| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 2461 |
PERAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DALAM MENGATASI KONFLIK SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK
Lihat AbstrakManusia adalah makhluk sosial yang selalu terlibat dalam perbedaan, konflik dan juga persaingan, baik sukarela maupun terpaksa. Konflik sosial tidak dapat dihindari karena merupakan aspek yang permanen dalam kehidupan sosial. Konflik ini dibutuhkan masyarakat agar menjadi sebuah perubahan agar menjadi manusia yang lebih baik di masa depan. Peran lingkungan masyarakat merupakan salah satu pilar dalam tiga pusat pendidikan di masyarakat yang menjadi pilar utama. untuk membentuk baik buruknya pribadi manusia agar berkembang dengan baik dan memiliki moral dan etika moral Perkembangan moral pada setiap individu tidak terbentuk dengan sendirinya tetapi dibentuk oleh tempat di mana mereka hidup dan tinggal di dalamnya. seseorang yang tinggal di lingkungan dengan lokasi yang menuntut adaptasi lebih besar tidak cepat terpengaruh oleh lingkungan tempat tinggalnya Individu yang tinggal di lingkungan yang berada sangat rentan mengalami masalah pada tahap perkembangan moralnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan masyarakat dalam mengatasi konflik sosial pada tumbuh kembang anak. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan adalah metode deskriptif |
Aslina Polinda Napitupulu (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Nadia Armyliyanda (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara); Risky Hardiansyah (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 568-580 [PDF] |
| 2462 |
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY KEMITRAAN PT PERKEBUNAN NUSANTARA 3 (PERSERO) DENGAN DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PROVINSI SUMATERA UTARA DALAM PENGEMBANGAN UMKM DI KOTA MEDAN
Lihat AbstrakUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penopang perekonomian nasional di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM (2018), sebanyak 98,7 persen usaha di Indonesia merupakan usaha mikro. Dengan jumlah yang cukup besar tersebut, UMKM dapat menyerap 89,17 persen tenaga kerja dalam negeri. Mengingat tingginya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, berbagai kegiatan guna mengembangkan UMKM terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya ialah dengan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak sesuai dengan UU NO 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Permasalahan utama adalah checking kemitraan yang kurang ketat dalam hal rekrutmen UMKM binaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemitraan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara dengan PTPN 3 (Persero) dalam pengembangan UMKM di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi yang berkaitan dengan kemitraan antara PTPN 3 (Persero) dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara. Data yang diperoleh kemudian diinterpretasikan dan dideskripsikan menggunakan CSR Implementing Framework oleh Paul Hohnen (2007) yang mencakup 4 indikator yaitu Planning, doing, check, dan Evaluating. Dari hasil penelitian, CSR dalam bentuk kemitraan antara Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara dengan PTPN 3 (Persero) sudah cukup efektif. Akan tetapi masih terdapat kekurangan dari segi checking UMKM binaan yang kurang ketat. Mekanisme rekrutmen UMKM binaan yang kurang ketat dapat menimbulkan tingginya angka piutang tak tertagih serta laporan yang tidak tertulis dalam tahapan checking dapat menjadi masalah. Ada baiknya pihak Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara memberikan laporan secara tertulis sehingga apabila ada masalah di kemudian hari pihak Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan bukti bahwasannya mereka sudah melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dan benar.Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Kemitraan, Pengembangan UMKM, Usaha Mikro Kecil dan Menengah. |
Adinda Ibni Syakinah (Universitas Sumatera Utara); Rudi Kristian P Manurung (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 559-567 [PDF] |
| 2463 |
KAPASITAS DINAS PERHUBUNGAN PEMERINTAH KOTA BINJAI DALAM PENGAWASAN LALU LINTAS
Lihat AbstrakPengawasan Lalu Lintas merupakan salah satu bentuk upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjamin kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kapasitas Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Binjai dalam pengawasan lalu lintas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kapasitas Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Binjai dalam Pengawasan Lalu Lintas masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia; infrastruktur, teknologi dan sumber daya keuangan belum memadai dalam mendukung kinerja; kepemimpinan strategis belum dilakukan secara maksimal; program dan manajemen proses belum efektif serta hubungan dan kerjasama dengan pihak lain belum optimal. Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Binjai perlu melakukan peningkatan kapasitas dalam pengawasan lalu lintas di Kota Binjai |
Novia Rindani (Universitas Sumatera Utara); Februati Trimurni (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 545-558 [PDF] |
| 2464 |
EFEKTIVITAS PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PADA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA) KABUPATEN MANDAILING NATAL
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif Bappeda Kabupaten Mandailing Natal dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Mandailing Natal. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori Quinn dan Rorhbaugh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Mandailing Natal sudah efektif. Hal ini terlihat dari tujuan yang rasional dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah sesuai dengan standar operasional, hubungan manusia yang efektif dalam organisasi, dimana dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah di Bappeda Mandailing Natal, bawahan dan atasan selalu bekerja sama, pekerjaan juga diawasi langsung oleh atasan dan kepala dinas, sistem terbuka terlihat dari partisipasi masyarakat dilibatkan secara langsung dalam penyusunan rencana pembangunan daerah melalui musrenbang, dan model proses internal sudah berjalan efektif untuk pertukaran informasi dan komunikasi di Bappeda Kabupaten Mandailing Natal. |
Indah Sri Wahyuli Lubis (Universitas Sumatera Utara); Tunggul Sihombing (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 537-544 [PDF] |
| 2465 |
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN LANJUT USIA (LANSIA) DI DESA MASNAULI KECAMATAN SIRANDORUNG KABUPATEN TAPANULI TENGAH
Lihat AbstrakKebijakan Dana Desa merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di desa. Salah satunya adalah pemberdayaan lanjut usia (lansia) yang dimaksudkan agar lansia tetap dapat melaksanakan fungsi sosialnya untuk berperan aktif secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Implementasi pemberdayaan lanjut usia di desa masnauli belum sesuai dengan UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan Dana Desa dalam pemberdayaan lanjut usia di Desa Masnauli Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Dana Desa mengakibatkan tidak tercapainya tujuan pemberdayaan lansia yaitu lansia yang sehat, memiliki kebugaran fisik, dan bermartabat. Implementasinya dapat dilihat dari empat indikator, pertama komunikasi, koordinasi yang dilakukan pemerintah Desa Masnauli hanya sedikit melibatkan masyarakat dalam musyawarah. Kedua, rendahnya kualitas sumber daya aparatur desa karena tidak memiliki keahlian dalam bidang pengelolaan dana desa, dan sumber daya finansial dana desa yang dimiliki tidak mencukupi untuk memberikan pemberdayaan lansia kepada seluruh lansia di Desa Masnauli. Ketiga, rendahnya disposisi tingkat kejujuran implementor dalam pemaparan dana desa. Keempat, struktur birokrasi yaitu dalam pelaksanaannya Desa masnauli tidak memiliki SOP atau kerangka kerja yang jelas. |
Fadilah Pratiwi Sihotang (Universitas Sumatera Utara); Asima Yanty Sylvania Siahaan (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 528-536 [PDF] |
| 2466 |
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA MEDAN RUTH MIRANDA PANGGABEAN
Lihat AbstrakBudaya organisasi sendiri adalah sebuah aspek yang teramat penting dalam sebuah organisasi, termasuk oraganisasi publik.Budaya organisasi sendiri dikaitkan dengan pembentukan dari karakter sdari setiap pegawai yang berperan dalammelakukan pekerjaan. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mengatahui pengaruh dari budaya organisasi dan kinerja pegawai di Dinas kebersihan dan pertanaman kota medan. Metode penelitian yang peneliti gunakan di dalam penwlitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan penyebaran kuesioner. Populasi di dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai di Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Medan, untuk sampel yang digunakan sebanyak 94 responden. Untuk teknik pengumpulan sampel menggunakan Analisis data sistem Struktural Equation Modeling( SEM) Untuk hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa budaya irganisasi sendiri memiliki oengaruh yang cukup positid untuk kinerja pegawai. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan t stastistic sebesar 49.697(>16). Dari hasil perhitungan dengan koefisien determinasi diperoleh R Square sebesaf 0,832 yang menunjukan bahwa variabel budaya organisasi memiliki pengaruh sebesar 83,2% terhadap kinerja pegawai, sedangkan 16,8% lainya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. |
Ruthmiranda Ruthmiranda (Universitas Sumatera Utara); Tunggul Sihombing (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 520-527 [PDF] |
| 2467 |
PROGRAM PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO BIDANG PRODUKSI DI DINAS KOPERASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KOTA MEDAN
Lihat AbstrakBanyaknya pelaku usaha mikro bidang produksi yang mengalami penurunan omzet dan pendapatan akibat krisis pandemi COVID-19 mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengeluarkan program pemberdayaan masyarakat untuk usaha mikro bidang produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan program pemberdayaan masyarakat pelaku usaha mikro bidang produksi di dinas koperasi usaha mikro kecil dan menengah kota medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat pelaku usaha mikro bidang produksi di dinas koperasi usaha mikro kecil dan menengah kota medan belum terealisasi dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari kurangnya pengetahuan penggunaan teknologi dalam hal pemasaran sehingga membutuhkan kerja sama dengan beberapa market place dan kurangnya kesadaran usaha mikro bidang produksi untuk berpartisipasi menjadi binaan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Medan. |
Mutia Dwiyanti (Universitas Sumatera Utara); Februati Trimurni (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 511-519 [PDF] |
| 2468 |
OIMPLEMENTASI KEBIJAKAN ELEKTRONIC MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN (E-MUSRENBANG) DI DESA PADANG MANINJAU KECAMAN AEK KUO KABUPATEN LABUHAN BATU UTARA
Lihat AbstrakPenerapan e-musrenbang di desa Padang Maninjau didasari karena adanya permasalahan di dalam kegiatan musyawarah rencna pembangunan desa. Dimana kegiatan ini dirasa masih kurang efektif untuk mewujudkan program perencanan pemvangunan desa, sehingga diterapkanlah sistem e-musrenbang di Desa Padang Maninjau. Namun setelah diterapkan e-musrenbang muncul permasalahan baru di dalamnya seperti pada ketersedian sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung penggunaan e-musrenbang yang masih kurang memadai. Penelitian in sendirii bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara rinci mengenai implementasi Kebijakan (e- musrenbang) di Desa Padang Maninjau Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan memakai model implementasi George C. Edward III Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan (e-musrenbang) di Desa Padang Maninjau Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara masih belum berjalan dengan optimal, hal ini terlihat pada salah satu variabel sumber daya sarana dan prasarana yaitu jaringan listrik dan internet (wifi) yang masih belum memadai. |
Rismayani Rismayani (Universitas Sumatera Utara); Tunggul Sihombing (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 504-510 [PDF] |
| 2469 |
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PRESIDEN PRODUKTIF UNTUK USAHA MIKRO (BPUM) KEPADA PELAKU USAHA TERDAMPAK COVID-19 DI DESA HUTA PADANG KECAMATAN BANDAR PASIR MANDOGE
Lihat AbstrakProgram Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) merupakan upaya pemerintah dalam rangka membantu pelaku usaha mikro mempertahankan usahanya di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Efektivitas Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) kepada Pelaku Usaha Terdampak COVID-19 di Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Bantuan Presiden Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) kepada Pelaku Usaha Terdampak COVID-19 di Desa Huta Padang Kecamatan Bandar Pasir Mandoge belum efektif. Hal ini dilihat dari pendataan yang dilakukan masih belum memenuhi ketepatan sasaran program dikarenakan pengelola program tidak memiliki data pelaku usaha mikro sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Selain itu, kualitas iklim organisasi antar pengelola program sangat tidak berjalan dengan maksimal karen tidak adanya komunikasi dan fasilitas yang tidak memadai. Dengan demikian, keterkaitan dari unsur-unsur tersebut mengakibatkan ketidaktepatan sasaran program, kurangnya kinerja pengelola program, dan tidak tercapainya tujuan program. |
Wiwien Swarlina (Universitas Sumatera Utara); Asima Yanty Sylvania Siahaan (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 491-503 [PDF] |
| 2470 |
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN PEMBANGUNAN DESA DI DESA SINGENGU JULU KECAMATAN KOTANOPAN KABUPATEN MANDAILING NATAL
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi kebijakan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yatu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori model implementasi kebijakan dari Van Meter & Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu sudah berjalan namun belum optimal yakni berkaitan dengan sasaran dalam pelaksanaan program Dana Desa di Desa Singengu Julu masih ada yang belum terealisasi seperti halnya pemberdayaan masyarakat. Kurangnya komunikasi antara pemerintahan Desa dengan masyarakat Desa Singengu Julu merupakan salah satu faktor belum maksimalnya implementasi kebijakan Dana Desa dalam meningkatkan pembangunan desa di Desa Singengu Julu. |
Novi Ernita (Universitas Sumatera Utara); Simson Ginting (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 485-490 [PDF] |
| 2471 |
IMPLEMENTASI BLENDED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of this study was to find out how the application of the blended learning learning process in students' reasoning and problem solving abilities. This type of research is Classroom Action Research. Where the operations in this study are translated into 4 stages in the form of a cycle, namely the planning, action, observation and reflection stages. The subjects in this study were students of STMIK Royal Kisaran and the object in this study was the students' reasoning and problem solving abilities using the blended learning method. The research instruments in collecting data were initial tests, learning outcomes tests, interviews and observations. Based on the results of the study, it was obtained that the total score obtained from the implementation of learning in cycle 1 in the class was categorized as less successful with an average score of 2.25. The total score obtained in cycle 2 was categorized as less successful with an average score of 2.75. The total score obtained from the implementation of learning in cycle 3 is categorized as successful with an average score of 3.5. Thus, in cycle 3 the implementation of learning is categorized as successful. Keywords: Blended Learning; Reasoning Ability; Solving Abilit Problem Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan proses pembelajaran blended learning dalam kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Dimana operasional dalam penelitian ini dijabarkan menjadi empat tahap yang berupa siklus yaitu tahap perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa STMIK Royal Kisaran dan objek dalam penelitian ini kemampuan penalaran dan pemecahan masalah mahasiswa menggunakan metode blended learning. Instrumen penelitian dalam mengumpulkan data adalah tes awal, tes hasil belajar, wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 1 di kelas dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,25. Jumlah skor yang diperoleh pada siklus 2 dikategorikan kurang berhasil dengan rata-rata skor 2,75. Jumlah skor yang diperoleh dari pelaksanaan Pembelajaran pada siklus 3 dikategorikan berhasil dengan rata-rata skor 3,5. Dengan demikian pada siklus 3 pelaksanaan pembelajaran dikategorikan berhasil.Kata kunci: Blended Learning; kemampuan penalaran; kemampuan pemecahan masalah |
Muthia Dewi (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Sri Rezeki Maulina Azmi; Dailami Dailami |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 450-455 [PDF] |
| 2472 |
AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA PADANG SANGGAR KECAMATAN TAMBANGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL
Lihat AbstrakPengelolaan alokasi dana desa (ADD) di Desa Padang Sangggar Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal dijalankan sesuai dengan peraturan bupati mandailing Natal no 05 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan dana desa. Namun pada saat ini di dalam oenerapannya terdapat permasalahan di dalamnya seperti masyarakat yang kurang dilibatkan di dalm pengelolaan alokasi dana desa ini. Di dalam oenelitian ini menggunakan model akuntabilitas, di daalam model ini terdapat tiga variabelyaitu akuntabilitas proses, akuntabilitas kebijakan dan akuntabilitas program. Penelitian ini menggunakan metode deskriptip dengan pendekatan kualitatif. Dengan adanya peneljtian ini diharapkan a dapat memberikan perubahan pada pengelolaan alokasi dana desa di Desa Padang Sanggar. |
Yenni Zuraidah (Universitas Sumatera Utara); Muhammad Arifin Nasution (Universitas Sumatera Utara) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 480-484 [PDF] |
| 2473 |
PENGARUH KARAKTERISTIK PEKERJAAN, KARAKTERISTIK INDIVIDU TERHADAP KINERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) DI PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA MELALUI KEPUASAN KERJA
Lihat AbstrakPenelitian ini mengangkat tentang pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung dari Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Individu, terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil melalui Kepuasan Kerja di Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data utama dari beberapa daerah terpilih, mengambil 195 sampel responden dari 379 populasi yang diteliti. Dalam proses pengambilan hipotesa Penulis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM) dengan perangkat Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung dari Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Individu, terhadap Kinerja Pegawai Negeri Sipil melalui Kepuasan Kerja di Provinsi Sumatera Utara. |
Indra Sakti Harahap (Universitas Medan Area); Lailan Tawila Berampu (Universitas Medan Area); Alfifto Alfifto (Universitas Medan Area) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 474-479 [PDF] |
| 2474 |
PENERAPAN SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK DALAM KAITAN DENGAN HAK-HAK ASASI ANAK ( STUDI DI PENGADILAN NEGERI KISARAN)
Lihat AbstrakThe Juvenile Criminal Justice System is the entire process of Settlement of Child Cases in conflict with the law, starting from the investigation stage to the mentoring stage after the child undergoes the criminal law process. Implementation of Criminal Sanctions for Actions Against Children According to Law No. 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System, is an "emergency door" for children when the child commits a criminal act on the condition that the child is 14 (fourteen years old) or more and is suspected of committing a crime. a criminal offense punishable by imprisonment of 7 (seven) years or more, and the terms of detention must be stated explicitly in a detention order as regulated in articles 32 (2) and (3) according to the law mentioned above. As long as the child does not commit a crime as regulated in Article 32 (2) and (3), the settlement of a child criminal case must be resolved by means of a. Restorative Justice, namely the settlement of criminal cases by involving the perpetrator, victim, family of the perpetrator/victim and other related parties to jointly seek a fair solution by emphasizing restoration back to its original state, and not retaliation, or by means of b. Diversion namely the transfer of the settlement of children's cases from the criminal justice process to the process outside the criminal justice system as regulated in Chapter I Article 1 paragraph (6) and (7). This is intended to provide special protection for children by providing the best for the interests of children, which is an implementation of children's human rights. And in an effort to provide the best protection for children as well as to equalize the vision and perception between institutions that are competent in upholding children's rights, namely the Courts, Prosecutors, Police and Correctional Institutions, the Government issued Presidential Regulation Number 175 of 2014 concerning Integrated Education and Training for Law Enforcement and Related Parties Regarding the Juvenile Criminal Justice System. |
Fahrul Rizal (Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 466-473 [PDF] |
| 2475 |
PENGARUH DEBT TO ASSET RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, TOTAL ASSET TURNOVER DAN CURRENT RATIO TERHADAP RETURN ON EQUITY PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Lihat AbstrakThis research aims to determine the effect of Debt To Asset Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover and Current Ratio on Return On Equity in Mining Sub-Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange. The research sample was 10 banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2015 to 2018. Data testing was carried out using the multiple linear regression analysis method. The results showed that partially the Debt to Asset Ratio variable had no effect on Return On Equity, seen from the results of the significant value 0.271 > 0.05 and the tcount (1.119) < ttable (2.02809), the Debt to Equity Ratio variable has no effect on Return On Equity seen from the results of the significant value 0.362> 0.05 and the value of tcount (0.924) < ttable (2.02809), the Total Asset variable Turnover has a significant effect on Return On Equity seen from the results of significant values 0.000 <0.05 and tcount (4.696) > ttable (2.02809), and the Current Ratio variable has no effect on Return On Equity seen from the results of the significant value of 0.455 > 0.05 and the value of tcount (0.755) < ttable (2.02809), Simultaneously that the value of sig. F of 0.000 < significant level of 0.05 (5%) and the value of Fcount (6.259) > Ftable (2.64).This means that it can be concluded that the variables Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover and Current Ratio have a significant effect on Return On Equity. Adjusted Rsquare value or coefficient of determination is 0.350. This result means that 35.0% of the variance or change in Return On Equity can be explained by variations of DAR, DER, TATO and CR while the rest (65.0%) is explained by other causes outside this research model. |
Dian Ayu Andriani (Universitas Asahan); Hilmiatus Sahla (Universitas Asahan); Zulfa Khairina Batubara (Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 3 (2022) |
Hal: 456-465 [PDF] |
| 2476 |
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PRIORITAS PERBAIKAN JALAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MEDAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE WASPAS
Lihat AbstrakJalan merupakan infrastruktur yang sering dilalui oleh masyarakat, jika terjadi kerusakan akan sangat mengganggu kegiatan masyarakat baik dari segi ekonomi, pendidikan, dan lain-lain, namun pada era otonomi daerah, kapasitas keuangan masing-masing daerah menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian pemerintah daerah dan permasalahan yang dihadapi pemerintah yaitu mengalami kesulitan dalam menentukan jalan mana yang akan diperbaiki terlebih dahulu karena banyaknya usulan perbaikan jalan dimana jumlah seluruh anggaran biaya dari seluruh usulan tersebut melebihi dari jumlah anggaran biaya yang diberikan oleh pemerintah daerah untuk pelaksanaan perbaikan jalan. Agar mudah dalam melakukan penyelesaian masalah terkait menentukan prioritas perbaikan jalan maka dibuatlah sebuah program sistem pendukung keputusan, program sistem pendukung keputusan memerlukan sebuah metode dalam melakukan perhitungannya dan metode yang digunakan dalam penyelesaian masalah terkait menentukan prioritas perbaikan jalan menggunakan Metode WASPAS adalah Weighted Aggregated Sum Product Assesment (WASPAS). Metode WASPAS merupakan metode yang dapat mengurangi kesalahan-kesalahan ataupun mengoptimalkan dalam sebuah penaksiran untuk pemilihan dari nilai yang tertinggi hingga terendah. Metode WASPAS ini juga memiliki perhitungan yang mudah dipahami dan memiliki tingkat ke akuratan yang baik. Hasil program ini menunjukan bahwa sistem yang dibangun dengan berbasis desktop dapat membantu pihak desa citaman jernih dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.. |
Melinda Lubis (STMIK Triguna Dharma); Puji Sari Ramadhan (STMIK Triguna Dharma); Ahmad Calam (STMIK Triguna Dharma) |
JURNAL TEKNISI Vol 2 No 2 (2022) |
Hal: 42-51 [PDF] |
| 2477 |
IMPLEMENTASI METODE FUZZY LOGIC PADA SISTEM MONITORING SUHU DAN KELEMBABAN RAK SERVER BERBASIS MIKROKONTROLER
Lihat AbstrakDisaat sekarang ini LPG sudah tidak menjadi barang mewah lagi bagi masyarakat bahkan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat dari kalangan manapun. Tetapi karena sering terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas menjadikan hal itu sebagai suatu momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat. Pada awal peluncurannya, gas LPG tidak berbau dan sulit untuk membedakan apakah tabung gas tersebut mengalami kebocoran atau tidak. Seiring dengan kemajuan zaman khususnya dibidang teknologi yang saat ini semakin canggih, maka pembuatan alat pada tugas akhir ini yang dilandasi oleh mikrokontroler dapat dilakukan dan dikerjakan secara otomatis yang nantinya akan dikendalikan oleh peralatan elektronika yang dapat bekerja secara terprogram sesuai dengan kebutuhan. Sebuah contoh alat pengendali atau mikrokontroler Arduino Uno yang sudah banyak dijumpai pada dunia elektronika atau pemrograman mikrokontroler karena pemrograman dan pengoprasian dari Arduino Uno sendiri dapat dikerjakan dengan mudah. Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik membuat suatu alat pendeteksi kebocoran gas menggunakan LED dan Buzzer sebagai peringatan dini dan akan menggunakan IoT agar apabila tidak ada orang yang berada didalam rumah tetap akan mendapat informasi kalau terjadi kebocoran gas didalam rumah yang ditinggalinya dan mengendalikan penanggulangan apabila terjadi kebocoran yaitu dengan menggunakan pengendali katup. Hasil dari penelitian ini mampu mengatasi permasalahan dalam pengoperasiannya yaitu dapat memonitoring dan mengendalikan sistem pendeteksi kebocoran pada gas LPG berbasis NodeMCU. |
Rohadi Simon Hesekiel Sirait (STMIK Triguna Dharma); Kamil Erwansyah (STMIK Triguna Dharma); Rico Imanta Ginting (STMIK Triguna Dharma) |
JURNAL TEKNISI Vol 2 No 2 (2022) |
Hal: 34-41 [PDF] |
| 2478 |
PENERAPAN METODE SMART DALAM MENENTUKAN LOKASI TOKO ROTI
Lihat AbstrakSistem pendukung keputusan sebagai sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu mengambil keputusan. Sehingga dapat disimpulkan, bahwa sistem pendukung keputusan merupakan sistem yang melakukan proses dalam pengambilan keputusan didasarkan pada teori bahwa setiap alternatif terdiri dari sejumlah kriteria yang memiliki nilai dan setiap kriteria memiliki bobot yang menggambarkan seberapa penting nilai dari bobot tersebut dibandingkan dengan kriteria lain.[4] Hal yang terjadi jika penyelesaian masalah penentuan lokasi Toko Roti terpecahkan adalah untuk mempermudah pemilik Toko Roti dalam penentuan lokasi cabang selanjutnya dan meningkatkan penghasilan dari Toko roti. Untuk kriteria penilaian dari penentuan lokasi berupa tingkat keramaian, harga tanah, tingkat keamanan lokasi, jarak lokasi cabang ke lokasi utama, dan luas tanah. Penentuan lokasi Toko Roti saat ini masih menggunakan data secara manual dan belum memiliki sistem khusus dalam penentuan lokasi Toko Roti maka di buatlah sebuah aplikasi sistem pendukung keputusan penentuan lokasi Toko Roti ini dan diharapkan dapat membantu pemilik (owner) Toko Roti dalam menentukan urutan prioritas lokasi usaha yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan dapat meminimalisir kesalahan terhadap pemilihan lokasi yang dilakukan secara manual yang dapat mengakibatkan kerugian terhadap usaha yang dijalani. |
Raja Tama Andri Agus (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Mhd Istaufa Arif Sinaga (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Roya) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 5 No 2 (2022) |
Hal: 442-449 [PDF] |
| 2479 |
FORECASTING UNTUK PRODUKSI BATIK DENGAN SINGLE MOVING AVERAGE
Lihat AbstrakPengertian produksi adalah suatu kegiatan mengubah faktor-faktor produksi atau input menjadi produk atau output. Penelitian dilakukan di Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Karya Bersama tentang produksi batik . Sistem yang berjalan saat ini dalam memperkirakan produksi tergantung kepada penjualan dimana jika penjualan banyak maka produksi baru ditingkatkan dan belum menerapkan suatu teknologi dalam memperediksi jumlah produksi batik di BUMDES Karya Bersama. Berdasarkan masalah tersebut, solusi yang dibutuhkan suatu teknik peramalan dalam untuk mengetahui produksi batik di BUMDES Karya Bersama. Peramalan adalah prediksi, proyeksi atau estimasi tingkat kejadian yang tidak pasti sehingga diperlukan waktu untuk menarik suatu kesimpulan di masa yang akan datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa serta bisa meminimalisasikan kesalahan data untuk masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode single Single Moving Average. Metode Single Moving Average merupakan ramalan untuk waktu di masa yang akan datang. Data yang digunakan untuk menghitung peramalan menggunakan data produksi batik tahun 2017 sampai tahun 2020. Hasilnya didapat bahwa peramalan prediksi jumlah produksi batik untuk tahun 2021 adalah 518 buah dengan Mean Absolute Deviation (MAD) yaitu 24,33, Mean Square Error (MSE) yaitu 592,1111, dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) adalah 4,56%. |
Mustopa Husein Lubis (Institut Teknologi dan Sains Paluta); Akhir Abadi Tanjung (Institut Teknologi dan Sains Paluta); Desy Martina (Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara) |
JURNAL TEKNISI Vol 2 No 2 (2022) |
Hal: 29-33 [PDF] |
| 2480 |
PEMANFAATAN APLIKASI PHOTOMATH SEBAGAI MEDIA BELAJAR MATEMATIKA
Lihat AbstrakSeiring berkembangnya teknologi, penerapan software/aplikasi bisa menjadi salah satu alternatif media pembelajaran matematika. Para siswa sangat mengharapkan penguasaan terhadap bidang ilmu dan teknologi dalam pengajaran matematika khususnya aplikasi di era globalisasi, supaya siswa mampu menaikkan daya kreasi, mengembangkan, dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para siswa lebih mudah dalam mengkonkretkan simbol, tabulasi serta menyelesaikan perhitungan matematika berbantuan aplikasi matematika secara benar dan teliti. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah aplikasi photomath. Aplikasi photomath adalah sebuah aplikasi Android, iOS, ataupun Windows Phone yang memiliki fungsi untuk menyelesaikan soal-soal matematika dengan cara memotret atau menulis soal matematikanya. Tujuan dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan kepada siswa Kelas VII SMPN 1 Pulo Bandring agar dapat memahami dan memanfaatkan aplikasi photomath sebagai media belajar matematika, agar memudahkan siswa belajar secara mandiri. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah siswa kelas VII SMPN 1 Pulo Bandring. Dalam metode pelaksanaannya, kegiatan ini dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan ini adalah sebesar 80% siswa mampu meraih nilai 75 atau lebih, dan ini memenuhi kategori hasil belajar siswa tuntas dan menunjukkan bahwa siswa telah mampu menerapkan aplikasi matematika dalam memahami dan menyelesaikan soal matematika. |
Mustika Fitri Larasati Sibuea (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Muhammad Ardiansyah Sembiring (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Iin Almeina (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Raja Tama Andri Agus (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2 No 1 (2022) |
Hal: 109-115 [PDF] |