Katalog Paper (Fast Load)

Reset
No Judul & Abstrak Penulis & Afiliasi Jurnal & Edisi Metadata
461 ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KALKULUS PEUBAH BANYAK MELALUI MODEL THINK TALK WRITE
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to analyze students' creative thinking skills in solving polynomial calculus problems through the application of the Think Talk Write (TTW) learning model. Creative thinking skills are measured based on indicators of fluency, flexibility, originality, and elaboration. Using a qualitative descriptive approach to explore student perspectives and classroom interactions, data collection techniques include creative thinking ability tests and observations. The research subjects were mathematics education students who attended lectures using the Think Talk Write learning model. The presentation of achievement in the fluency indicator was 86%, the flexibility indicator was 83%, the originality indicator was 48%, and the elaboration indicator was 75%. The results showed that the application of the TTW model was able to improve students' creative thinking skills, especially in the aspects of fluency, flexibility, and elaboration. However, the originality aspect still needs to be improved. Thus, the TTW model is effective for use in polynomial calculus learning to develop student creativity.   Keywords: Creative Thinking, Multivariate Calculus, Think Talk Write   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif mahasiswa dalam menyelesaikan soal kalkulus peubah banyak melalui penerapan model pembelajaran Think Talk Write (TTW). Kemampuan berpikir kreatif diukur berdasarkan indikator kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), keaslian (originality), dan elaborasi (elaboration). Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggali perspektif mahasiswa dan interaksi dalam kelas, Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan berpikir kreatif dan observasi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika yang mengikuti perkuliahan dengan model pembelajaran Think Talk Write, presentasi ketercapaian pada indikator kelancaran (fluency) sebesar 86%, indikator keluwesan (flexibility) sebesar 83%, indikator keaslian (originality) sebesar 60% dan indikator elaborasi sebesar 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TTW mampu meningkatkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa, khususnya pada aspek kelancaran, keluwesan dan elaborasi. Namun, aspek keaslian masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, model TTW efektif digunakan dalam pembelajaran kalkulus peubah banyak untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif, Kalkulus Peubah Banyak, Think Talk Write

Atikah Rahmah Nasution (Universitas Asahan); Dailami (Universitas Asahan); Muthia Dewi (Universitas Asahan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1709-1714
[PDF]
462 PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021–2024
Lihat Abstrak

Abstract : This study aims to examine the effect of profitability, leverage, and firm size on the quality of financial statements in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2024. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. The data used are secondary data obtained from annual financial statements. The sampling technique used is purposive sampling based on specific criteria to obtain a representative sample. The data are analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS/EViews software. The results indicate that profitability has a positive and significant effect on the quality of financial statements, while leverage has a negative and significant effect. Meanwhile, firm size does not have a significant effect on the quality of financial statements. Simultaneously, profitability, leverage, and firm size significantly affect financial reporting quality. This study implies that internal company factors, particularly profitability and capital structure, play an important role in improving the quality of financial information.   Keywords: Profitability, Leverage, Firm Size, Financial Reporting Quality, Earnings Management   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu sehingga diperoleh sampel yang representatif. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan. Sementara itu, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Secara simultan, profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa faktor internal perusahaan, khususnya profitabilitas dan struktur modal, memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas informasi keuangan.   Kata Kunci: Profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, kualitas laporan keuangan, manajemen laba

Riswanto (Politeknik Negeri Medan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1748-1760
[PDF]
463 PENDEKATAN E-SCM DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS KETERSEDIAN ALAT KESEHATAN DI KLINIK MADDIN BATUBARA
Lihat Abstrak

Abstract: The quality of healthcare services is heavily dependent on the effective management of medical equipment. At Maddin Batu Bara Clinic, logistics management currently relies on conventional physical documentation. This manual approach triggers various operational hurdles, such as difficulties in real-time stock monitoring, delayed procurement, and a high risk of both stockouts and overstocking. Furthermore, coordination with suppliers remains unintegrated, and the clinic lacks a standardized calculation method to determine reorder timing.This study aims to evaluate medical equipment management and existing supply chain constraints, subsequently designing a web-based Electronic Supply Chain Management (E-SCM) system. The system integrates the Reorder Point (ROP) method to optimize the availability of medical supplies. The research utilizes an applied method with a descriptive approach and quantitative analysis, with data collected through observation, interviews, and documentation.The results indicate that the implementation of the E-SCM system using the ROP method accurately determines reorder points based on average consumption rates and delivery lead times. This digital innovation is proven to enhance inventory management efficiency, minimize the risk of stock imbalances, and strengthen communication synergy between the clinic and suppliers within a more modern supply chain ecosystem.   Keywords: E-SCM; Medical Equipment; Availability; Reorder Point (ROP); Maddin Clinic.   Abstrak: Kualitas pelayanan kesehatan sangat bergantung pada efektivitas pengelolaan alat medis. Di Klinik Maddin Batu Bara, manajemen logistik saat ini masih mengandalkan pencatatan fisik secara konvensional. Metode yang mengandalkan dokumen fisik ini memicu berbagai hambatan operasional, seperti sulitnya memantau stok secara real-time, keterlambatan pengadaan barang, hingga tingginya risiko kekurangan (stockout) maupun kelebihan persediaan (overstock). Selain itu, koordinasi dengan pemasok belum terintegrasi dan klinik belum memiliki standar perhitungan untuk menentukan waktu pemesanan kembali. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi manajemen alat medis dan hambatan rantai pasok yang ada, kemudian merancang solusi berupa sistem Electronic Supply Chain Management (E-SCM) berbasis web. Sistem ini mengintegrasikan metode Reorder Point (ROP) untuk mengoptimalkan ketersediaan alat medis. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian terapan dengan pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem E-SCM dengan metode ROP mampu menentukan titik pemesanan ulang secara akurat berdasarkan tingkat konsumsi rata-rata dan lead time pengiriman. Inovasi digital ini terbukti meningkatkan efisiensi manajemen inventaris, meminimalkan risiko ketidakseimbangan stok, serta memperkuat sinergi komunikasi antara pihak klinik dan pemasok dalam ekosistem rantai pasok yang lebih modern.   Kata kunci: E-SCM; Alat Medis; Ketersediaan; Reorder Point (ROP); Klinik Maddin

Nora Fajira (Universitas Royal); Novica Irawati (Universitas Royal); Ahmad Muhazir (Universitas Royal) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1703-1708
[PDF]
464 PENGARUH FINANCIAL LITERACY DAN DIGITAL LITERACY TERHADAP FINANCIAL RESILIENCE DENGAN FINANCIAL BEHAVIOR  SEBAGAI MEDIASI PADA YAYASAN PENDIDIKAN BAITURRAHMAH PADANG
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to analyze the influence of financial literacy and digital financial literacy on financial resilience with financial behavior as a mediating variable in employees of the Baiturrahmah Padang Education Foundation. Financial resilience is an important issue in facing economic uncertainty and the increasingly rapid development of digital technology. Financial literacy and digital literacy are believed to be able to improve individuals' ability to manage finances and form better financial behaviors that can improve financial resilience. This study uses a quantitative approach with a causative research type. The population in this study were 505 employees of the Baiturrahmah Padang Education Foundation with a sample of 223 respondents determined using the proportional cluster random sampling technique. Data were collected through questionnaires distributed online using Google Forms and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) based on Partial Least Square (PLS). The results of the study indicate that financial literacy does not directly influence financial resilience, but has a positive and significant effect on financial behavior. Digital financial literacy does not directly influence financial resilience, but has a positive and significant effect on financial behavior. Furthermore, financial behavior has a positive and significant effect on financial resilience. Furthermore, financial behavior has been shown to mediate the relationship between financial literacy and digital financial literacy on financial resilience. This study concludes that improving employee financial resilience can be achieved through improving financial literacy and digital literacy, followed by the development of good financial behavior  Keywords:  Financial Literacy, Digital Financial Literacy, Financial Behavior, Financial Resilience   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial literacy dan digital financial literacy terhadap financial resilience dengan financial behavior sebagai variabel mediasi pada pegawai Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Padang. Ketahanan keuangan menjadi isu penting dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Literasi keuangan dan literasi digital diyakini mampu meningkatkan kemampuan individu dalam mengelola keuangan serta membentuk perilaku keuangan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan ketahanan finansial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Yayasan Pendidikan Baiturrahmah Padang sebanyak 505 orang dengan jumlah sampel 223 responden yang ditentukan menggunakan teknik proportional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara online menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy tidak berpengaruh langsung terhadap financial resilience, namun berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Digital financial literacy tidak berpengaruh langsung terhadap financial resilience, tetapi berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial behavior. Selanjutnya, financial behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial resilience. Selain itu, financial behavior terbukti mampu memediasi hubungan antara financial literacy dan digital financial literacy terhadap financial resilience. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan ketahanan keuangan pegawai dapat dilakukan melalui peningkatan literasi keuangan dan literasi digital yang diikuti dengan pembentukan perilaku keuangan yang baik.   Kata Kunci: Literasi Keuangan, Literasi Keuangan Digital, Perilaku Keuangan, Ketahanan Keuangan

Yoga Firman (Universitas Negeri Padang); Dina Patrisia (Universitas Negeri Padang) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1696-1702
[PDF]
465 SISTEM INFORMASI KELAYAKAN BANTUAN SOSIAL MENGGUNAKAN ALGORITMA RANDOM FOREST (STUDI KASUS: KECAMATAN SOSA)
Lihat Abstrak

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan sistem yang mampu menentukan kelayakan penerima bantuan secara lebih objektif, cepat, dan akurat dibandingkan metode manual yang rawan subjektif. Dari total 2.304 data masyarakat, penelitian ini menetapkan N Sampel (Data Latih) sebanyak 300 data yang dilabeli secara manual oleh peneliti sebagai Ground Truth (kunci jawaban), yang terdiri dari 78 label "Layak" dan 222 label "Tidak Layak". Data ini kemudian melalui tahap pre-processing (Feature Encoding) untuk mengubah atribut kategorikal menjadi numerik, bukan pembobotan skor. Model Random Forest dilatih menggunakan 300 N Sampel ini sebelum digunakan untuk memprediksi sisa 2004 data uji. Hasil klasifikasi model terhadap keseluruhan 2.304 data menunjukkan 395 masyarakat diprediksi "Layak" dan 1.909 masyarakat diprediksi "Tidak Layak". Evaluasi performa model, yang dihitung dari 20% data uji internal (60 data dari 300 N Sampel), menghasilkan Akurasi 88,33%, Presisi 90,91%, Recall 62,50%, dan F1-Score 74,07%. Hasil ini menunjukkan bahwa model memiliki tingkat presisi yang tinggi (efektif menghindari salah sasaran), meskipun dengan trade-off pada recall yang lebih rendah (masih melewatkan beberapa kasus yang layak). Dengan demikian, sistem ini diharapkan dapat membantu pihak Dinas Sosial dalam meningkatkan akurasi, transparansi, dan efisiensi penentuan penerima bantuan di lapangan.

Fathiya Hasyifah Sibarani; Samsudin; Wahyu Fadillah Hasibuan (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 2173-2178
[PDF]
466 MANAJEMEN KONFLIK DALAM MENGATASI KONFLIK DI MASYARAKAT: PENDEKATAN KEARIFAN LOKAL "SIPAKATAU, SIPAKAINGE, SIPAKALEBBI”
Lihat Abstrak

Abstract: Social conflicts in heterogeneous regions such as North Luwu Regency are often triggered by ethnic differences, land disputes, and youth dynamics that are not adequately resolved through formal legal channels (litigation). This study aims to determine the effectiveness of local wisdom-based conflict management through the philosophies of Sipakatau (humanizing each other), Sipakainge (reminding each other), and Sipakalebbi (respecting each other). Using qualitative descriptive methods and a case study approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies in conflict-prone areas such as Masamba and the Seko mountains. The results indicate that integrating cultural values ??into mediation mechanisms can reduce emotional tension and create more lasting reconciliation than punitive approaches. The novelty of this research lies in the adaptation of traditional Luwu values ??by heterogeneous communities (including ethnic transmigrants) as an instrument for collective peace. The study concludes that synergy between formal actors and traditional institutions is key to realizing restorative justice and social stability at the grassroots level.   Keywords: Conflict Management, Local Wisdom, North Luwu, Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi.   Abstrak: Konflik sosial di wilayah heterogen seperti Kabupaten Luwu Utara sering kali dipicu oleh perbedaan etnis, sengketa lahan, dan dinamika pemuda yang tidak cukup diselesaikan melalui jalur hukum formal (litigasi). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas manajemen konflik berbasis kearifan lokal melalui filosofi Sipakatau (saling memanusiakan), Sipakainge (saling mengingatkan), dan Sipakalebbi (saling menghargai). Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi di lokasi rawan konflik seperti Masamba dan wilayah pegunungan Seko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai kultural ke dalam mekanisme mediasi mampu menurunkan tensi emosional dan menciptakan rekonsiliasi yang lebih permanen dibandingkan pendekatan punitif. Kebaruan penelitian ini terletak pada adaptasi nilai-nilai tradisional Luwu oleh masyarakat heterogen (termasuk etnis transmigran) sebagai instrumen perdamaian bersama. Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara aktor formal dan lembaga adat merupakan kunci utama dalam mewujudkan keadilan restoratif dan stabilitas sosial di tingkat akar rumput.   Kata Kunci: Manajemen Konflik, Kearifan Lokal, Luwu Utara, Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi

Yunus (Universitas Pamulang); Andi Sulasmi (Universitas Pamulang) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1688-1695
[PDF]
467 PENGARUH KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN DAN EKSPEKTASI PENGHASILAN TERHADAP NIAT MENJADI WIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA JURUSAN MANAJEMEN PERHOTELAN POLITEKNIK MANDIRI BINA PRESTASI MEDAN
Lihat Abstrak

Abstract: This study aims to examine the influence of entrepreneurial competencies and income expectations on the intention to become an entrepreneur among students in the Hospitality Program at Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. The background of this study is based on the high unemployment rate among higher education graduates and the low level of interest in entrepreneurship among college graduates. The research method used is quantitative, with a des by a significance value of less than 0.05. This means that the higher the students’ entrepreneurial competence, the stronger their intention to start a business.criptive and associative approach. The research population consists of all students in the Hospitality Study Program at the Mandiri Bina Prestasi Polytechnic in Medan, totaling 258 people. The sample was selected using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 157 respondents. Data collection was conducted via a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression with SPSS software. The findings indicate: (1) Entrepreneurial competence has a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as evidenced. (2) Income expectations also have a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as evidenced by a p-value of less than 0.05. This indicates that the higher students’ expectations regarding income from entrepreneurship, the stronger their intention to pursue it. (3) Together, entrepreneurial competence and income expectations have a positive and significant influence on the intention to become an entrepreneur, as indicated by an F-statistic value greater than the critical F-value (3.06) and a significance level of less than 0.05. The coefficient of determination (R²) value of 0.585 indicates that 58.5% of the variation in entrepreneurial intention can be explained by these two independent variables. The remaining 41.5% is associated with other variables not considered in this study, such as family environment, self-confidence, motivation, and financial literacy. Respondent characteristics show that the majority of students have taken entrepreneurship courses (70.1%), have not yet started a business (71.3%), and are inspired by their families (36.9%). Among those who have started or are currently running a business, the majority are in the culinary sector (48.9%), which is relevant to their hospitality education background. This study supports Ajzen’s Theory of Planned Behavior and Vroom’s Expectancy Theory. Recommendations for the Mandiri Bina Prestasi Polytechnic in Medan include strengthening the entrepreneurship curriculum with practice-based learning, organizing entrepreneurship development programs, and providing support to students who wish to start their own businesses. Future researchers are advised to include additional variables and expand the scope of their research.  Keywords: Entrepreneurial Competence, Income Expectations, Entrepreneurial Intentions, Hospitality Students.   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompetensi kewirausahaan dan ekspektasi pendapatan terhadap niat menjadi wirausaha di kalangan mahasiswa Program Studi Perhotelan Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tingkat pengangguran di kalangan lulusan pendidikan tinggi dan rendahnya minat kewirausahaan di kalangan lulusan perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Populasi penelitian terdiri dari seluruh mahasiswa Program Studi Perhotelan di Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan, sebanyak 258 orang. Sampel dipilih menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 5%, sehingga diperoleh 157 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan program SPSS. Temuan menunjukkan: (1) Kompetensi kewirausahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, sebagaimana dibuktikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kompetensi kewirausahaan mahasiswa, semakin kuat pula niat mereka untuk memulai usaha. (2) Ekspektasi pendapatan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, yang didukung oleh nilai signifikansi kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi ekspektasi mahasiswa terkait pendapatan dari kewirausahaan, semakin kuat pula niat mereka untuk menekuninya. (3) Secara bersama-sama, kompetensi kewirausahaan dan ekspektasi pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat untuk menjadi wirausaha, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai statistik F yang lebih besar dari nilai tabel F (3,06) dan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,585 menunjukkan bahwa 58,5% variasi dalam niat kewirausahaan dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen ini. Sisa 41,5% dikaitkan dengan variabel lain yang tidak dipertimbangkan dalam studi ini, seperti lingkungan keluarga, kepercayaan diri, motivasi, dan literasi keuangan. Karakteristik responden menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan (70,1%), belum memulai usaha (71,3%), dan terinspirasi oleh keluarga mereka (36,9%). Di antara mereka yang telah memulai atau sedang menjalankan usaha, mayoritas berada di sektor kuliner (48,9%), yang relevan dengan latar belakang pendidikan perhotelan mereka. Penelitian ini mendukung Teori Perilaku Terencana (Ajzen) dan Teori Ekspektasi (Vroom). Rekomendasi untuk Politeknik Mandiri Bina Prestasi Medan meliputi penguatan kurikulum kewirausahaan dengan pembelajaran berbasis praktik, penyelenggaraan program pengembangan kewirausahaan, serta pemberian dukungan kepada mahasiswa yang ingin memulai usaha sendiri. Para peneliti di masa mendatang disarankan untuk memasukkan variabel tambahan dan memperluas cakupan penelitian. Kata kunci: Kompetensi Kewirausahaan, Ekspektasi Penghasilan, Niat Berwirausaha, Mahasiswa Jurusan Perhotelan

Vera Kristina Hutagalung (Politeknik Mandiri Bina Prestasi); Yulvitriyani br Sebayang (Politeknik Mandiri Bina Prestasi) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 2533-2542
[PDF]
468 ANALYSIS OF FOOD EXPENDITURES BY GAMBIR-FARMING HOUSEHOLDS IN HARAU SUBDISTRICT
Lihat Abstrak

Abstract:  This study aims to examine the food consumption expenditures of gambir-farming households in Harau Subdistrict. The research was conducted in that area, specifically in the village of Harau, with locations selected through purposive sampling. The research design employed was a survey. The research sample consisted of farmers cultivating gambir plants in Harau Subdistrict, with a total of 30 respondents representing the population. A quantitative analysis approach was used to describe the magnitude of household food consumption expenditures among gambir farmers in Harau Village, Lima Puluh Kota Regency. The results of the study indicate that total food consumption expenditures amount to Rp2,283,583 per month or Rp27,403,000 per year. The largest expenditure component comes from the consumption of side dishes or animal-based foods, amounting to Rp756,667 per month or Rp9,080,000 per year.   Keywords:  Consumption; Expenditure; Households; Farmers; Gambir   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Kecamatan Harau. Kegiatan penelitian dilaksanakan di wilayah tersebut, tepatnya di Kenagarian Harau, dengan pemilihan lokasi yang dilakukan secara sengaja (purposive). Jenis penelitian yang digunakan adalah survei. Sampel penelitian terdiri dari petani yang membudidayakan tanaman gambir di Kecamatan Harau, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang mewakili populasi. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif untuk menggambarkan besarnya pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga petani gambir di Nagari Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total pengeluaran konsumsi pangan mencapai Rp2.283.583 per bulan atau Rp27.403.000 per tahun. Komponen pengeluaran terbesar berasal dari konsumsi lauk atau pangan hewani, yaitu sebesar Rp756.667 per bulan atau Rp9.080.000 per tahun.   Kata Kunci: Konsumsi; Pengeluaran; Rumah Tangga; Petani; Gambir

Rita Erlinda (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Fefriyanti (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Sulastri (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Yuliatri (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Nin Patri Enanti (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Ratna Agustia (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 2035-2041
[PDF]
469 RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma Cacao L.) KLON – MCC 02 TERHADAP PEMBERIAN BEBERAPA JENIS PUPUK KANDANG
Lihat Abstrak

Abstract:  This study aimed to evaluate the growth response of cocoa (Theobroma cacao L.) seedlings of MCC 02 clone to the application of different types of animal manure and to determine the most effective manure type during the nursery stage. The research was conducted at the Experimental Farm of the Payakumbuh State Agricultural Polytechnic using a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and six replications, namely no manure (P0), cow manure (P1), chicken manure (P2), and goat manure (P3). Observed parameters included seedling height, stem diameter, leaf length and width, as well as fresh and dry weight of seedlings. The results showed that the application of animal manure had a significant effect on all observed growth parameters. Cow and goat manure treatments resulted in the best response in seedling height, while stem diameter and leaf size showed relatively similar responses across all manure treatments. Goat manure produced the highest fresh and dry weights, indicating greater biomass accumulation. Overall, goat manure was the most effective treatment in enhancing the growth of cocoa seedlings of MCC 02 clone during the nursery stage.   Keywords:  Theobroma Cacao, Animal Manure, Seedling Growth, MCC 02   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respon pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) klon MCC 02 terhadap pemberian beberapa jenis pupuk kandang serta menentukan jenis pupuk kandang yang paling efektif pada fase pembibitan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, yaitu tanpa pupuk kandang (P0), pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang ayam (P2), dan pupuk kandang kambing (P3). Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, panjang dan lebar daun, serta berat basah dan berat kering bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan yang diamati. Perlakuan pupuk kandang sapi dan kambing memberikan respon terbaik terhadap tinggi bibit, sedangkan diameter batang serta ukuran daun menunjukkan respon yang relatif seragam pada seluruh perlakuan pupuk kandang. Pupuk kandang kambing menghasilkan berat basah dan berat kering tertinggi, yang mengindikasikan peningkatan akumulasi biomassa tanaman. Secara keseluruhan, pupuk kandang kambing merupakan perlakuan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan bibit kakao klon MCC 02 pada fase pembibitan.    Kata Kunci: Kakao, Pupuk Kandang, Pertumbuhan Bibit, MCC 02

Fajri (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Anita Lubis (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh); Yuliatri (Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 2028-2034
[PDF]
470 PRIORITAS KEBUTUHAN PELATIHAN PENYULUH PERIKANAN BERBASIS ANALISIS HIERARKI PROSES (AHP) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI ERA DIGITAL DI  SATMINKAL BPPP MEDAN
Lihat Abstrak

Abstract: In the era of Industrial Revolution 4.0 and the transition toward Society 5.0, Indonesia's marine and fisheries sector faces a digital transformation imperative to maintain global competitiveness and resource sustainability. Fisheries extension officers, acting as agents of change, are required to possess adaptive digital competencies to facilitate technology adoption among stakeholders. However, existing training programs are often generic and lack prioritization based on real-world needs and strategic impact. This study aims to map digital competency gaps and formulate strategic training priorities by integrating individual needs with expert perspectives. The research employs a quantitative approach with a two-stage analytical design. A case study was conducted at the Base Administrative Unit (Satminkal) of the Center for Fisheries Training and Extension (BPPP) Medan. In the first stage, a Training Needs Analysis (TNA) was conducted on 230 extension officers to measure digital competency gaps across 12 indicators, followed by a Pareto Analysis to identify critical competencies (the vital few). In the second stage, the five critical competencies identified from the TNA were evaluated by a panel of nine experts using the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine final priorities based on four criteria: urgency, impact on performance, policy alignment, and gap severity. TNA findings revealed the highest gaps in technical competencies: "Operation of Fisheries-Specific Applications" (gap -1.33) and "Digital Content Production" (gap -1.31). Pareto Analysis confirmed that 78.4% of the total gap originated from five vital competencies. AHP results indicated that "Impact on Performance" was the primary determinant (weight 40.1%). The synthesis produced "Operation of Fisheries-Specific Applications" as the top priority (global weight 0.397). The integration of TNA and AHP produces more precise training priorities for effective resource allocation in the digital age.   Keywords: Fisheries Extension Officers; Digital Competence; Training Needs Analysis; Pareto Analysis; Analytical Hierarchy Process   Abstrak: Di era Revolusi Industri 4.0 dan transisi menuju Society 5.0, sektor kelautan dan perikanan Indonesia menghadapi imperatif transformasi digital guna mempertahankan daya saing global dan keberlanjutan sumber daya. Penyuluh perikanan, sebagai agen perubahan, dituntut memiliki kompetensi digital yang adaptif untuk memfasilitasi adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha. Namun, program pelatihan yang ada seringkali bersifat umum dan tidak diprioritaskan berdasarkan kebutuhan riil dan dampak strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesenjangan kompetensi digital penyuluh perikanan dan merumuskan prioritas pelatihan yang strategis dengan mengintegrasikan perspektif kebutuhan individu dan pertimbangan ahli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis bertahap (two-stage quantitative analysis). Studi kasus dilakukan di Satminkal Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan. Pada tahap pertama, Training Needs Analysis (TNA) dilakukan terhadap 230 penyuluh untuk mengukur kesenjangan kompetensi digital pada 12 indikator, dilanjutkan dengan Analisis Pareto untuk mengidentifikasi kompetensi kritis (vital few). Pada tahap kedua, lima kompetensi kritis dievaluasi oleh 9 panel ahli menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas akhir berdasarkan empat kriteria: urgensi, dampak kinerja, kesesuaian kebijakan, dan tingkat kesenjangan. Hasil TNA mengungkap kesenjangan tertinggi pada "Pengoperasian Aplikasi Spesifik" (gap -1,33) dan "Produksi Konten Digital" (gap -1,31). Analisis Pareto mengonfirmasi 78,4% total kesenjangan berasal dari lima kompetensi vital. Hasil AHP menunjukkan kriteria "Dampak pada Kinerja" menjadi determinan utama (bobot 40,1%). Sintesis prioritas global menghasilkan "Pengoperasian Aplikasi Spesifik" sebagai prioritas utama (bobot 0,397). Integrasi TNA dan AHP menghasilkan prioritas pelatihan yang lebih presisi untuk efektivitas alokasi sumber daya di era digital.   Kata Kunci: Penyuluh Perikanan; Kompetensi Digital; Training Needs Analysis; Analisis Pareto; Analytical Hierarchy Process

I Ketut Sumandiarsa (Politeknik Ahli Usaha Perikanan Jembrana); Lis M Yapanto (Universitas Terbuka); Yulya Fitria (Universitas Terbuka) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1655-1662
[PDF]
471 KLASTERISASI TOPIK PEMBERITAAN BEA CUKAI PADA MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN LATENT DIRICHLET ALLOCATION (LDA) PASCA PERGANTIAN MENTERI KEUANGAN 2025
Lihat Abstrak

Abstract: The replacement of Indonesia's Minister of Finance from Sri Mulyani Indrawati to Purbaya Yudhi Sadewa on September 8, 2025, triggered significant public discourse regarding institutions under the Ministry of Finance, particularly the Directorate General of Customs and Excise (DJBC). This research aims to identify and classify dominant topics discussed by the public on social media regarding Customs during the period from September 2025 to April 2026 using the Latent Dirichlet Allocation (LDA) algorithm. A total of 937 public comments were collected through web scraping on YouTube from 15 relevant news videos, followed by preprocessing including case folding, tokenization, stopword removal using the Sastrawi library, and stemming. The optimal number of topics was determined by evaluating Coherence Score (C_v) and Log Perplexity across the range K = 2 to K = 15. The results indicate that the highest coherence value was obtained at K = 11 with a score of 0.3436, which was selected as the final model. The eleven topics generated reflect a spectrum of public opinion covering appreciation for Minister Purbaya, demands for cleansing corrupt officials, illegal smuggling issues, and demands for institutional reform. Topic distribution shows that 52.3% of documents were critical, 29.9% supportive, and 18.1% reform-demanding. These findings can serve as a basis for evaluating DJBC's public communication policies under Minister Purbaya's leadership. Keyword: latent dirichlet allocation; topic modeling; customs; social media; coherence score.   Abstrak: Pergantian Menteri Keuangan Republik Indonesia dari Sri Mulyani Indrawati kepada Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 September 2025 memicu dinamika pemberitaan signifikan terhadap institusi-institusi di bawah Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan topik-topik dominan yang diperbincangkan publik di media sosial terkait Bea Cukai pada periode September 2025 hingga April 2026 menggunakan algoritma Latent Dirichlet Allocation (LDA). Data sejumlah 937 komentar publik dikumpulkan melalui teknik web scraping pada platform YouTube dari 15 video pemberitaan relevan, kemudian diolah melalui tahapan preprocessing berupa case folding, tokenisasi, stopword removal menggunakan library Sastrawi, dan stemming. Penentuan jumlah topik optimal dilakukan dengan evaluasi Coherence Score (C_v) dan Log Perplexity pada rentang K = 2 hingga K = 15. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai coherence tertinggi diperoleh pada K = 11 dengan skor 0,3436, yang selanjutnya dijadikan sebagai model final. Sebelas topik yang dihasilkan mencerminkan spektrum opini publik yang terdiri dari topik apresiasi terhadap Menkeu Purbaya, tuntutan pembersihan oknum korup, isu penyelundupan barang ilegal, serta desakan reformasi kelembagaan. Distribusi topik menunjukkan bahwa 52,3% dokumen bersifat kritis, 29,9% bersifat dukungan, dan 18,1% berupa desakan reformasi. Temuan ini dapat dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi kebijakan komunikasi publik DJBC di era kepemimpinan Menkeu Purbaya. Kata kunci: bea cukai; coherence score; latent dirichlet allocation; media sosial; pemodelan topik

Irwan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Dwina Pri Indini (Universitas Pembangunan Panca Budi); Feby Wulandari Sembiring (Universitas Pembangunan Panca Budi); Vina Gusti br Bangun (Universitas Pembangunan Panca Budi); Daslan Fernando Aritonang (Universitas Pembangunan Panca Budi) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 3 (2026)
Hal: 3310-3318
[PDF]
472 LITERATURE REVIEW : IMPLEMENTASI K3RS DI RUMAH SAKIT DI KOTA PADANG
Lihat Abstrak

Abstract: Hospital Occupational Safety and Health (OSH) is a crucial aspect in ensuring the safety of healthcare workers, patients, and the hospital work environment. The implementation of OSH is a particular concern, particularly in hospitals in Padang City, which face high and complex occupational risks. This study aims to systematically examine the implementation of OSH in hospitals in Padang City through a literature review. The method used was a search of scientific articles from various databases such as Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, with the inclusion criteria being articles published within the last five years and relevant to the topic of OSH. The study results indicate that OSH implementation in hospitals in Padang City has been ongoing but is not yet optimal, characterized by limitations in policies, human resources, compliance with standard operating procedures, and a lack of training and supervision. Furthermore, safety culture and management commitment also influence the success of OSH implementation. The study concludes that improving OSH implementation requires strengthening internal regulations, improving workforce competency, and a sustained commitment from hospital management to create a safe and healthy work environment.   Keywords: K3RS, Occupational Safety, Hospital, Implementation, Literature Review.   Abstrak: Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) merupakan salah satu aspek penting dalam menjamin keselamatan tenaga kesehatan, pasien, serta lingkungan kerja di rumah sakit. Implementasi K3RS menjadi perhatian khusus, terutama di rumah sakit di Kota Padang yang memiliki risiko kerja tinggi dan kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis implementasi K3RS di rumah sakit di Kota Padang melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah penelusuran artikel ilmiah dari berbagai database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kriteria inklusi artikel yang diterbitkan dalam 5 tahun terakhir dan relevan dengan topik K3RS. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi K3RS di rumah sakit di Kota Padang telah berjalan namun belum optimal, ditandai dengan masih adanya keterbatasan dalam kebijakan, sumber daya manusia, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, serta kurangnya pelatihan dan pengawasan. Selain itu, faktor budaya keselamatan dan komitmen manajemen juga berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi K3RS. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa peningkatan implementasi K3RS memerlukan penguatan regulasi internal, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta komitmen berkelanjutan dari pihak manajemen rumah sakit guna menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.   Kata Kunci: K3RS, Keselamatan Kerja, Rumah Sakit, Implementasi, Literature Review.

Friska Eka Fitria (Universitas Andalas Padang); Mohammad Farid (Universitas Putra Indonesia YPTK Padang); Ilma Nuria Sulrieni (Universitas Syedza Saintika); Alfita Dewi (Universitas Syedza Saintika) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1650-1654
[PDF]
473 IMPLEMENTASI K3 DALAM MANAJEMEN SDM DI RUMAH SAKIT: UPAYA PENCEGAHAN RISIKO KERJA
Lihat Abstrak

Abstract: Hospitals are high-risk work environments, involving exposure to biological, chemical, physical, ergonomic, and psychosocial hazards that can impact worker safety. Therefore, the implementation of Occupational Safety and Health (OHS) in Human Resources (HR) management is a crucial aspect in preventing occupational risks. This study aims to analyze the implementation of OHS in HR management in hospitals as a preventive strategy against workplace accidents and occupational diseases. The method used was a literature review with a qualitative descriptive approach, through a review of various national scientific articles published between 2022 and 2025, available in PDF format. The study results indicate that effective OHS implementation is influenced by several key factors, including management commitment, HR training and competency, the availability of infrastructure, and a work safety culture within the hospital environment. Furthermore, the integration of OHS into HR management functions such as recruitment, training, performance appraisal, and work supervision has been proven to reduce workplace accidents and increase healthcare worker productivity. However, OHS implementation still faces challenges, such as limited resources, lack of employee awareness, and a suboptimal oversight system.In conclusion, the integrated implementation of OHS within human resource management in hospitals is a strategic step in creating a safe and healthy work environment. Efforts to improve the quality of human resources through OHS training, strengthening internal regulations, and fostering a culture of occupational safety are necessary to minimize occupational risks and improve the overall quality of healthcare services.   Keywords: OHS, Human Resource Management, Hospitals, Occupational Risks, Occupational Safety   Abstrak: Rumah sakit merupakan lingkungan kerja dengan tingkat risiko tinggi yang melibatkan paparan bahaya biologis, kimia, fisik, ergonomi, dan psikososial yang dapat berdampak pada keselamatan tenaga kerja. Oleh karena itu, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan risiko kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K3 dalam manajemen SDM di rumah sakit sebagai strategi preventif terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif, melalui penelaahan berbagai artikel ilmiah nasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu 2022–2025 dan tersedia dalam format PDF. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan K3 yang efektif dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain komitmen manajemen, pelatihan dan kompetensi SDM, ketersediaan sarana prasarana, serta budaya keselamatan kerja di lingkungan rumah sakit. Selain itu, integrasi K3 dalam fungsi manajemen SDM seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, dan pengawasan kerja terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan kerja serta meningkatkan produktivitas tenaga kesehatan. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam implementasi K3, seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya kesadaran tenaga kerja, dan belum optimalnya sistem pengawasan. Kesimpulannya, implementasi K3 yang terintegrasi dalam manajemen SDM di rumah sakit merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Upaya peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan K3, penguatan regulasi internal, serta peningkatan budaya keselamatan kerja perlu terus dilakukan guna meminimalkan risiko kerja dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan.   Kata kunci: K3, Manajemen SDM, Rumah Sakit, Risiko Kerja, Keselamatan Kerja

Hega Valentine (Universitas Sumatera Barat); Masdalena (Universitas Syedza Saintika); Ihsan Werleam (Universitas Syedza Saintika) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1644-`1649
[PDF]
474 ANALISIS PERAN BIOINFORMATIKA DALAM PENGOLAHAN DAN INTERPRETASI DATA GENOMIK
Lihat Abstrak

Abstract: The rapid development of genome sequencing technologies has generated large volumes of biological data that require complex and structured analytical methods. In this context, bioinformatics plays a crucial role as a multidisciplinary approach that integrates biology, computer science, and statistics to efficiently process and interpret genomic data. This study aims to analyze the role of bioinformatics in the processing and interpretation of genomic data and its contribution to the advancement of molecular biology research. The method used in this study is a literature review by examining various scientific sources related to bioinformatics and genomic data analysis. The results show that bioinformatics plays a role in various stages of genomic analysis, including sequencing data processing, alignment, gene annotation, and genetic variation analysis. In addition, the use of bioinformatics algorithms and software enables researchers to identify genetic patterns and relationships among genes more accurately and efficiently. According to Andreas D. Baxevanis, bioinformatics is a key component in managing large-scale biological data, especially in the modern genomics era. This is also supported by David W. Mount, who states that computational analysis is essential for understanding genome structure and function. Thus, bioinformatics has a strategic role in supporting the processing and interpretation of genomic data and serves as a fundamental basis for the development of biotechnology research and precision medicine. This study is expected to provide a more comprehensive understanding of the importance of bioinformatics in genomic data analysis.   Keywords: Bioinformatics, Genomics, Data Analysis, DNA Sequencing, Molecular Biology   Abstrak: Perkembangan teknologi sekuensing genom telah menghasilkan data biologis dalam jumlah besar yang memerlukan metode analisis yang kompleks dan terstruktur. Dalam konteks ini, bioinformatika berperan penting sebagai pendekatan multidisiplin yang menggabungkan ilmu biologi, komputer, dan statistika untuk mengolah serta menginterpretasikan data genomik secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bioinformatika dalam pengolahan dan interpretasi data genomik serta kontribusinya terhadap perkembangan penelitian biologi molekuler. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah terkait bioinformatika dan analisis genomik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bioinformatika berperan dalam berbagai tahapan analisis genomik, seperti pemrosesan data sekuensing, penyelarasan (alignment), anotasi gen, serta analisis variasi genetik. Selain itu, penggunaan algoritma dan perangkat lunak bioinformatika memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola genetik dan hubungan antar gen secara lebih akurat dan efisien. Menurut Andreas D. Baxevanis, bioinformatika merupakan komponen kunci dalam pengelolaan data biologis skala besar, terutama dalam era genomik modern. Hal ini juga didukung oleh David W. Mount yang menyatakan bahwa analisis komputasional sangat penting dalam memahami struktur dan fungsi genom. Dengan demikian, bioinformatika memiliki peran strategis dalam mendukung pengolahan dan interpretasi data genomik, serta menjadi fondasi utama dalam pengembangan riset bioteknologi dan kedokteran presisi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya bioinformatika dalam analisis data genomik.     Kata kunci: Bioinformatika, Genomik, Analisis Data, Sekuensing DNA, Biologi Molekuler

Herman Susilo (Universitas Syedza Saintika); M. Syahputra (Universitas Syedza Saintika); Utami Ariyasra (Universitas Syedza Saintika); Dwi Marlen Untary (Universitas Syedza Saintika); Inayati Rahmi (Universitas Syedza Saintika) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1639-1643
[PDF]
475 EKSTRAKSI DATA TERSTRUKTUR PADA HALAMAN WEB MENGGUNAKAN MOBILE AGENT BERBASIS ARSITEKTUR BDI
Lihat Abstrak

Abstract: The growth of semi-structured and unstructured data on web pages has increased the need for efficient, autonomous, and structure-aware methods for structured data extraction. This study proposes a mobile agent approach based on the BDI (Belief-Desire-Intention) architecture as an alternative to conventional wrappers for structured web data extraction. The system was developed using the JADE (Java Agent Development Framework) platform and the Prometheus methodology, involving two main agents: AgenDownload, responsible for migration and retrieval of web page content, and AgenEkstraksi, which implements the Simple Tree Matching and MDR (Mining Data Regions) algorithms to identify and extract flat data records. Experiments were conducted on 40 web pages from Indonesian and English online bookstores. The results show an average recall of 73%, indicating the system capability to locate most target records, while the average precision of 15.59% indicates that further refinement is needed in post-extraction filtering. The mobile agent approach remains relevant in distributed network scenarios with bandwidth constraints, near-source processing requirements, and autonomous operation needs. This study contributes a multi-role agent system architecture that can be adapted for automated web data extraction.   Keywords: web data extraction; mobile agent; BDI architecture; Simple Tree Matching; JADE   Abstrak: Pertumbuhan data semi-terstruktur dan tidak terstruktur pada halaman web meningkatkan kebutuhan terhadap metode ekstraksi data terstruktur yang efisien, otonom, dan dapat beradaptasi terhadap variasi struktur HTML. Penelitian ini mengajukan pendekatan berbasis mobile agent dengan arsitektur BDI (Belief-Desire-Intention) sebagai alternatif terhadap wrapper konvensional dalam proses ekstraksi data terstruktur pada halaman web. Sistem dibangun menggunakan platform JADE (Java Agent Development Framework) dan metodologi Prometheus, melibatkan dua agen utama: AgenDownload yang bertugas melakukan migrasi dan pengambilan konten halaman web, serta AgenEkstraksi yang mengimplementasikan algoritma Simple Tree Matching dan MDR (Mining Data Regions) untuk mengidentifikasi serta mengekstrak flat data records. Pengujian dilakukan terhadap 40 halaman web toko buku daring berbahasa Indonesia dan Inggris. Hasil menunjukkan rata-rata recall sebesar 73%, yang mengindikasikan kemampuan sistem dalam menemukan sebagian besar target data, sedangkan rata-rata precision sebesar 15,59% menunjukkan perlunya penyempurnaan mekanisme pemfilteran hasil ekstraksi. Pendekatan mobile agent tetap relevan pada skenario jaringan terdistribusi dengan keterbatasan bandwidth, kebutuhan pemrosesan dekat sumber data, dan operasi otonom. Kontribusi penelitian ini adalah rancangan arsitektur sistem agen multi peran yang dapat diadaptasi untuk kebutuhan ekstraksi data web secara otomatis.   Kata Kunci: ekstraksi data web; mobile agent; arsitektur BDI; Simple Tree Matching; JADE  

Sitti Mawaddah Umar (Universitas Megarezky Makassar); Sulkifli (Universitas Megarezky Makassar); Ahmad Naswin (Universitas Megarezky Makassar) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1631-1638
[PDF]
476 INDOBERTWEET DENGAN TEMPORAL ATTENTION MECHANISM UNTUK DETEKSI ISU BENCANA DINAMIS MULTIPLATFORM
Lihat Abstrak

Abstract: The development of disaster-related information in the digital space is very rapid and is often detected earlier through social media than through official government channels. This condition highlights the need for a system capable of detecting disaster-related issues quickly and dynamically across various digital platforms. This study aims to develop a dynamic disaster issue detection model based on IndoBERTweet with a Temporal Attention Mechanism using multiplatform big text data in Indonesia. The research methodology includes collecting textual data from various digital platforms such as Twitter, YouTube, TikTok, Quora, and Medium. The data are processed through preprocessing stages using Natural Language Processing (NLP) techniques, timestamp extraction to obtain temporal information, and the application of fine-grained labeling for more detailed classification of disaster-related issues. Subsequently, the IndoBERTweet model is trained with a Temporal Attention Mechanism to capture the relationship between textual context and temporal dynamics in the development of disaster-related issues. The expected results of this research are a model capable of dynamically detecting disaster-related issues by considering informal language contexts and temporal changes. This model is expected to support early warning systems and data-driven disaster management decision-making in Indonesia.   Keywords: Disaster Issue Detection; Social Media Text Analysis; Multiplatform Big Data; IndoBERTweet; Temporal Attention.   Abstrak: Perkembangan informasi kebencanaan di ruang digital berlangsung sangat cepat dan sering kali lebih dahulu terdeteksi melalui media sosial dibandingkan melalui kanal resmi pemerintah. Kondisi ini menunjukkan perlunya sistem yang mampu mendeteksi isu bencana secara cepat dan dinamis dari berbagai platform digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model deteksi isu bencana dinamis berbasis IndoBERTweet dengan Temporal Attention Mechanism pada big data teks multiplatform di Indonesia. Metode penelitian meliputi pengumpulan data teks dari berbagai platform digital seperti Twitter, YouTube, TikTok, Quora, dan Medium. Data diproses melalui tahapan preprocessing menggunakan teknik Natural Language Processing (NLP), ekstraksi timestamp untuk memperoleh informasi temporal, serta penerapan fine-grained labeling untuk klasifikasi isu bencana yang lebih rinci. Selanjutnya, model IndoBERTweet dilatih dengan Temporal Attention Mechanism untuk menangkap hubungan antara konteks teks dan dinamika waktu dalam perkembangan isu bencana. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model yang mampu mendeteksi isu bencana secara dinamis dengan mempertimbangkan konteks bahasa informal dan perubahan waktu. Model ini diharapkan mendukung sistem peringatan dini dan pengambilan kebijakan kebencanaan berbasis data di Indonesia.   Kata kunci: Deteksi Isu Bencana; Analisis Teks Media Sosial; Big Data Multiplatform; IndoBERTweet; Temporal Attention.

Felix (Universitas Mikroskil); Arisman (Universitas Mikroskil); Nuraina (Universitas Mikroskil); Tanti (Universitas Mikroskil); Nurhayati (Universitas Mikroskil) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1615-1624
[PDF]
477 IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENJUALAN DAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN PENDEKATAN PROTOTIPE
Lihat Abstrak

Abstract: Liberti Store is a business specializing in the sale of various types of shoes and sandals. In carrying out operational activities, especially those related to sales and financial management, a system that can support effective recording and monitoring is essential. An information system has been created to manage sales and finances, equipped with daily financial recording features. This system was developed using the PHP programming language and MySQL database as a solution to various problems faced by store owners. The purpose of developing this system is to coordinate the recording of incoming and outgoing goods, coordinate stock availability directly, and speed up the sales calculation process without relying on manual tools such as calculators. By utilizing this system, information about goods can be stored properly in the database, so the potential for data loss or irregular recording can be minimized. In this study, the author used the SDLC method. This method was applied to gain a better understanding of the actual situation, including problems that arise in sales activities and financial management, thus producing an appropriate system. The results of this study provide an understanding of the design of an appropriate information system for the store's needs, especially in assisting with daily financial management. This system is expected to help shop owners and administration departments improve work efficiency and support more accurate decision-making based on organized data.   Keywords: Information Systems, Sales, Financial Management, PHP, MySQL.   Abstrak: Toko Liberti adalah bisnis yang khusus menjual berbagai jenis sepatu dan sandal. Dalam menjalankan aktivitas operasional, terutama yang berkaitan dengan penjualan dan manajemen keuangan, sistem yang dapat mendukung pencatatan dan pemantauan yang efektif sangat penting. Sistem informasi telah dibuat untuk mengelola penjualan dan keuangan, dilengkapi dengan fitur pencatatan keuangan harian. Sistem ini dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL sebagai solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi oleh pemilik toko. Tujuan pengembangan sistem ini adalah untuk mengkoordinasikan pencatatan barang masuk dan keluar, mengkoordinasikan ketersediaan stok secara langsung, dan mempercepat proses perhitungan penjualan tanpa bergantung pada alat manual seperti kalkulator. Dengan memanfaatkan sistem ini, informasi tentang barang dapat disimpan dengan benar dalam basis data, sehingga potensi kehilangan data atau pencatatan yang tidak teratur dapat diminimalkan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode SDLC. Metode ini diterapkan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi aktual, termasuk masalah yang muncul dalam aktivitas penjualan dan manajemen keuangan, sehingga menghasilkan sistem yang tepat. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang desain sistem informasi yang tepat untuk kebutuhan toko, terutama dalam membantu manajemen keuangan harian. Sistem ini diharapkan dapat membantu pemilik toko dan departemen administrasi meningkatkan efisiensi kerja dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat berdasarkan data yang terorganisir. Kata Kunci: Sistem Informasi, Penjualan, Manajemen Keuangan, PHP, MySQL.

Febri Andika Putra (STMIK Citra Mandiri Padangsidimpuan); Syahisro Mirajdandi (Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia); M. Syahputra (Universitas Syedza Saintika); Nandra (Politeknik Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1607-1614
[PDF]
478 DIGITALISASI PEMBELAJARAN BIPA MELALUI PENERAPAN IMMERSIVE LEARNING BERBASIS BUDAYA LOKAL SUMATERA UTARA
Lihat Abstrak

Abstract: Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) plays an important role in introducing Indonesian language and culture to the world. However, conventional BIPA learning is often less engaging and has not yet utilized the potential of digital technology. This research aims to develop an immersive learning-based BIPA model that integrates elements of North Sumatra's local culture, such as music, dance, and typical cuisine. This study uses the Research and Development (R&D) approach to analyze needs, create teaching materials based on Augmented Reality (AR), and conduct trials with BIPA foreign language learners. The result is a digital paperback that interactively displays local cultural vocabulary and phrases. This innovation demonstrates novelty in combining AR technology with local cultural context. This research concludes that a culture-based digital approach can enrich the learning experience and is recommended for implementation in BIPA teaching across various regions of Indonesia.   Keywords: BIPA, Immersive Learning, Digitalization, Local Culture, North Sumatra.   Abstrak: Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berperan penting dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia ke dunia. Namun, pembelajaran BIPA konvensional kerap kurang menarik dan belum memanfaatkan potensi teknologi digital. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran BIPA berbasis immersive learning yang mengintegrasikan unsur budaya lokal Sumatera Utara, seperti musik, tari, dan kuliner khas. Menggunakan metode Research and Development (R&D), penelitian ini meliputi analisis kebutuhan, perancangan bahan ajar berbasis Augmented Reality (AR), serta uji coba pada peserta didik asing BIPA. Hasilnya berupa livre de poche digital yang menampilkan kosakata dan frasa budaya lokal secara interaktif. Inovasi ini menunjukkan kebaruan dalam menggabungkan teknologi AR dengan konteks budaya daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan digital berbasis budaya mampu memperkaya pengalaman belajar dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam pengajaran BIPA di berbagai daerah Indonesia.   Kata kunci: BIPA, Immersive Learning, Digitalisasi, Budaya Lokal, Sumatera Utara.

Isda Pramuniati (Universitas Negeri Medan); Musyahid Ali (Universitas Negeri Medan); Elly Nanda Sinaga (Universitas Negeri Medan); Lamtio Patricia Tambunan (Universitas Negeri Medan); Jessica Ribkha Lumbantobing (Universitas Negeri Medan); Cinta (Universitas Negeri Medan) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1600-1606
[PDF]
479 ANALISIS DETEKSI FENOMENA BRAIN ROT PADA MAHASISWA MENGGUNAKAN METODE RANDOM FOREST
Lihat Abstrak

Abstract: The phenomenon of brain rot poses a serious threat to the decline of students' cognitive function due to excessive exposure to low-quality digital content. This study aims to analyze the severity of brain rot and identify the most dominant digital behavioral factors of this phenomenon among students. As a solution to predict the level of risk quantitatively, this study implemented a machine learning approach using the Random Forest Regressor method. Data were collected from 500 student respondents through observation and questionnaires covering variables such as scrolling duration, app switching, GPA, study time, and cognitive symptoms. The test results showed that the model has not achieved optimal performance with an R2-Score of -0.177, RMSE 35.41, and MAE 31.1661. The low accuracy was influenced by inconsistencies in input data units and weak feature correlation in capturing non-linear patterns in the dataset. The study concluded that although scrolling duration was identified as the main influencing factor, the Random Forest model experienced high bias (underfitting). Therefore, hyperparameter optimization and data quality improvement are needed for future use. Keyword: brainrot; students; machine learning; random forest regressor; digital behavior.     Abstrak: Fenomena brainrot (pembusukan otak) menjadi ancaman serius bagi penurunan fungsi kognitif mahasiswa akibat paparan konten digital yang berlebihan dan tidak berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan brainrot serta mengidentifikasi faktor perilaku digital yang paling mendominasi fenomena tersebut pada kalangan mahasiswa. Sebagai solusi untuk memprediksi tingkat risiko secara kuantitatif, penelitian ini mengimplementasikan pendekatan machine learning dengan metode Random Forest Regressor. Data dikumpulkan dari 500 responden mahasiswa melalui observasi dan kuesioner yang mencakup variabel durasi scrolling, app switching, IPK, lama waktu belajar, dan gejala kognitif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model belum mencapai performa optimal dengan nilai R2-Score sebesar -0,177, RMSE 35,41, dan MAE 31,1661. Rendahnya akurasi dipengaruhi oleh ketidakkonsistenan satuan data input serta korelasi fitur yang kurang kuat dalam menangkap pola non-linear pada dataset. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun durasi scrolling teridentifikasi sebagai faktor pengaruh utama, model Random Forest mengalami high bias (underfitting) sehingga diperlukan optimasi hyperparameter dan penyempurnaan kualitas data untuk penggunaan di masa mendatang.. Kata kunci: brainrot; mahasiswa; machine learning; random forest regressor; perilaku digital.  

Khairul (Universitas Pembangunan Panca Budi); Irfan Abadi Saragih (Universitas Pembangunan Panca Budi); Mhd Ihsan Abidi (Universitas Pembangunan Panca Budi); Arip Muhridan (Universitas Pembangunan Panca Budi); Feby Wulandari Sembiring (Universitas Pembangunan Panca Budi) JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
[PDF]
480 REKONSTRUKSI MODEL STUDI KELAYAKAN BISNIS SYARIAH BERBASIS MAQ??ID AL-SYAR?‘AH ANALISIS NORMATIF TERHADAP UMKM DAN STARTUP SYARIAH
Lihat Abstrak

The development of Sharia-based micro, small, and medium enterprises (MSMEs) and startups in Indonesia has grown significantly alongside the strengthening of the national halal ecosystem and supportive government regulations. However, business feasibility studies applied in practice are still largely dominated by conventional approaches that emphasize profitability and financial sustainability. Meanwhile, Sharia business feasibility analysis generally remains limited to compliance with the prohibition of riba, gharar, and maysir. This situation indicates a conceptual gap in integrating maq??id al-shar?‘ah as an evaluative framework in business feasibility analysis. This study aims to reconstruct a maq??id-based Sharia business feasibility model that can serve as an evaluative instrument for Sharia MSMEs and startups. The research employs a normative legal research method using conceptual and analytical approaches to the theory of maq??id al-shar?‘ah in Islamic economic law. The findings reveal that Sharia business feasibility studies can be reconstructed through a three-layer model consisting of sharia screening, business feasibility analysis, and maq??id impact assessment. The integration of the five essential objectives of maq??id—?if? al-d?n, ?if? al-nafs, ?if? al-‘aql, ?if? al-nasl, and ?if? al-m?l—demonstrates that business feasibility should not only be measured by Sharia compliance and profitability but also by its contribution to social welfare and sustainable economic development.

Sulung Rahmawan Wira Ghani; Syai'in JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH
Vol 9 No 2 (2026)
Hal: 1544-1552
[PDF]