Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
2601 Pelatihan Pengujian Beton Bagi Laboran Teknik Sipil Di Kota Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: A laboratory assistant is someone who has expertise and works in a laboratory and helps student learning processes (practicum) and lecturer research. In addition to laboratory laboratory assistants are also assisted by assisting the work of the laboratory. Given the importance of the role of a concrete laboratory assistant in supporting practical activities or testing in the laboratory, it is very important to improve the abilities and competencies of a concrete laboratory worker. These competencies need to be prepared considering technological advances, scientific developments continue to develop so that the roles and insights possessed by concrete laboratory workers are needed to answer all these challenges. In overcoming partner problems, the service team provides solutions in the form of concrete testing training for laboratory workers. The steps for implementing the solutions offered in overcoming these problems are four stages, namely (1) the planning stage, (2) the implementation stage, and (3) the evaluation stage. From the results obtained, there is an increase in the results of 62.1% of the preetest and posttest questions. Then 80% of the participants got a good score and 20% of the participants got a pretty good score.             Keywords: Laboratory Asistant, Concrete Testing Abstrak: Laboran adalah seseorang yang memiliki keahlian dan bekerja di laboratorium serta membantu proses pembelajaran mahasiswa (praktikum) dan penelitian dosen. Selain laboran laboratorium juga dibantu oleh asisten yang membantu pekerjaan dari laboratorium. Mengingat pentingnya peran seorang laboran beton dalam menunjang aktifitas praktikum ataupun pengujian di laboratorium, maka kemampuan dan kompetensi yang dimiliki seorang tenaga laboran beton sangat penting untuk ditingkatkan. Kompetensi ini perlu dipersiapkan mengingat kemajuan teknologi, perkembangan ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga peran dan wawasan yang dimiliki oleh laboran beton sangat dibutuhkan untuk menjawab semua tantangan tersebut. Dalam mengatasi permasalahan mitra maka tim pengabdian memberikan solusi berupa pelatihan pengujian beton bagi laboran. Langkah-langkah pelaksanaan solusi yang ditawarkan dalam mengatasi permasalahan tersebut yaitu ada empat tahap yaitu (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap evaluasi. Dari hasil yang didapat terdapat peningkatan hasil sebesar 62,1% dari soal preetest dan posttest. Kemudian sebesar 80% peserta mendapatkan nilai baik dan 20% peserta mendapatkan nilai cukup baik. Kata Kunci: Laboran, Pengujian Beton

Alfian Saleh; Muthia Anggraini; Virgo Trisep Haris Jurnal Pengabdian: Pendidikan dan Pelatihan
Vol 1 No 1 (2022)
Hal: 25 - 30
[PDF]
2602 Pelatihan Penyusunan Soal Penguasaan Kosakata Dalam Pembelajaran Sastra Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat Sma Se-Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: Vocabulary is an important thing that must be possessed by a student in Indonesian language lessons, including literature lessons. To measure the extent to which the students' vocabulary mastery, the teacher needs to test the students. Before doing the test, of course, the teacher needs questions in measuring students' vocabulary mastery. The phenomenon found in the field is that teachers pay less attention to indicators in making literary questions. This causes the questions made are not in accordance with the students' abilities so that the expected results are not achieved properly. The teacher's lack of skill in making literary questions, especially about vocabulary mastery, is caused by several factors. One of the factors is the lack of upgrading and training provided to teachers. The purpose of this PkM activity is to provide understanding to teachers in preparing vocabulary mastery questions in learning literature. There are several conclusions that can be drawn after carrying out this community service activity. First, the participants of the PkM activity (the teachers of the MGMP team at the high school level throughout Pekanbaru) were very enthusiastic about participating in this training. Second, after conducting training and discussions with teachers, four indicators were obtained in the preparation of vocabulary questions derived from theories related to vocabulary. Third, after obtaining several indicators, a vocabulary mastery question is drawn up which is also derived directly from the indicators that have been mutually agreed upon. Keywords: indicators;literature learning; vocabulary  Abstrak: Kosakata merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia tidak terkecuali dalam pelajaran sastra. Untuk mengukur sejauh mana penguasaan kosakata siswa guru perlu melakukan tes terhadap siswa. Sebelum melakukan tes tentunya guru memerlukan soal dalam mengukur penguasaan kosakata siswa. Fenomena yang ditemukan di lapangan adalah guru kurang memperhatikan indikator dalam pembuatan soal  sastra. Hal tersebut menyebabkan soal yang dibuat tidak sesuai dengan kemampuan siswa     sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai dengan baik. Kurang terampilnya guru dalam membuat soal sastra khususnya soal penguasaan kosakata ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah kurangnya penataran dan pelatihan yang diberikan kepada guru. Tujuan Kegiatan PkM ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada guru dalam melakukan penyusunan soal penguasaan kosakata dalam pembelajaran sastra. Ada beberapa simpulan yang dapat diambil setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pertama, peserta kegiatan PkM (guru-guru tim MGMP tingkat SMA se Pekanbaru) sangat    antusias mengikuti pelatihan ini. Kedua, setelah dilakukan pelatihan dan diskusi dengan guru-guru diperolelah empat indikator dalam penyusunan soal kosakata yang diturunkan dari teori yang berhubungan dengan kosakata. Ketiga, Setelah mendapat beberapa indikator disusunlah soal penguasaan kosakata yang juga diturunkan langsung dari indikator yang sudah disepakati bersama.Kata kunci: indicator; kosakata; pembelajaran sastra

Rika Ningsih; Fatmawati Fatmawati; Noni Andriyani; Erni Erni; Alber Alber Jurnal Pengabdian: Pendidikan dan Pelatihan
Vol 1 No 1 (2022)
Hal: 19 - 24
[PDF]
2603 Pelatihan Penyusunan Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Puisi Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA Se-Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: The assessment position in the design of learning implementation is part of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment of learning outcomes. The phenomenon that occurs is that not all teachers make appropriate assessments regarding students' poetry writing skills. Several cases indicated that teachers did not assess students' poetry using appropriate indicators. Therefore, the PkM team assumes that there is a need for training in the creation of a poetry writing skill assessment rubric for the Indonesian Language MGMP team at the high school level in Pekanbaru. This PkM activity aims to provide teachers with an understanding of how to compose a rubric for assessing poetry writing skills. After mentoring, it was concluded that the assessment of poetry writing skills could be done by paying attention to the skills to form two structures that build poetry. The two skills are: (1) the skill to form the physical structure of poetry which includes the ability to use diction, the ability to imagine, the ability to use figure of speech, the ability to use rhyme and the ability to use typography; (2) skills in forming the inner structure of poetry which include skills in expressing themes and skills in expressing messages. The two skills above can be derived in the form of a poetry writing skill assessment rubric that can be used by teachers in assessing poetry written by students. The amount of weight for each indicator varies depending on the level of difficulty of each.            Keywords: poetry writing skills; inner structure; physical structure  Abstrak: Kedudukan penilaian dalam desain penyelenggaraan pembelajaran adalah sebagai bagian dari tiga komponen pokok, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua guru melakukan penilaian yang tepat terkait keterampilan menulis puisi siswa. Beberapa kasus mengindikasikan bahwa guru tidak menilai puisi siswa dengan menggunakan indikator yang tepat. Oleh karena itu, tim PkM berasumsi bahwa perlu diadakan pelatihan pembuatan rubrik penilaian keterampilan menulis puisi untuk tim MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA se-Pekanbaru. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru bagaimana cara menyusun rubrik penilaian keterampilan menulis puisi. Setelah dilakukan pendampingan, diperoleh simpulan bahwa penilaian keterampilan menulis puisi dapat dilakukan dengan memperhatikan keterampilan membentuk dua struktur yang membangun puisi. Kedua keterampilan itu adalah: (1) keterampilan membentuk struktur fisik puisi yang meliputi kemampuan menggunakan diksi, kemampuan dalam pengimajian, kemampuan menggunakan majas, kemampuan menggunakan rima dan kemampuan menggunakan tipografi; (2) keterampilan membentuk struktur batin puisi yang meliputi keterampilan mengungkapkan tema dan keterampilan mengungkapkan amanat. Dua keterampilan di atas dapat diturunkan dalam bentuk rubrik penilaian keterampilan menulis puisi yang bisa digunakan oleh para guru dalam menilai puisi yang ditulis oleh siswa. Besaran bobot untuk tiap-tiap indikator bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan masing-masing. Kata kunci: keterampilan menulis puisi; struktur batin; struktur fisik

Fatmawati Fatmawati; Rika Ningsih; Noni Andriyani; Desi Sukenti; Sudirman Shomary Jurnal Pengabdian: Pendidikan dan Pelatihan
Vol 1 No 1 (2022)
Hal: 13 - 18
[PDF]
2604 Tips Jitu Agar Anak Lebih Menjaga Kebersihan (Studi Pada Anak-Anak Sekitaran Kantroe Kepala Desa Tanjung Gusta)
Lihat Abstrak

Abstract: During this pandemic, it would be nice for everyone to maintain hygiene to avoid unwanted virus one small step to maintain hygiene is washing hands before eating. After paying attention to children who don’t really maintain hygiene. I am intersest to educated them so they can grow a sense awareness of the importance clean lifestyle like washing hands and using hand sanitizer. For this problem, the group work method from Zastrow is used. Which can be passed through stage such as : intake, assessment and intervention, group selection, group development, evaluation and termination. The time needed to change the habits of these children is indeed not a short process, but overtime they can understance the importance of hygiene for themselves and want to use a clean lifestyle in their daily lives.             Keywords: Hygiene; Children; Education.   Abstrak: Di masa pandemi ini, alangkah baiknya setiap orang menjaga kebersihan  agar terhindar dari virus yang tak diinginkan. Salah satu langkah kecil untuk menjaga kebersihan ialah seperti mencuci tangan sebelum makan. Setelah memerhatikan anak-anak yang tidak terlalu menjaga kebersihan, maka saya tertarik untuk mengedukasi agar dapat menumbuhkan rasa kesadaran pentingnya membangun pola hidup bersih seperti mencui tangan dan memakai hand sanitizer. Untuk permasalahan ini, digunakan metode group work dari Zastrow, yang dapat dilalui dengan tahapan-tahapan seperti : intake, assesmen dan intervensi, penyeleksian kelompok, pengembangan kelompok, evaluasi dan terminasi. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah kebiasaan anak-anak tersebut memang tidak melewati proses yang singkat, namun seiring berjalannya waktu mereka dapat memahami sendiri pentingnya kebersihan dan mau mengaplikasikan pola hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: Kebersihan; Anak-anak; Edukasi.

Husni Tamrin (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara); Siti Nurhaliza Lubis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara) Jurnal Pengabdian: Pendidikan dan Pelatihan
Vol 1 No 1 (2022)
Hal: 7 - 12
[PDF]
2605 Memberikan Pelatihan Ternak Ayam Pada Remaja Di Masa Pandemi Covid-19 (Remaja di Desa Helvetia)
Lihat Abstrak

Abstract: The Covid-19 pandemic is an epidemic that has hit various parts of the world that has not yet been completed. There are many impacts caused by the Covid-19 pandemic, one of which is on education from the most important sectors that may have a lot of          negative impacts on a country, during the Covid-19 pandemic learning is done online to reduce crowds that occur in schools or places. learn more. But the reality is that many teenagers do not take online learning because it is very boring. Chicken raising training is an activity on how to learn and increase knowledge, can be an alternative for positive         activities. Training is a process of teaching certain knowledge and skills and attitudes so that they are more skilled and able to carry out their responsibilities better according to standards. Training can help build communities. The purpose of this study is to provide skills to adolescents and provide experience and skills to have free time activities. Keywords: raising chickens; training; yout  Abstrak: Massa Pandemi Covid-19 suatu wabah yang menimpa di berbagai belahan dunia yang belum kunjung selesai. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat adanya pandemi Covid-19 salah satunya yaitu terhadap pendidikan dari sekian banyak sektor terpenting yang mungkin banyak menimbulkan dampak buruk bagi suatu negara, selama pandemi Covid-19 pembelajaran dilakukan secara online untuk mengurangi kerumunan yang terjadi di sekolah atau tempat belajar lainnya. Namun realitanya banyak remaja yang tidak mengikuti pembelajaran online dikarenakan sangat membosankan. Pelatihan beternak ayam merupakan suatu kegiatan bagaimana belajar dan menambah pengetahuan, bisa menjadi alternatif untuk kegiatan positif. Pelatihan adalah sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keahlian tertentu serta sikap agar semakin terampil dan mampu dalam melaksanakan tanggung jawabnya dengan semakin baik sesuai dengan standar. Pelatihan dapat membantu membangun masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan skill pada remaja dan memberikan pengalaman serta keterampilan agar memiliki kegiatan waktu luang.                                                                                               Kata kunci: beternak ayam; pelatihan; remaja

Arif Budiarto (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Sumatera Utara); Randa Putra Kasea Sinaga Jurnal Pengabdian: Pendidikan dan Pelatihan
Vol 1 No 1 (2022)
Hal: 1 - 6
[PDF]
2606 Pelatihan Penyusunan Soal Penguasaan Kosakata Dalam Pembelajaran Sastra Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat Sma Se-Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: Vocabulary is an important thing that must be possessed by a student in Indonesian language lessons, including literature lessons. To measure the extent to which the students' vocabulary mastery, the teacher needs to test the students. Before doing the test, of course, the teacher needs questions in measuring students' vocabulary mastery. The phenomenon found in the field is that teachers pay less attention to indicators in making literary questions. This causes the questions made to be not in accordance with the student's abilities so that the expected results are not achieved properly. The teacher's lack of skill in making literary questions, especially about vocabulary mastery, is caused by several factors. One of the factors is the lack of upgrading and training provided to teachers. The purpose of this PkM activity is to provide understanding to teachers in preparing vocabulary mastery questions in learning literature. There are several conclusions that can be drawn after carrying out this community service activity. First, the participants of the PkM activity (the teachers of the MGMP team at the high school level throughout Pekanbaru) were very enthusiastic about participating in this training. Second, after conducting training and discussions with teachers, four indicators were obtained in the preparation of vocabulary questions derived from theories related to vocabulary. Third, after obtaining several indicators, a vocabulary mastery question is drawn up which is also derived directly from the indicators that have been mutually agreed upon.Keywords: indicators; literature learning; vocabulary  Abstrak: Kosakata merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh seorang siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia tidak terkecuali dalam pelajaran sastra. Untuk mengukur sejauh mana penguasaan kosakata siswa guru perlu melakukan tes terhadap siswa. Sebelum melakukan tes tentunya guru memerlukan soal dalam mengukur penguasaan kosakata siswa. Fenomena yang ditemukan di lapangan adalah guru kurang memperhatikan indikator dalam pembuatan soal  sastra. Hal tersebut menyebabkan soal yang dibuat tidak sesuai dengan kemampuan siswa sehingga hasil yang diharapkan tidak tercapai dengan baik. Kurang terampilnya guru dalam membuat soal sastra khususnya soal penguasaan kosakata ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu faktornya adalah kurangnya penataran dan pelatihan yang diberikan kepada guru. Tujuan Kegiatan PkM ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada guru dalam melakukan penyusunan soal penguasaan kosakata dalam pembelajaran sastra. Ada beberapa simpulan yang dapat diambil setelah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Pertama, peserta kegiatan PkM (guru-guru tim MGMP tingkat SMA se Pekanbaru) sangat  antusias mengikuti pelatihan ini. Kedua, setelah dilakukan pelatihan dan diskusi dengan guru-guru diperolelah empat indikator dalam penyusunan soal kosakata yang diturunkan dari teori yang berhubungan dengan kosakata. Ketiga, Setelah mendapat beberapa indikator disusunlah soal penguasaan kosakata yang juga diturunkan langsung dari indikator yang sudah disepakati bersama.Kata kunci: indicator; kosakata; pembelajaran sastra

Rika Ningsih (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Fatmawati Fatmawati (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Noni Andriyani (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Erni Erni (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Alber Alber (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 201 - 208
[PDF]
2607 Pelatihan Penyusunan Rubrik Penilaian Keterampilan Menulis Puisi Untuk Tim MGMP Bahasa Indonesia Tingkat SMA Se-Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: The assessment position in the design of learning implementation is part of three main components, namely learning objectives, learning activities, and assessment of learning outcomes. The phenomenon that occurs is that not all teachers make appropriate assessments regarding students' poetry writing skills. Several cases indicated that teachers did not assess students' poetry using appropriate indicators. Therefore, the PkM team assumes that there is a need for training in the creation of a poetry writing skill assessment rubric for the Indonesian Language MGMP team at the high school level in Pekanbaru. This PkM activity aims to provide teachers with an understanding of how to compose a rubric for assessing poetry writing skills. After mentoring, it was concluded that the assessment of poetry writing skills could be done by paying attention to the skills to form two structures that build poetry. The two skills are: (1) the skill to form the physical structure of poetry which includes the ability to use diction, the ability to imagine, the ability to use figure of speech, the ability to use rhyme and the ability to use typography; (2) skills in forming the inner structure of poetry which include skills in expressing themes and skills in expressing messages. The two skills above can be derived in the form of a poetry writing skill assessment rubric that can be used by teachers in assessing poetry written by students. The amount of weight for each indicator varies depending on the level of difficulty of each.         Keywords: poetry writing skills; inner structure; physical structureAbstrak: Kedudukan penilaian dalam desain penyelenggaraan pembelajaran adalah sebagai bagian dari tiga komponen pokok, yaitu tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Fenomena yang terjadi adalah tidak semua guru melakukan penilaian yang tepat terkait keterampilan menulis puisi siswa. Beberapa kasus mengindikasikan bahwa guru tidak menilai puisi siswa dengan menggunakan indikator yang tepat. Oleh karena itu, tim PkM berasumsi bahwa perlu diadakan pelatihan pembuatan rubrik penilaian keterampilan menulis puisi untuk tim MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA se-Pekanbaru. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru bagaimana cara menyusun rubrik penilaian keterampilan menulis puisi. Setelah dilakukan pendampingan, diperoleh simpulan bahwa penilaian keterampilan menulis puisi dapat dilakukan dengan memperhatikan keterampilan membentuk dua struktur yang membangun puisi. Kedua keterampilan itu adalah: (1) keterampilan membentuk struktur fisik puisi yang meliputi kemampuan menggunakan diksi, kemampuan dalam pengimajian, kemampuan menggunakan majas, kemampuan menggunakan rima dan kemampuan menggunakan tipografi; (2) keterampilan membentuk struktur batin puisi yang meliputi keterampilan mengungkapkan tema dan keterampilan mengungkapkan amanat. Dua keterampilan di atas dapat diturunkan dalam bentuk rubrik penilaian keterampilan menulis puisi yang bisa digunakan oleh para guru dalam menilai puisi yang ditulis oleh siswa. Besaran bobot untuk tiap-tiap indikator bervariasi tergantung pada tingkat kesulitan masing-masing.Kata kunci: keterampilan menulis puisi; struktur batin; struktur fisik

Fatmawati Fatmawati (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Rika Ningsih (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Riau); Noni Andriyani; Desi Sukenti; Sudirman Shomary Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 195 - 200
[PDF]
2608 Pelatihan Pembuatan Pengaman Pintu Ruko dengan Kendali Android di CV Rifanta Tanjungbalai
Lihat Abstrak

Abstrack : CV Rifanta is a computer shop located on Jalan Anwar Idris, Datuk Bandar District, Tanjungbalai City. CV Rifanta currently has many customers, so many computer parts, laptops and printing machines are classified as objects that are still the target of theft by unknown persons. Based on this, the service carried out discusses the application of doors with an android control system, using the output of the door lock solenoid. The test results found that when the door lock solenoid is placed at the top, middle and bottom of the shop door, and is given an external voltage using a 5 VDC / 2A adapter, all solenoids are active or on when voltage is applied, and off when no voltage is applied. In addition, the remote control uses the HC-05 interface, so that when RX data is sent by TX via android with a distance of 10 meters, the data can still be read by the interface and android, as evidenced by the active output and serial display of the IDE monitor. Keywords : Door Guard; Selonoid Doorlock: CV Rifanta                            Abstrak : CV Rifanta merupakan salah satu toko komputer yang berada di Jalan Anwar Idris, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. CV Rifanta saat ini memiliki banyak pelanggan sehingga banyak sperpart komputer, laptop dan mesin print yang tergolong kedalam benda yang masih jadi sasaran pencurian oleh oknum tidak dikenal. Berdasarkan hal tersebut, Pengabdian yang dilakukan membahas tentang pengaplikasian pintu dengan sistem kendali android, menggunakan output dari solenoid door lock. Hasil pengujian mendapati bahwa ketika solenoid door lock diletakan dibagian, atas, tengah dan bawah pintu ruko, dan diberi tegangan eksternal menggunakan adaptor 5 VDC / 2A  seluruh solenoid aktif atau on ketika diberi tegangan, dan off ketika tidak diberi tegangan. Selain itu kendali jarak jauh menggunakan interface HC-05, sehingga ketika data RX dikirimkan TX melalui android dengan jarak 10 meter, maka data masih bisa dibaca oleh interface dan android, dibuktikan dengan output yang aktif serta tampilan serial monitor IDE. Kata Kunci : Pengaman Pintu; Selonoid Doorlock; CV Rifanta 

Ricki Ananda (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Amin (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 141 - 146
[PDF]
2609 Pelatihan Microsoft Power Point untuk Siswa SD
Lihat Abstrak

Abstarct: The need for increasing knowledge and insight at an early age aims to prepare students to face global competition. For example, in terms of work, students who already have qualified skills in the future can be quickly recruited by companies or organizations that need human resources. Then it is necessary to hold Microsoft power point training Keywords: Training; Microsoft powerPoint  Abstrak : Perlunya peningkatan pengetahuan dan wawasan pada usia yang masih dini bertujuan untuk mempersiapkan diri siswa dalam menghadapi persaingan secara global. Misalnya dalam hal pekerjaan, siswa yang sudah memiliki skill yang mumpuni dimasa yang akan datang dapat dengan cepat direkrut oleh perusahaan atau organisasi yang membutuhkan SDM.Maka perlu diadakan pelatihan Microsoft power point Kata Kunci : Pelatihan; Microsoft powerPoint

Juna Eska (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Hidayatullah Hidayatullah (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Hambali Hambali (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 134 - 140
[PDF]
2610 SOCIAL MEDIA INTELLIGENCE PREVENTING OBESITY YOUTH INFORMATION IN THE GENERATION
Lihat Abstrak

Kegiatan kampanye ini merupakan tanggapan dari kelompok mahasiswa terhadap teknologi khususnya media sosial dalam menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Oleh karena itu kami mengadakan kampanye “Smart Media Sosial Cegah Obesitas Informasi” dengan tujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada peserta kampanye agar berhati-hati dalam menyebarkan dan menyikapi segala berita dan informasi menggunakan media sosial. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara langsung kepada informan. Metode penyampaian materi adalah teknik ceramah, tanya jawab, dan diskusi. sebagian besar generasi muda sudah bijak dalam menggunakan media sosial. Namun, sikap ini tidak menyeluruh.Media sosial memiliki sisi yang bermanfaat bagi masyarakat jika dimanfaatkan dengan baik dari segi ekonomi hingga ilmu pengetahuan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada proses penelitian sehingga berdampak pada penyebaran kampanye yang kurang optimal.

Kharisma Putri Setiya Wardhany (Universitas Airlangga); Adrian Cetra Handita (Universitas Airlangga); Santika Aprylia Aprylia (Universitas Airlangga); Nafla Nur Aisyah (Universitas Airlangga); Moses Glorino Rumambo Pandin (Universitas Airlangga) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 5 No 1 (2022)
Hal: 92-100
[PDF]
2611 Penyuluhan Budidaya Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri) Di Desa Sambirejo Dusun II Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat
Lihat Abstrak

Abstract: Community service activities aim to make the community aware of the cultiva-tion of the porang plant and also the benefits of the porang plant (Amorphophallus muelleri). Based on the problems presented, there is a lack of public understanding about the benefits of porang plants and porang cultivation. With the cultivation of the porang plant (Amorphophallus muelleri) it can increase the knowledge of the community in Sam-birejo Village, dusun II, Binjai District, Langkat Regency. can solve these existing prob-lems, then this activity will be carried out in the form of transfer of knowledge such as discussions, assistance on the cultivation of porang plants (Amorphophallus muelleri), training and practice. increasing knowledge about the cultivation of porang plants (Amor-phophallus muelleri) and their benefits, creating a form of synergistic cooperation between universities and the community in the form of community service.Keywords: extension; porang plant benefits; porang plant cultivation Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan agar masyarakat mengetahui budidaya tanaman porang dan juga manfaat dari tanaman porang (Amorphophallus muelleri). Berdasarkan permasalahan yang disampaikan adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman porang dan budidaya tanaman porang. Dengan adanya budidaya tanaman porang (Amorphophallus muelleri) ini dapat menambah pengelahuan masyarakat di desa Sambirejo dusun II decamatan Binjai Kabupaten Langkat. dapat memecahkan masalah yang ada tersebut, maka kegiatan ini akan dilakukan dalam bentuk yaitu Transfer pengelahuan seperti diskusi, Pedampimngan tentang budidaya tanaman porang (Amorphophallus muelleri), Pelatihan dan praktek Melalui pengabdian ini diharapkan tujuan dan target yang ingin dicapai pada kegiatan ini seperti: masyarakat dapat menambah ilmu pengetahuan tentang budidaya tanaman porang (Amorphophallus muelleri) beserta manfaatnya, terciptanya bentuk kerja sama yang sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat dalam bentuk pengabdian masyarakat.Kata kunci : budidaya tanaman porang; manfaat tanaman porang; penyuluhan

Refnizuida Refnizuida (Universitas Pembangunan Panca Budi); Rosmaria Girsang (Universitas Pembangunan Panca Budi); Meriksa Sembiring (Universitas Pembangunan Panca Budi); Devi Andriani Luta (Universitas Pembangunan Panca Budi) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 128 - 133
[PDF]
2612 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anak Berbicara Kasar dan Cara Mengatasinya (Studi Pada Anak Desa Tanjung Gusta,Kecamatan Sunggal)
Lihat Abstrak

Abstract: At this time, we often find a group of children playing with their friends fighting emotionally to say rude words, even without anything special that bothers them, they often say harsh words. A group of children often say rude words usually due to their association with playmates, one friend who often says rude will make other friends follow and as a result they also often speak rudely. Many people and the parents of the group of children heard the children say harsh words, the parents and the community only took action to scold, yell, forbid and even hit their children. Some things to consider if you want to deal with children when they say rude; (1) Remain calm and explain to the child the meaning of the word; (2) Give examples of good words to say; (3) Enrich children's vocabulary so that many good words can be used; (4) Limit the use of gadgets; (5) Apply punishment; (6) Do not hesitate to praise and give appreciation; The approach method used to overcome this is the GroupWork method from Zastrow: (1) intake; (2) assessment and intervention planning; (3) group selection; (4) group development; (5) evaluation and termination. These methods and methods encourage children not to speak harshly.           Keywords: children; rough words; how to cope.Abstrak: Pada masa sekarang, kita sering menemukan sekumpulan anak yang sedang bermain bersama teman temannya beradu emosi mengeluarkan kata kasar, bahkan tanpa ada hal khusus yang mengganggu mereka sering kali mengucapkan kata kasar. Sekumpulan anak sering berkata kasar biasanya akibat pergaulannya dengan teman bermain, salah satu teman yang sering berkata kasar akan membuat teman temannya yang lain mengikuti dan akibatnya mereka juga menjadi sering berkata kasar. Banyak masyarakat dan orang tua dari sekumpulan anak tersebut  mendengar anak mengatakan kata kasar, para orang tua dan masyarakat hanya melakukan tindakan memarahi, membentak, melarang bahkan sampai ada yang memukul anak anaknya. Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin mengatasi anak-anak ketika berkata kasar; (1)Tetap tenang dan beri penjelasan kepada anak tentang arti kata tersebut; (2)Berikan contoh kata yang baik untuk di ucapkan; (3)Perkaya Kosakata anak sehingga banyak kata baik yang bisa di gunakan; (4)Batasi penggunaan gadget; (5)Terapkan hukuman; (6)Jangan ragu untuk memuji dan memberi penghargan; metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasinya yaitu metode GrupWork dari zastrow: (1)intake;(2)asessment dan perencanaan intervensi;(3) penyeleksian kelompok;(4)pengembangan kelompok;(5) evaluasi dan terminasi.  Dari cara dan metode tersebut mendorong anak-anak untuk tidak berkata kasar.Kata kunci: anak; berkata kasar; grupwork.

Husni Tamrin (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UniversitasSumateraUtara); Sheyla Ramadhina (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UniversitasSumateraUtara) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 147 - 152
[PDF]
2613 Penyuluhan Dampak Penggunaan Game Online kepada Siswa SMA Negeri 1 Buntu Pane
Lihat Abstrak

Abstract: The internet is one example of the results of current technological developments and advances, the internet provides many forgiveness and convenience for us, with the internet information is easier for us to get. Online games are one type of game that utilizes devices connected to the internet network as a medium. The existence of online games today, becomes a new challenge for students, this is because at this time is a period of child development. the development of learning motivation becomes a new challenge for teenagers and children as students as students. Various games that attract students so that it has an impact on their social activities and school achievement. Changes in behavior in adolescents who are addicted to mobile games may not be felt by the students themselves, but can be felt by others in their environment, especially parents and teachers. The purpose of this service is to increase the knowledge of SMA Negeri 1 Buntu Pane students regarding the impact of online game addiction behavior on adolescent health. The method used is interactive lectures and questions and answers about counseling the impact of addiction to playing online games. there is an increase in the knowledge of SMA Negeri 1 Buntu Pane students about the negative impact of online games on health.Keywords: Counseling; Game online; Health Abstrak: Internet merupakan salah satu contoh hasil dari perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, internet banyak memberikan maafaat dan kemudahan bagi kita, dengan internet informasi lebih mudah kita dapatkan. Game online adalah salah satu jenis permainan yang memanfaatkan perangkat yang terkoneksi jaringan internet sebagai medianya. Adanya game online saat ini, menjadi suatu  tantangan  baru  bagi  para  pelajar,  hal  ini  dikarenakan  pada  masa  ini adalah masa perkembangan anak. pembangunan motivasi belajar menjadi suatu tantangan baru bagi remaja dan anak-anak selaku siswa-siswi sebagai peserta didik. Beragam  game  yang  menarik  para  siswa  sehingga  berdampak  terhadap aktifitas pergaulannya dan prestasi sekolah mereka. Perubahan perilaku pada remaja yang mengalami kecanduan game mobile  mungkin tidak dirasakan oleh siswa  itu sendiri, tetapi dapat dirasakan oleh orang lain dilingkungan mereka khususnya orang tua  dan guru. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Buntu Pane mengenai dampak perilaku kecanduan game online terhadap kesehatan remaja. Metode  yang  digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab tentang penyuluhan dampak kecanduan bermain game online. adanya peningkatan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Buntu Pane tentang  dampak  negatif  game  online  bagi kesehatan.Kata kunci: Game Online; Kesehatan; Penyuluhan

Zulfan Efendi (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Tika Christy (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Febby Madonna Yuma (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 122 - 127
[PDF]
2614 Pelatihan Pembelajaran Berbasis Game Untuk Guru-Guru SD Islam Plus YLPI Pekanbaru
Lihat Abstrak

Abstract: Online learning tendencies for elementary students are not effective as expected. A lot of students feel under pressure while learning online. Meanwhile, learning should be fun for their age. To overcome that condition, the teacher should use various interactive media to motivate them in the learning to achieve the learning objectives. In this case, PkM team offers a solution which designing teaching media-based gamification through Kahoot. This media can increase the learning dynamic which can be accessed autonomously or operated by the teacher through video conferences such as Zoom or Google Meet. The features are easy to be operated and innovative so the students can enjoy their learning process by achieving the lesson unrealized. The result of this workshop is effective to improve the teachers’ digital literacy by considering their capability in creating and using Kahoot for the teaching and learning process. It can be seen from their online quiz simulation by utilizing Kahoot.Keywords: gamification; kahoot; learning mediaAbstrak: Kecenderungan belajar secara daring untuk anak-anak sekolah dasar tidak berjalan efektif seperti yang diharapkan. Banyak anak-anak yang merasa terbebani dengan belajar online. Padahal seharusnya belajar haruslah menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka pada usianya. Untuk menyikapi hal ini, guru hendaknya menggunakan media ajar yang bervariasi dan tidak   monoton untuk meningkatkan motivasi belajar siswa lagi agar tujuan pembelajaran tercapai. Salah satu solusi yang ditawarkan tim PkM adalah media ajar berbasis game   yakni Kahoot. Media ajar ini dapat meningkatkan dinamika pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri oleh siswanya maupun dipandu langsung oleh gurunya melalui platform video conference seperti Zoom atau Google Meet. Fitur-fitur yang ringan dan innovative membuat siswa secara tidak sadar mendapatkan ilmu melalui bermain Kahoot tersebut. Hasil kegiatan pelatihan ini dapat dirasakan sangat bermanfaat dilihat dari perubahan literasi guru yang menjadi lebih kreatif dan piawai dalam mendisain pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan Kahoot. Hal ini dapat dilihat dari hasil quiz berbasis Kahoot yang telah dibuat dan disimulasikan selama pelatihan sebagai hasil pendampingan tim PkM.Kata kunci: gamifikasi; kahoot; learning media

arimuliani ahmad (Universitas Islam Riau); fauzul etfita (Universitas Islam Riau); Estika Satriani (Universitas Islam Riau) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 153 - 158
[PDF]
2615 Implications of Social Interaction in Pandemic Period for the Millennial Generation
Lihat Abstrak

We created the context of this research by looking at the many problems that exist that the Covid 19 virus has a huge impact on social interaction. Therefore, our team conducted research on changing social interactions in society with the aim of knowing that changes in social interactions that occurred during this pandemic would have a good or bad impact. Later in this study, there will be several questions regarding the views of a student about social interaction in Indonesia during the Covid 19 pandemic. The questions contain (1) Will interacting through virtual media be more effective than direct interaction? (2) Has social interaction during the pandemic changed in a negative direction?, and there are several questions that contain the negative and positive impacts of changes in social interaction during the pandemic. Later this research will use a quantitative approach method by collecting some data through a questionnaire on the google form that has been created. After that, the result will be that social interaction during a pandemic like now has changed in a positive direction. We recommend research to the general public and students. The limitation in this study is that our team only used responses via questionnaires from students of the Faculty of Economics and Business, Airlangga University batch 2021.

Aulia Bethari Prasiwi (Faculty of Humanities, University of Airlangga in Surabaya, Indonesia); Riska Yuni Pramudita (Faculty of Humanities, University of Airlangga in Surabaya, Indonesia); Putri Almaidah (Faculty of Humanities, University of Airlangga in Surabaya, Indonesia); Moses Glorino Rumambo Pandin (Faculty of Humanities, University of Airlangga in Surabaya, Indonesia) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 5 No 1 (2022)
Hal: 76-84
[PDF]
2616 Teknik Bilingual Berbantuan Media Augmented Reality untuk Pengajaran Tahapan Solat bagi Tutor An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten
Lihat Abstrak

Abstract: An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten is an Islamic-based school and uses a bilingual instruction technique. One of the materials listed in the school curriculum is prayer. Prayer is carried out once a week in the mosque to learn the stages of prayer directly. However, during the COVID-19 pandemic, students could only study and pray at school. Responding to this, the community service team provided a solution by providing teaching materials for the stages of prayer through Bilingual Techniques assisted by Augmented Reality media for An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten Tutors. Activities are carried out directly through strict health protocols. Submission of material is done by direct practice method involving preschool and kindergarten students. According to the time specified, the activity ran smoothly and received good attention and a positive response from tutors and students. Students are directly directed by the tutor to follow the prayer stages by praying in the congregation at school.     Keywords: augmented reality; bilingual; media; technique; prayer stagesAbstrak: An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten adalah sekolah berbasis islam dan menggunakan bahasa pengantar yang menggunakan teknik bilingual.  Salah satu materi yang tercantum pada kurikulum di sekolah adalah pembelajaran solat. Pembelajaran solat dilakukan satu minggu sekali di masjid agar peserta didik dapat langsung mempelajari tahapan solat. Namun, selama pandemik COVID-19, Peserta didik hanya dapat mempelajari dan melaksanakan solat di sekolah saja.  Merespon hal tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan solusi dengan memberikan materi Pengajaran tahapan solat melalui Teknik Bilingual berbantuan media Augmented Reality bagi Tutor An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten.  Kegiatan dilaksakan secara langsung melalui protokol kesehatan yang ketat.  Penyampaian materi dilakukan dengan metode praktek langsung dengan melibatkan peserta didik yang terdiri dari peserta didik preschool dan kindergarten. Kegiatan berjalan dengan lancar, sesuai dengan waktu yang ditentukan serta mendapat perhatian yang baik serta respon yang positif dari tutor maupun peserta didik.  Peserta didik langsung diarahkan oleh tutor mengikuti tahapan solat dengan melakukan solat berjamaah di sekolah.   Kata kunci: augmented reality; bilingual; media; teknik; tahapan solat

Sri Wahyuni (Universitas Islam Riau); Fauzul Etfita (Universitas Islam Riau); Estika Satriani (Universitas Islam Riau); Asnawi Asnawi (Universitas Islam Riau) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 116 - 121
[PDF]
2617 Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Di SMK Tamansiswa Sukadamai
Lihat Abstrak

Perkembangan teknologi di dunia ini yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Hasil kegiatan PKM ini secara garis besar mencakup beberapa komponen  antara lain : tercapai tujuan pelatihan, tercapai target materi yang telah direncanakan, dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Perkembangan teknologi pembelajaran telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainnya. Pembelajaran berbasisi ICT juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik  pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Tamansiswa Sukadamai merupakan salah satu sekolah yang sangat memperhatikan cara mengajar para gurunya. Dan sebagai salah satu cara mengajar yang efektif adalah menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Hasil kegiatan yang telah dilakukan kepada para guru SMK Taman Siswa Asahan tersebut dapat telah dirasakan sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan hasil pelatihan yang telah selesai dikerjakan oleh guru berdasarkan arahan dan bimbingan dari para pemateri.

Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Vol 1 No 2 (2021)
Hal: 111 - 115
[PDF]
2618 SISTEM MONITORING AGENDA KEGIATAN INTERNAL KAMPUS PADA STMIK DHARMA WACANA
Lihat Abstrak

 Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Dharma Wacana merupakan Perguruan Tinggi swasta yang berlokasi di Jalan Kenanga No.3 Mulyojati 16c Kecamatan Metro Barat Kota Metro Provinsi Lampung. Penyaluran informasi kegiatan internal yang berjalan di STMIK Dharma Wacana saat ini masih sebatas informasi pada unit kerja penyelenggara acara atau panitia kegiatan saja, sehingga informasi kegiatan tersebut belum diketahui oleh pegawai pada unit kerja lain. Tujuan dari riset ini ialah merancang serta membangun sistem untuk memantau agenda kegiatan di lingkungan internal kampus. Pengumpulan informasi berupa pengamatan, wawancara, serta tinjauan pustaka dilakukan demi mendapat data yang dibutuhkan agar tujuan penelitian dapat dicapai. Dalam pengembangan sistem, penulis menggunakan pemodelan prototype, serta perancangan sistem memakai Unified Modelling Languange (UML). Berdasarkan hasil riset ini, kesimpulan yang bisa diperoleh yaitu, sistem ini memberikan informasi agenda aktivitas yang diselenggarakan oleh unit- unit kerja di lingkungan internal kampus. Sistem juga bermanfaat untuk memonitoring agenda kegiatan di dalam lingkungan kampus. Sistem ini masih memiliki kekurangan yang bisa dibesarkan untuk memperbaiki kinerja sistem, seperti sistem dapat dikembangkan dengan menambah fitur berita seputar instansi terkini agar lebih menarik.  

Tri Aristi Saputri (STMIK Dharma Wacana, Metro, Lampung) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 4 No 3 (2021)
Hal: 386-397
[PDF]
2619 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN SELEKSI PENERIMAAN STAFF PADA STMIK ROYAL KISARAN DENGAN METODE ANALYTIC HIERARCHY PROCESS
Lihat Abstrak

Penelitian skripsi ini bertujuan untuk melakuakn perangkingan terhadap seleksi penerimaan staff  dengan metode AHP. Metode AHP diterapkan dengan cara menggabungkan Metode AHP ke dalam sistem pendukung keputusan dalam aplikasi dan adanya perhitungan dari AHP, khususnya untuk seleksi penerimaan staff. Metode Analytical Hierarchy  Process  (AHP)  adalah  suatu  model  pengambilan  keputusan  yang komprehensif  dan  terstuktur.  Metode  ini  meliputi  proses  penilaian  kinerja  yang dimulai  dari  pembobotan  kriteria  untuk  mengetahui  bobot  kepentingan  masing-masing indikator kemudian penjabaran tujuan strategis ke dalam indikator kinerja. Dari  pembobotan  indikator  tersebut  dapat  menghasilkan  bobot  alternatif  untuk mengetahui nilai tertinggi dari alternatif yang ada. Konsep Metode AHP dengan menetapkan 4 kriteria dalam seleksi penerimaan staff yaitu, wawancara, ujian tertulis, ujian praktek, ipk maka sistem dapat mempermudah untuk menentukan calon staff yang dapat diterima berdasarkan 4 kriteria tersebut sehingga mendapatkan hasil yang terbaik.

Hidayatullah Hidayatullah (STMIK Royal, Kisaran); Juna Eska (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Rika Nofitri (STMIK Royal, Kisaran) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 4 No 3 (2021)
Hal: 379-385
[PDF]
2620 PERBANDINGAN METODE AHP DAN PROMETHEE DALAM PENENTUAN TINGKAT KOMPETENSI SOFT SKILL MAHASISWA (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI MEDAN)
Lihat Abstrak

Biro Student Advisory Centre (BSAC) Universitas Pembangunan Panca Budi Medan adalah pusat pengembangan karir dan pembinaan karakter mahasiswa. Untuk mencari calon pegawai yang terbaik diadakan softskill dari kriteria-kriteria pelatihan softskill mahasiswa. Menentukan tingkat kompetensi softskill mahasiswa dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Method For Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Untuk memperoleh calon pegawai yang memiliki tingkat kompetensi soft skill yang dibutuhkan, maka metode AHP dan PROMETHEE sangat membantu sebagai alternative dalam mengambil suatu keputusan. Riset dilakukan dalam pengumpulan datanya. Hasil seminar dengan jumlah peserta 100 orang yang menjadi sumber datanya. Data-data tersebut dikumpulkan, diolah dan dianalisis untuk pembelajaran atau pelatihan dengan menggunakan metode AHP dan Promethee. Dimana, Promethee kurang mendukung dalam penentuan bobot dan hirarki kriteria serta tidak memiliki jaminan konsistensi ketika menentukan bobot seperti AHP. Sementara itu, AHP juga tidak seperti Promethee dalam perhitungan dan pemeringkatan. Sehingga dalam eksekusi program diperoleh waktu yang berbeda untuk hasilnya, pada metode AHP eksekusi program sampai hasil akhir lebih baik dari pada metode Promethee. AHP memiliki kelebihan dalam penentuan bobot dan hirarki kriteria, sedangkan Promethee memiliki kelebihan dalam proses pemeringkatan alternatif memakai fungsi preferensi dan bobot yang berbeda-beda.

Hardiansyah Putra (Universitas Pembangunan Panca Budi, Medan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 4 No 3 (2021)
Hal: 370-378
[PDF]