| No | Judul & Abstrak | Penulis & Afiliasi | Jurnal & Edisi | Metadata |
|---|---|---|---|---|
| 2801 |
EFEKTIVITAS MOBILE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK)
Lihat AbstrakDunia pendidikan yang kian berkembang memicu tren pengajaran (teaching) yang dulunya hanya menempatkan guru sebagai komunikator aktif, kini telah mengalami perubahan besar, dimana guru dan siswa telah ditempatkan dalam posisi yang sama-sama aktif melalui penggunaan teknologi dan media pembelajaran. Penggunaan teknologi mobile dapat diasumsikan sebagai salah satu faktor pendorong berkembangnya proses pembelajaran pada institusi pendidikan nonformal maupun pendidikan formal. Untuk itu dibutuhkan fasilitas teknologi yang dapat diakses semua orang dimanapun dan kapanpun.Tentunya peranan perangkat mobile seperti smartphone android maupun ios menjadi solusi terbaik untuk pembelajaran (mobile learning),didak terkecuali dalam pembelajaran bahasa inggris.Mata pelajaran bahasa inggris merupakan salah satu matapelajaran wajib dalam kurikulum SMK yang hasilnya belum memuaskan sejauh ini.Hal ini terbukti dengan masih banyaknya siswa yang belum mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris walaupun mereka sudah mempelajarinya sejak memasuki bangku Sekolah Dasar (SD). Jadi melalui penelitian ini akanterlihat bagaimana efektifitas pembelajaranmobile (mobile learning) dalam mata pelajaran bahasa inggris. |
Akmal Nasution (STMIK Royal Kisaran); Mohd Siddik (STMIK Royal Kisaran); Nuriadi Manurung (STMIK Royal Kisaran) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 4 No 1 (2021) |
Hal: 1-5 [PDF] |
| 2802 |
IMPLEMENTASI WIRELESS MESH NETWORK PADA JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN)
Lihat AbstrakAbstrakPerkembangan jaringan pada saat ini sangat berkembang pesat seperti khususnya jaringan wirelessyang menyediakan bermacam-macam layanya yang sangat di butuhkan pada zaman ini.Salah satu jaringan yang berkembang pesat seperti Wireless Mesh Network (WMN)yang muncul sebagai teknologi yang bisa di andalakan dengan berbagai keungulan di bandingkan dengan jaringan Wireless lainnya. sifat self-organized dan self- configured yang dimiliki WMF yang mampu menghubungkan antar komputer. Dalam WMN terdapat Client mest yang mengakomodir dengan wireless network interface card (NIC), yang mana telah melakukan configurasi yang sangat mendetail. NIC dapatterkoneksi secara lansung ke wirelessmesh router agar bisa mengakses layanan yang ada karena didalamnya terdapat fungsi gateway/bridge sehingga client WMN dapat menikmati “mengakses layanan yang disediakan oleh jaringan tersebutâ€. Didalam hal inilah penulis berangkat untuk bagaimana jaringan internet khususnya jaringan wereless di yayasal Al-Muhajirin dapat teroptimalkan, dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin sehingga kegiatan keseharian yayasan dapat berjalan dengan lancar, terutama di dalam penyampainya ilmu dakwah islam. |
Didik Siswanto (Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 4 No 1 (2021) |
Hal: 20-27 [PDF] |
| 2803 |
IMPLEMENTASI PULSE WIDTH MODULATION (PWM) PADA SISTEM BLENDING KACANG MENGGUNAKAN SENSORLOADCELL BERBASIS MIKROKONTROLER
Lihat AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mempermudah pedagang membuat saus kacang menggunakan teknologi komputer, maka diperlukan sistem yang digunakan sebagai penentu waktu penghalusan dan pencampuran kacangdengan air. Dalam hal ini akan diterapkan suatu teknik Pulse Width Modulation (PWM). PWMitu sendiri adalah suatu teknik modulasi dengan mengubah lebar pulsa (duty cylce) dengan nilai amplitudo dan frekuensi yang tetap [2]. Teknik iniyang akan menentukan kecepatanputarblenderuntuk penghalusan dan pencampuran kacangdengan air. System inibekerjadengan mendeteksi volume atau banyaknya kacang pada wadah blender.Untuk menentukan beban atau berat kacang dalam wadah blender menggunakan sensor Load Cell [3]. Sensor yang mengubah gaya menjadi sinyal listrik. Kemudian sinyal akan dikirim ke Mikrokontoler sebagai sistem kendali. Mikrokontroler yang digunakan adalah Arduino Uno R3. Mikrokontroler ini menggunakan chip Atmega328P, dengan 14 digital pin I/O, 6 pin input analog, dan operasi tegangan 5 Volt |
Danang Pratama (STMIK TrigunaDharma) |
JURNAL TEKNISI Vol 1 No 1 (2021) |
Hal: 1-7 [PDF] |
| 2804 |
PENERARAPAN METODE SAW UNTUK PEMILIHAN KOMPUTER MULTIMEDIA DI STMIK ROYAL KISARAN MENGGUNAKAN METODE SAW
Lihat AbstrakDalam pemilihan komputer biasanya pihak laboran kampus akan memberikan beberapa sample spesifikasi komputer untuk menegetahui kemampuan komputer tersebut. Disini laboran akan mencoba instalasi program (software) yang akan di gunakan berkaitan dengan matakuliah multimedia. Berdasarkan sistem laboran akan lama dalam menentukan laboratorium mana yang layak di gunakan untuk laboratorium Multimedia. Untuk menentukan komputer yang akan diterima, maka dibangun sebuah sistem pengambilan keputusan terkomputerisasi yang mampu memudahkan proses pemilihan komputer. penentuan dan identifikasi komputer dengan menggunakan metode SAW (Simple additive weighting) adalah metode yang dapat mencari suatu alternatif terbaik dari berbagai alternatif berdasarkan kriteria – kriteria yang telah ditentukan. Intinya bahwa metode tersebut menentukan nilai bobot pada setiap kriteria. Alternatif terbaik yang dimaksud adalah yang berhak menjadi pegawai berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Penilaian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap kriteria, kemudian dilakukan proses perangkingan yang akan menentukan alternatif optimal yaitu berbagai komputer laboratorium yang akan dipertimbangkan oleh pengambil keputusan untuk menjadi komputer laboratorum pada perusahaan tersebut. |
Irianto Irianto (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Afrisawati Afrisawati (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal); Sudarmin Sudarmin (Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 4 No 1 (2021) |
Hal: 11-19 [PDF] |
| 2805 |
THE EFFECT OF SQ3R METHOD ON STUDENTS READING COMPREHENSION
Lihat AbstrakAbstract: The population of this research was taken from the grade X . The aim of this study is to discover the effect of applying SQ3R method in reading comprehension. Experimental research design is used as the research method. This research took place at SMA Tamansiswa Kisaran. The population of this research was taken from the grade X of SMA . There were 2 classes, X-1 and X-2 choosen as the sample with 30 students in each class. The classes were divided into two groups namely experimental and control group. The experimental group taught by using SQ3R method and the control group was taught by using conventional method. The instrument used to collect the data was a set of essay tests, which divided as pre test and post test. The result of the research the students who use SQ3R method with a sample of 30 students obtain an average value of 80,66, while the students who use the conventional way with a sample of 30 students obtain an average value of 76,66. So SQ3R method significantly improves the student’s reading comprehension. Keywords: Descriptive text, SQ3R, reading,  Abstrak: Populasi dalam penelitian ini diambil dari siswa kelas X. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode SQ3R terhadap pemahaman bacaan. Desain penelitian eksperimental digunakan sebagai metode penelitian. Penelitian ini bertempat di SMA Tamansiswa Kisaran. Populasi penelitian ini diambil dari siswa kelas X SMA. Sampel diambil 2 kelas yaitu X-1 dan X-2 dengan jumlah masing-masing 30 siswa. Kelas dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diajar dengan metode SQ3R dan kelompok kontrol diajar dengan metode konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah seperangkat tes esai yang dibagi menjadi pre test dan post test. Hasil penelitian siswa yang menggunakan metode SQ3R dengan jumlah sampel 30 siswa memperoleh nilai rata-rata sebesar 80,66, sedangkan siswa yang menggunakan cara konvensional dengan jumlah sampel 30 siswa memperoleh nilai rata-rata 76,66. Jadi metode SQ3R secara signifikan meningkatkan pemahaman bacaan siswa. Kata Kunci : Teks deskriptif, SQ3R, Membaca. |
Iin Almeina Loebis (STMIK Royal); Chitra Latiffani |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 87 - 90 [PDF] |
| 2806 |
PENERAPAN KEGIATAN MGMP GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER PROSES PEMBELAJARAN
Lihat AbstrakAbstract: This research is a school action research, with the research subjects of 16 teachers of SMA Negeri 2 Lintongnihuta. The object in this study is the result of the assessment of the ability of teachers in the use of learning media and the school environment as a source of learning in the teaching and learning process through the eye teacher deliberation activity. The instrument used was the Observation Sheet. Based on the results of the assessment, the number of teachers in cycle I who have been able to use learning media and the school environment as a learning resource in the "good" minimum category is 10 teachers or 62.50%, while the number of teachers in cycle II who are able to use it Learning media and the school environment as a source of learning in the "good" minimum category were 15 teachers or 93.75%. From the results of cycle I and cycle II actions, through the Implementation of Subject Teacher Deliberative Activities, it can improve the ability of teachers to use learning media and the learning resource school environment at SMA Negeri 2 Lintongnihuta for the 2018/2019 Academic Year.Keywords: learning media; learning resources; school environmentAbstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah, dengan subjek penelitian guru SMA Negeri 2 Lintongnihuta yang berjumlah 16 orang. Objek dalam penelitian ini adalah hasil penilaian Kemampuan Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Dan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Dalam Proses Belajar Mengajar Melalui Kegiatan Musyawarah Guru Mata. Instrumen yang digunakan adalah Lembar Observasi. Berdasarkan hasil penilaian Jumlah guru pada siklus I yang telah mampu dalam penggunaan media pembelajaran dan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang berada pada kategori minimal “baik†sebanyak 10 orang guru atau sebesar 62,50 %, sementara Jumlah guru pada siklus II yang mampu dalam penggunaan media pembelajaran dan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar pada kategori minimal “baik†sebanyak 15 orang guru atau sebesar 93,75%. Dari hasil tindakan siklus I dan siklus II maka melalui Penerapan Kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan media pembelajaran dan lingkungan sekolah sumber belajar di SMA Negeri 2 Lintongnihuta Tahun Pelajaran 2018/2019.Kata kunci: lingkunngan sekolah; media pembelajaran; sumber belajar |
Nelson Tambunan |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 35 - 41 [PDF] |
| 2807 |
UPAYA MENINGKATKAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR PESERTA DIDIK
Lihat AbstrakAbstract: The objectives of this study were: (1) To find out how to improve the learning activities of students in class VIII SMP Negeri 2 Sei Kepayang Kec. Sei Kepayang barat 2018/2019 academic year; (2) How big is the effect of tutoring on the learning activities of students in class VIII SMP Negeri 2 Sei Kepayang Kec. Sei Kepayang barat 2018/2019 academic year. The learning improvement procedure includes the implementation of classroom action research in 2 cycles. In the first cycle of the 6 categories observed in the tutoring service, only 2 were included in the "Good Enough" category, namely: (1) Listening to / paying attention to teacher explanations, (2) Students' interest in learning, when using tutoring, while 4 activities students are still in the "Not Good" category, namely: (1) active in asking, (2) asking the teacher, (3) discussing with friends, and (4) concluding the function and purpose of the service. In the second cycle of the 6 categories observed in the tutoring service, only 4 student activities were included in the "Good" category, namely: (1) Listening to / paying attention to the teacher's explanation, (2) Students' interest in learning, (3) asking the teacher, and (4) discussing with, while 2 student activities are still in the "Good Enough" category, namely: (1) active in asking, and (2) concluding the function and purpose of the service.Keywords: counseling guidance; tutoring servicesAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui cara meningkatkan aktivitas belajar peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Sei Kepayang Kec. Sei Kepayang barat tahun pelajaran 2018/2019; (2) Seberapa besar pengaruh bimbingan belajar terhadap aktivitas belajar peserta didik di kelas VIII SMP Negeri 2 Sei Kepayang Kec. Sei Kepayang barat tahun pelajaran 2018/2019. Prosedur perbaikan pembelajaran meliputi kegiatan pelaksanaan penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus. Pada siklus I dari 6 kategori yang diamati dalam layanan bimbingan belajar hanya 2 yang masuk dalam kategori “Cukup Baik†yaitu: (1) Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, (2) Ketertarikan peserta didik untuk belajar, bila menggunakan bimbingan belajar, sedangkan 4 aktivitas siswa masih dalam kategori “Kurang Baik†yaitu: (1) aktif dalam bertanya, (2) bertanya pada guru, (3) berdiskusi dengan teman, dan (4) menyimpulkan fungsi dan tujuan layanan. Pada siklus II dari 6 kategori yang diamati dalam layanan bimbingan belajar hanya 4 aktivitas siswa yang masuk dalam kategori “Baik†yaitu: (1) Mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru, (2) Ketertarikan peserta didik untuk belajar, (3) bertanya pada guru, dan (4) berdiskusi dengan, sedangkan 2 aktivitas siswa masih dalam kategori “Cukup Baik†yaitu: (1) aktif dalam bertanya, dan (2) menyimpulkan fungsi dan tujuan layanan.Kata kunci: bimbingan konseling; layanan bimbingan belajar |
Sukarlo Manik |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 29 - 34 [PDF] |
| 2808 |
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA JERMAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POWER OF TWO
Lihat AbstrakAbstract: Student learning outcomes by applying the Power Two learning model are increasing. Before the class action was carried out the average value of German language subjects for students in class XI was 60.01 with a standard deviation of 12.80. After taking action on the first cycle the average student learning outcomes value becomes 71.50 and the standard deviation is 7.25. Similarly in the second cycle the average student learning outcomes increased, which was 80.07 in the good category with a standard deviation of 7.21. Before the average category of action was carried out the student learning outcomes were in the low category with a completeness level of 37.5% (out of 40 students there were 15 people who completed). In the first cycle after the action was taken the student learning outcomes were in the medium category with an completeness level of 85% (34 people completed from 40 students). In the second cycle after further action was taken as a result of reflection the first cycle of student learning outcomes was in the high category (average value 80.07) with a percentage of completeness of 97.5%.Keywords: learning outcomes; power of twoAbstrak: Hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Power Two menjadi meningkat. Sebelum dilaksanakan tindakan kelas nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Jerman siswa di kelas XI adalah 60,01 dengan simpangan baku 12,80. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai hasil belajar siswa rata-ratanya menjadi 71,50 dan standar deviasi 7,25. Demikian pula pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa terjadi peningkatan, yaitu 80,07 berada pada kategori baik dengan simpangan bakunya 7,21. Sebelum dilakukan tindakan kategori rata-rata hasil belajar siswa berada pada kategori rendah dengan tingkat ketuntasan 37,5 % (Dari 40 orang siswa ada 15 orang yang tuntas). Pada siklus I setelah dilakukan tindakan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang dengan tingkat ketuntasan 85 % (34 orang yang tuntas dari 40 siswa). Pada siklus II setelah dilaksanakan tindakan lebih lanjut sebagai hasil dari refleksi siklus I hasil belajar siswa berada pada kategori tinggi (nilai rata-rata 80,07) dengan presentase tingkat ketuntasan 97,5 %.Kata kunci: hasil belajar; power of two |
Frida Br. Girsang |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 21 - 28 [PDF] |
| 2809 |
OBSERVASI SUPERVISI KEPENDIDIKAN TERHADAP HASIL KOMPETENSI DAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
Lihat AbstrakAbstract: The subjects of this study were teachers of SD Negeri 013887 Asahan Mati subdistrict Tanjung Balai district Asahan Academic Year 2019/2020. The location of this research was carried out at SD Negeri 013887 Asahan Mati subdistrict Tanjung Balai district Asahan. When the research was carried out from July 2019 to October 2019, it was obtained from the results of observations from the first cycle of the teacher's attitude in compiling good lesson units with an average of 62.17. The principal was very enthusiastic about carrying out the preparation of good lesson units compiled by teachers in the moderate category with an average of 68.33. The data obtained from the results of observations in cycle I and cycle II of teacher attitudes in compiling and practicing in class is quite good, with an average value of 84.22 teachers at SDN Negeri 013887 Asahan Mati subdistrict Tanjung Balai district Asahan was very enthusiastic about carrying out the preparation of lesson units and practicing them well. One step from the results of the assessment on the implementation in class is quite good. Paying attention to the results in cycle II reflecting on the results obtained by researchers in cycle II there has been an increase in the ability of teachers at SD Negeri 013887 Asahan Mati subdistrict Tanjung Balai district Asahan in compiling and practicing good lesson units even though they are not maximal, namely 8.00.Keywords: supervision, competence, performanceAbstrak: Subjek penelitian ini adalah Guru-guru SD Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan Tahun Pelajaran 2019/2020. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2019 s/d Oktober 2019. di peroleh dari hasil observasi dari siklus I ini sikap guru dalam menyusun satuan pelajaran yang baik “ nilai kurang†dengan rata-rata 62.17. kepala sekolah sangat antusias melaksanakan penyusunan satuan pelajaran yang baik yang disusun oleh guru dalam kategori cukup dengan rata-rat 68.33. Data yang diperoleh dari hasil observasi pada siklus I dan siklus II sikap guru dalam menyusun dan memprektekkan dikelas cukup baik, dengan rata-rata nilai 84.22 guru-guru di SDN Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan sangat antusias melaksanakan penyusunan satuan pelajaran dan mempraktekkan nya dengan baik. Sedangkah dari hasil penilaian terhadap penilaian dalam implementatif di kelas cukup baik. Memperhatikan hasil pada siklus II melakukan refleksi terhadap hasil yang diperoleh peneliti pada siklus II ini sudah ada peningkatan kemampuan guru-guru SDN Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai Kab. Asahan dalam menyusun dan mempraktekkan satuan pelajaran yang baik walaupun belum maksimal yaitu 8.00.Kata kunci: supervise, kompetensi, kinerja |
Suparti Suparti |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 15 - 20 [PDF] |
| 2810 |
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of this study was to determine the application of the think talk write type of cooperative learning model to improve student learning outcomes in Civics class III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV. This research was conducted at SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV and was implemented from February to April 2019. The subjects in this study were all students of grade III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV with 28 students participating in this study. The results showed that the think talk write learning model can improve student learning completeness and student learning activities, as evidenced by the results of student tests of student learning completeness. In the first cycle the average test score was 70.0 with learning completeness by 46% and in the second cycle the average test score was 82.9 with learning completeness increased to 86%, so that it succeeded in providing classical learning outcomes.Keywords: counseling; trust; tutorAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran PKn di kelas III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV dan pelaksanaannya pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV dengan jumlah siswa yang terikut dalam penelitian ini sebanyak 28 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran think talk write dapat meningkatkan ketuntasan pembelajaran siswa dan aktivitas belajar siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran siswa. Pada siklus I rata-rata nilai tes 70,0 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 46% dan pada siklus II rata-rata nilai tes 82,9 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 86%, sehingga berhasil memberikan ketuntasan hasil belajar secara klasikal.Kata kunci: think talk write |
Kasti Panjaitan |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 9 - 14 [PDF] |
| 2811 |
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENERAPKAN METODE DRILL
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to see the increase in student learning outcomes using the drill method in Mathematics in Class IV SD Negeri 013845 Lestasi kec. Buntu Pane for the 2018/2019 school year. The research subjects of the fourth grade students were 18 students who would be given action in the form of practice using the Drill method. This research method is classroom action research. To obtain the data in this study, a test result of learning I and a test of learning outcome II were carried out in the form of an application of 10 essay questions. After the data was collected and analyzed, it was obtained from 18 students who were the subjects of this study, it turned out that only 12 students (66.66%) had completed learning. The average value obtained only reached 74.16. Whereas in cycle II it can be seen that the students' ability to test classical learning outcomes has increased. It turns out that 17 students (94.44%) who already have complete learning, while the rest, namely 1 student (5.55%) have not had complete learning. The average value obtained only reaches 80.55. It can be concluded that learning using the training method can improve learning outcomes in Mathematics in grade IV SD Negeri 013845 Lestari subdistrict Buntu Pane district Asahan school year 2018/2019.Keywords: counseling; trust; tutorAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan metode drill pada mata pelajaran Matematika di Kelas IV SD Negeri 013845 Lestasi kec. Buntu Pane tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yaitu dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran dengan penggunaan metode Drill. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi soal essay sebanyak 10 soal. Setelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh dari 18 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ternyata hanya 12 siswa (66,66%) yang sudah memiliki ketuntasan belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 74.16. Sedangkan pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat. Ternyata 17 orang siswa (94.44%) yang sudah memiliki ketuntasan belajar, sedangkan selebihnya yaitu 1 orang siswa (5.55%) belum memiliki ketuntasan belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 80,55. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar pada pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 013845 Lestari kec. Buntu Pane kab. Asahan tahun pelajaran 2018/2019.Kata kunci: guru pembimbing; kepercayaan; konseling |
Sri Sutarni; Andy Sapta |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 1 (2020) |
Hal: 1 - 8 [PDF] |
| 2812 |
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of this study was to determine the application of the think talk write type of cooperative learning model to improve student learning outcomes in Civics class III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV. This research was conducted at SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV and was implemented from February to April 2019. The subjects in this study were all students of grade III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV with 28 students participating in this study. The results showed that the think talk write learning model can improve student learning completeness and student learning activities, as evidenced by the results of student tests of student learning completeness. In the first cycle the average test score was 70.0 with learning completeness by 46% and in the second cycle the average test score was 82.9 with learning completeness increased to 86%, so that it succeeded in providing classical learning outcomes.Keywords: counseling; trust; tutorAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran PKn di kelas III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV dan pelaksanaannya pada bulan Februari sampai dengan April 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD Negeri 014687 Rawang Pasar IV dengan jumlah siswa yang terikut dalam penelitian ini sebanyak 28 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran think talk write dapat meningkatkan ketuntasan pembelajaran siswa dan aktivitas belajar siswa, terbukti dari hasil tes siswa ketuntasan pembelajaran siswa. Pada siklus I rata-rata nilai tes 70,0 dengan ketuntasan pembelajaran sebesar 46% dan pada siklus II rata-rata nilai tes 82,9 dengan ketuntasan pembelajaran naik menjadi 86%, sehingga berhasil memberikan ketuntasan hasil belajar secara klasikal.Kata kunci: think talk write |
Kasti Panjaitan |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 81 - 86 [PDF] |
| 2813 |
OPTIMALISASI KINERJA MGMP DENGAN METODE BIMBINGAN TERPADU DALAM UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU
Lihat AbstrakAbstract: Student learning outcomes by applying mastered MGMP activities on a guided basis becomes increasing. Before carrying out the Automotive Engineering average value action is 60.25 and the standard deviation is 5.02. After taking action on the first cycle the average student learning outcomes are 72.00 and the standard deviation is 4.53. Likewise in the second cycle the average student learning outcomes become increased, namely 76.00 and standard deviation 3.50. Before the action is done the average category of learning outcomes is in the low category with a completeness level of 37.5%. In the first cycle after the action learning outcomes are in the medium category with a completeness level of 72.00%. In the second cycle after further action was taken as a result of reflection the first cycle of learning outcomes was in the medium category with a completion rate of 76.00%.Keyword: Teacher Competence, Integrated GuidanceAbstrak: Hasil belajar siswa dengan menerapkan menguasai kegiatan MGMP secara terbimbing menjadi meningkat. Sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata Teknik Otomotif adalah 60,25 dan standar deviasi 5,02. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai hasil belajar siswa rata-ratanya adalah 72,00 dan standar deviasi 4,53. Demikian pula pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa menjadi meningkat yaitu 76,00 dan standar deviasi 3,50. Sebelum dilakukan tindakan kategori rata-rata hasil belajar berada pada kategori rendah dengan tingkat ketuntasan 37.5 %. Pada siklus I setelah dilakukan tindakan hasil belajar berada pada kategori sedang dengan tingkat ketuntasan 72,00 %. Pada siklus II setelah dilaksanakan tindakan lebih lanjut sebagai hasil refleksi siklus I hasil belajar berada pada kategori sedang dengan tingkat ketuntasan 76,00 %.Kata kunci: Kompetensi Guru, Bimbingan Terpadu |
Tigor Siahaan |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 73 - 80 [PDF] |
| 2814 |
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENERAPKAN METODE DRILL
Lihat AbstrakAbstract: This study aims to see the increase in student learning outcomes using the drill method in Mathematics in Class IV SD Negeri 013845 Lestasi kec. Buntu Pane for the 2018/2019 school year. The research subjects of the fourth grade students were 18 students who would be given action in the form of practice using the Drill method. This research method is classroom action research. To obtain the data in this study, a test result of learning I and a test of learning outcome II were carried out in the form of an application of 10 essay questions. After the data was collected and analyzed, it was obtained from 18 students who were the subjects of this study, it turned out that only 12 students (66.66%) had completed learning. The average value obtained only reached 74.16. Whereas in cycle II it can be seen that the students' ability to test classical learning outcomes has increased. It turns out that 17 students (94.44%) who already have complete learning, while the rest, namely 1 student (5.55%) have not had complete learning. The average value obtained only reaches 80.55. It can be concluded that learning using the training method can improve learning outcomes in Mathematics in grade IV SD Negeri 013845 Lestari subdistrict Buntu Pane district Asahan school year 2018/2019.Keywords: counseling; trust; tutorAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan penggunaan metode drill pada mata pelajaran Matematika di Kelas IV SD Negeri 013845 Lestasi kec. Buntu Pane tahun pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian ini siswa kelas IV yaitu dengan jumlah siswa sebanyak 18 orang yang akan diberikan tindakan berupa pengajaran dengan penggunaan metode Drill. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini maka dilakukan tes hasil belajar I dan tes hasil belajar II yang berbentuk aplikasi soal essay sebanyak 10 soal. Setelah data terkumpul dan dilakukan analisis maka diperoleh dari 18 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ternyata hanya 12 siswa (66,66%) yang sudah memiliki ketuntasan belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 74.16. Sedangkan pada siklus II dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat. Ternyata 17 orang siswa (94.44%) yang sudah memiliki ketuntasan belajar, sedangkan selebihnya yaitu 1 orang siswa (5.55%) belum memiliki ketuntasan belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 80,55. Dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran menggunakan metode drill dapat meningkatkan hasil belajar pada pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 013845 Lestari kec. Buntu Pane kab. Asahan tahun pelajaran 2018/2019.Kata kunci: guru pembimbing; kepercayaan; konseling |
Sri Sutarni |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 59 - 66 [PDF] |
| 2815 | Sukarlo Manik; Sukarlo Manik |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 51 - 58 [PDF] |
|
| 2816 |
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENGEMBANGAKAN RPP DENGAN MENERAPKAN METODE DEMONSTRASI MELALUI SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS
Lihat AbstrakAbstract: The purpose of this study was to improve the ability of teachers to develop a lesson plan for SD Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai. The results showed that improving the ability of teachers to develop lesson plans by applying the Demonstration method through academic supervision at SD Negeri 013887 Asahan Mati kec. Tanjung Balai can increase, namely 88% the level of the teacher's ability to develop a good lesson plan. This can be seen from the average results of previous observations supervised by the quality level of the teacher's ability to develop a learning implementation plan is 21.96 or with the quality level of the teacher's ability to develop a learning implementation plan is sufficient, the average result after being supervised is 1 the level of the teacher's ability to develop a learning implementation plan is 24, 56 or good quality level. The results of the average score of supervision II, the teacher's ability to develop a teacher learning implementation plan, was 27.04 or the quality level of the teacher's ability to develop a good learning implementation plan. The result of the data score II was 2.60 higher than the data score I. The result of the data score III was 2.48 higher than the data score II. The result of the data score III is 5.08 higher than the score I.Keywords: class visits; demonstration; supervisionAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran SD Negeri 013887 Asahan Mati Kec. Tanjung Balai. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode Demonstrasi melalui supervisi akademik di SD Negeri 013887 Asahan Mati kec. Tanjung Balai dapat meningkat, yaitu 88% tingkat kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran baik. Ini dapat diketahui dari hasil rata rata pengamatan sebelumnya disupervisi tingkat kualitas kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran adalah 21,96 atau dengan tingkat kualitas kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran cukup, hasil rata rata setelah disupervisi 1 tingkat kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran sebesar 24,56 atau tingkat kualitas baik. Hasil skor rata rata supervisi II tingkat kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran guru sebesar 27,04 atau tingkat kualitas kemampuan guru mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran baik. Hasil skor data II lebih tinggi 2,60 daripada skor data I. Hasil skor data III lebih tinggi 2,48 dari pada skor data II. Hasil skor data III lebih tinggi 5,08 dari skor I.Kata kunci: demonstrasi; kunjungan kelas; supervisi |
Suparti Suparti; Suparti Suparti |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 6 No 2 (2019) |
Hal: 43 - 50 [PDF] |
| 2817 | Index | index index |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2 No 2 (2019) |
[PDF] |
| 2818 |
HUBUNGAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
Lihat AbstrakBerdasarkan hasil penelitian dan anlisis data, peneliti mengambil simpulan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 5 Tanjungbalai Tahun Ajaran 2014/2015 dengan menggunakan Model pembelajaran Snawball Throwing pada meteri Barisan Logika Matematika memiliki nilai rata-rata yang baik. Mengingat betapa pentingnya pembelajaran matematika disetiap jenjang-jenjang pendidikan, maka peran guru sangatlah penting untuk mewujudkan tercapainya tujuan pembelajaran matematika tersebut. Tugas utama seorang guru adalah menciptakan suasana yang menyenanagkan didalam pembelajaran agar terjadi interaksi belajar-mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih baik. Misalkan dengan penggunaan setrategi mengajar dan pemilihan setrategi pembelajaran yang menarik yang dapat memicu siswa untuk ikut serta aktif dalam dalam kegiatan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk ikut serta dalam pembelajaran tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik |
Nurul Alfira (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2 No 1 (2019) |
Hal: 34-38 [PDF] |
| 2819 |
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU SOFTWARE APLIKASI MAPLE 11
Lihat AbstrakAdapun penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA SMA Negeri 1 Simpang Empat Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 31 orang. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa dengan model Problem Based Learning berbantu Software aplikasi Maple 11. Hasil penelitian setelah diberikan pembelajaran melalui model Problem Based Learning berbantu Software aplikasi Maple 11, pada Siklus 1 persentase ketuntasan belajar 58,06% dan nilai rata-rata 78,12%. Sedangkan pada Siklus 2 persentase ketuntasan belajar 90,32% dan nilai rata-rata 86,12%, berarti pada siklus 2 hasil belajar siswa dalam tes meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan model Problem Based Learning berbantu Software aplikasi Maple 11 pada materi pokok matriks siswa kelas XII SMA Negeri 1 Simpang Empat. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu metode yang bersifat reflektif yang dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Tahapan pada proses pembelajaran ini dimulai Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan Refleksi. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning berbantu Software aplikasi Maple11 dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi pokok matriks siswa kelas XII SMA Negeri 1 Simpang Empat Tahun Pelajaran 2013/2014. |
Patimah Nasution (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan) |
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 2 No 1 (2019) |
Hal: 29-33 [PDF] |
| 2820 |
Penerapan Model Pembelajaran STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Geografi
Lihat AbstrakAbstract: This research is a classroom action research with the research subjects of the XI grade students of SMA Negeri 1 Siborongborong, totaling 29 people. The objects in this study are student learning outcomes and student activity levels during the implementation of learning by applying STAD (Student Team achievement divisions) type cooperative learning on the atmosphere material and its impact on life in class X SMA Negeri 1 Siborongborong. The instrument used was a test. The test consists of a pre-test and a post-test, each of which consists of 5 items. The first cycle found that 26 students (72.22%) were in a complete category. The first cycle obtained an average student learning outcome of 73.81, and the results of observations in the first cycle obtained an average of 3.00 in the good category. In the second cycle, it was obtained that 33 students (91.67%) were in a complete category. The second cycle obtained an average student learning outcomes of 79.92, and the results of observations in the second cycle obtained an average of 3.50 in the Good category. From the results of the action that the application of the STAD learning model can improve learning outcomes Geography in Atmospheric Materials and its impact on life in class X SMA Negeri 1 Siborongborong in the 2019/2020 academic year Keywords: atmosphere; STAD  Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian siswa kelas XI SMA Negeri 1 Siborongborong yang berjumlah 29 orang. Objek dalam penelitian ini  adalah hasil belajar siswa dan kadar aktivitas siswa selama pelaksanaan pembelajaraan melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team achievement divisions) pada materi Atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di kelas X  SMA Negeri 1 Siborongborong. Instrumen yang digunakan adalah tes. Tes terdiri atas tes awal dan tes akhir (posttest), yang masing-masing berjumlah 5 butir soal. Pada siklus I diperoleh 26 siswa (72,22%) telah berada pada pada kategori tuntas. Pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 73,81 dan hasil observasi pada siklus I diperoleh rata-rata sebesar 3,00 berada pada kategori cukup. Pada siklus II diperoleh 33 siswa (91,67%) telah berada pada pada kategori tuntas. Pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 79,92 dan hasil observasi pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 3,50 berada pada kategori Baik. Dari hasil tindakan bahwa penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil belajar Geografi Pada Materi Atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di kelas X SMA Negeri 1 Siborongborong tahun pelajaran 2019/2020. Kata kunci: atmosfir; STAD |
Anna Simanjuntak (SMA Negeri 1 Siborongborong, kab. Tapanuli Utara); Anna Simanjuntak (IAIN Langsa) |
JURNAL PENA EDUKASI Vol 7 No 2 (2020) |
Hal: 49 - 54 [PDF] |