metode penelitian ini adalah pre-test dan post-test eksperimental group. Dari pengelolahan data diperoleh hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I sebesar 64,39. Dari 41 siswa, 24 orang siswa (58,54%) telah tuntas dalam belajar sedangkan 17 orang siswa (41,46%) belum tuntas dalam belajar. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 77,32. Dari 41 orang siswa, 35 orang siswa (85,37%) telah mengalami ketuntasan belajar, sedangkan 6 orang siswa lagi (14,63%) belum berhasil. Berdasarkan peningkatan nilai mulai dari tes awal, siklus I dan siklus II dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Chips dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge pada mata pelajaran PKn materi sistem pemerintahan tingkat pusat Kata kunci: talking chips, pemerintah, pemerintahan tingkat pusat

Yahya Sinurat JURNAL PENA EDUKASI
Vol No ()
Hal: 107 - 112
[PDF]
2972 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Group Investigation
Lihat Abstrak

Abstract: This research is a classroom action research, with the research subjects of class X IPA SMA Negeri 2 Lintongnihuta, totaling 29 people. This study's object is the student learning outcomes during the implementation of learning by applying the Group Investigation learning model on the Equation and Inequality of Absolute Value in Class X IPA SMA Negeri 2 Lintongnihuta. The instrument used was a test consisting of 5 items. The results showed that in cycle I, there were 22 students completed (78.57%). The percentage of student activity is 78.57% in the excellent category. In the second cycle, there were 27 students (96.43%) who completed. The percentage of student activity is 96.43% in the excellent category. So there is an increase in student learning outcomes through the application of the Group Investigation learning model on the subject of the Equation and Inequality of Absolute Values at SMA Negeri 2 Lintongnihuta. Keywords: absolute value; group investigation; equations and inequalities  Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian  siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Lintongnihuta yang berjumlah 29 orang. Objek dalam penelitian ini  adalah hasil belajar siswa selama pelaksanaan pembelajaraan melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation pada materi Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak di Kelas X IPA SMA Negeri 2 Lintongnihuta.  Instrumen yang digunakan adalah tes yang terdiri dari 5 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa pada Pada siklus I terdapat 22 orang siswa tuntas (78,57 %). Persentase  aktivitas siswa sebesar 78,57% berada pada kategori baik. Pada siklus II terdapat 27 orang siswa (96,43%) tuntas. Persentase  aktivitas siswa sebesar 96,43% berada pada kategori baik. Jadi ada peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Group Investigation pada pokok bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Di SMA Negeri 2 Lintongnihuta. Kata kunci: group investigation; nilai mutlak; persamaan dan pertidaksamaan

Nelson Tambunan; Nelson Tambunan JURNAL PENA EDUKASI
Vol 7 No 2 (2020)
Hal: 65 - 74
[PDF]
2973 Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Seni Budaya
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to determine the improvement of learning outcomes of Art Culture students on the material Simple Musical Instruments in class VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran academic year 2017/2018. The subjects of this study are students of class VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran as many as 32 people. The object of this research is the result of student learning using Picture and Picture learning model in Simple Music Material material. The research instrument used is multiple choice test and observation. Based on the research results obtained pretest average value of 48.33. After giving the action on the first cycle there were 15 people (46.88%) of the 32 students who achieved the minimum mastery criteria with an average score of 69.37. In cycle II there were 30 people (93.75%) who achieved the minimum mastery criteria with an average score of 85.27. Increased student learning outcomes by 41.66%. Student learning activities during the learning process show a better improvement. Because it has fulfilled classical learning completeness and increased from cycle I to cycle II it can be concluded that with the use of Picture and Picture learning model can improve students' learning achievement of Art Culture on Simple Musical Instrument material in class VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran academic year 2017/2018. Keywords: picture and picture, simple musical instruments. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Seni Budaya siswa pada materi Alat Musik Sederhana di kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran Tahun Pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran sebanyak 32 orang. Objek penelitian ini adalah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Picture and Picture pada materi Alat Musik Sederhana. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berbentuk pilihan ganda dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes sebesar 48,33. Setelah pemberian tindakan pada siklus I terdapat 15 orang (46,88%) dari 32 orang siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimum dengan nilai rata-rata 69,37. Pada siklus II terdapat 30 orang (93,75%) yang mencapai kriteria ketuntasan minimum dengan nilai rata-rata 85,27. Peningkatan hasil belajar siswa sebesar 41,66%. Aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran menunjukkan peningkatan yang lebih baik. Karena telah memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal dan mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II maka dapat disimpulkam bahwa dengan penggunaan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar Seni Budaya siswa pada materi Alat Musik Sederhana di kelas VII.1 SMP Negeri 1 Kisaran Tahun Pelajaran 2017/2018. Kata kunci: picture and picture, alat musik sederhana.

Ratdriani Ratdriani JURNAL PENA EDUKASI
Vol No ()
Hal: 99 - 106
2974 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Script
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve student learning outcomes by using Cooperative Script learning model on the subjects of Mathematics materials Fractional Operation Count in class VI SD Negeri 017129 Silomlom academic year 2016/2017. The subjects of this study are all students of class VI which amounted to 10. While the object of this research is the result of student learning on subjects of Mathematics materials and Simple Roots with the application of Cooperative Script learning model. Data collection tools using observation and tes.Pada pretest obtained test results of student learning on Fractional Counting Operation materials that is with an average value of 47 and percentage of classical completeness 20% (2 students). After applied Cooperative Script learning model on the first cycle obtained the level of achievement of student learning outcomes reached an average value of 66 with a percentage of 50% (5 students). While on the second cycle obtained the level of achievement of learning achieves an average score of 83 with a percentage of student completeness of 90% (9 students). Thus it can be concluded that by using Cooperative Script learning model on the learning process can improve student learning outcomes when applied to the subject of Mathematics with Materials Counting Fractions in Class VI SD Negeri 017129 Silomlom academic year 2016/2017. Keyword: cooperative script, fractional, rank, root Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran Ma-tematika materi Operasi Hitung Pecahan di kelas VI SD Negeri 017129 Silomlom tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 10. Sedangkan objek penelitan ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi Perpangkatan dan Akar Sederhana dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Script. Alat pengumpulan data menggunakan observasi dan tes.Pada pretest awal diperoleh tes hasil belajar siswa pada materi Operasi Hitung Pecahan yaitu dengan nilai rata-rata 47 dan presentase ketuntasan klasikal 20% (2 siswa). Setelah diterapkan model pembelajaran Coop-erative Script pada siklus I diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 66 dengan presentase 50% (5 siswa). Sedangkan pada siklus II diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar mencapai nilai rata-rata 83 dengan presentase ketuntasan siswa sebesar 90% (9 siswa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa bila diterapkan pada pelajaran Matematika dengan materi Operasi Hitung Pecahan di Kelas VI SD Negeri 017129 Silomlom Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata kunci: cooperative script, pecahan, pangkat, akar

Rulianna Sitorus JURNAL PENA EDUKASI
Vol 5 No 2 (2018)
Hal: 87 - 94
[PDF]
2975 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Script
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve student learning outcomes by using Cooperative Script learning model on the subjects of Mathematics materials Fractional Operation Count in class VI SD Negeri 017129 Silomlom academic year 2016/2017. The subjects of this study are all students of class VI which amounted to 10. While the object of this research is the result of student learning on subjects of Mathematics materials and Simple Roots with the application of Cooperative Script learning model. Data collection tools using observation and tes.Pada pretest obtained test results of student learning on Fractional Counting Operation materials that is with an average value of 47 and percentage of classical completeness 20% (2 students). After applied Cooperative Script learning model on the first cycle obtained the level of achievement of student learning outcomes reached an average value of 66 with a percentage of 50% (5 students). While on the second cycle obtained the level of achievement of learning achieves an average score of 83 with a percentage of student completeness of 90% (9 students). Thus it can be concluded that by using Cooperative Script learning model on the learning process can improve student learning outcomes when applied to the subject of Mathematics with Materials Counting Fractions in Class VI SD Negeri 017129 Silomlom academic year 2016/2017. Keyword: cooperative script, fractional, rank, root Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script pada mata pelajaran Ma-tematika materi Operasi Hitung Pecahan di kelas VI SD Negeri 017129 Silomlom tahun pelajaran 2016/2017. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 10. Sedangkan objek penelitan ini adalah hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi Perpangkatan dan Akar Sederhana dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Script. Alat pengumpulan data menggunakan observasi dan tes.Pada pretest awal diperoleh tes hasil belajar siswa pada materi Operasi Hitung Pecahan yaitu dengan nilai rata-rata 47 dan presentase ketuntasan klasikal 20% (2 siswa). Setelah diterapkan model pembelajaran Coop-erative Script pada siklus I diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar siswa mencapai nilai rata-rata 66 dengan presentase 50% (5 siswa). Sedangkan pada siklus II diperoleh tingkat pencapaian hasil belajar mencapai nilai rata-rata 83 dengan presentase ketuntasan siswa sebesar 90% (9 siswa). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script pada proses pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa bila diterapkan pada pelajaran Matematika dengan materi Operasi Hitung Pecahan di Kelas VI SD Negeri 017129 Silomlom Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata kunci: cooperative script, pecahan, pangkat, akar

Rulianna Sitorus JURNAL PENA EDUKASI
Vol No ()
Hal: 87 - 94
[PDF]
2976 Peningkatan Hasil Belajar PKn Melalui Model Pembelajaran Talking Chips
Lihat Abstrak

Abstract: The study aims to determine whether learning Talking Chips can improve student learning outcomes on the subjects of Civics grade IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge academic year 2015/2016. The subject of this research is the fourth grade students of SD Negeri 016528 BP. Mandoge with 41 people. This research method is pre-test and post-test experimental group. From pengelolahan data obtained the average score obtained by students on the first cycle of 64.39. Of the 41 students, 24 students (58.54%) were completed in study while 17 students (41.46%) had not yet completed their study. Then on the second cycle there is an increase in the average value to 77.32. Of the 41 students, 35 students (85.37%) have experienced learning completeness, while 6 more students (14.63%) have not succeeded. Based on the increase of value starting from the initial test, cycle I and cycle II can be said that by using Talking Chips learning model can improve student learning outcomes in class IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge on Civics subject matter of central government system Keywords: talking chips, government, central government Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran Talking Chips dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge dengan jumlah 41 orang. Metode penelitian ini adalah pre-test dan post-test eksperimental group. Dari pengelolahan data diperoleh hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I sebesar 64,39. Dari 41 siswa, 24 orang siswa (58,54%) telah tuntas dalam belajar sedangkan 17 orang siswa (41,46%) belum tuntas dalam belajar. Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan nilai rata-rata menjadi 77,32. Dari 41 orang siswa, 35 orang siswa (85,37%) telah mengalami ketuntasan belajar, sedangkan 6 orang siswa lagi (14,63%) belum berhasil. Berdasarkan peningkatan nilai mulai dari tes awal, siklus I dan siklus II dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Talking Chips dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri 016528 BP. Mandoge pada mata pelajaran PKn materi sistem pemerintahan tingkat pusat Kata kunci: talking chips, pemerintah, pemerintahan tingkat pusat

Yahya Sinurat JURNAL PENA EDUKASI
Vol No ()
Hal: 107 - 112
2977 Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Dalam Menyusun RPP Melalui Workshop
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to improve the professional competence of teachers in preparing the implementation plan of learning through workshops in SD Negeri 065012 Medan Tuntungan in the academic year 2017/2018. The method used in this research is the method of school action research through 2 cycles. Subjects in this study were 12 teachers who taught at SD Negeri 065012 Medan Tuntungan. Data collection techniques used in this study is to use techniques of observation, kesioner, interview and documentation study. The results showed: (1) There is an increasing number of teachers who are able to prepare lesson planning plan from 12 teachers, only 5 teachers (41.67%) able to arrange the RPP in cycle I then increase in cycle II to 11 teachers (91.67 %) who have been able to prepare the RPP; (3) Teacher professional competence in preparing RPP can be improved through workshop. Keywords: lesson plans, workshop Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran melalui workshop di SD Negeri 065012 Medan Tuntungan pada tahun pelajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan sekolah melalui 2 siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah berjumlah 12 orang guru yang mengajar di SD Negeri 065012 Medan Tuntungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, kesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat peningkatan jumlah guru yang mampu menyusun rencana pelakanaan pembelajaran dari 12 orang guru, baru 5 guru (41,67%) yang mampu menyusun RPP pada siklus I kemudian meningkat pada siklus II menjadi 11 guru (91,67%) yang sudah mampu menyusun RPP; (3) Kompetensi profesional guru dalam menyusun RPP dapat meningkat melalui workshop. Kata kunci: rencana pelaksanaan pembelajaran, workshop

Johannes Johannes JURNAL PENA EDUKASI
Vol 5 No 2 (2018)
Hal: 95 - 98
[PDF]
2978 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this research is to improve students' mathematics learning outcomes on the coordinate system material by applying the learning model of game team tournament. The subjects of this study are the students of class VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran academic year 2016/2017 in the odd semester with the number of students that is 37 students The results show the completeness of learning in class. In the first cycle classical completeness of 54.05% and on the second cycle increased to 86.49%. It can be concluded that the use of learning model teams tournament games can improve student learning outcomes class VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran. Keywords: team games tournament, coordinate system Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi sistem koordinat dengan menggunakan penerapan model pembelajaran team games tournament. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran Tahun Pelajaran 2016/2017 pada semester ganjil dengan jumlah siswa yaitu 37 orang siswa Hasil penelitian menunjukan peningkatan ketuntasan belajar klasikal. Pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 54,05% dan pada siklus II meningkat manjadi 86,49%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran team games tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran. Kata kunci: team games tournament, system koordinat

Enny Hasroni JURNAL PENA EDUKASI
Vol 5 No 2 (2018)
Hal: 81 - 86
[PDF]
2979 Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Penerapan Model Pembelajaran Team Games Tournament
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this research is to improve students' mathematics learning outcomes on the coordinate system material by applying the learning model of game team tournament. The subjects of this study are the students of class VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran academic year 2016/2017 in the odd semester with the number of students that is 37 students The results show the completeness of learning in class. In the first cycle classical completeness of 54.05% and on the second cycle increased to 86.49%. It can be concluded that the use of learning model teams tournament games can improve student learning outcomes class VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran. Keywords: team games tournament, coordinate system Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi sistem koordinat dengan menggunakan penerapan model pembelajaran team games tournament. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran Tahun Pelajaran 2016/2017 pada semester ganjil dengan jumlah siswa yaitu 37 orang siswa Hasil penelitian menunjukan peningkatan ketuntasan belajar klasikal. Pada siklus I ketuntasan klasikal sebesar 54,05% dan pada siklus II meningkat manjadi 86,49%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran team games tournament dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII.1 SMP Negeri 1 Kisaran. Kata kunci: team games tournament, system koordinat

Enny Hasroni JURNAL PENA EDUKASI
Vol No ()
Hal: 81 - 86
2980 Peningkatan Hasil Belajar Seni Budaya Melalui Pengunaan Model Pembelajaran Learning Together
Lihat Abstrak

Abstract: The purpose of this research is to know the improvement of learning result of Art Art of Painting Art Material by applying Learning Together learning model in class student IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran year lesson 2017/2018. This research uses action research for three cycles. Target of this research is student of class IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran year lesson 2017/2018. Data obtained in the form of formative test results, observation sheet of teaching and learning activities. From the analysis result got that student's learning achievement increase from cycle I until cycle II, that is cycle I (44,12%), cycle II (88,24%). The conclusion of this research is the use of Learning Together learning model can improve the learning result Art Culture Artistic Material on the students Class IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran academic year 2017/2018 Keywords: learning together, cultural art, painting Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Seni Budaya Materi Seni Lukis dengan diterapkannya model pembelajaran Learning Together pada siswa kelas IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga siklus. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran tahun pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, yaitu siklus I (44,12%), siklus II (88,24%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Learning Together dapat meningkatkan hasil belajar Seni Budaya materi Seni Lukis pada siswa Kelas IX.2 SMP Negeri 1 Kisaran tahun pelajaran 2017/2018 Kata kunci: learning together, seni budaya, seni lukis

Fauziah Fauziah JURNAL GLOBAL EDUKASI
Vol 1 No 5 (2018)
Hal: 647 - 652
[PDF]